Persalinan Normal Bagi Penderita Plasenta Akreta, Masihkah Mungkin?

Plasenta akreta bisa memicu perdaharahan hebat saat persalinan.
Plasenta akreta bisa memicu perdaharahan hebat saat persalinan.

Banyak calon ibu sudah memiliki rencana mengenai proses kelahiran bayinya terkait dengan proses persalinan normal atau merencanakan persalinan Caesar. Rencana boleh dibuat, namun dalam perjalanan kehamilan, bisa saja terjadi hal-hal di luar rencana. Misalnya, calon ibu yang didiagnosis menderita plasenta akreta.

Bagi yang merencanakan persalinan normal, hal ini menimbulkan pertanyaan, mungkinkah persalinan normal berjalan sesuai rencana?

Plasenta akreta dan risiko komplikasi dalam persalinan normal

Saat terjadi kehamilan, plasenta akan menempel pada dinding rahim. Namun plasenta terkadang bisa menempel terlalu dalam pada dinding rahim. Kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan berisiko tinggi. 

Berdasarkan kedalaman plasenta yang menempel ke dinding rahim, kondisi ini terbagi dalam tiga kategori berikut:

  • Plasenta akreta, yaitu plasenta menempel terlalu dalam pada dinding rahim, namun tidak sampai menembus otot rahim. Kondisi ini dialami oleh 75 persen penderita. Setelah bayi dilahirkan, normalnya plasenta akan terlepas dari dinding rahim dan dikeluarkan. Jika ibu menderita plasenta akreta, plasenta tidak dapat terlepas atau hanya terlepas sebagian setelah persalinan normal. Akibatnya, calon ibu akan mengalami perdarahan hebat yang berisiko mengancam nyawa.
  • Plasenta inkreta, yaitu saat plasenta menempel terlalu dalam sampai menembus ke otot rahim.
  • Plasenta perkreta, yaitu kondisi di mana plasenta tidak hanya menempel dengan menembus otot dinding rahim, tapi juga menempel pada organ tubuh lain, contohnya kandung kemih.

Bisakah plasenta akreta dicegah?

Sayangnya, tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kondisi plasenta akreta. Meski begitu, beberapa faktor risiko di bawah ini mungkin dapat diwaspadai:

  • Pernah menjalani persalinan dengan operasi caesar.
  • Pernah menjalani tindakan yang berkaitan dengan rahim dan kemungkinan meninggalkan jaringan parut, misalnya aborsi, kuret, atau operasi fibroid di rahim.
  • Hamil di atas usia 35 tahun.
  • Pernah beberapa kali hamil dan melahirkan.

Selain itu, jika calon ibu terdeteksi mengalami plasenta akreta, kondisi tersebut tidak akan berubah sampai saat persalinan tiba. Karena itu, ibu dan pasangan perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko untuk tetap menjalani persalinan normal.

Apakah persalinan normal masih mungkin dijalani?

Plasenta akreta seringkali tidak menimbulkan gejala yang spesifik selama masa kehamilan. Meski demikian, kondisi ini bisa pula memicu perdarahan vaginal di masa trimester ketiga kehamilan pada sebagian kasus.

Kondisi plasenta akreta juga tergolong sulit terdeteksi selama kehamilan. Namun tidak berarti mustahil untuk dideteksi. Pada sebagian kasus, plasenta akreta bisa diketahui melalui prosedur USG dan MRI.

Pada kasus plasenta akreta yang tida terdeteksi, ada kemungkinan calon ibu menjalani persalinan normal. Pada situasi ini, tenaga medis umumnya menyadari adanya kondisi plasenta akreta saat plasenta tidak keluar. Dokter dan tenaga medis kemudian melakukan penanganan gawat darurat yang dibutuhkan.

Kenyataannya, banyak juga penderita plasenta akreta yang sekaligus mengalami plasenta previa. Plasenta previa adalah kondisi di mana letak plasenta menutupi serviks yang merupakan jalan lahir. Kalau sudah begini, tidak ada pilihan selain persalinan dengan operasi caesar

Selama tidak dibarengi dengan plasenta previa, kemungkinan persalinan normal tetap ada. Tetapi risiko perdarahannya tergolong sangat tinggi.

Kebanyakan dokter tidak menyarankan persalinan normal jika calon ibu sudah terdeteksi mengalami plasenta akreta. Apabila Anda termasuk calon ibu yang tidak mungkin menjalani persalinan normal, tidak perlu kecewa. Ingat, yang terpenting adalah keputusan yang tepat harus diambil agar ibu dan bayi selamat serta sehat.

Brigham Health. https://brighamhealthhub.org/treatment/five-myths-and-facts-about-placenta-accreta
Diakses pada 12 Juni 2019

Mama Natural. https://www.mamanatural.com/placenta-accreta/
Dakses pada 12 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/placenta-accreta/symptoms-causes/syc-20376431
Diakses pada 12 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed