Komplikasi campak lebih berisiko pada orang dewasa sehingga vaksin campak masih harus dilakukan
Pemberian vaksin campak tidak hanya diperlukan bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Dengan masih tingginya kejadian campak di Indonesia, pemberian vaksin campak tidak hanya perlu dilakukan oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa. Meski begitu, tidak setiap orang dewasa perlu mendapatkannya, seperti ibu hamil, misalnya.

Namun, bagi orang dewasa yang tidak yakin atau lupa mengenai imunisasi yang pernah diterimanya, tidak ada salahnya untuk kembali mendapatkan vaksin campak. Meskipun sering dianggap sebelah mata, campak sebenarnya adalah penyakit yang cukup berbahaya.

[[artikel-terkait]]

Mengapa orang dewasa perlu vaksin campak?

Pada tahun 2016, penyakit ini menyebabkan kematian pada hampir 90.000 orang di dunia. Penyakit ini juga sangat mudah menular.

Komplikasi akibat campak lebih berisiko terjadi pada orang dewasa. Diperkirakan, sebanyak kurang lebih 20% orang dewasa yang mengalami campak, juga menderita komplikasi lain seperti:

  • Diare
  • Infeksi telinga
  • Pneumonia
  • Ensefalitis
  • Kejang

Bahkan, kematian juga menjadi salah satu komplikasi campak yang dapat terjadi pada orang dewasa. Sekitar 90% orang yang tidak memiliki kekebalan terhadap campak, akan tertular, setelah berkontak dengan penderita campak atau virus campak melalui batuk, bersin dan hembusan napas.

Orang dewasa seperti apa yang perlu mendapatkan vaksin campak?

Orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin campak semasa kecil, atau yang berisiko besar terpapar virus ini, disarankan untuk menjalani imunisasi ini. Vaksin campak untuk orang dewasa akan diberikan sebanyak dua kali, dengan jarak pemberian empat minggu.

Orang dewasa dengan dengan kondisi-kondisi berikut ini, dianggap berisiko tinggi terkena campak.

  • Telah terpapar oleh virus campak atau tinggal di area yang banyak terjadi penularan penyakit ini
  • Sering bepergian ke luar negeri, terutama daerah dengan endemis campak
  • Bekerja di sektor kesehatan, yang mengharuskan banyak berkontak dengan penderita campak

Selain itu, vaksin campak juga penting untuk diberikan pada wanita usia subur yang belum pernah diimunisasi, sebelum menjalani kehamilan. Vaksin campak harus diberikan setidaknya satu kali.

Individu dewasa kelompok ini tidak disarankan menerima vaksin campak

Vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin MR, yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus campak dan rubella sekaligus. Tidak semua orang disarankan untuk menerima vaksin ini.

Beberapa kondisi yang membuat Anda tidak disarankan atau harus menunda pemberian vaksin di antaranya:

  • Memiliki alergi parah terhadap bahan-bahan vaksin tersebut
  • Sedang hamil
  • Memiliki sistem imun yang lemah akibat penyakit seperti HIV/AIDS, atau prosedur perawatan seperti terapi radiasi dan kemoterapi
  • Memiliki orangtua, adik, atau kakak dengan riwayat gangguan imun
  • Memiliki riwayat penyakit yang menyebabkan tubuh menjadi mudah memar atau berdarah
  • Baru saja mendonorkan darah atau mendapatkan transfusi darah
  • Mengidap Tuberkulosis (TBC)
  • Baru saja mendapatkan vaksin lain dalam jangka waktu satu bulan terakhir
  • Sedang sakit

Sebelum memutuskan untuk mendapatkan vaksin campak, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Bagi Anda yang memiliki anak, jangan lupa juga untuk senantiasa memenuhi imunisasi dasar yang dianjurkan pemerintah.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/mmr/public/index.html
Diakses pada 17 Mei 2019

National Foundation for Infectious Disease. http://www.adultvaccination.org/vpd/measles
Diakses pada 17 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vaccines/adult-mmr-vaccine-guidelines#1
Diakses pada 17 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vaccines/news/20190508/do-adults-need-a-measles-booster-shot#1
Diakses pada 17 Mei 2019

WHO. http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/mr_measles_status.pdf?ua=1
Diakses pada 17 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed