Vitamin daya tahan tubuh anak diperlukan untuk menjaga mereka dari risiko defisiensi vitamin dan mineral
Anak-anak yang sudah mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang cukup tidak memerlukan vitamin daya tahan tubuh anak

Orangtua mungkin pernah bertanya-tanya apakah anak mereka sudah mendapatkan nutrisi sesuai kebutuhan. Apakah trik menambah nafsu makan anak yang dilakukan orangtua sudah cukup, atau perlu tambahan vitamin daya tahan tubuh anak? 

Kebutuhan nutrisi anak bergantung pada usia, jenis kelamin, pertumbuhan, dan aktivitasnya sehari-hari. Anak-anak berusia 2-8 tahun membutuhkan 1.000-1.400 kalori per hari. Berbeda dengan dewasa, ada jenis vitamin dan mineral yang sangat diperlukan anak.

Kebutuhan utama vitamin dan mineral untuk anak

Untuk mengetahui apakah makanan yang dikonsumsi anak sudah mencukupi, perhatikan apakah sudah mengandung vitamin dan mineral berikut:

1. Kalsium

Kalsium sangat penting untuk pembentukan gigi dan tulang anak. Semakin optimal pertumbuhan tulang anak, semakin banyak cadangan kalsium hingga masa tua.

Anak-anak berusia 1-3 tahun membutuhkan 700 mg kalsium, usia 4-8 tahun perlu 1.000 mg kalsium, dan ketika usianya menginjak 9-18 tahun, kebutuhan kalsium meningkat menjadi 1.300 mg per harinya. 

2. Serat

Serat memang bukan termasuk vitamin dan mineral, namun makanan kaya serat mengandung banyak sekali nutrisi penting seperti vitamin E, vitamin C, kalsium, magnesium, dan juga potasium.

Rekomendasi kebutuhan serat anak bergantung pada kalori yang dikonsumsinya. Idealnya, perlu serat 14 gram untuk setiap 1.000 asupan kalori.

Tak kalah penting, tubuh anak memerlukan serat sama seperti orang dewasa demi menjaga kesehatan sistem pencernaannya. 

3. Vitamin B

Jenis vitamin B apapun sangat penting untuk metabolisme, energi, sistem saraf, dan menjaga kesehatan jantung. Asupan vitamin B bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Bayi: 0,5 mikrogram per hari
  • Anak 1-3 tahun: 0,9 mikrogram per hari
  • Anak 4-8 tahun: 1,2 mikrogram per hari
  • Anak 9-13 tahun: 1,8 mikrogram per hari
  • Remaja: 2,4 mikrogram per hari

4. Vitamin D

Tak kalah penting, vitamin D juga bekerja seperti kalsium demi kesehatan tulang. Selain itu, vitamin D juga melindungi dari penyakit kronis di masa tua. 

Bayi dan anak-anak membutuhkan setidaknya 400 IU (International Unit)  vitamin D setiap harinya, sesuai dengan rekomendasi American Academy of Pediatrics. Sementara bayi yang menyusu ASI juga perlu vitamin D hingga disapih.

5. Vitamin E

Vitamin E memperkuat daya tahan tubuh anak. Tak hanya itu, vitamin ini juga memastikan sirkulasi darah aman. Kebutuhan anak-anak akan kebutuhan vitamin E setiap harinya antara 9-16 IU. Sementara remaja memerlukan vitamin E sama seperti orang dewasa di angka 22 IU.

6. Zat besi

Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh berkat bantuan zat besi. Kebutuhan per hari akan zat besi sekitar 7-10 miligram. Angka ini terus bertambah ketika anak-anak menginjak usia remaja.

Perlukah vitamin daya tahan tubuh anak?

Anak-anak yang sudah mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang cukup tidak memerlukan vitamin daya tahan tubuh anak. Namun pada beberapa kondisi, vitamin daya tahan tubuh anak diperlukan.

Penting diingat bahwa anak berusia di atas 1 tahun tidak direkomendasikan mendapatkan vitamin daya tahan tubuh anak selama makanan yang dikonsumsi sudah bernutrisi. Asupan itu mulai dari buah, sayur, gandum, produk olahan susu, dan juga protein.

Kondisi yang membuat vitamin daya tahan tubuh anak diperlukan di antaranya:

  • Menjalani diet vegan
  • Menderita kondisi medis sehingga perlu nutrisi lebih (kanker, cystic fibrosis, penyakit radang usus, dan lainnya)
  • Baru menjalani operasi yang berhubungan dengan perut dan usus
  • Sangat sulit makan dan tidak bisa mengonsumsi makanan tertentu

Dalam hal ini, vitamin daya tahan tubuh anak diperlukan untuk menjaga mereka dari risiko defisiensi kalsium, zat besi, zinc, vitamin B, dan juga vitamin D. Untuk tahu berapa jumlah asupan vitamin daya tahan tubuh anak yang diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Tujuannya agar bisa tahu dosis yang diperlukan.

Pilih juga vitamin yang benar-benar didesain untuk anak-anak dan dosisnya tidak berlebihan. Orangtua juga perlu memerhatikan vitamin yang dikemas menarik seperti permen dengan rasa manis karena dapat menyebabkan anak kelebihan vitamin.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamins-for-kids#bottom-line
Diakses 15 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/health-insurance/features/family-vitamins#1
Diakses 15 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/multivitamins/faq-20058310
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait