Sulit Bernapas Merupakan Salah Satu Tanda tanda Syok yang Harus Diwaspadai

10 Jun 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Saat mengalami kesulitan bernapas, waspadai tanda-tanda syok yang mungkin Anda alami.
Kesulitan bernapas merupakan salah satu tanda-tanda syok.

Syok adalah kondisi berbahaya dan berpotensi mengancam jiwa, yang diakibatkan oleh tidak cukupnya aliran darah di dalam tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat menerima oksigen dengan cukup.

Kondisi ini berakibat fatal, terutama pada organ-organ tubuh vital. Oleh karena itu, pasien yang mengalami syok, membutuhkan perawatan secepat mungkin.

[[artikel-terkait]]

Jenis dan tanda-tanda syok

Syok dapat disebabkan oleh sejumlah penyebab dan terbagi ke dalam beberapa kategori. Gejala klinis tiap pasien yang mengalami syok, akan berbeda, bergantung dari jenis syok dan penyebabnya.

Secara umum berdasarkan gejala, syok dibagi menjadi empat kategori, yaitu syok hipovolemik, syok kardiogenik, syok distributif, dan syok obstruktif.

Meskipun ada beberapa macam kategori syok, hampir seluruh kategori syok memiliki gejala berupa hipotensi atau tekanan darah rendah. Gejala hipotensi ini dapat terjadi secara cepat maupun perlahan, tergantung dari kategori syok.

Namun dapat dipastikan, hipotensi merupakan tanda bahwa syok tidak teratasi, atau sudah dalam kondisi fatal. Selain hipotensi, beberapa kategori syok memiliki gejala spesifik.

Syok hipovolemik

Ini merupakan syok terjadi karena kekurangan jumlah cairan atau darah di dalam tubuh (hipovolemia). Syok hipovolemik merupakan tipe syok yang paling sering dijumpai.

Syok hipovolemik dapat terjadi karena perdarahan (syok hemoragik), maupun proses yang mengakibatkan hilangnya cairan tubuh dan dehidrasi. Sebagai kompensasi atas cairan tubuh atau darah yang hilang, tubuh akan berusaha mempertahankan tekanan darah.

Akibatnya, muncul gejala-gejala berikut ini.

  • Denyut jantung atau nadi yang cepat
  • Napas yang cepat
  • Dilatasi pupil (perubahan ukuran pupil karena cahaya)
  • Kulit pucat dan dingin
  • Berkeringat
  • Pada fase yang semakin memberat pasien dapat nampak lesu, bingung, dan tidak sadarkan diri
  • Apabila syok terjadi karena faktor eksternal, penderitanya dapat mengalami
  • Muntah dan diare disertai darah dapat ditemukan, apabila syok disebabkan oleh perdarahan dari sistem pencernaan.

Syok distributif

Syok distributif terjadi pada saat pembuluh darah tidak dapat mempertahankan kekakuannya, sehingga terjadi vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), dan tekanan darah menjadi rendah.

Dua penyebab utama dari syok distributif adalah reaksi alergi berat (syok anafilaksis) dan infeksi berat (sepsis). Beberapa gejala di bawah ini dapat terjadi pada syok distributive.

  • Biduran, kulit memerah, gatal, bengkak pada wajah, dan kesulitan bernapas (pada syok anafilaktik)
  • Demam, mulut kering, kulit keriput, kering, dan tidak elastis (pada sepsis)
  • Detak jantung dan denyut nadi yang cepat
  • Pada syok neurogenik (penyebab terjarang syok distributif), tekanan darah dapat turun pada fase awal, disertai detak jantung yang normal atau malah meningkat.

Syok kardiogenik

Syok kardiogenik terjadi pada saat jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Berikut ini beberapa gejala syok kardiogenik.

  • Denyut nadi yang lemah, lambat, dan tidak beraturan.
  • Kesulitan bernapas
  • Dahak berbusa
  • Pembengkakan kaki dan pergelangan kaki

Syok obstruktif

Syok obstruktif merupakan jenis syok yang jarang terjadi. Syok obstruktif terjadi karena adanya tekanan di pembuluh darah, misalnya pada tension pneumothorax. Gejala yang dapat timbul pada syok obstruktif antara lain:

  • Hipotensi mendadak
  • Denyut nadi yang cepat
  • Suara napas yang abnormal
  • Gangguan pernapasan, apabila syok disebabkan tension pneumothorax

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami tanda-tanda syok di atas, segera hubungi dokter. Sebab jika tidak ditangani, kondisi tersebut akan semakin memburuk.

Referensi
Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top