Kemampuan intelegensi anak ini bisa diuji melalui tes IQ anak
Ilustrasi otak anak sebagai sumber kemampuan intelegensi mereka

Orangtua mana sih yang tak ingin memiliki anak cerdas? Nah, salah satu cara paling awam untuk mengetahui tingkat kepintaran anak adalah dengan intelligence quotient test atau dikenal dengan tes IQ anak.

Tes IQ adalah alat ukur yang dipercaya untuk mengetahui tingkat intelegensi anak berdasarkan serangkaian alat ukur yang telah terstandarisasi. Hingga kini, terdapat dua skala pengukuran yang dapat dijadikan materi dalam tes IQ anak, yaitu WPPSI (Wechsler Preschool and Primary School Intelligence) dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children).

Setelah menjalani tes ini, anak akan mendapatkan hasil tes berupa angka-angka. Semakin tinggi angka tersebut, tingkat kecerdasan anak dianggap semakin baik bahkan bisa mendapat predikat sebagai anak berpotensi tinggi (gifted children).

Perlukah anak melakukan tes IQ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan orangtua sebelum melibatkan anak dalam tes IQ anak. Hal yang dimaksud dalam hal ini, misalnya:

  • Alasan anak harus menjalani tes IQ

Hasil tes IQ dapat memberikan gambaran pada orangtua dalam mengarahkan pendidikan anak, agar potensi anak dapat tergali secara maksimal. Namun, tes IQ menjadi tidak ada artinya jika orangtua tidak memiliki alasan yang jelas.

  • Usia anak

Asosiasi Anak Jenius Amerika (NAGC) berpendapat anak yang masih berusia di bawah 6 tahun belum perlu menjalani tes IQ karena hasilnya tidak akan akurat. Untuk anak di bawah 6 tahun ini, NAGC menyarankan bentuk tes lainnya, seperti periksa karakteristik dan wawancara dengan psikolog, serta observasi yang dilakukan oleh orangtua sendiri.

  • Faktor lainnya

Sebelum meminta si buah hati mengikuti tes IQ anak, orangtua harus terlebih dahulu memahami kondisi anak tersebut. Tes IQ bisa gagal mengidentifikasi anak berpotensi tinggi jika ia belum bisa membaca atau tengah mengalami suasana hati yang buruk saat menjalani ujian.

Apa saja yang dilakukan dalam tes IQ anak?

Tes IQ anak dilakukan untuk mengetahui potensi anak (termasuk kelebihan dan kelemahannya), agar kemudian orangtua bisa mengarahkan pendidikan anak sesuai dengan minat dan bakatnya. Dalam tes IQ, psikolog akan menggunakan teknik tertentu untuk mengidentifikasi area kognitif anak, seperti:

  • Verbal comprehension: kemampuan anak menggunakan kosa kata untuk memahami, mengekspresikan, dan menjelaskan konsep tertentu.
  • Visual spatial: kemampuan anak untuk melihat detail visual dan memahami hubungannya.
  • Fluid reasoning: kemampuan menggunakan informasi visual dan mengaplikasikannya pada pengetahuan.
  • Working memory: kemampuan belajar, memanipulasi, dan menguasai informasi untuk menyelesaikan tugas tertentu.
  • Processing speed: kemampuan anak untuk memproses dan membuat keputusan dengan cepat berdasarkan informasi visual.

Cara membaca hasil tes IQ anak

Setelah anak menjalani tes IQ di atas, psikolog yang mengetesnya akan mengeluarkan hasil yang berupa angka-angka alias skor. Nah, skor ini sangat bervariasi, mulai dari skor mentah, persentil, dan skor standar.

Ketika bicara IQ, Anda mungkin akan langsung tertuju pada total kisaran IQ anak yang ada pada hasil tes. Secara garis besar, cara membaca angka tersebut adalah sebagai berikut:

  • 85-115: IQ anak rata-rata
  • 115-129: IQ anak berbakat tingkat bawah (mild gifted children)
  • 130-144: IQ anak berbakat tingkat sedang (moderate gifted children)
  • 145-159: IQ anak berbakat tingkat tinggi (highly gifted children)
  • Di atas 160: jenius.

Jangan berkecil hati bila anak Anda tidak memiliki IQ di atas rata-rata. NAGC menilai anak dengan IQ di atas rata-rata bisa jadi tidak terdeteksi jika orangtua hanya melihat dari skor IQ tersebut.

Sebaliknya, Anda harus melihat ulasan dari skor yang disertakan oleh psikolog yang mendampingi tes IQ anak. Pasalnya, bagian itu sangat penting dalam membaca bakat dan minat anak yang sesungguhnya sehingga Anda dapat memilihkan arah yang sesuai dengan potensi anak.

Bagaimana cara meningkatkan IQ anak?

Tingkat intelegensi anak dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik, pemberian nutrisi yang baik, perlindungan dari penyakit, hingga stimulasi lewat permainan maupun pembelajaran yang tepat. Namun, ada hal yang dapat dilakukan orangtua untuk meningkatkan IQ anak.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan, misalnya:

  • Memastikan anak merasa disayangi oleh orang-orang terdekatnya, terutama orangtua. Semakin kuat jalinan kasih antara orangtua dengan anak, semakin mungkin anak memiliki IQ yang tinggi.
  • Memastikan anak merasakan pengalaman langsung sebanyak mungkin. Beragamnya pengalaman anak akan membuatnya semakin cerdas.
  • Menciptakan pola pikir yang dinamis, termasuk percaya bahwa IQ adalah hal yang bisa diusahakan lewat belajar dan berusaha dengan lebih giat lagi.

Sebagai orangtua, memberikan anak mainan mahal dan edukatif bukanlah cara untuk menaikkan IQ-nya. Sebaliknya, Anda dapat melakukan langkah kecil seperti memuji anak atas usahanya melalui serangkaian tes IQ, apa pun hasil yang didapatkannya.

Hindawi Journals. https://www.hindawi.com/journals/ijpedi/2011/420297/
Diakses pada 17 Februari 2020

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/testing-your-gifted-child-the-least-you-should-know-1449359
Diakses pada 17 Februari 2020

NAGC. https://www.nagc.org/resources-publications/gifted-education-practices/identification/tests-assessments
Diakses pada 17 Februari 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/gifted-children-bagian-1-2
Diakses pada 17 Februari 2020

Child Psychologist Australia. https://childpsychologist.com.au/service/assessments/cognitive-assessments-iq-testing/
Diakses pada 17 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/can-you-boost-your-childs-iq
Diakses pada 17 Februari 2020

Artikel Terkait