Suplemen Vitamin D, Perlukah Dikonsumsi? Ini Penjelasannya


Suplemen vitamin D dipercaya dapat menjaga kesehatan tulang. Selain dari suplemen, vitamin D juga bisa didapatkan dari makanan dan paparan sinar matahari.

(0)
09 Jun 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Suplemen vitamin D dibutuhkan bila tidak adanya asupan yang cukup dari makananRekomendasi kebutuhan vitamin D adalah 15mcg per hari
Vitamin D disebut sebagai vitamin sinar matahari karena tubuh akan memproduksinya ketika Anda berada di bawah sinar matahari. Selain melalui sinar matahari dan makanan, mengonsumsi suplemen vitamin D juga bisa menjadi alternatif lain.Vitamin D dapat membantu tubuh untuk memudahkan penyerapan kalsium dan fosfor sehingga membuat tulang menjadi lebih sehat dan kuat. Selain itu, juga dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Perlukah mengonsumsi suplemen vitamin D?

Menurut rekomendasi angka kebutuhan gizi dari Kementerian Kesehatan, vitamin D perlu dikonsumsi sebanyak 15 mcg per hari oleh anak-anak, remaja, dan orang dewasa hingga usia 65 tahun. Sementara, bagi lansia yang berusia di atas 65 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi 20 mcg vitamin D per hari. Akan tetapi, sumber makanan yang mengandung vitamin D sangatlah sedikit, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan Anda jika tak mendapat paparan sinar matahari secara teratur. Risiko kekurangan vitamin D pun lebih tinggi pada orang tua, ibu hamil, orang yang berkulit lebih gelap, kelebihan berat badan, atau tinggal di daerah yang terbatas sinar matahari.Kurangnya vitamin D dapat meningkatkan risiko Anda terkena masalah kesehatan, seperti rakitis, osteoporosis, dan lemahnya sistem kekebalan tubuh yang membuat Anda rentan terinfeksi penyakit. Oleh sebab itu, mengonsumsi suplemen vitamin D pun menjadi cara yang mudah dan efektif dalam memenuhi kebutuhan vitamin D, terutama bagi Anda yang berisiko kekurangan vitamin D. tak sedikit suplemen yang mengandung vitamin D3 maupun D2 yang merupakan jenis utama vitamin D.Selain menjaga kesehatan tulang, suplemen tersebut juga dipercaya dapat menurunkan risiko serangan jantung, stroke, atau kanker. Akan tetapi, studi hanya  menemukan bahwa penderita kanker yang mengonsumsi suplemen vitamin D selama setidaknya dua tahun memiliki risiko 25% lebih rendah meninggal akibat kanker dibanding penderita yang menerima plasebo.Vitamin D merupakan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga dapat diserap dengan baik dalam aliran darah ketika dipasangkan dengan makanan berlemak tinggi. Guna meningkatkan penyerapan, disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D dengan makanan yang mengandung lemak baik. Alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu penuh lemak, dan telur menjadi sumber lemak bergizi yang baik untuk meningkatkan penyerapan vitamin D.Konsultasikan ke dokter jika Anda memiliki batu ginjal, gangguan ginjal, memiliki kadar fosfat yang tinggi, memiliki kadar kalsium tinggi dan penyakit sarkoidosis. 

Waktu terbaik mengonsumsi suplemen vitamin D

Anda boleh meminum suplemen vitamin D kapan saja. Akan tetapi, terdapat penelitian terbatas mengenai keampuhannya jika dikonsumsi pada malam atau pagi hari. Sebagian orang lebih menyukai minum suplemen di pagi hari karena lebih mudah untuk mengingatnya. Pasalnya, setelah beraktivitas di sepanjang hari, Anda berpotensi untuk lupa minum suplemen. Jadi, cobalah mengonsumsi suplemen vitamin D setelah sarapan.Sementara, beberapa laporan anekdotal mengklaim bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D pada malam hari dapat memberi dampak negatif pada kualitas tidur dengan mengganggu produksi melatonin. Walau demikian, belum ada penelitian ilmiah yang mengkaji hal itu lebih lanjut. Anda pun bisa mencoba mengonsumsi suplemen tersebut dengan salah satu camilan sebelum tidur, tapi pastikan tidak mengganggu tidur Anda.Temukanlah waktu minum suplemen yang paling tepat untuk Anda. Namun, yang paling penting, usahakan untuk minum vitamin D secara rutin dan konsisten supaya mendapatkan manfaatnya secara maksimal.Pastikan Anda tidak meminumnya secara berlebihan. Sebuah studi pada tahun 2010 menunjukkan bahwa wanita lansia yang mengonsumsi suplemen vitamin D dengan dosis tinggi lebih banyak mengalami jatuh dan patah tulang.Bahkan dalam kasus yang jarang terjadi, mengonsumsi suplemen yang terlalu banyak mengandung vitamin D juga bisa menyebabkan hiperkalsemia. Hiperkalsemia adalah kondisi saat terlalu banyak kalsium yang menumpuk dalam darah sehingga berpotensi membentuk endapan di arteri atau jaringan lunak.Sebelum mengonsumsinya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui dosis yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah tulangpenyakit tulangosteoporosisvitamin d
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/vitamin-d/you-need-vitamin-d-supplement-everything-know/
Diakses pada 26 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-time-to-take-vitamin-d#night
Diakses pada 26 Mei 2020
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/taking-too-much-vitamin-d-can-cloud-its-benefits-and-create-health-risks
Diakses pada 26 Mei 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
Diakses pada 26 Mei 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6152/cholecalciferol-vitamin-d3-oral/details/list-contraindications
Diakses pada 26 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait