Pernah Tuai Kontroversi, Apa Itu Tes Rorschach?


Tes Rorschach adalah metode yang menyuruh pasien melihat bercak tinta secara acak di kertas dan menjelaskan apa yang dilihat. Metode ini sempat sangat populer digunakan sebagai cara mengungkap pola pikir seseorang. Namun, pada tahun 1990an tes ini pernah menuai kritik tajam karena dinilai tidak efektif.

(0)
06 Dec 2020|Azelia Trifiana
Tes Rorschach digunakan untuk mengungkap pola pikir seseorang
Tes Rorschach adalah metode yang menyuruh pasien melihat bercak tinta secara acak di kertas dan menjelaskan apa yang dilihat. Metode ini sempat sangat populer digunakan sebagai cara mengungkap pola pikir seseorang. Namun, pada tahun 1990an tes ini pernah menuai kritik tajam karena dinilai tidak efektif.Terpisah menjadi dua kubu, ada yang yakin betul bahwa tes inkblot ini efektif, ada pula yang tidak. Tak sedikit yang mempertanyakan validitas penggunaan tinta untuk mengungkap motif, keinginan, serta pikiran seorang individu.

Asal mula tes Rorschach

Tes menggunakan tinta ini pertama kali diciptakan oleh psikolog asal Swiss bernama Hermann Rorschach pada tahun 1921. Sejak awal, tes ini memang digunakan dalam proyeksi psikologis seseorang.Terus berkembang, popularitasnya terus menanjak. Bahkan dalam sebuah survei tahun 1995 terhadap 412 psikolog klinis, 82% pernah menggunakan tes Rorschach sesekali untuk memeriksa pasien mereka.Ide untuk membuat tes ini sebagai bagian dari pemeriksaan tak lepas dari apresiasi Rorschach kala muda yang mengagumi klecksography, seni membuat gambar dari bercak tinta.Dari situlah diyakini bahwa bagaimana seseorang melihat bentuk bercak tinta bisa membantu menjelaskan kondisi mental, kreativitas, bahkan kecerdasannya.

Cara kerja tes Rorschach

Pendekatan ini digunakan setelah Rorschach meneliti lebih dari 400 subjek, termasuk 300 di antaranya pasien dengan masalah kesehatan mental. Tujuannya kala itu adalah menemukan tes yang dapat membantu diagnosis skizofrenia.Sejak ia meninggal dunia di usia 37 tahun, metode ini begitu populer digunakan dalam berbagai tes psikologi meski banyak metode lain yang bermunculan.Cara kerja tes Rorschach adalah:
  • Tes ini mengandung 10 gambar dari bercak tinta, ada yang berwarna dan ada yang hitam-putih
  • Psikolog yang terlatih menunjukkan ke-10 kartu satu persatu kepada responden
  • Subjek diminta menjelaskan apa gambar yang muncul dari bercak tinta itu
  • Subjek diperbolehkan memegang kartu dengan posisi apapun
  • Responden boleh menginterpretasi gambar sebebas-bebasnya
  • Responden boleh melihat satu gambar, banyak gambar, atau bahkan tidak sama sekali
  • Responden boleh fokus pada satu bagian saja atau keseluruhan
  • Setelah responden menjawab, psikolog melontarkan pertanyaan tambahan untuk memancing penjelasan lebih jauh
  • Psikolog menilai reaksi responden berdasarkan banyak variabel kemudian dicocokkan dengan profilnya
Dari satu kartu bercak tinta, sangat mungkin ada interpretasi yang umum disebutkan oleh responden. Untuk itu, psikolog umumnya memiliki kode tertentu untuk mengidentifikasi responsnya.Berapa lama responden memberikan jawaban juga bisa menjadi indikator apakah mereka terkejut atau tidak dengan gambar yang dilihat. Sebagai contoh, gambar ketiga menunjukkan dua orang yang sedang berbincang. Cepat atau lambatnya seseorang menebak dapat mengindikasikan bagaimana gambaran hubungan sosialnya.Beberapa kartu juga memiliki bercak tinta berwarna merah, dengan interpretasi berupa darah. Respons terhadap kartu jenis ini menggambarkan bagaimana mereka bereaksi terhadap rasa marah atau bahaya.Semakin unik jawaban seseorang, bisa mengindikasikan gangguan pada pola pikir seseorang.

Kritik atas tes Rorschach

Menurut penelitian, respons tertentu atas kartu yang dilihat bisa mengindikasikan masalah kesehatan mental seperti skizofrenia, kepribadian ganda, dan gangguan skizotipal.Di samping popularitasnya, banyak orang mempertanyakan validitas tes Rorschach. Utamanya, kritik apakah tes ini bisa menjadi alat bantu diagnosis. Kritik lainnya adalah:
  • Metode pemberian skor

Pada tahun 1950 hingga 1960-an, tes Rorschach dikritik karena prosedur standar hingga metode penilaiannya sangat terbatas. Sebelum tahun 1970, bahkan ada 5 metode penilaian yang jauh berbeda sehingga menimbulkan pertanyaan.
  • Tidak valid dan tak bisa dipercaya

Validitas dari tes ini dipertanyakan karena belum tentu bisa mendeteksi gangguan psikologis secara akurat. Bahkan, bisa saja 2 psikolog mengambil kesimpulan jauh berbeda meski responden memberikan reaksi yang sama.
  • Alat diagnosis

Banyak juga peneliti dan psikolog yang mengkritik penggunaan tes Rorschach sebagai alat diagnosis, utamanya untuk kondisi skizofrenia dan kepribadian gandaKritik ini mencapai gaungnya pada tahun 1999. Kala itu, beberapa psikolog meminta moratorium atau penundaan penggunaan tes Rorschach untuk uji klinis dan forensik. Moratorium ini berlaku setidaknya hingga peneliti dapat menentukan mana metode yang valid dan tidak.Saat ini, banyak psikolog yang menganggap tes Rorschach hanya bagian dari metode penilaian kualitatif lampau. Meski demikian, tak sedikit sekolah, rumah sakit, bahkan pengadilan yang masih menggunakan metode ini untuk mengetahui bagaimana perasaan dan pola pikir seseorang.

Mungkin tes bercak tinta ini tidaklah sempurna, namun bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi kondisi mental dan juga penilaian dalam terapi psikologis.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang masalah kesehatan mental seperti skizofrenia dan kepribadian ganda, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalgangguan kepribadian ganda
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-the-rorschach-inkblot-test-2795806
Diakses pada 21 November 2020
SAGE Journals. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/107319119900600402
Diakses pada 21 November 2020
Journal of Clinical Psychology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/(SICI)1097-4679(200003)56:3%3C395::AID-JCLP15%3E3.0.CO;2-O
Diakses pada 21 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait