logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Perkembangan Emosi Anak 1-5 Tahun yang Patut Diperhatikan Orangtua

open-summary

Perkembangan emosi anak adalah kemampuan yang ditunjukkan si kecil untuk bisa menyadari emosi yang dirasakan, memiliki kontrol atas emosi tersebut, berempati terhadap sesama, hingga menyelesaikan konflik dengan baik. Penting bagi orangtua untuk mendukung perkembangan emosional anak supaya ia tumbuh menjadi individu yang berempati.


close-summary

5

(1)

15 Mar 2022

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Perkembangan sosial anak patut diperhatikan juga oleh orangtua.

Perkembangan emosi anak juga harus menjadi prioritas yang tak boleh dilupakan.

Table of Content

  • Apa yang dimaksud perkembangan emosi?
  • Memahami perkembangan emosi anak 1-5 tahun
  • Faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi anak
  • Cara mendukung perkembangan emosi anak
  • Catatan dari SehatQ

Jangan remehkan pentingnya perkembangan emosi anak. Menurut ahli, anak-anak yang mampu mengerti dan mengekspresikan emosinya akan lebih mudah untuk berempati dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

Advertisement

Sebagai orangtua, Anda disarankan untuk memahami berbagai tahap perkembangan emosional anak. Sehingga, jika ada masalah yang terjadi dalam perkembangan emosi anak, Anda bisa segera mengantisipasinya dengan langkah-langkah yang tepat.

Apa yang dimaksud perkembangan emosi?

perkembangan emosi anak
Perkembangan emosi anak

Pengertian perkembangan emosi adalah kemampuan anak untuk bisa menyadari emosi yang dirasakan, memiliki kontrol terhadap emosi tersebut, berempati terhadap sesama, menyelesaikan konflik dengan baik, hingga membuat keputusan terkait pribadi maupun perilaku sosial.

Berbagai kemampuan ini dianggap penting bagi kehidupan si kecil, baik nanti di sekolah maupun di lingkungan sosialnya. 

Perkembangan emosi anak perlu diasah sejak dini dan orangtua memegang peranan penting dalam mengajarkannya.

Sebelum memahami perkembangan emosi, Anda juga perlu mengetahui jenis-jenis emosi anak. Menurut Paul Eckman, seorang psikolog asal Amerika Serikat, terdapat enam emosi dasar yang dapat dialami secara universal, mulai dari kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, amarah, terkejut, hingga muak.

Lebih dari itu, anak-anak juga bisa merasakan emosi, seperti rasa malu, bangga, hingga gembira.

Memahami perkembangan emosi anak 1-5 tahun

Jika perkembangan emosi anak usia dini tidak diperhatikan, anak dikhawatirkan akan sulit untuk bersosialisasi, bermain dengan teman sebayanya, hingga memiliki perasaan buruk terhadap dirinya sendiri.

Inilah mengapa Anda disarankan untuk terus memperhatikan dan membantu si kecil dalam mengembangkan kemampuan sosial dan emosionalnya.

  • Perkembangan emosi anak 1 tahun

Saat usia anak menginjak satu tahun, ia umumnya mulai belajar untuk berdiri dan bisa mengelilingi rumah tanpa ditemani orangtuanya.

Namun, di saat yang bersamaan, anak dapat merasa gelisah dan tidak nyaman saat berjauhan dengan kedua orangtuanya, terutama saat merasa lelah, sakit, atau ketakutan. Pada fase ini, ia ingin orangtuanya berada di dekatnya.

Sulit bagi orangtua untuk memprediksikan kapan anak akan mandiri dan kembali untuk mencari pertolongan karena emosinya cenderung berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, hal terbaik yang bisa Anda lakukan dalam fase ini adalah membantu menenangkannya dengan memberikan perhatian dan kepastian saat si kecil membutuhkannya.

  • Perkembangan emosi anak 2 tahun

Anda akan dihadapkan dengan berbagai tantangan baru dalam tahap perkembangan emosi pada anak 2 tahun.

Karakteristik perkembangan emosi pada fase ini dapat terlihat ketika si kecil menjadi sangat ramah dan ceria, tapi beberapa saat kemudian, ia bisa cemberut dan menangis yang kadang tidak beralasan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena perubahan suasana hati yang tidak menentu ini adalah bagian dari pertumbuhan anak. Hal ini juga bisa menjadi tanda perubahan emosional yang terjadi saat ia berjuang untuk mengendalikan tindakan, dorongan hati, perasaan, dan tubuhnya.

Pada masa ini, si kecil juga berkeinginan untuk menjelajahi lingkungannya. Sebagai orangtua, Anda harus tetap mendampingi karena ia belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menjaga dirinya.

Anak-anak juga bisa berperilaku buruk pada fase ini, terutama saat orangtuanya sedang tidak di rumah. Hal ini terjadi karena mereka belum bisa mempercayai orang lain sepenuhnya.

  • Perkembangan emosi anak 3 tahun

Perkembangan emosi anak harus menjadi perhatian orangtua
Perkembangan emosi anak harus menjadi perhatian orangtua

Meskipun anak berusia 3 tahun mulai mengerti perasaannya, mereka belum memiliki kemampuan untuk mengontrolnya.

Jika mereka menemukan suatu hal yang lucu, mereka akan tertawa terbahak-bahak. Begitu juga sebaliknya, ketika mereka melihat hal yang membuatnya sedih dan marah, mereka akan menangis histeris.

Jangan kaget juga ketika melihat anak berusia 3 tahun merebut mainan dari anak lainnya secara tiba-tiba, atau merasa kesal ketika dilarang melakukan sesuatu oleh orangtuanya. Sebab, apa yang mereka inginkan sekarang, harus dipenuhi pada saat itu juga.

  • Perkembangan emosi anak 4 tahun

Karakteristik perkembangan emosional anak 4 tahun umumnya ditandai dengan cara yang dilakukan anak untuk menyelesaikan sebuah konflik.

Jangan heran ketika anak akan memukul, mendorong, atau menggigit saat ia terlibat dalam konflik. Hal ini terjadi karena ia belum bisa mengerti perbedaan dari cara menyelesaikan konflik yang baik dan buruk.

Maka dari itu, peran Anda sebagai orangtua adalah membimbing si kecil untuk menjelaskan bahwa ada cara yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah dengan orang lain.

Di usia 4 tahun ini, anak dapat mulai mengerti bahwa ada konsekuensi yang harus dihadapi jika ia berperilaku buruk. Hal ini tentunya bisa mengajarkan bahwa berperilaku buruk bukanlah cara yang baik untuk menunjukkan emosinya.

Tidak hanya itu, anak usia 4 tahun umumnya juga mulai memiliki kemampuan untuk bercanda dengan orang-orang di sekitarnya.

  • Perkembangan emosi anak 5 tahun

Perkembangan emosi anak 4-5 tahun dapat terlihat saat anak sudah mahir dalam mengontrol emosinya.

Tidak hanya itu, anak pun bisa lebih pandai dalam mengutarakan perasaannya. Hal ini dapat dilihat saat mereka mulai bersabar dan menunggu giliran saat bermain dengan temannya.

Saat marah, anak-anak juga mulai menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan amarahnya. Namun, Anda perlu berhati-hati karena mereka sudah bisa menggunakan kata-kata kasar. Maka dari itu, orangtua harus membimbingnya dengan baik.

Sebagian orangtua mungkin kerap melontarkan pertanyaan tentang perkembangan emosi anak terkait ketertarikan terhadap isu seks.

Perlu dipahami, saat anak menginjak usia 5 tahun, ketertarikannya terhadap isu seks bisa saja meningkat. Misalnya, mereka dapat mulai bertanya dari mana datangnya bayi hingga tertarik untuk mengetahui jenis kelaminnya.

Ketertarikan ini dianggap normal, tapi orangtua perlu membimbing mereka untuk mengetahui mana yang baik dan buruk ketika memberikan edukasi tentang seks.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi anak

perkembangan emosi anak
Perkembangan emosi anak

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi anak, di antaranya:

  • Faktor keturunan

Ternyata, perkembangan emosi anak juga dapat diturunkan dari orangtuanya. Dikutip dari Mom Junction, ada kalanya perkembangan emosi anak mirip seperti perkembangan emosi kedua orangtuanya.

  • Faktor kedewasaan

Tahap perkembangan emosi anak juga bisa dipengaruhi oleh faktor kedewasaan. Sejumlah psikologi menyatakan, emosi anak akan didasari oleh tingkat kedewasaannya.

  • Faktor kebiasaan

Perkembangan emosi pada anak juga dapat dipengaruhi oleh faktor kebiasaan. Misalnya, jika anak dibesarkan dalam keluarga yang terbiasa menunjukkan kasih sayang dalam bentuk pelukan, ciuman, atau sentuhan, maka ia dapat menirunya.

Sebaliknya, jika anak tumbuh dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, maka ia bisa mempraktikannya di lingkungan sosial.

  • Faktor lingkungan

Jangan salah, faktor lingkungan pun dapat membentuk perkembangan emosional anak. Jika anak dibesarkan dalam lingkungan masyarakat yang baik, maka ia dipercaya mampu mengontrol emosinya dengan baik juga.

Tidak hanya itu, lingkungan yang baik pun dapat membantu anak belajar untuk bersosialisasi dengan perilaku yang dapat diterima.

Baca Juga

  • Skor IQ Tinggi dan Hobi Bertanya, Mungkinkah Ciri-Ciri Anak Jenius?
  • 7 Kesalahan dalam Mendidik Anak SD
  • Pengertian Teori Belajar Sosial, Konsep, dan Penerapannya

Cara mendukung perkembangan emosi anak

Dikutip dari Help Me Grown, terdapat sejumlah cara mendukung perkembangan emosi dan sosial anak yang bisa dicoba orangtua, di antaranya:

  • Selalu menunjukkan sikap kasih sayang, seperti memeluk, memberikan kenyamanan, berbicara, hingga menyanyikannya lagu.
  • Bantu anak untuk memahami konsep ‘memberi dan menerima’ lewat berbagai macam permainan, seperti petak umpet.
  • Berikan anak kesempatan untuk mempelajari kemampuan baru, tetapi jangan melepaskannya begitu saja. Tetap pandu dia untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  • Biarkan anak mengerjakan pekerjaannya sendiri, walaupun tidak sempurna atau berantakan.
  • Ajari anak kemampuan sosial dan emosional, misalnya mendengar, bergantian, hingga menyelesaikan konflik.

Catatan dari SehatQ

Berbagai perkembangan emosi anak ini tidak boleh lepas dari perhatian orangtua. Sebab, perkembangan emosional dapat membantu Si Kecil untuk menyongsong masa depannya dengan kontrol emosi dan kemampuan sosial yang lebih baik.

Jika Anda khawatir dengan perkembangan emosi Si Kecil, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!

Advertisement

tips parentingibu dan anakperkembangan anakgaya parenting

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved