Perlemakan Hati Sering Tidak Disadari, Pahami Gejala dan Cara Mengatasinya


Perlemakan hati terjadi akibat adanya penumpukan lemak secara lebih pada hati. Penyebab fatty liver belum diketahui secara pasti, namun faktor-faktor seperti obesitas, kebiasaan minum alkohol, hingga kurang gizi dapat berkontribusi meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

(0)
Perlemakan hati terjadi karena adanya penumpukan lemak berlebih pada hatiPerlemakan hati dapat memicu kemunculan penyakit kronis apabila tidak segera ditangani
Fatty liver atau perlemakan hati adalah kondisi yang terjadi akibat adanya penumpukan lemak berlebih pada hati. Mengingat organ hati merupakan organ yang memegang peranan penting dalam tubuh seperti mencerna makanan, menyimpan energi dan menghilangkan racun, perlemakan hati dapat memicu kemunculan penyakit kronis apabila tidak segera ditangani.

Faktor yang menjadi penyebab fatty liver

Ada berbagai macam faktor yang memicu perlemakan hati. Penyebab fatty liver bergantung pada tipe perlemakan hati yang Anda alami. Dua jenis tipe perlemakan hati meliputi Alcoholic-Related Fatty Liver Disease (ALD) dan Nonalcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD).ALD disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Selain, itu beberapa faktor yang juga berpotensi meningkatkan risiko Anda mengalami perlemakan hati alkoholik, di antaranya:
  • Genetik
  • Kurang gizi 
  • Berusia lanjut
  • Obesitas (kegemukan)
  • Terinfeksi virus hepatitis kronis, terutama hepatitis C
Sementara itu, penyebab NAFLD belum diketahui secara pasti. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat berkontribusi dalam peningkatan risiko mengalami perlemakan hati nonalkoholik, antara lain:
  • Kekurangan gizi
  • Resistensi insulin
  • Kelebihan berat badan
  • Mengidap sleep apnea
  • Mengidap hipotiroidisme
  • Mengidap hipopituarisme
  • Mengidap polycystic ovary syndrome (PCOS)
  • Terpapar racun dan bahan kimia tertentu
  • Efek operasi pengangkatan kantong empedu
  • Kondisi medis yang memengaruhi cara tubuh menggunakan atau menyimpan lemak
  • Konsumsi obat seperti glukokortikoid, methotrexate (Rheumatrex, Trexall), estrogen sintetis, dan tamoxifen (Nolvadex, Soltamox)

Gejala perlemakan hati dan dampaknya terhadap kesehatan

Salah satu gejala perlemakan hati adalah sakit perut
Penderita perlemakan hati akan merasakan sakit perut
Perlemakan hati dapat memicu kemunculan sejumlah gejala pada tubuh maupun kesehatan Anda. Gejala-gejala ini mungkin tidak akan semuanya Anda rasakan dan bisa berbeda pada masing-masing orang. Selain itu, dalam beberapa kasus, kondisi ini tidak menimbulkan gejala sehingga orang-orang sering tidak menyadari bahwa mereka menderita perlemakan hati.Secara umum, berikut ini sejumlah gejala yang bisa muncul ketika Anda menderita perlemakan hati:
  • Kelelahan
  • Sakit perut
  • Hilangnya nafsu makan
  • Mata dan kulit menguning
  • Peningkatan kadar insulin
  • Peningkatan kadar trigliserida
  • Peningkatan kadar enzim hati
  • Nyeri pada perut bagian tengah atau kanan
Apabila tidak ditangani dengan baik, perlemakan hati nonalkohol dapat berkembang menjadi Nonalcoholic steatohepatitis (NASH). Selain penumpukan lemak berlebih, kondisi ini memicu peradangan dan kerusakan sel hati.Peradangan dan kerusakan sel hati dapat memicu kemunculan jaringan parut (fibrosis) pada hati. NASH yang tidak segera mendapatkan penanganan dapat mengakibatkan sirosis dan kanker hati.Sementara itu, saat mengidap perlemakan hati alkoholik, Anda sebaiknya berhenti meminum minuman beralkohol. Jika terus dilanjutkan, kebiasaan buruk tersebut dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius seperti:
  • Pembengkakan hati: kondisi ini tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, Anda mungkin akan merasa nyeri atau ketidaknyamanan pada sisi kanan atas perut.
  • Hepatitis alkoholik: pembengkakan hati yang disertai dengan gejala-gejala berupa mual, demam, muntah, sakit perut, dan penyakit kuning (pada kuit dan mata).
  • Sirosis alkoholik: penumpukan jaringan parut pada organ hati diikuti dengan gejala yang sama seperti hepatitis alkoholik. Selain itu, kondisi ini juga bisa disertai gejala berupa asites (penumpukan cairan dalam jumlah besar di perut), tekanan darah tinggi di hati, gagal hati, pembengkakan limpa, perubahan perilaku, dan perdarahan. 

Bisakah perlemakan hati disembuhkan secara total?

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati perlemakan hati, Sebagai solusi, dokter biasanya akan meminta Anda untuk menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat dapat membantu mengurangi lemak, peradangan, dan luka pada hati Anda.Berikut ini tindakan-tindakan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi perlemakan hati:

1. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga bisa membantu mengurangi lemak pada tubuh maupun hati Anda. Cobalah untuk berolahraga setidaknya 30 menit dalam sehari. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraga yang tepat untuk Anda.

2. Menjaga kesehatan hati

Hindari melakukan hal-hal yang dapat memperberat kinerja organ hati. Apabila Anda mengonsumsi minuman beralkohol, segera hentikan kebiasaan tersebut. Selain itu, berbicaralah terlebih dahulu dengan dokter jika hendak mencoba pengobatan herbal atau mengonsumsi obat tertentu.

3. Mengontrol kolesterol dalam tubuh

Menjaga kada kolesterol akan membantu mencegah perlemakan hati
Mengontrol kadar kolesterol akan mencegah perlemakan hati
Mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida dalam tubuh dapat membantu mengurangi lemak hati. Cara mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, dan mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter.

4. Mengelola diabetes

Diabetes bisa memicu dan memperparah perlemakan hati. Maka dari itu, Anda harus mengelola diabetes dengan mengecek kadar gula darah secara rutin, serta mengonsumsi obat yang telah diresepkan oleh dokter.

5. Mengonsumsi makanan dan minuman yang menunjang kesehatan hati

Berbagai macam makanan dan minuman dapat Anda konsumsi untuk membantu mengurangi lemak hati. Beberapa makanan tersebut di antaranya:
  • Teh hijau
  • Whey protein
  • Makanan yang mengandung serat larut air (kacang-kacangan, sayuran, ubi, oats)
  • Makanan yang kaya akan kandungan asam lemak tak jenuh tunggal (alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan)

Catatan dari SehatQ

Perlemakan hati terjadi karena adanya penumpukan lemak berlebih pada hati. Penyebab fatty liver belum diketahui secara pasti, namun ada sejumlah faktor yang berkontribusi meningkatkan risiko terkena penyakit ini.Jika mengalami gejala yang mengarah ke perlemakan hati, segeralah periksakan kondisi Anda ke dokter. Penanganan sedini mungkin dapat mengurangi risiko munculnya masalah kesehatan yang lebih parah.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai perlemakan hati dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gagal hatisirosis hatipenyakit hatiperlemakan hati
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/fatty-liver
Diakses pada 18 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/fatty-liver-disease
Diakses pada 18 November 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/fattyliverdisease.html
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait