Vitamin untuk Bayi, Apakah Perlu untuk Buah Hati Anda?


Vitamin untuk bayi kerap dianggap sebagai penambah nafsu makan anak. Hal ini tidak terbukti karena suplemen ini sebenarnya diperlukan bagi anak dengan kondisi tertentu, seperti prematur hingga mendapatkan ASI dari ibu vegan

(0)
Vitamin untuk bayi diberikan saat ia memiliki kondisi khususVitamin untuk bayi tidak selalu diberikan untuk setiap anak
Vitamin untuk bayi identik cara kerjanya, yaitu menambah nafsu makan anak. Padahal, tidak selalu. Vitamin untuk bayi sebenarnya berguna jika ia tidak mendapatkan nutrisi vitamin dari makanan pendamping ASI (MPASI) ataupun tidak mendapat ASI yang cukup.

Apakah semua bayi membutuhkan tambahan vitamin?

Vitamin untuk bayi tidak selalu dibutuhkan. Pada bayi baru lahir, misalnya, ia akan mendapatkan asupan gizi utama melalui air susu ibu (ASI) selama 6 bulan.Namun, ketika bayi sudah boleh dikenalkan dengan makanan padat pertama selepas ASI eksklusif, maka ia akan membutuhkan cukup banyak nutrisi. Hal ini termasuk karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.Dokter spesialis anak mungkin memberikan vitamin untuk bayi atau mungkin saja tidak. Pasalnya, pemberian vitamin untuk bayi merupakan sebuah suplementasi atau pelengkap. Artinya, vitamin dan mineral hanya diberikan pada bayi dan anak bila kebutuhan mikronutriennya tidak dapat terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari.Bayi yang mendapat asupan makanan dari berbagai macam nutrisi tentu tidak membutuhkan vitamin untuk bayi tambahan. Akan tetapi, bayi dengan kondisi kesehatan tertentu bisa saja direkomendasikan untuk diberikan vitamin untuk bayi.Adapun beberapa kondisi kesehatan yang membuat bayi perlu diberikan vitamin untuk bayi, antara lain:

1. Bayi lahir prematur

Vitamin untuk bayi diperlukan bagi bayi prematur
Bayi lahir prematur membutuhkan kebutuhan nutrisi yang berbeda dibandingkan bayi lahir normal. Bayi prematur tidak memiliki jumlah vitamin dan mineral yang cukup seperti halnya pada bayi lahir normal.Akibatnya, mereka membutuhkan lebih banyak asupan vitamin dan mineral yang tidak diperoleh dari ASI saja, melainkan juga vitamin untuk bayi, mineral, dan lemak tambahan.Jenis dan dosis vitamin untuk bayi yang diberikan tergantung pada berapa usia bayi lahir prematur dan kondisi kesehatannya.

2. Bayi lahir dengan kondisi kesehatan tertentu

Bayi yang lahir dengan kondisi medis tertentu biasanya membutuhkan zat besi serta vitamin dan mineral yang lebih banyak sejak awal kelahirannya. Jenis vitamin bayi yang diberikan tergantung pada kondisi medis yang dialami Si Kecil.

3. Bayi dengan ASI eksklusif

Anak yang konsumsi ASI eksklusif perlu vitamin untuk bayi
Mengingat prevalensi jumlah kekurangan zat besi pada bayi yang hanya mendapatkan ASI cukup tinggi, maka pemberian suplemen zat besi perlu dilakukan. Akan tetapi, langkah ini tidak perlu dilakukan pada bayi yang mengonsumsi susu formula atau makanan yang sudah diberi tambahan vitamin. 

4. Ibu bayi adalah seorang vegetarian atau vegan

Daging dan produk olahan susu merupakan sumber vitamin B12. Jika Anda adalah seorang vegetarian atau vegan, maka ASI yang diproduksi tentu tidak mengandung vitamin B12 yang cukup.Anda bisa saja mengonsumsi suplemen vitamin B12 selama hamil dan menyusui. Meski demikian, jika kadar vitamin B12 dalam ASI rendah, maka bayi Anda mungkin akan membutuhkan vitamin bayi tambahan.Selain itu, vitamin untuk bayi juga penting diberikan bagi Buah Hati yang memiliki berat badan rendah. Selain itu, vitamin juga diperlukan jika bayi minum ASI dengan jumlah lebih sedikit bila dibandingkan dengan bayi lain seusianya, serta bayi yang mengonsumsi makanan dengan nutrisi itu-itu saja.

Jenis vitamin untuk bayi untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vitamin bayi hanya diperlukan bila anak kekurangan zat gizi atau memiliki kondisi medis tertentu. Jika ia makan dan menyusui dengan baik, tidak memiliki masalah kesehatan tertentu, dan secara umum kondisi kesehatannya baik maka tidak perlu memberikan vitamin bayi.Berikut adalah berbagai jenis vitamin untuk bayi yang dapat diberikan guna memastikan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang bayi tetap baik. Namun lagi-lagi harus disesuaikan dengan kondisi bayi.

1. Vitamin A

Vitamin A merupakan jenis vitamin bayi yang penting
Salah satu vitamin untuk bayi yang penting untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya adalah vitamin A. Vitamin A berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh bayi serta menjaga kesehatan mata dan kulitnya.World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian vitamin A sebesar 100.000 U (kapsul biru) pada bayi usia 6-11 bulan dan vitamin A sebesar 200.000 U (kapsul merah) pada anak usia 12-59 bulan setiap 4-6 bulannya.Rekomendasi dari WHO ini sudah diterapkan dalam program pemerintah, yaitu pemberian vitamin A secara rutin pada bulan vitamin A (Februari dan Agustus).Sumber vitamin A juga didapat dari berbagai jenis makanan, seperti wortel, ubi, kuning telur, bayam, brokoli, kol, mangga, minyak ikan, hati sapi, hingga produk olahan susu.

2. Vitamin B1

Berdasarkan penelitian yang terbit pada jurnal Frontiers in Psychiatry, vitamin B1 atau tiamin merupakan vitamin yang berperan dalam proses kekebalan, antiperadangan, dan genetik.Kekurangan vitamin B1 mampu menyebabkan masalah saraf dan kejiwaan, seperti kebingungan, ingatan berkurang, dan gangguan tidur.Bahkan, risiko mengalami kerusakan otak parah (ensefalopati), gagal jantung kongestif, serta penurunan massa otot (atrofi). Selain itu, pada bayi yang kekurangan vitamin B1, mereka akan rentan terkena penyakit beri-beriSumber vitamin B1 yang bisa ditemukan dari makanan, seperti beras, kacang-kacangan, biji-bijian, daging sapi, ayam, ikan, serta hati sapi. Untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin B1, beri beri asupan vitamin B1 sebanyak 0,3-0,5 mg untuk bayi usia 6 bulan hingga 3 tahun.

3. Vitamin B2

Sayur-sayuran adalah sumber vitamin untuk bayi, vitamin B2
Vitamin B2 atau riboflavin berguna untuk melindungi sel agar tidak rusak. Selain itu, vitamin ini juga mampu menjaga kualitas kesehatan kulit, sistem saraf, dan mata bayi.Vitamin B2 yang diperlukan bayi usia 6 bulan hingga 3 tahun sebesar 0,4-0,5 mg per hari. Sumber vitamin B2 bisa didapat dari sayur-sayuran, daging sapi, telur, dan susu.

4. Vitamin B3

Vitamin dengan nama lain niacin ini bekerja dengan cara mengubah protein dan lemak ke dalam energi. Vitamin B3 berguna untuk kulit dan saraf bayi. Makanan yang merupakan sumber vitamin B3 bisa ditemukan pada ikan, daging maupun hati ayam, avokad, jamur, kentang, kacang polong. Untuk mencukupi asupan vitamin B3, penuhi kebutuhan bayi sebesar 4-6 mg per hari.

5. Vitamin B6

Susu merupakan sumber vitamin B6 sebagai vitamin untuk bayi
Vitamin B6 berguna untuk menjaga neurotransmiter pada otak, yaitu dopamin dan serotonin. Makanan yang mengandung vitamin B6 dapat ditemukan pada kacang-kacangan, ikan, ayam, susu, dan buah-buahan. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin B6 pada bayi, beri asupan vitamin untuk bayi sebesar 0,3-0,5 mg dalam setiap hari.

6. Vitamin B9

Vitamin bayi ini tidak hanya diperlukan saat bayi sudah lahir. Bahkan, sejak ibu mengandung bayi pun harus memenuhi vitamin B9 atau folat ini. Berdasarkan penelitian yang terbit pada jurnal Obstetrics & Gynecology, vitamin B9 berguna untuk DNA dan tumbuh kembang bayi. Selain itu, folat berguna untuk menangani anemia, neuropati perifer, dan kelainan kongenital.Kementerian kesehatan menetapkan pemenuhan kebutuhan harian folat untuk bayi usia 6 bulan hingga 3 tahun sebesar 80-160 mcg.

7. Vitamin B12

Vitamin B12 sebagai vitamin untuk bayi ditemukan pada telur
Vitamin B12 sangat penting untuk perkembangan sistem saraf bayi. Selain itu, jenis vitamin untuk bayi ini juga berperan dalam mempertahankan sel-sel saraf dan darah agar tetap sehat serta membuat DNA, yang merupakan materi genetik di setiap sel.Vitamin untuk bayi bayi satu ini bisa diperoleh dari berbagai makanan, seperti ikan, daging merah, daging ayam, telur, susu, dan produk olahan susu lainnya.Jika bayi Anda tidak mendapat asupan vitamin B12 yang cukup, maka bayi mungkin saja mendapat asupan vitamin B12 tambahan.

8. Vitamin C

Vitamin C berperan dalam melindungi tubuh dari infeksi, membantu tubuh menyerap zat besi, membangun kekuatan otot dan tulang, serta membantu proses penyembuhan luka.Bayi berusia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin C sebanyak 15 miligram per hari. Sementara, bayi di atas usia 3 tahun memerlukan asupan vitamin C sebesar 25 miligram per hari.Vitamin bayi ini secara alami terdapat dalam buah dan sayuran, seperti jeruk, pepaya, stroberi, kiwi, mangga, jambu biji, kembang kol, kentang, dan brokoli.

9. Vitamin D

Vitamin D sebagai vitamin untuk bayi mampu kuatkan gigi
Vitamin D diperlukan bagi bayi untuk membangun kekuatan tulang dan gigi, membantu tubuh menyerap kalsium, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh guna mencegah infeksi. ASI yang biasa dikonsumsi oleh bayi ternyata hanya mengandung sedikit vitamin D.Kementerian kesehatan merekomendasikan konsumsi Vitamin D pada bayi usia 6 bulan hingga 3 tahun sebesar 10-15 mcg. Untuk bayi usia 0-5 bulan, kebutuhannya juga sebesar 10 mcg, tetapi sebaiknya didapat dari ASI eksklusif.Selain pemberian tambahan vitamin D untuk bayi, sumber vitamin D juga dapat diperoleh dari paparan sinar matahari yang langsung mengenai kulit. Meski demikian, bukan berarti bayi Anda boleh dijemur dalam waktu yang lama di bawah sinar matahari.Bayi boleh dijemur selama beberapa menit saja di pagi hari sebelum pukul 9 pagi. Ketika menjemur bayi, lindungi mata bayi dari sinar matahari langsung dengan kacamata khusus serta jangan lupa untuk mengoleskan tabir surya (sunscreen) pada permukaan kulit tubuh bayi.

10. Vitamin E

Pemberian vitamin untuk bayi berupa vitamin E berguna untuk mencegah beberapa penyakit anak.Temuan yang diterbitkan jurnal European Journal of Clinical Pharmacology menunjukkan, pemberian vitamin E yang dikonsumsi melalui mulut mampu menangani masalah mata retinopati prematuritas, keterlambatan pertumbuhan, gangguan aliran empedu (kolestasis), maupun penumpukan lendir di saluran pernapasan dan pencernaan (fibrosis kistik).Pada bayi baru lahir, vitamin E diberikan sebagai antioksidan. Gunanya, untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.Selain itu, vitamin E juga berguna untuk menghambat proses peradangan sehingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada bayi baru lahir.Kementerian Kesehatan merekomendasikan konsumsi vitamin E untuk bayi sebesar 4-6 mcg untuk usia 6 bulan-3 tahun. Pemenuhan kebutuhan vitamin E untuk usia 0-5 bulan hanya didapat melalui ASI eksklusif.

11. Zat besi

Vitamin untuk bayi, zat besi, diperlukan bagi sel darah merah
Zat besi merupakan salah satu jenis mineral yang penting untuk pertumbuhan dan tumbuh kembang bayi. Zat besi juga dibutuhkan bagi sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.Secara umum bayi mendapatkan asupan zat besi melalui ASI, walaupun hanya dalam jumlah sedikit, selama 6 bulan pertama. Pemberian zat besi disarankan diberikan secara rutin sejak bayi berusia 6 bulan selama 3 bulan setiap tahunnya.Akan tetapi, ketika bayi sudah di atas usia 6 bulan, asupan zat besi yang didapat dari ASI bisa saja tidak mencukupi. Maka, pada saat bayi berusia 1 tahun, dokter mungkin akan melakukan tes pemeriksaan guna mengetahui kadar zat besi dalam tubuh bayi jika ada tanda-tanda defisiensi zat besi.Selanjutnya, dokter akan merekomendasikan apakah bayi Anda membutuhkan asupan zat besi tambahan atau tidak. Bila diperlukan, Anda akan memberikan zat besi tambahan dalam bentuk cairan sebanyak 1 mg/kg/hari.Selebihnya, ibu dapat memberikan asupan zat besi melalui makanan, seperti daging merah, ikan, bayam, tahu, dan kentang.

12. Zinc

Mineral untuk bayi yang tak kalah penting adalah zinc. Suplemen zinc terbukti dapat menurunkan diare dan pneumonia, mendukung pertumbuhan linear, dan memiliki efek positif dalam menurunkan angka kematian terkait penyakit infeksi.Suplementasi zinc diberikan secara rutin selama minimal 2 bulan setiap 6 bulan sekali, pada bayi usia 6-23 bulan.Vitamin dan mineral lainnya dibutuhkan dalam jumlah kecil dan tidak memiliki dampak kesehatan besar sehingga biasanya dapat terpenuhi dari makanan bayi sehari-hari.

13. Omega-3

Vitamin untuk bayi, omega-3, berguna untuk otak bayi
Omega-3 atau DHA berperan penting dalam fungsi sistem saraf pusat dan retina mata. Pemberian omega-3 pada bayi berperan penting dalam perkembangan otak dan mata. Kekurangan omega-3 akan mengganggu kognitif dan perilaku anak.Riset yang terbit pada jurnal Revista Paulista de Pediatria menunjukkan, anak yang mendapatkan asupan DHA yang cukup, ia memiliki kemampuan mendengarkan dan penguasaan kosakata yang baik. Selain itu, bayi usia 6-12 bulan yang diberi omega-3 juga memiliki pandangan mata yang lebih tajam. Selain itu, riset ini juga menyimpulkan, omega-3 berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan kekebalan tubuh bayi, terutama saat melawan alergi.

Catatan dari SehatQ

Vitamin untuk bayi, lemak, maupun mineral penting dalam mewujudkan tumbuh kembang bayi yang optimal. Perlu diingat, vitamin bayi, mineral, maupun lemak ini bisa didapat melalui MPASI maupun ASI terlebih dahulu. Kendati demikian, ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan oleh dokter Anda sebelum akhirnya memberikan vitamin untuk bayi.Jika bayi Anda akhirnya harus mendapatkan suplementasi vitamin bayi, pastikan bahwa suplementasi tersebut aman dan memang benar-benar dibutuhkan.Apabila Anda ingin memberikan vitamin untuk bayi, berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin mendapatkan vitamin bayi, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuivitaminsuplemenvitamin anak
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/do-breastfed-babies-need-vitamin-supplements-4151075
Diakses pada 28 Februari 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_does-my-baby-need-to-take-vitamins_9154.bc
Diakses pada 28 Februari 2020
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_vitamin-c-in-your-childs-diet_10324695.bc
Diakses pada 28 Februari 2020
Ikatan Dokter Anak Indonesia. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplementasi-vitamin-dan-mineral-pada-bayi-dan-anak
Diakses pada 28 Februari 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-b/
Diakses pada 28 Februari 2020
Frontiers in Psychiatry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6459027/
Diakses pada 6 November 2020
European Journal of Clinical Pharmacology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2805799/
Diakses pada 6 November 2020
Obstetrics & Gynecology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3218540/
Diakses pada 6 November 2020
Revista Paulista de Pediatria. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5417803/
Diakses pada 6 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait