Update Perkembangan Terkini Penyebaran COVID-19 di Indonesia


Penambahan kasus COVID-19 di seluruh dunia dan Indonesia terus meningkat hingga saat ini. Virus corona belum ada obatnya. Bagaimana mencegah penyebarannya?

(0)
14 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
COVID-19 menular melalui kontak fisik dan air liurSituasi penyebaran virus corona di Indonesia dimulai hari ini, saat ada dua orang WNI positif terinfeksi
Berdasarkan update data yang disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Achmad Yurianto, tercatat ada penambahan 1.462 kasus positif COVID-19 baru di Indonesia terhitung hingga Jumat (17/7/2020) sore.Penambahan angka ini menjadikan total kasus coronavirus di Indonesia mencapai 83.130 orang secara nasional sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.Dari total tersebut, diketahui ada penambahan 1.489 pasien yang sembuh. Ini artinya, secara keseluruhan 41.834 pasien sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19. Sementara itu, total angka kematian akibat coronavirus naik menjadi 3.957 Angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia tercatat hanya naik 84 kasus, terhitung sejak update perkembangan terakhir pada tanggal 13 Juli Senin lalu.

Daftar wilayah yang terdapat kasus positif COVID-19

Berikut adalah rekap update perkembangan terbaru kasus COVID-19 di Indonesia per Jumat (17/7) sore:
  • Total kasus: 83.130
  • Kasus aktif: 37.339 (-111)
  • Sembuh: 41.834 (+1.489)
  • Meninggal dunia: 3.957 (+84)
  • Orang yang sudah dites: 683.805 (+13.994) 
    • Positive rate: 10,45%
  • Suspek (istilah pengganti ODP dan PDP): 46.493 (-234)
Awalnya, infeksi virus corona dideteksi pada pasien yang berdomisili di Depok, Jawa Barat. Saat ini, kasus positif COVID-19 sudah menyebar ke 34 provinsi di tanah air, yaitu:
  • Aceh
  • Bali
  • Banten
  • Bangka Belitung
  • Bengkulu
  • D.I Yogyakarta
  • DKI Jakarta
  • Jambi
  • Jawa Barat 
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Utara
  • Kalimantan Selatan
  • Kepulauan Riau
  • Nusa Tenggara Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Barat
  • Sulawesi Utara
  • Sumatera Utara
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Lampung 
  • Riau
  • Maluku Utara
  • Maluku
  • Papua Barat
  • Papua
  • Sulawesi Barat
  • Gorontalo
  • Nusa Tenggara Timur
Lebih detailnya, Yurianto mengatakan hingga saat ini 461 kabupaten/kota di Indonesia sudah terdampak penularan virus corona. Bagi Anda yang tidak berada di area yang dekat dengan penyebaran COVID-19, bukan baru kembali dari salah satu negara atau area yang menjadi pusat penyebaran virus Corona, atau tidak pernah berkontak langsung dalam jarak dekat dengan penderita, maka risiko Anda tertular sebenarnya kecil.Meski begitu, Anda tetap harus waspada. Namun perlu diketahui, tidak semua kasus COVID-19 mematikan. Sama seperti banyak penyakit lainnya, infeksi ini juga bisa terjadi dalam kondisi yang ringan hingga parah.Sejauh ini diketahui bahwa sebagian besar pasien COVID-19 yang mengalami infeksi parah, berusia lansia dan memiliki riwayat penyakit lain yang mendasarinya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Cara mencegah penyebaran infeksi coronavirus (COVID-19)

Hingga saat ini, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk menahan laju penularan, mulai dari pemberlakukan PSBB, peningkatan jumlah pemeriksaan PCR Covid-19, hingga pembuatan rumah sakit darurat.Masyarakat juga sudah banyak yang mulai sadar untuk melindungi diri dengan menggunakan masker dan membatasi keluar rumah, meski sebagian lagi masih tidak mengindahkan himbauan tersebut.Meski hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda akan selesai, namun dengan adanya usaha-usaha dari pemerintah maupun masyrakat, penularan virus corona menjadi sedikit lebih terkendali. Hal ini bisa tercermin dari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh, sudah terus meningkat setiap harinya.Pelayanan untuk melakukan PCR Covid-19 dengan swab dan pelayanan rapid test pun semakin tersedia secara luas, terutama bagi orang-orang yang harus tetap bekerja di tengah pandemi.Meski begitu, bagi Anda yang sudah pernah melalui pemeriksaan tersebut dan hasilnya negatif, bukan berarti Anda bisa santai tanpa melakukan protokol kesehatan yang berlaku. Tetaplah jalankan himbauan-himbauan yang ada, agar Anda bisa tetap terhindar dari virus corona.
Orang sehat tak harus pakai masker untuk cegah corona
Jumlah pasien terus meningkat, infeksi COVID-19 disebut pandemi

WHO: infeksi COVID-19 adalah pandemi global

Pada tanggal 11 Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia bentukan PBB, World Health Organization (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa infeksi virus corona masuk dalam kategori pandemi. Pandemi adalah kategori penyebaran penyakit paling tinggi, di atas epidemi. Epidemi adalah tingginya jumlah penyakit di daerah tertentu, namun tidak menyebar luas ke daerah-daerah lain. Contoh dari epidemi adalah malaria di papua. Jika suatu infeksi penyakit mulai menyebar luas bahkan ke seluruh dunia dengan tingkat penyebaran cepat, maka kondisi tersebut disebut sebagai pandemi.Sejak ratusan tahun yang lalu, dunia sudah mengalami beberapa kali masa pandemi. Pandemi yang menimbulkan jumlah korban paling besar di antaranya adalah Spanish Flu yang terjadi tahun 1918. Terakhir, WHO menyatakan adanya situasi pandemi adalah pada tahun 2009 saat kasus flu babi merebak.Update terbaru sampai 13 Juli 2020, jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 sudah mencapai 12.685.374 jiwa di seluruh dunia. Penambahan angka ini termasuk 565.000 kasus kematian akibat coronavirus, yang dikonfirmasi dan dilaporkan ke WHO.Rasio angka kematian yang di awal pandemi "hanya" mencapai sekitar 3% pun saat ini sudah naik menjadi sekitar 6%. Virus corona sudah bukan lagi penyakit yang bisa dianggap remeh, karena itu Anda perlu benar-benar waspada.
Info lengkap seputar infeksi virus corona
 Pencegahan corona: Social distancing efektif untuk cegah penyebaran virus corona• Cara cuci tangan: Video cara mencuci tangan yang benar agar efektif singkirkan virus • Infeksi corona pada anak: Penularan virus corona pada anak-anak, orangtua wajib tahu

Penularan virus Corona

Melihat begitu pesatnya penambahan kasus virus Corona di seluruh dunia, tidak heran jika banyak orang yang khawatir. Namun sekali lagi, jangan mudah percaya akan berita tidak benar yang berbeda dari fakta dan data sesungguhnya. Jangan sampai panik berlebihan.Berikut ini fakta seputar penularan virus Corona, jangan sampai Anda salah kaprah dan percaya informasi yang salah.
  • Penularan paling mungkin terjadi antarmanusia yang berkontak dalam jarak dekat (sekitar 1,8 meter) dengan penderita.
  • Penularan tidak terjadi melalui udara, tapi lewat droplet atau tetesan carian tubuh penderita, seperti air liur saat batuk dan bersin.
  • Saat penderita bersin atau batuk tanpa menutup mulutnya, maka tetesan kecil-kecil air liur yang keluar bisa saja mendarat di tangan orang lain. Lalu, saat orang tersebut makan tanpa cuci tangan atau mengusap hidung, virus pun bisa masuk ke tubuh.
  • Penularan melalui permukaan benda yang pernah disentuh penderita bisa saja terjadi, tapi kemungkinannya lebih kecil.
  • Penularan melalui benda mati bisa terjadi jika penderita bersin atau batuk, lalu tetesan liurnya jatuh ke meja, kursi, atau benda mati lainnya. Lalu, setelah itu ada orang lain di area yang sama menyentuh benda tersebut.
  • Pasien yang mengalami infeksi COVID-19, paling mudah menularkannya pada orang lain saat gejalanya sedang parah-parahnya.
  • Meski begitu, penularan dari penderita ke orang lain juga bisa terjadi saat penderita belum mengalami gejala apapun.
  • Penularan juga dapat terjadi saat penderita hanya mengalami gejala ringan. Sehingga, bisa saja penderita hanya batuk ringan dan badannya terasa sehat, tapi ternyata sudah bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Gejala jika tertular virus Corona

Gejala infeksi COVID-19 memang tidak spesifik. Penderitanya bisa saja tidak mengalami gejala sama sekali, hanya mengalami gejala ringan, hingga komplikasi serius seperti pneumonia dan kematian.Sejauh ini, berdasarkan sekitar 55.000 kasus yang dilaporkan ke WHO, tanda gejala yang paling umum dialami oleh pasien yang terinfeksi Covid-19 adalah:
  • Demam (sekitar 80%)
  • Batuk kering (sekitar 70%)
  • Merasa letih (sekitar 40%)
  • Ada dahak di tenggorokan (sekitar 35%)
  • Napas pendek-pendek atau sesak napas (sekitar 20%)
  • Sakit tenggorokan (sekitar 14%)
  • Sakit kepala (sekitar 14%)
  • Nyeri otot dan nyeri sendi (sekitar 15%)
  • Menggigil kedinginan (sekitar 11%)
  • Mual, muntal, dan hidung tersumbat (sekitar 5%)
  • Diare (sekitar 4%)
  • Batuk darah (sekitar 1%)
  • Sakit mata (sekitar 1%)
Orang yang terinfeksi virus SARS COV-2 umumnya akan mengalami gejala 5-6 hari setelah infeksi terjadi. Kebanyakan orang yang terinfeksi (sekitar 80%) hanya mengalami gejala ringan hingga sedang. Tingkat kesembuhan infeksi ini juga baik.Sekitar 14% dari total penderita mengalami infeksi serius dan 6% penderita mengalami kondisi kritis akibat virus Corona.
Cuci tangan adalah bagian terpenting dalam pencegahan corona
Cara efektif cegah infeksi virus corona (sumber foto: Kemenkes RI)

Melindungi diri dari penularan virus corona

COVID-19 adalah penyakit baru. Maka vaksin untuk mencegah penularan SARS COV-2 masih terus dikembangkan.Seiring meningkatnya jumlah kasus infeksi virus corona di tanah air, pemerintah pusat maupun daerah pun sudah mengeluarkan himbauan dan kebijakan guna mencegah meluasnya penyebaran virus ini.Penetapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) saat ini juga sudah ditetapkan di berbagai daerah di Indonesia.Selain lindungi diri dengan menggunakan masker untuk sementara waktu, Anda juga bisa melakukan langkah pencegahan tertular virus corona dengan:
  • Sering-sering mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  • Saat bersin atau batuk, JANGAN tutup mulut dengan telapak tangan TAPI gunakan siku bagian dalam atau tisu.
  • Jangan sentuh mulut, mata atau hidung, sebelum mencuci tangan sampai bersih.
  • Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit.
  • Jangan menggunakan benda apapun bersama dengan orang lain saat sedang sakit, termasuk gelas, alat makan, selimut atau handuk.
  • Bersihkan permukaan meja, kursi, telepon genggam, maupun benda-benda lainnya yang sering disentuh.
  • Jangan bepergian apabila sedang sakit, termasuk ke sekolah, kantor, ataupun tempat umum lainnya.
Kita memang harus bersiap diri dalam menghadapi wabah virus Corona. Namun, jangan sampai terlalu panik menerima update perkembangan terkini dan malah menyebarkan berita tidak benar mengenai isu virus corona.Selalu jaga kesehatan dan kebersihan Anda, untuk menurunkan risiko penularan.
infeksi viruspneumoniacoronavirus
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. http://infeksiemerging.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-24-februari-2020/#.Xlyw6agzbIU
Diakses pada 2 Maret 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
Diakses pada 2 Maret 2020
WHO. https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-china-joint-mission-on-covid-19-final-report.pdf
Diakses pada 2 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/symptoms-causes/syc-20479963
Diakses pada 2 Maret 2020
CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/about/transmission.html
Diakses pada 2 Maret 2020
Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/02/breaking-three-people-in-singaporelatest-to-test-positive-for-covid-19-after-visiting-indonesia.html
Diakses pada 2 Maret 2020
Jakarta Post. https://www.thejakartapost.com/academia/2020/02/29/lets-not-kid-ourselves-indonesia-is-unlikely-to-be-covid-19-free-and-thats-not-our-biggest-problem.html
Diakases pada 2 Maret 2020
CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200302111534-20-479660/jokowi-umumkan-dua-wni-positif-corona-di-indonesia
Diakses pada 2 Maret 2020
Detik. https://news.detik.com/abc-australia/d-4921669/penumpang-malindo-air-asal-melbourne-dari-bali-positif-terkena-virus-corona
Diakses pada 2 Maret 2020
Live Science. https://www.livescience.com/pandemic.html
Diakses pada 16 Maret 2020
WHO. https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-general-s-opening-remarks-at-the-media-briefing-on-covid-19---11-march-2020
Diakses pada 16 Maret 2020
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/
Diakses pada 28 April 2020
Kompas. https://nasional.kompas.com/read/2020/07/13/15392501/update-total-ada-76981-kasus-covid-19-di-indonesia-bertambah-1282?page=all Diakses pada 13 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait