Perlengketan Rahim Bisa Ganggu Menstruasi, Ini Penyebab dan Gejalanya

(0)
02 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perlengketan rahim bisa mengganggu menstruasiMenstruasi bisa jadi tidak teratur atau sangat sedikit akibat perlengketan rahim
Perlengketan rahim atau sindrom Asherman adalah kondisi di mana jaringan parut atau adhesi terbentuk pada dinding atau leher rahim. Jaringan parut ini membuat dinding rahim menempel sehingga mengurangi ukuran rahim.Kondisi perlengketan rahim dapat beragam. Untuk kasus yang lebih ringan atau sedang, adhesi terjadi pada area rahim yang lebih kecil. Untuk kasus yang parah, seluruh dinding rahim depan dan belakang mengalami perlengketan. Adhesi yang terjadi juga bisa tebal atau tipis, dengan lokasi terpisah atau berdekatan.Sindrom Asherman dikenal dengan berbagai sebutan, mulai dari sinekia intrauterin, sinekia uterus, hingga adhesi intrauterin (IUA). Kondisi ini termasuk kasus kesehatan yang jarang terjadi.

Penyebab perlengketan rahim

Perlengketan rahim bukan merupakan kondisi bawaan. Kondisi dapat terjadi karena sejumlah trauma. Lebih dari 90 persen kasus sindrom Asherman terjadi setelah prosedur dilatasi dan kuretase, yang kemudian mengembangkan jaringan parut pada rahim.Prosedur tersebut umumnya dilakukan saat terjadi keguguran tidak lengkap, tertinggalnya sisa plasenta setelah melahirkan, atau abortus elektif. Kadang-kadang perlengketan rahim dapat terjadi sebagai akibat dari operasi panggul lainnya, seperti operasi caesar dan pengangkatan fibroid atau polip rahim.Jaringan parut juga dapat terbentuk dari jahitan yang digunakan untuk menghentikan perdarahan. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh endometriosis, Infeksi pada organ reproduksi, serta terapi radiasi.

Gejala perlengketan rahim dan komplikasinya

Gejala perlengketan rahim dapat beragam bagi setiap penderitanya. Namun, mayoritas penderita sindrom Asherman biasanya mengalami menstruasi ringan atau sedikit, menstruasi tidak teratur atau jarang, bahkan tidak menstruasi sama sekali.Saat mengalami perlengketan rahim, mungkin saja Anda merasakan gejala dan sakit seperti tengah mengalami menstruasi biasa. Namun, tidak ada darah haid yang keluar dari rahim karena terhalang oleh jaringan parut yang menyebabkan perlengketan.Sebagian wanita mungkin tidak merasakan gejala sama sekali. Sementara, sebagian lainnya bisa saja tetap mengalami menstruasi seperti biasa. Namun, secara umum, gejala dari sindrom Asherman yang dapat terjadi adalah:Perlu diingat bahwa menstruasi yang jarang atau tidak teratur belum tentu disebabkan oleh perlengketan rahim. Beberapa kondisi lain juga bisa jadi penyebabnya. Jika tiba-tiba menstruasi Anda menjadi sangat sedikit, jarang, atau berhenti, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengidentifikasi penyebabnya secara pasti.Sindrom Asherman yang dibiarkan tanpa penanganan berpotensi menyebabkan rasa sakit tidak kunjung sembuh. Selain itu, perlengketan rahim juga dapat menyebabkan Anda sulit hamil. Akan tetapi, sebagian wanita mungkin masih bisa hamil walaupun kemungkinannya lebih kecil.Perlu diperhatikan bahwa adhesi yang berada pada rahim dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti perdarahan hebat, plasenta akreta, plasenta previa, keguguran, atau bayi lahir mati.

Cara mengatasi perlengketan rahim

Tujuan dari pengobatan sindrom Asherman adalah untuk mengembalikan ukuran dan bentuk rahim secara normal. Namun, jika Anda tidak berencana untuk hamil dan kondisi perlengketan rahim tidak menyebabkan rasa sakit yang mengganggu, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan untuk kondisi ini.Untuk mengatasi perlengketan rahim, dokter dapat melakukan prosedur pembedahan yang disebut operasi histeroskopi. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan instrumen bedah berupa gunting yang berukuran sangat kecil, laser, atau alat lain yang menggunakan pengait atau elektroda.Alat bedah tersebut akan digunakan untuk memotong dan menghilangkan adhesi. Operasi histeroskopi dijalankan dalam kondisi bius total. Selain itu, Anda mungkin memerlukan lebih dari satu prosedur.Setelah operasi histeroskopi, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, baik berupa obat antibiotik untuk mencegah infeksi dan obat hormon estrogen. Obat ini digunakan agar lapisan rahim dapat kembali tumbuh dengan normal sehingga memungkinkan Anda untuk kembali mengalami menstruasi secara normal.Prosedur histeroskopi ulang akan dilakukan kembali untuk memastikan bahwa operasi berhasil mengatasi perlengketan rahim. Perlu diingat bahwa adhesi dapat terulang lagi setelah perawatan ini. Oleh karena itu, sebaiknya Anda tunda kehamilan selama satu tahun untuk memastikan sindrom Asherman tidak terjadi lagi.Apabila Anda punya pertanyaan lain seputar masalah rahim, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
penyakit wanitapenyakit rahim
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/asherman-syndrome
Diakses 19 Januari 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16561-ashermans-syndrome
Diakses 19 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait