Program Hamil Anak Kedua, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?


Program hamil anak kedua mungkin butuh kesabaran. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah memastikan jarak usia dengan anak pertama hingga perlu memerhatikan tingkat kesuburan dan faktor kesehatan.

0,0
03 Mar 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Program hamil anak kedua sangat perlu memerhatikan jarak kehamilanProgram hamil anak kedua mempertimbangkan beragam aspek
 Program hamil anak kedua perlu dipersiapkan dengan matang. Kebanyakan orang tua yang hamil anak kedua memiliki tantangan yang lebih besar dibandingkan pengalaman pertama mereka. Anda perlu memerhatikan kondisi kesehatan tubuh, mental, dan juga kemampuan finansial sebelum menjalani program hamil anak ke-2.

Persiapan program hamil anak kedua

Saat hamil anak kedua, kondisi Anda pasti berbeda dengan kehamilan pertama.Selain sudah memiliki tanggung jawab terhadap anak sulung, kondisi tubuh Anda sudah pasti berbeda karena pertambahan usia.Untuk itu, Anda perlu memerhatikan beberapa hal untuk menyiapkan kehamilan kedua:

1. Memerhatikan jarak kehamilan

Penting untuk mengatur jarak kelahiran anak pertama dan anak kedua
Bila memulai program hamil anak ke-2 perlu mempertimbangkan jarak usia buah hati Anda.Dalam sebuah studi disebutkan bahwa Anda sebaiknya tidak hamil kembali selama enam bulan setelah melahirkan.Tunggu setidaknya hingga 18 bulan. Menurut penelitian tersebut, jika jarak antar kehamilan terlalu dekat, ada banyak risiko saat hamil dan persalinan yang mungkin terjadi. Bila kelahiran anak pertama dilakukan dengan proses caesar, jarak waktu yang dibutuhkan tentu lebih panjang.Untuk memulai hamil kembali setelah caesar, setidaknya anak pertama Anda sudah berusia 24 bulan.Maka itu, WHO menetapkan bahwa jarak ideal anak pertama dan kedua adalah tidak kurang dari 2 tahun hingga tidak lebih dari 5 tahun.Rentang waktu program hamil anak ke-2 pun bisa digunakan untuk mengembalikan bentuk tubuh.Walaupun tidak kembali sampai 100 persen, setidaknya bisa mendekati berat badan seperti sebelum melahirkan dulu.

2. Urusan finansial keluarga

Dengan hadirnya si anak sulung, Anda seharusnya sudah bisa membaca jumlah pengeluaran yang dibutuhkan.Banyak keluarga yang sebenarnya belum siap dalam urusan finansial, tapi sudah ingin buru-buru menjalani program hamil anak kedua.Karena itulah, masalah keuangan tetap harus diselesaikan sebelum ada bayi lain yang lahir.Sebenarnya, ada hal baik dan buruk yang bisa muncul dengan jarak kelahiran anak kedua.Untuk rentang kehamilan yang pendek, Anda mungkin tidak butuh membeli perlengkapan baru karena bisa menggunakan barang-barang si Kakak.Di sisi lain, memberikan jeda yang cukup lama membuat Anda memiliki waktu untuk menyiapkan finansial.Bila memilih memulai program hamil anak ke-2, pastikan seluruh urusan finansial untuk anak-anak sudah terencana dalam jangka pendek, menengah, sampai jangka panjangnya.Perencanaan keuangan menyambut kelahiran anak kedua ini bukan hanya untuk biaya melahirkan saja, tetapi menyangkut biaya hidup, dana pendidikan, bahkan asuransi kesehatan untuk anak Anda.

3. Faktor kesehatan

Mempercepat atau menunda program hamil anak ke-2 akan memunculkan pro dan kontra untuk kesehatan Anda.Dalam rentang waktu yang berdekatan, stamina Anda akan terkuras banyak mengurus dua anak sekaligus. Waktu istirahat pun akan semakin sedikit setiap harinya dan tentunya akan berpengaruh pada kesehatan Anda nantinya.Di sisi lain, mempercepat kehamilan saat usia masih tergolong muda juga bisa lebih mudah karena level kesuburannya pun masih cukup tinggi.Perempuan berusia di bawah 25 tahun memiliki 25 persen kemungkinan untuk hamil dalam setiap siklusnya.Kemungkinan tersebut akan turun menjadi 15 persen saat berusia 35 – 39 tahun dan akan turun lagi pada usia di atas 40 tahun.Untuk itu, pastikan usia ibu berada pada rentang 20– 35 tahun saat ingin memulai program hamil anak kedua.

Masalah ketidaksuburan setelah melahirkan anak pertama

Masalah ketidaksuburan (infertilitas) sering dihadapi oleh perempuan setelah melahirkan anak pertama. Kondisi ini disebut juga infertilitas sekunder.Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti masalah pada tuba fallopi dan gangguan medis lainnya. Masalah berat badan dan gangguan ovulasi juga sering menjadi penyebab perempuan sulit hamil lagi.Ketidaksuburan ini kadang membuat banyak pasangan stres, terlebih jika mereka sangat menginginkan anak kedua setelah beberapa lama.Sebelum mengunjungi dokter kandungan dan dokter spesialis andrologi untuk mengatasi masalah ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dulu:

1. Mulailah atur pola makan

Kehadiran anak tentu akan mengubah banyak hal dalam hidup Anda. Salah satu yang paling berpengaruh adalah pola makan.Para ibu biasanya mendahulukan anak, baru kemudian memenuhi kebutuhannya sendiri. Tak jarang, waktu makan menjadi berantakan dan kebutuhan nutrisi pun tidak diperhatikan.Untuk mengembalikan kesuburan, cobalah kembali mengatur pola makan. Perbanyak makan sayur serta kurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Konsumsi gula berlebihan berisiko tinggi terjadinya PCOS.

2. Mulai jalani hidup sehat dengan pasangan

Rutin berolahraga perlu dilakukan bila Anda sedang program hamil anak kedua
Lakukan olahraga bersama pasangan jika Anda merencanakan hamil anak kedua
Menjalani program hamil anak kedua bukan hanya dilakukan oleh perempuan saja. Pria juga memiliki peran yang besar dalam hal ini karena tingkat kualitas spermanya juga memengaruhi kesuksesan program hamil.Cara terbaik adalah mulai menjalani gaya hidup sehat.Baik Anda dan pasangan, perlu mulai mengurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Anda dan pasangan juga perlu rutin berolahraga, 30 menit per hari sebanyak lima kali per minggu.Selain itu, jangan lupa untuk kelola stres dan cobalah untuk mengatur pola tidur harian Anda. 

3. Menjaga berat badan ideal

Berat badan akan berpengaruh pada kesuburan. Untuk itu, cobalah menjaga berat badan ideal dengan cara-cara yang menyehatkan.Selain mengatur asupan per hari, Anda juga perlu aktif bergerak dengan melakukan olahraga rutin.

4. Sampaikan pada dokter mengenai program hamil anak kedua

Beberapa jenis obat bisa menimbulkan efek samping terhadap kesuburan.Jika Anda sedang menjalani pengobatan untuk penyakit lain, sebaiknya minta dokter untuk meresepkan obat yang aman untuk rahim dan kesuburan.

5. Melakukan yang pernah Anda lakukan sebelumnya

Cara ini mungkin seperti bulan madu kedua untuk Anda bersama pasangan. Coba berkomunikasi dan atur ulang tentang masa-masa sebelum Anda memiliki anak pertama dulu.Hal ini juga termasuk mencari waktu untuk berhubungan seksual yang tepat dan gaya bercinta yang bisa meningkatkan kemungkinan hamil.Mungkin langkah tersebut bisa membantu Anda menemukan kembali pola-pola lama yang bisa membuat Anda hamil kembali.

6. Kelola stres saat hamil anak kedua

Bila program hamil anak kedua berhasil, Anda harus mengelola kondisi mental Anda.Secara umum, stres saat hamil menimbulkan beragam risiko kehamilan, seperti pertumbuhan janin terhambat, lahir prematur, berat badan lahir rendah, hingga emosi bayi sulit dikendalikan.

Program hamil anak kedua setelah KB

Bila Anda ingin menunda kehamilan, tentu Anda menggunakan menggunakan kontrasepsi.Namun, bila Anda memutuskan untuk memulai program hamil anak kedua, tentu ada hal yang harus dilakukan setelah menggunakan KB.Inilah hal yang harus Anda perhatikan agar peluang kehamilan anak kedua meningkat setelah KB:

1. Hentikan kontrasepsi

Bila Anda masih menggunakan KB, maka kehamilan pun akan tertunda. Untuk itu, pastikan Anda berhenti KB sesaat.Saat ingin lepas KB saat memulai program hamil anak ke-2, selalu konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Pastikan dokter juga mengecek kondisi rahim Anda.

2. Pastikan siklus haid lancar

Saat menstruasi lancar, hal ini menandakan ovulasi yang teratur. Artinya, tidak ada kendala pada kesehatan reproduksi.Bila Anda mengetahui masa subur, maka ada kemungkinan program hamil anak kedua berhasil. Untuk itu, luangkan waktu untuk berhubungan seks saat wanita berada di masa subur.

2. Berhubungan seks tanpa pelumas

Salah satu hal yang harus Anda perhatikan saat menjalani program hamil anak kedua setelah KB adalah tidak menggunakan pelumas (lubricant) untuk menjaga kadar keasaman vagina.Bila keseimbangan keasaman di dalam vagina terganggu, ini bisa mengacaukan gerakan sperma menuju sel telur.

Catatan dari SehatQ

Jarak kehamilan sangat perlu diperhatikan kalau Anda sedang menjalani program hamil anak kedua. Namun, perlu dicatat bahwa tidak ada yang namanya terlalu cepat atau terlalu lambat untuk melahirkan kembali.Meski hamil anak kedua terbilang lebih mudah, ada beberapa masalah yang biasanya terjadi.Salah satunya adalah masalah ketidaksuburan setelah melahirkan anak pertama. Untuk itu, cobalah menjaga kesehatan jika ingin mendapatkan anak kedua.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang program hamil anak kedua dan cara untuk meningkatkan kesuburan, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilanmerencanakan kehamilanmeningkatkan kesuburanhamilkehamilanibu hamil
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/getting-pregnant/second-pregnancy.aspx
Diakses pada 15 Februari 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/getting-pregnant/fertility/secondary-infertility/
Diakses pada 15 Februari 2021
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/getting-pregnant/ask-heidi/fertility-and-older-women.aspx
Diakses pada 15 Februari 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infertility/expert-answers/secondary-infertility/faq-20058272
Diakses pada 15 Februari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6583597/
Diakses pada 15 Februari 2021
Patient. https://patient.info/news-and-features/how-long-to-wait-before-your-second-baby
Diakses pada 15 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-after-c-section#risks
Diakses pada 15 Februari 2021
WHO. https://www.who.int/pmnch/topics/maternal/htsp101.pdf
Diakses pada 12 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait