Persendian Sakit Bisa Jadi Tanda Chikungunya dan Rheumatoid Arthritis, Apa Bedanya?

Persendian sakit dan pembengkakan menjadi tanda rheumatoid arthritis
Persendian sakit merupakan salah satu gejala dari penyakit chikungunya.

Bukan hanya demam berdarah dengue (DBD), penyakit lain yang tak kalah populer dan disebarkan oleh nyamuk adalah chikungunya. Chikungunya terjadi melalui virus yang ditularkan pada manusia oleh nyamuk terinfeksi.

Penyakit ini juga disebut sebagai flu tulang karena tanda-tandanya berupa persendian sakit dan membengkak. Gejala-gejala tersebut membuat chikungunya seringkali disalahartikan sebagai rheumatoid arthritis karena gejalanya yang mirip.

Tanda-tanda chikungunya

Pada umumnya, nyamuk yang menyebarkan virus chikungunya sama dengan nyamuk yang menyebarkan virus demam berdarah, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Setelah Anda digigit oleh nyamuk yang terinfeksi tersebut, penyakit akan muncul dalam waktu 2-12 hari setelahnya.

Infeksi chikungunya jarang berakibat fatal. Namun pada lansia, hal ini dapat menyebabkan risiko kematian. Ada beberapa tanda-tanda chikungunya yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • Persendian sakit

Persendian sakit merupakan tanda chikungunya yang dapat terasa sangat menyakitkan. Ketika terkena chikungunya, Anda dapat merasakan persendian sakit atau nyeri sendi selama beberapa hari, minggu, atau bahkan berbulan-bulan.

  • Demam

Demam menjadi salah satu tanda chikungunya yang umumnya terjadi. Demam pada penderita chikungunya terkadang dapat mencapai 40?.

  • Nyeri otot

Bukan hanya persendian sakit, namun otot juga dapat terasa nyeri ketika terjangkit chikungunya. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya sulit untuk bergerak karena merasa kesakitan.

  • Sakit kepala

Sakit kepala menjadi salah satu tanda dari penyakit chikungunya. Hal ini juga dapat dipicu oleh demam yang Anda alami.

  • Bengkak di sekitar sendi

Persendian sakit akibat chikungunya bisa menyebabkan pembengkakkan di sekitar sendi. Bengkak di sekitar sendi kaki bisa membuat penderitanya tidak mampu berjalan untuk sementara waktu.

  • Ruam

Ruam kemerahan pada penderita chikungunya biasanya muncul di wajah, telapak tangan, dan kaki. Kemunculan ruam merupakan konsekuensi dari demam panas yang terjadi.

  • Kelelahan

Persendian sakit, demam, ataupun gejala-gejala lainnya bisa membuat penderita chikungunya merasa kelelahan.

Selain itu, ada tanda-tanda lain yang bisa muncul, yaitu ruam parah, mata merah, mual, dan muntah. Jika Anda memiliki gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter karena juga dapat mengindikasikan gejala dari penyakit lain, seperti demam berdarah atau virus zika.

Membedakan chikungunya dengan rheumatoid arthritis

Beberapa tanda penyakit chikungunya, terutama persendian sakit dan pembengkakan di sekitar sendi, mirip dengan tanda rheumatoid arthritis (RA) atau radang sendi. Kemiripan tersebut bahkan bisa sangat membingungkan. Untuk membedakan keduanya, Anda harus memerhatikan hal-hal berikut:

  • Riwayat keluarga

Biasanya, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan RA cenderung memiliki penyakit yang sama dan bukan chikungunya. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya juga bisa mengalami chikungunya.

  • Seberapa cepat gejala muncul

Gejala chikungunya biasanya berkembang dengan sangat cepat (hanya dalam semalam atau beberapa hari). Sementara, RA seringkali berkembang secara perlahan (berminggu-minggu atau berbulan-bulan).

  • Pengaruhnya pada persendian

Chikungunya cenderung memengaruhi persendian yang besar, seperti lutut. Sementara RA biasanya menyerang persendian yang lebih umum, seperti tangan dan kaki. Selain itu, nyeri sendi dan otot pada penderita RA juga cenderung spesifik, sementara pada penderita chikungunya lebih menyebar dan terjadi secara tiba-tiba.

  • Perbedaan gejala

Bukan hanya persendian sakit, penderita chikungunya juga bisa merasakan gejala lain, seperti demam, sakit kepala, dan ruam. Sementara, pada penderita RA tidak mengalami ruam. Namun, RA juga menyebabkan sendi terasa lembut dan hangat, kaku di pagi hari, demam, dan hilang nafsu makan.

Selain itu, nyeri sendi pada penderita chikungunya biasanya hilang dalam beberapa hari atau minggu. Sementara pada penderita RA, nyeri terjadi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Untuk melakukan diagnosis yang tepat, dokter harus benar-benar memerhatikan perbedaan kedua penyakit tersebut. Hingga saat ini, belum ada bukti yang kuat mengenai infeksi chikungunya yang dapat berkembang menjadi RA. Namun, nyeri sendi pada penderita chikungunya dapat menjadi kronis apalagi jika diperparah dengan RA.

Untuk mengantisipasinya, chikungunya sebenarnya sulit dicegah sehingga satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan agar tidak terkena penyakit ini adalah dengan menghindari gigitan nyamuk. Anda bisa menggunakan lotion nyamuk ketika di rumah atau bepergian ke daerah yang terdapat banyak nyamuk.

Sama halnya dengan chikungunya, RA juga tidak dapat dicegah sehingga deteksi dini, pengurangan faktor risiko, dan perawatan sangatlah diperlukan untuk menghindari kerusakan sendi. Oleh sebab itu, Anda tetap perlu waspada dan rajin berolahraga agar kesehatan persendian Anda tetap terjaga.

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya
Diakses pada 08 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/306828.php
Diakses pada 08 Agustus 2019

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/chikungunya/guide/symptoms/
Diakses pada 08 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-chikungunya
Diakses pada 08 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/symptoms-causes/syc-20353648
Diakses pada 08 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/dont-confuse-chikungunya-and-arthritis-020215#4
Diakses pada 08 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed