Apa yang Terjadi saat Persalinan Macet ketika Melahirkan Normal?

Melahirkan normal memiliki risiko persalinan macet sehingga terjadi komplikasi dari proses melahirkan normal
Banyak persiapan yang harus dilakukan untuk menjalani proses melahirkan normal

Proses kelahiran bayi bagi setiap ibu hamil berbeda-beda. Begitu pula pada kelahiran anak pertama dan kelahiran-kelahiran selanjutnya. Penting bagi pasangan yang sedang menantikan kehadiran buah hatinya untuk mempersiapkan bekal dalam menghadapi proses melahirkan normal. Salah satunya adalah memahami tahapan dan proses yang akan dilalui.

Proses melahirkan normal

Kelahiran bayi dimulai dengan fase laten, yaitu ketika kontraksi rahim mulai dirasakan tapi belum teratur, serta serviks atau leher rahim mulai melebar dan menipis. “Mucus plug” yang sebelumnya menutup jalan lahir, mungkin terlepas dan keluar sebagai sekret berwarna bening, pink, atau kemerahan dari vagina. Fase ini dapat berlangsung beberapa jam hingga beberapa hari pada kelahiran anak pertama dan lebih pendek pada kelahiran anak berikutnya.

Fase aktif mengikuti fase laten, biasanya dimulai setelah pembukaan 6 sampai pembukaan 10 atau lengkap. Kontraksi dirasakan semakin teratur, kuat, dan semakin sering. Biasanya nyeri kontraksi dirasakan dari bagian atas perut ke arah bawah, disertai nyeri pada pinggang. Ketuban mungkin pecah pada fase ini. Fase aktif berlangsung sekitar 4-8 jam. Fase ini adalah fase yang terasa tidak nyaman, jadi upayakan agar tetap tenang dan atur napas dengan baik.

Tahap berikut dari persalinan adalah kelahiran bayi. Ditandai dengan pembukaan lengkap, diikuti “crowning”, yaitu ketika puncak kepala bayi sudah terlihat di jalan lahir. Proses melahirkan kepala bayi adalah proses yang paling sulit karena kepala merupakan bagian badan bayi yang paling besar. Jika kepala sudah dilahirkan, persalinan biasanya lebih mudah. Kadang bahu bayi dapat tersangkut di jalan lahir, yang disebut distosia bahu, dan menghambat proses persalinan.

Lamanya fase ini bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam. Fase ini merupakan momen di mana ibu perlu mengejan seiring dengan kontraksi untuk membantu bayi lahir. Mempersiapkan diri untuk menghadapi fase ini sangat penting bagi setiap ibu hamil, salah satunya dengan berlatih pernapasan saat senam hamil sebelum persalinan.

Mengejan yang benar adalah memusatkan dorongan ke bawah, tepatnya ke arah jalan lahir. Hal ini sering digambarkan seperti mengejan saat buang air besar yang keras. Salah satu kesalahan mengejan yang sering dilakukan adalah memusatkan dorongan ke perut atau bahkan ke arah leher, atau berteriak saat mengejan. Hal ini menyebabkan tenaga ibu terbuang.

Kelahiran bayi akan diikuti dengan tahap terakhir persalinan, yaitu lahirnya plasenta.

[[artikel-terkait]]

Persalinan Macet atau Tidak Maju

Dalam beberapa kasus tertentu, kadang persalinan dapat melambat dan tertahan. Kondisi ini disebut persalinan macet atau tidak maju. Kemungkinan Anda mengalami persalinan macet jika bayi tidak kunjung lahir setelah 20 jam kontraksi yang teratur pada anak pertama, 14 jam jika sebelumnya sudah pernah melahirkan, atau 16 jam pada persalinan bayi kembar.

Salah satu penyebab persalinan tidak maju adalah distosia (dystocia), yaitu kondisi gangguan persalinan akibat kelainan posisi janin (sungsang) atau ukuran janin yang lebih besar dari normal. Distosia memiliki dua jenis, yaitu distosia servikal yang terjadi saat leher rahim tidak membesar saat proses melahirkan. Jenis lainnya dari distosia adalah distosia bahu, di mana kepala bayi telah keluar tapi bahunya tertahan di jalan lahir sehingga proses melahirkan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Jika ini terjadi, tenaga medis akan memantau ketat kondisi Anda dan bayi, termasuk seberapa sering dan kuatnya kontraksi, serta detak jantung dan gerakan bayi. Cara mengatasi persalinan tidak maju bergantung pada fase saat terjadinya, apakah di fase laten atau di fase aktif.

1. Persalinan Tidak Maju Saat Fase Laten

Fase laten yang panjang biasanya tidak menyebabkan komplikasi yang serius pada bayi, tetapi bisa menyebabkan ibu stres dan lelah. Upayakan tetap tenang dan rileks. Anda bisa berjalan perlahan, berdiri, berendam air hangat, atau mengubah posisi tidur.

2. Persalinan Tidak Maju Saat Fase Aktif

Karena kemungkinan komplikasi yang lebih besar bisa terjadi pada fase ini, persalinan tidak maju pada fase aktif akan membutuhkan intervensi medis, seperti infus pitosin untuk mempercepat persalinan atau bahkan operasi caesar.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed