logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Perlukah Tes IQ Anak? Ketahui Manfaatnya

open-summary

Tes IQ anak bukan merupakan tolok ukur kepintaran buah hati Anda secara mutlak. Hasil tes IQ idealnya dijadikan sebagai kesempatan untuk menggali potensi dan bakat anak secara maksimal.


close-summary

4.12

(33)

19 Feb 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Kemampuan intelegensi anak ini bisa diuji melalui tes IQ anak

Ilustrasi otak anak sebagai sumber kemampuan intelegensi mereka

Table of Content

  • Perlukah anak melakukan tes IQ?
  • Manfaat tes IQ anak
  • Apa saja yang dilakukan dalam tes IQ anak?
  • Cara membaca hasil tes IQ anak
  • Faktor yang mempengaruhi IQ anak
  • Bagaimana cara meningkatkan IQ anak?

Orangtua mana yang tak ingin memiliki anak cerdas? Nah, salah satu cara paling awam untuk mengetahui tingkat kepintaran anak adalah dengan intelligence quotient test atau dikenal dengan tes IQ anak.

Advertisement

Tes IQ adalah alat ukur yang dipercaya untuk mengetahui tingkat intelegensi atau kecerdasan anak berdasarkan serangkaian tes yang telah terstandarisasi. Hingga kini, terdapat dua skala pengukuran yang dapat dijadikan materi dalam tes IQ anak, yaitu WPPSI (Wechsler Preschool and Primary School Intelligence) dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children).

Setelah menjalani tes kecerdasan, anak akan mendapatkan hasil tes berupa angka-angka. Semakin tinggi angka tersebut, tingkat kecerdasan anak dianggap semakin baik bahkan bisa mendapat predikat sebagai anak berpotensi tinggi (gifted children).

Perlukah anak melakukan tes IQ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan orangtua sebelum melibatkan anak dalam tes IQ anak. Hal yang dimaksud dalam hal ini, misalnya:

  • Alasan anak harus menjalani tes IQ

Hasil tes IQ dapat memberikan gambaran pada orangtua dalam mengarahkan pendidikan anak agar potensinya dapat tergali secara maksimal. Namun, tes IQ menjadi tidak ada artinya jika orangtua tidak memiliki alasan yang jelas.

  • Usia anak

Asosiasi Anak Jenius Amerika (NAGC) berpendapat anak yang masih berusia di bawah 6 tahun belum perlu menjalani tes IQ karena hasilnya tidak akan akurat. 

Untuk anak usia di bawah 6 tahun ini, NAGC menyarankan bentuk tes lainnya, seperti periksa karakteristik dan wawancara dengan psikolog, serta observasi yang dilakukan oleh orangtua sendiri.

  • Faktor lainnya

Sebelum meminta si kecil mengikuti tes IQ anak, orangtua harus terlebih dahulu memahami kondisinya. Tes IQ bisa gagal mengidentifikasi anak berpotensi tinggi jika ia belum bisa membaca atau tengah mengalami suasana hati yang buruk saat menjalani ujian.

Manfaat tes IQ anak

anak cerdas
Tes IQ dapat menilai kemampuan kognitif anak

Bukan hanya sebagai cara mengetahui IQ anak, tes IQ juga memiliki sejumlah manfaat lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat tes IQ yang perlu Anda ketahui.

  • Mengukur kemampuan akademik anak
  • Membantu mengidentifikasi gangguan belajar
  • Menilai kemampuan kognitif, seperti ingatan dan fokus perhatian
  • Mengukur kemampuan penalaran dan pemecahan masalah
  • Menjadi tolok ukur untuk program pendidikan anak.

Dengan memanfaatkan tes IQ anak, orangtua bisa memahami kemampuan kognitif anak dan merancang pendidikan yang terbaik untuknya.

Apa saja yang dilakukan dalam tes IQ anak?

Tes IQ anak dilakukan untuk mengetahui potensi anak (termasuk kelebihan dan kelemahannya) agar orangtua bisa mengarahkan pendidikan anak sesuai dengan minat dan bakatnya. 

Dalam tes IQ, psikolog akan menggunakan teknik tertentu untuk mengidentifikasi area kognitif anak, seperti:

  • Verbal comprehension: kemampuan anak menggunakan kosakata untuk memahami, mengekspresikan, dan menjelaskan konsep tertentu.
  • Visual spatial: kemampuan anak untuk melihat detail visual dan memahami hubungannya.
  • Fluid reasoning: kemampuan menggunakan informasi visual dan mengaplikasikannya pada pengetahuan.
  • Working memory: kemampuan belajar, memanipulasi, dan menguasai informasi untuk menyelesaikan tugas tertentu.
  • Processing speed: kemampuan anak untuk memproses dan membuat keputusan dengan cepat berdasarkan informasi visual.

Cara cek IQ anak harus dilakukan dengan tepat agar hasilnya tidak keliru. Terkadang, anak juga mendapatkan tes ini di sekolah.

Cara membaca hasil tes IQ anak

tes iq anak
Hasil tes IQ ditunjukkan dengan angka atau skor

Setelah anak mengisi soal tes IQ, psikolog yang mengujinya akan mengeluarkan hasil yang berupa angka-angka alias skor. Nah, skor tes ini sangat bervariasi, mulai dari skor mentah, persentil, dan skor standar.

Ketika bicara IQ, Anda mungkin akan langsung tertuju pada total kisaran IQ anak yang ada pada hasil tes. Secara garis besar, cara membaca hasil tes IQ adalah:

  • 1-24: cacat mental yang sangat berat
  • 25-39: cacat mental berat
  • 40-54: cacat mental sedang
  • 55-69: cacat mental ringan
  • 70-84: cacat mental ambang
  • 85-115: IQ anak normal atau rata-rata
  • 115-129: IQ anak berbakat tingkat bawah (mild gifted children)
  • 130-144: IQ anak berbakat tingkat sedang (moderate gifted children)
  • 145-159: IQ anak berbakat tingkat tinggi (highly gifted children)
  • Di atas 160: jenius.

Hasil IQ anak juga dapat menjadi pertimbangan bagi orangtua dalam mengembangkan pola asuh dan untuk menentukan pengajaran yang sesuai dengan anak. Misalnya, ketika anak memiliki gejala disleksia, maka orangtua dapat dengan segera mengantisipasi kondisi tersebut agar perkembangan anak tidak terhambat. 

Para ahli juga berpendapat, bahwa tes IQ untuk anak belum tentu dapat menunjukkan potensi tertentu dalam dirinya secara menyeluruh, seperti kemampuan berpikir kreatif dan bakat seni.

Jangan berkecil hati bila anak Anda tidak memiliki IQ di atas rata-rata. NAGC menilai anak dengan IQ di atas rata-rata bisa jadi tidak terdeteksi jika orang tua hanya melihat dari skor IQ tersebut.

Sebaliknya, Anda harus melihat ulasan dari skor yang disertakan oleh psikolog yang mendampingi tes IQ anak. Pasalnya, bagian itu sangat penting dalam membaca bakat dan minat anak yang sesungguhnya sehingga Anda dapat memilih arah yang sesuai dengan potensi anak.

Baca Juga

  • Perlukah Anak Mengikuti Kelas Akselerasi? Ini Hal yang Perlu Dipertimbangkan
  • Mengenal Cooing, Tahap Awal Perkembangan Bahasa Bayi
  • Mengenal Sensory Processing Disorder: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Faktor yang mempengaruhi IQ anak

Genetik dan lingkungan berperan dalam menentukan kecerdasan anak. Kedua faktor tersebut dinilai saling berhubungan. 

Misalnya, seorang anak yang dilahirkan dengan gen cerdas, tapi tumbuh di lingkungan yang membuatnya kekurangan gizi atau tidak memiliki akses pendidikan yang memadai, maka ia mungkin tidak bisa mendapatkan hasil tes IQ yang baik.

Selain karakteristik yang diturunkan, faktor biologis lainnya, seperti paparan zat berbahaya atau malnutrisi selama kehamilan, juga bisa mempengaruhi kecerdasan anak. Jadi, penting bagi para ibu hamil untuk menjaga kehamilannya tetap sehat.

Bagaimana cara meningkatkan IQ anak?

Tingkat intelegensi anak dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari faktor genetik, pemberian nutrisi yang baik, perlindungan dari penyakit, hingga stimulasi lewat permainan maupun pembelajaran yang tepat. Namun, ada hal yang dapat dilakukan orangtua untuk meningkatkan IQ anak.

  • Memastikan anak merasa disayangi oleh orang-orang terdekatnya, terutama orangtua. Semakin kuat jalinan kasih antara orangtua dengan anak, semakin mungkin anak memiliki IQ yang tinggi.
  • Memastikan anak merasakan pengalaman langsung sebanyak mungkin. Beragamnya pengalaman anak akan membuatnya semakin cerdas dan mengasah kemampuan berpikirnya.
  • Menciptakan pola pikir yang dinamis, termasuk percaya bahwa IQ adalah hal yang bisa diusahakan lewat belajar dan berusaha dengan lebih giat lagi.

Sebagai orangtua, memberikan anak mainan mahal dan edukatif bukanlah cara satu-satunya untuk menaikkan IQ. 

Sebaliknya, usaha ini juga perlu untuk diimbangi dengan tindakan lainnya, seperti berusaha untuk memberikan dukungan pada anak dengan melakukan langkah kecil. 

Memuji anak atas usahanya melalui serangkaian tes IQ, apa pun hasil yang didapatkannya, dapat meningkatkan kepercayaan diri dan membuat anak semakin merasa dihargai. Selain itu, pastikan Anda mendukung tumbuh kembang anak.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar IQ anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.

Advertisement

perkembangan anaktumbuh kembang anakanak sekolah

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved