Perkembangan Terkini Situasi Penyebaran Virus Corona di Indonesia

Dua WNI positif terkena infeksi virus corona (COVID-19) karena tertular dari WNA asal Jepang
Situasi penyebaran virus corona di Indonesia dimulai hari ini, saat ada dua orang WNI positif terinfeksi

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga tanggal 9 April 2020, sudah terdapat 3.293 warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit infeksi infeksi COVID-19 . Dari total tersebut 280 orang sudah dinyatakan meninggal dunia dan 252 orang dinyatakan sembuh.

Seiring meningkatnya jumlah kasus infeksi virus corona, pemerintah pusat maupun daerah pun sudah mengeluarkan himbauan dan kebijakan guna mencegah meluasnya penyebaran virus ini. Sekolah-sekolah di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta dan Jawa Tengah, diliburkan. Begitu juga perkantoran yang sebagian sudah menjalani program bekerja dari rumah. 

Daftar wilayah yang terdapat kasus positif corona

Awalnya, infeksi virus corona dideteksi pada pasien yang berdomisili di Depok, Jawa Barat. Saat ini, kasus positif COVID-19 sudah menyebar ke 32 provinsi di Indonesia, yaitu:

  • Aceh
  • Bali
  • Banten
  • Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • D.I Yogyakarta
  • DKI Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat 
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Kepulauan Riau
  • Nusa Tenggara Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Barat
  • Sulawesi Utara
  • Sumatera Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Lampung 
  • Riau
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
  • Sulawesi Barat

Bagi Anda yang tidak berada di area yang dekat dengan penyebaran COVID-19, bukan baru kembali dari salah satu negara atau area yang menjadi pusat penyebaran virus Corona, atau tidak pernah berkontak langsung dalam jarak dekat dengan penderita, maka risiko Anda tertular sebenarnya kecil.

Meski begitu, Anda tetap harus waspada. Namun perlu diketahui, tidak semua kasus COVID-19 mematikan. Sama seperti banyak penyakit lainnya, infeksi ini juga bisa terjadi dalam kondisi yang ringan hingga parah.

Sejauh ini diketahui bahwa sebagian besar pasien COVID-19 yang mengalami infeksi parah, berusia lansia dan memiliki riwayat penyakit lain yang mendasarinya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Peta persebaran virus corona di Indonesia
Infeksi virus corona semakin meluas

Infeksi meluas, WNA hingga Menteri Perhubungan positif corona

Sejak merebaknya wabah COVID-19, Indonesia sebenarnya termasuk salah satu negara yang tergolong baru terinfeksi virus ini. Meski begitu, dalam waktu singkat jumlah orang yang positif terinfeksi virus ini meningkat dalam waktu yang tergolong cepat. 

Penyebaran infeksi virus corona di Indonesia sendiri bisa dibagi menjadi beberapa cluster. Cluster pertama adalah cluster Jakarta, yang bersumber dari WNA asal Jepang yang positif corona dan berkunjung ke Jakarta. WNA ini, menularkan virus tersebut ke pasien 01 dan beberapa orang lainnya. 

Cluster kedua adalah imported case. Artinya, para pasien tersebut tertular saat berada di luar negeri dan terdeteksi saat masuk ke Indonesia. Ada beberapa WNI dan WNA yang masuk ke dalam cluster ini dan hingga saat ini, tercatat satu WNA asal Inggris yang telah meninggal dunia akibat virus corona di Bali.

Terbaru, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tercatat positif terinfeksi virus corona. Padahal, tiga hari sebelum ia dinyatakan positif, ia sempat mengikuti rapat terbatas di Istana Negara bersama beberapa tokoh lainnya. Saat ini, Budi Karya sudah diisolasi dan mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Orang sehat tak harus pakai masker untuk cegah corona
Jumlah pasien terus meningkat, infeksi COVID-19 disebut pandemi

WHO: infeksi COVID-19 adalah pandemi global

Pada tanggal 11 Maret 2020, badan kesehatan dunia bentukan PBB, World Health Organization (WHO) telah mengelurakan pernyataan bahwa dengan situasi yang ada, infeksi virus corona masuk dalam kategori pandemi. Pandemi adalah kategori penyebaran penyakit paling tinggi, di atas epidemi. 

Epidemi adalah tingginya jumlah penyakit di daerah tertentu, namun tidak menyebar luas ke daerah-daerah lain. Contoh dari epidemi adalah malaria di papua. Jika suatu infeksi penyakit mulai menyebar luas bahkan ke seluruh dunia dengan tingkat penyebaran cepat, maka kondisi tersebut disebut sebagai pandemi.

Sejak ratusan tahun yang lalu, dunia sudah mengalami beberapa kali masa pandemi. Pandemi yang menimbulkan jumlah korban paling besar di antaranya adalah Spanish Flu yang terjadi tahun 1918. Terakhir, WHO menyatakan adanya situasi pandemi adalah pada tahun 2009 saat kasus flu babi merebak. 

Info lengkap seputar infeksi virus corona

 Pencegahan corona: Social distancing efektif untuk cegah penyebaran virus corona

• Cara cuci tangan: Video cara mencuci tangan yang benar agar efektif singkirkan virus 

• Infeksi corona pada anak: Penularan virus corona pada anak-anak, orangtua wajib tahu

Penularan virus Corona

Melihat begitu maraknya penularan virus Corona di seluruh dunia, tidak heran jika banyak orang yang khawatir. Namun sekali lagi, jangan mudah percaya akan berita tidak benar yang berbeda dari fakta dan data sesungguhnya. Jangan sampai panik berlebihan.

Berikut ini fakta seputar penularan virus Corona, jangan sampai Anda salah kaprah dan percaya informasi yang salah.

  • Penularan paling mungkin terjadi antarmanusia yang berkontak dalam jarak dekat (sekitar 1,8 meter) dengan penderita.
  • Penularan tidak terjadi melalui udara, tapi lewat droplet atau tetesan carian tubuh penderita, seperti air liur saat batuk dan bersin.
  • Saat penderita bersin atau batuk tanpa menutup mulutnya, maka tetesan kecil-kecil air liur yang keluar bisa saja mendarat di tangan orang lain. Lalu, saat orang tersebut makan tanpa cuci tangan atau mengusap hidung, virus pun bisa masuk ke tubuh.
  • Penularan melalui permukaan benda yang pernah disentuh penderita bisa saja terjadi, tapi kemungkinannya lebih kecil.
  • Penularan melalui benda mati bisa terjadi jika penderita bersin atau batuk, lalu tetesan liurnya jatuh ke meja, kursi, atau benda mati lainnya. Lalu, setelah itu ada orang lain di area yang sama menyentuh benda tersebut.
  • Pasien yang mengalami infeksi COVID-19, paling mudah menularkannya pada orang lain saat gejalanya sedang parah-parahnya.
  • Meski begitu, penularan dari penderita ke orang lain juga bisa terjadi saat penderita belum mengalami gejala apapun, tapi kemungkinannya sangat rendah.
  • Penularan juga dapat terjadi saat penderita hanya mengalami gejala ringan. Sehingga, bisa saja penderita hanya batuk ringan dan badannya terasa sehat, tapi ternyata sudah bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Gejala jika tertular virus Corona

Gejala infeksi COVID-19 memang tidak spesifik. Penderitanya bisa saja tidak mengalami gejala sama sekali, hanya mengalami gejala ringan, hingga komplikasi serius seperti pneumonia dan kematian.

Sejauh ini, berdasarkan sekitar 55.000 kasus yang dilaporkan ke WHO, tanda gejala yang paling umum dialami oleh penderita infeksi virus Corona adalah:

  • Demam (sekitar 80%)
  • Batuk kering (sekitar 70%)
  • Merasa letih (sekitar 40%)
  • Ada dahak di tenggorokan (sekitar 35%)
  • Napas pendek-pendek atau sesak napas (sekitar 20%)
  • Sakit tenggorokan (sekitar 14%)
  • Sakit kepala (sekitar 14%)
  • Nyeri otot dan nyeri sendi (sekitar 15%)
  • Menggigil kedinginan (sekitar 11%)
  • Mual, muntal, dan hidung tersumbat (sekitar 5%)
  • Diare (sekitar 4%)
  • Batuk darah (sekitar 1%)
  • Sakit mata (sekitar 1%)

Orang yang terinfeksi virus SARS COV-2 umumnya akan mengalami gejala 5-6 hari setelah infeksi terjadi. Kebanyakan orang yang terinfeksi (sekitar 80%) hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Tingkat kesembuhan infeksi ini juga baik.

Sekitar 14% dari total penderita mengalami infeksi serius dan 6% penderita mengalami kondisi kritis akibat virus Corona.

Cuci tangan adalah bagian terpenting dalam pencegahan corona
Cara efektif cegah infeksi virus corona (sumber foto: Kemenkes RI)

Melindungi diri dari penularan virus corona

Karena COVID-19 adalah penyakit baru, maka vaksin untuk mencegah penularan SARS COV-2 masih terus dikembangkan. Bukan dengan menggunakan masker, untuk sementara waktu, Anda bisa melindungi diri dari infeksi virus ini dengan melakukan langkah seperti:

  • Sering-sering mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  • Saat bersin atau batuk, JANGAN tutup mulut dengan telapak tangan TAPI gunakan siku bagian dalam atau tisu.
  • Jangan sentuh mulut, mata atau hidung, sebelum mencuci tangan sampai bersih.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit.
  • Jangan menggunakan benda apapun bersama dengan orang lain saat sedang sakit, termasuk gelas, alat makan, selimut atau handuk.
  • Bersihkan permukaan meja, kursi, telepon genggam, maupun benda-benda lainnya yang sering disentuh.
  • Jangan bepergian apabila sedang sakit, termasuk ke sekolah, kantor, ataupun tempat umum lainnya.

Kita memang harus bersiap diri dalam menghadapi wabah virus Corona. Namun, jangan sampai terlalu panik dan malah menyebarkan berita tidak benar mengenai isu penyebaran virus ini. Selalu jaga kesehatan dan kebersihan Anda, untuk menurunkan risiko penularan.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://infeksiemerging.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-24-februari-2020/#.Xlyw6agzbIU
Diakses pada 2 Maret 2020

WHO. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Diakses pada 2 Maret 2020

WHO. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-china-joint-mission-on-covid-19-final-report.pdf
Diakses pada 2 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/symptoms-causes/syc-20479963
Diakses pada 2 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html
Diakses pada 2 Maret 2020

Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/02/breaking-three-people-in-singaporelatest-to-test-positive-for-covid-19-after-visiting-indonesia.html
Diakses pada 2 Maret 2020

Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/academia/2020/02/29/lets-not-kid-ourselves-indonesia-is-unlikely-to-be-covid-19-free-and-thats-not-our-biggest-problem.html
Diakases pada 2 Maret 2020

CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200302111534-20-479660/jokowi-umumkan-dua-wni-positif-corona-di-indonesia
Diakses pada 2 Maret 2020

Detik. https://news.detik.com/abc-australia/d-4921669/penumpang-malindo-air-asal-melbourne-dari-bali-positif-terkena-virus-corona
Diakses pada 2 Maret 2020

Live Science. https://www.livescience.com/pandemic.html
Diakses pada 16 Maret 2020

WHO. https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-covid-19---11-march-2020
Diakses pada 16 Maret 2020

Artikel Terkait