Sering bertengkar dan selalu mencari kesalahan pasangan adalah ciri pernikahan yang tidak bahagia
Bertengkar dengan pasangan justru menjadi ujian bagaimana suami istri menyelesaikan konflik

Pernikahan bukan sekadar urusan pesta semalam untuk mengganti status ke satu jenjang lebih dekat. Jauh lebih dari itu, pernikahan artinya berkomitmen hidup bersama dengan pasangan seumur hidup. Hidup bersama artinya mau menerima semua kekurangannya, yang kadang memicu pernikahan tidak bahagia. Ini manusiawi.

Tidak ada istilah pernikahan sempurna. Menyatukan dua orang yang tumbuh besar dengan idealisme masing-masing dalam sebuah ikatan pernikahan adalah hal yang tidak sepele.

Perbedaan prinsip, tentu ada. Belum lagi perbedaan kepentingan hingga perbedaan cara memandang hidup. Seakan belum cukup, semua perbedaan itu bisa dengan mudah meruncing menjadi konflik ketika tidak bisa ditemukan titik tengah kompromi.

Di titik tertentu, hal ini bisa memicu terjadinya pernikahan tidak bahagia.

Ciri-ciri pernikahan tidak bahagia

Pasangan suami istri yang kerap bertengkar bukan berarti memiliki pernikahan tidak bahagia. Pertengkaran adalah hal biasa, justru bisa menguji bagaimana kemampuan suami dan istri untuk menyelesaikan konflik.

Pernikahan tidak bahagia bergantung pada banyak sekali indikator. Tidak bisa digeneralisir bahwa pasangan yang kerap bertengkar artinya tidak bahagia. Atau pasangan yang jarang mengunggah foto bersama artinya tidak bahagia.

Lebih jauh lagi, ciri-ciri pernikahan tidak bahagia yang harus segera dicari solusinya adalah:

1. Sering menangis

Menangis merupakan salah satu respons ketika seseorang tengah berkonflik dengan pasangan. Namun bagi mereka yang merasakan pernikahan tidak bahagia, frekuensi menangis menjadi jauh lebih sering bahkan tanpa diduga-duga. Hal ini terjadi karena akumulasi emosi yang tidak bisa ditahan lagi.

2. Selalu mencari kesalahan pasangan

Ciri-ciri pernikahan tidak bahagia selanjutnya adalah bukannya memaklumi atau kompromi dengan kesalahan pasangan, yang terjadi justru sebaliknya. Pasangan terlalu sibuk mencari – dan membesar-besarkan – kesalahan pasangan bahkan yang paling sepele sekalipun.

3. Menutupi dari lingkungan sekitar

Ketika teman atau keluarga bertanya bagaimana kabar Anda dan pasangan kemudian Anda harus menutupi kondisi sebenarnya, itu juga tanda pernikahan tidak bahagia. Bahkan, pernikahan tidak bahagia membuat orang bisa berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja meskipun tidak.

4. Tidak bercinta

Bercinta atau berhubungan seksual adalah salah satu aktivitas yang menjaga romantisme Anda dan pasangan. Bisa jadi di tengah kesibukan, bercinta menjadi momen intim tempat Anda dan pasangan bisa sama-sama terbuka dan saling bercerita.

Namun dalam pernikahan tidak bahagia, rasa-rasanya bercinta tidak lagi menjadi prioritas atau hal yang diusahakan. Sudah saatnya curiga apabila antara Anda atau pasangan sama-sama menghindari seks bahkan tidak lagi memberikan sentuhan sayang seperti memeluk, memegang tangan, atau mengelus.

5. Menarik diri dari kehidupan sosial

Mereka yang terlibat dalam pernikahan tidak bahagia juga cenderung menarik diri dari kehidupan sosialnya. Bisa jadi ini merupakan konsekuensi dari rasa frustrasi karena tidak bisa menceritakan apa yang terjadi dalam rumah tangga. Jika dibiarkan, kesendirian dan akumulasi masalah ini dapat berujung pada depresi.

6. Tak ingat kapan merasa bahagia

Jika pernikahan tidak bahagia sudah berlangsung terlalu lama, sangat mungkin seseorang tak lagi ingat kapan merasa bahagia selama menikah. Bahkan saat memandang wajah pasangan, yang ada justru keinginan untuk marah dan memancing emosi.

7. Bertengkar hebat

Bukan cuma mencari kesalahan pasangan, kondisi yang juga terjadi saat pernikahan tidak bahagia adalah pertengkaran hebat yang terus-menerus, bahkan tanpa ada penyelesaian.

Artinya, ada tumpukan masalah lagi dan lagi yang terus terjadi selama pasangan suami istri berinteraksi. Suami dan istri adalah orang terdekat yang tahu betul apa pemicu emosi atau hot button pasangannya. Sayangnya pada pernikahan tidak bahagia, hot button ini justru lebih sering ditekan.

Ketika Anda sudah melakukan banyak cara untuk mengembalikan pernikahan tidak bahagia seperti sedia kala namun hasilnya nihil, coba telaah satu-persatu apa kemungkinan terbaik yang bisa diambil.

Jika masih bisa, komunikasikan dan minta bicara tanpa emosi berlebihan dengan pasangan tentang apa yang terjadi di antara kalian.

Bila perlu, minta bantuan konselor pernikahan atau psikolog untuk menengahi masalah rumah tangga. Dengarkan juga diri sendiri karena Anda berhak bahagia dan pernikahan tidak bahagia sangat rentan menyebabkan depresi.

Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/signs-youre-in-a-toxic-marriage_b_8043670
Diakses 22 November 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-intelligent-divorce/201305/the-unhappy-marriage-stay-or-go
Diakses 22 November 2019

The Oprah Magazine. https://www.oprahmag.com/life/relationships-love/a23364794/loveless-marriage/
Diakses 22 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed