logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Perkembangan Balita 1-5 Tahun yang Wajib Disimak Ayah dan Bunda

open-summary

Perkembangan balita usia 1-5 tahun dapat terlihat dari aspek fisik, kognitif, motorik, bahasa, social, serta emosionalnya. Penting bagi orangtua untuk memahami tumbuh kembang balita supaya bisa mengoptimalkan perkembangannya.


close-summary

26 Jul 2021

| Larastining Retno Wulandari

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Perkembangan balita diamati sejak usia 1-5 tahun

Perkembangan balita yang optimal dilihat dari segi fisik dan mental

Table of Content

  • Pertumbuhan dan perkembangan balita 1-5 tahun
  • Perkembangan balita usia 1 tahun
  • Perkembangan balita usia 2 tahun
  • Perkembangan balita usia 3 tahun
  • Perkembangan balita usia 4 tahun
  • Perkembangan balita usia 5 tahun
  • Tips mendukung perkembangan balita 1-5 tahun
  • Catatan dari SehatQ

Perkembangan balita adalah hal penting yang harus dipantau untuk mengetahui kondisi kesehatan si kecil, baik fisik maupun mentalnya. Balita adalah tahapan pertumbuhan di usia 1-5 tahun.

Advertisement

Berdasarkan usia balita di setiap tahunnya, ada milestones atau pencapaian yang harus dipenuhi sebagai pertanda bahwa pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan optimal.

Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan balita 1-5 tahun berikut ini.

Pertumbuhan dan perkembangan balita 1-5 tahun

Pertumbuhan bayi dan balita dapat dipantau melalui sejumlah aspek, yaitu:

  • Pertumbuhan fisik (tinggi, berat badan, lingkar kepala)
  • Kognitif (kecerdasan)
  • Motorik kasar (gerakan yang melibatkan otot tubuh, betis, dan lengan)
  • Motorik halus (berkaitan dengan jari dan telapak tangan)
  • Kemampuan bahasa
  • Sosial dan emosional.

Berdasarkan aspek-aspek di atas, berikut adalah tahap perkembangan balita 1-5 tahun yang bisa Anda amati dari tahun ke tahun.

Perkembangan balita usia 1 tahun

Balita usia 1 tahun kerap menangis bila ditinggal orang tuanya
Balita usia 1 tahun kerap menangis bila ditinggal orang tuanya

Berdasarkan PMK (peraturan menteri kesehatan) No. 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak dan WHO, inilah tumbuh kembang balita yang harus Anda amati pada usia 1 tahun:

1. Pertumbuhan tubuh dan lingkar kepala

Salah satu aspek pertumbuhan bayi dan balita adalah perkembangan fisiknya.

Kisaran berat badan normal anak laki-laki adalah 7,7-10,8 kg dan 7,0-10,1 kg untuk perempuan di tahun pertama.

Sementara itu, kisaran tinggi normal pada anak laki-laki adalah 72-78 cm dan 70-78 cm bagi anak perempuan.

Dari segi lingkar kepala, ukuran kepala normal balita usia 1 tahun adalah sekitar 46 cm. 

Pertumbuhan balita ini perlu diperhatikan oleh orangtua agar bisa tahu perkembangan fisiknya. 

2. Perkembangan kognitif

  • Saat bermain, ia sudah bisa menemukan barang-barang atau orang yang sengaja disembunyikan dengan mudah.
  • Melihat atau menunjuk sesuatu dengan benar saat orang lain menyebutnya.
  • Meniru gerakan
  • Memakai barang sesuai fungsinya, misalnya minum dari cangkir.
  • Bisa memahami perintah sederhana, misalnya "tolong ambilkan buku itu".
  • Menunjuk sesuatu agar orang lain memerhatikannya.

3. Perkembangan motorik kasar

  • Duduk tanpa bantuan.
  • Merangkak dengan lebih seimbang dengan posisi tangan dan lutut yang stabil.
  • Mampu berubah posisi dari duduk ke merangkak atau tengkurap.
  • Bisa berdiri dari posisi duduk.
  • Berjalan dengan bertumpu pada perabotan di sekitarnya.
  • Berdiri dan berjalan sebentar tanpa berpegangan
  • Mulai menaiki tangga dan berlari saat berusia 18 bulan.

4. Perkembangan motor halus

  • Mencoba hal-hal baru, seperti mengocok dan melempar barang-barang yang digenggam.
  • Membenturkan kedua barang yang digenggam
  • Meletakkan dan mengeluarkan barang-barang dari wadah
  • Menunjuk atau mencolek sesuatu dengan jari telunjuk
  • Bisa menjepit sesuatu dengan jari-jarinya
  • Mencoba menulis dengan coret-coretan

5. Kemampuan berbahasa

  • Merespon perintah sederhana sesuai permintaan.
  • Menunjukkan gestur sederhana, seperti bergeleng untuk mengatakan tidak atau melambaikan tangan ketika akan berpisah.
  • Babbling atau mengeluarkan suara dengan nada suara yang menyerupai pembicaraan pada orang dewasa.
  • Menyebut "mama" dan "papa" dan memberikan respon seruan "uh" dan "oh"
  • Meniru ucapan yang dilontarkan orang dewasa di sekitarnya.
  • Menunjuk apa yang diinginkan.
  • Menyampaikan beberapa kata-kata sederhana.
  • Bisa menolak dengan mengatakan "gak" dan menggelengkan kepala.

6. Perkembangan sosial emosional

  • Malu, grogi, atau takut saat bertemu orang yang tidak dikenali.
  • Menangis saat berpisah dengan orang tua.
  • Menyukai orang dan barang tertentu.
  • Ketakutan saat berhadapan dengan situasi tertentu.
  • Memberikan buku saat ia ingin dibacakan cerita.
  • Mengulang-ulang gerak tubuh atau suara agar diperhatikan.
  • Membantu memakain pakaiannya sendiri dengan cara lengannya masuk ke lubang lengan baju dan lubang celana.
  • Bisa bermain "cilukba".

Pada usia 18 bulan, perkembangan balita pun semakin maju, yakni:

  • Menunjukkan rasa kasih sayang pada orang yang dikenal.
  • Bermain dengan berpura-pura atau role-play, misalnya saat bermain dengan boneka.
  • Tidak mau lepas dengan orang tua atau pengasuh saat berada di situasi baru.
  • Menunjuk atau melihat dengan intens terhadap sesuatu yang menarik.
  • Mengeksplorasi hal-hal baru secara mandiri, tetapi diawasi orang tua.
  • Mengalami tantrum.

7. Hal yang harus diwaspadai pada tumbuh kembang balita 1 tahun

Periksakan si kecil ke dokter anak jika ia belum bisa melakukan hal di bawah ini:

  • Tidak bisa merangkak.
  • Tidak bisa berdiri meski sudah berpegangan.
  • Tidak mencari barang-barang yang disembunyikan saat bermain.
  • Tidak mampu mengucapkan satu pun kata sederhana, seperti "mama" dan "papa".
  • Tidak menggelengkan kepala atau melambaikan tangan.
  • Tidak bisa menunjuk dengan jarinya.
  • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki.

Perkembangan balita usia 2 tahun

Perkembangan balita 2 tahun ditunjukkan dengan bisa jalan sendiri
Perkembangan balita 2 tahun ditunjukkan dengan bisa jalan sendiri

Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak balita 2 tahun, amati kemajuannya di bawah ini.

1. Pertumbuhan tubuh dan lingkar kepala

Ketika memasuki usia 2 tahun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seputar tumbuh kembang balita.

Kisaran berat badan normal pada balita laki-laki di usia ini adalah 9,7-13,6 kg dan dengan tinggi 82-92 cm.

Pada perempuan, kisaran berat badan normalnya adalah 9,0-13,0 kg dan tinggi badannya adalah 80-92 cm.

Pertambahan berat badannya sebesar 2,27 kg dan tingginya bertambah 10-12 cm.

Pada usia ini, tinggi balita hampir mencapai setengah dari tinggi orang dewasa dan ukuran kepalanya mencapai 90 persen dari ukuran kepala orang dewasa.

2. Perkembangan kognitif

  • Menemukan barang meski disembunyikan di dalam kain.
  • Mengelompokkan barang sesuai bentuk dan warnanya.
  • Menyebut kelanjutan kalimat di dalam buku cerita yang sudah ia ketahui.
  • Mengikuti dua perintah sekaligus.
  • Menyebutkan nama-nama benda yang ada pada buku bergambar, seperti hewan atau makanan.

3. Perkembangan motorik kasar

  • Berjalan sendiri.
  • Berdiri berjinjit.
  • Menendang bola.
  • Memanjat dan turun dari perabotan tanpa bantuan orang lain.
  • Naik tangga dan bertumpu pada pegangan.

4. Perkembangan motorik halus

  • Membawa mainan besar atau beberapa mainan sekaligus saat berjalan.
  • Menuang sesuatu di dalam wadah dengan membalikkan wadahnya.
  • Menumpuk empat mainan blok menjadi menara.
  • Menggunakan satu tangan yang lebih dominan.

5. Perkembangan bahasa dan komunikasi

  • Mengetahui nama orang-orang yang sudah dikenal dan beberapa bagian tubuh.
  • Mengucapkan kalimat dengan 2-4 kalimat.
  • Mengikuti perintah sederhana.
  • Mengulangi kata-kata yang didengar.

6. Perkembangan sosial dan emosional

  • Meniru gerakan orang dewasa dan anak yang lebih besar.
  • Senang bila bersama anak lainnya.
  • Menunjukkan bila ia bisa mandiri.
  • Mulai menantang perintah dengan tidak melakukan apa yang sudah diberi tahu.
  • Bisa bermain dalam tim, seperti kejar-kejaran.

7. Hal yang harus diwaspadai pada tumbuh kembang balita 2 tahun

Bila kesulitan dalam perkembangan balita berikut ditunjukkan oleh si kecil, segera bawa mereka ke dokter anak:

  • Tidak bisa berbicara dengan dua kata, misalnya "makan nasi" atau "minum susu"
  • Tidak tahu cara menggunakan benda-benda yang familiar, seperti sisir, telepon, garpu.
  • Tidak meniru gestur tubuh atau kata-kata.
  • Tidak melakukan perintah sederhana.
  • Tidak bisa berjalan dengan tegap.
  • Kehilangan kemampuan yang sudah pernah dimiliki.

Perkembangan balita usia 3 tahun

Bila perkembangan kognitifnya optimal, perkembangan balita 3 tahun sudah bisa bermain puzzle sederhana
Bila perkembangan kognitifnya optimal, perkembangan balita 3 tahun sudah bisa bermain puzzle sederhana

Perhatikan hal-hal berikut untuk mengetahui tumbuh kembang balita 3 tahun yang normal dan sehat.

1. Pertumbuhan tubuh dan lingkar kepala balita 3 tahun

Sama seperti sebelumnya, aspek perkembangan fisik balita usia 3 tahun yang harus diamati adalah pertambahan tinggi dan berat badannya.

Pada umumnya, berat badan anak naik sekitar 1,8 kg dan tingginya naik sekitar 5-8 cm.

Di usia ini, berat badan normal balita 3 tahun untuk laki-laki adalah 11,3-16,2 kg dan perempuan sebesar 10,8-15,8 kg.

Tinggi badan ideal pada balita laki-laki mencapai 83-95 cm dan perempuan setinggi 82-95 cm.

Idealnya, lingkar kepala pada balita laki-laki sebesar 49,6 cm dan balita perempuan sebesar 48,6 cm.

2. Perkembangan kognitif

  • Bermain dengan menggunakan imajinasi dengan boneka, binatang, dan manusia.
  • Bisa bermain puzzle sederhana sebanyak 3-4 keping.
  • Memahami arti angka, seperti “dua”.
  • Meniru gambar lingkaran.

3. Perkembangan motorik kasar

  • Mampu berlari dengan mudah
  • Mengayuh sepeda roda 3
  • Naik dan turun tangga dengan menginjak setiap anak tangga
  • Memanjat dengan baik

4. Perkembangan motorik halus

  • Menyusun 6 blok mainan dengan seimbang.
  • Memutar tutup toples atau gagang pintu.
  • Bisa bermain dengan mainan yang menggunakan tuas dan bergerak.

5. Kemampuan bahasa

  • Melakukan 2-3 perintah sekaligus
  • Menyebut banyak benda-benda yang sering dilihat
  • Memahami arti "di dalam", "di atas", "di bawah"
  • Bisa menyebut nama panggilan, umur, dan jenis kelaminnya.
  • Menggunakan kata ganti "aku", "kita", dan "kamu".
  • Bisa berbicara dengan cukup baik dan mudah dimengerti oleh orang lain.
  • Mengobrol menggunakan 2-3 kalimat.

6. Perkembangan sosial dan emosional

  • Meniru orang dewasa dan teman di sekitarnya
  • Mengasihi teman dengan inisiatifnya sendiri
  • Mengerti konsep bergiliran saat bermain
  • Peduli dengan temannya yang menangis
  • Memahami kepemilikan benda miliknya dan orang lain
  • Menunjukkan emosi
  • Bisa mandiri tanpa orang tua atau pengasuh di sekitarnya
  • Merasa kesal bila ada perubahan pada rutinitas sehari-hari
  • Bisa mengenakan dan melepas pakaiannya sendiri.

7. Hal yang harus diwaspadai pada perkembangan balita 3 tahun

Segera bawa ke dokter bila ada tanda gangguan perkembangan balita 3 tahun berikut ini:

  • Mudah jatuh atau susah naik turun tangga
  • Anak kerap mengeluarkan liur dan sulit berbicara
  • Tidak bisa memahami permainan sederhana, seperti puzzle yang mudah
  • Tidak menggunakan kalimat ketika berbicara
  • Tidak memahami perintah sederhana
  • Tidak bisa bermain dengan berimajinasi atau berpura-pura
  • Tidak bisa kontak mata
  • Mengalami penurunan atau kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Perkembangan balita usia 4 tahun

Perkembangan balita 4 tahun ditandai dengan bisa menulis huruf kapital
Perkembangan balita 4 tahun ditandai dengan bisa menulis huruf kapital

Pada umur balita 4 tahun, si kecil mengalami pertumbuhan dan perkembangan balita berikut ini:

1. Pertumbuhan tubuh dan lingkar kepala balita 4 tahun

Berat badan balita laki-laki normal berada di kisaran 12,7-18,6 kg dan perempuan seberat 12,3-18,5 kg.

Tinggi badan ideal balita 4 tahun pada laki-laki adalah 84-97 cm dan perempuan setinggi 83-96 cm.

Lingkar kepala laki-laki yang ideal di usia 4 tahun adalah berkisar pada 50 cm dan 49,8 cm untuk perempuan.

2. Perkembangan kognitif

  • Menyebut nama dan angka serta mengerti berhitung.
  • Mulai memahami waktu, seperti pagi dan malam.
  • Mengingat bagian cerita dan menerka kelanjutannya.
  • Memahami konsep "sama" dan "berbeda".
  • Bermain kartu atau permainan papan.
  • Menyebut warna dengan tepat.

3. Perkembangan motorik kasar

  • Melompat dan berdiri dengan satu kaki hingga 2 detik
  • Menangkap dan memantulkan bola.

4. Perkembangan motorik halus

  • Menuang dan menumbuk makanan dengan arahan.
  • Menggambar 2-4 bagian tubuh.
  • Menggunakan gunting.
  • Meniru menulis huruf kapital.

5. Kemampuan berbahasa dan komunikasi

  • Mengetahui tata bahasa yang sederhana.
  • Bernyanyi dan bercerita.
  • Menyebut nama lengkapnya.
  • Mengobrol menggunakan 5-6 kalimat.

6. Perkembangan sosial dan emosional

  • Bermain peran seperti ayah dan ibu.
  • Imajinasinya lebih kreatif saat bermain berpura-pura.
  • Lebih memilih bermain dengan temannya daripada bermain sendirian.
  • Bekerja sama dengan teman.
  • Terkadang tidak bisa membedakan yang nyata dan imajinasi.
  • Membicarakan minat dan kesukaannya.
  • Mengakali solusi untuk menyelesaikan masalah.
  • Memandang seseorang secara utuh, berkaitan dengan tubuh, pikiran, dan perasaan.
  • Melihat sesuatu yang asing sebagai hal yang mungkin mengerikan.

7. Hal yang harus dikhawatirkan pada perkembangan balita usia 4 tahun

Bila Anda menemui tanda-tanda berikut, bisa jadi ada masalah pada pertumbuhan dan perkembangan balita pada usia 4 tahun. Segera temui dokter anak bila melakukan hal berikut:

Bila Anda menemui tanda-tanda berikut, bisa jadi ada masalah pada pertumbuhan dan perkembangan balita pada usia 4 tahun.

Kemampuan kognitif:

  • Tidak minat pada permainan interaktif.
  • Tidak bisa menggambar lingkaran.
  • Tidak mengerti konsep “sama” dan “berbeda”.

Kemampuan bahasa dan komunikasi:

  • Tidak mampu membedakan aku dan kamu.
  • Berbicara tidak jelas.
  • Tidak bisa berbicara menggunakan lebih dari 3 kata sekaligus.

Kemampuan motorik kasar:

  • Tidak bisa melompat.
  • Tidak mampu melempar bola.
  • Tidak bisa mengayuh sepeda roda 3.

Kemampuan motorik halus

  • Tidak bisa mencoret-coret.
  • Kesulitan memegang pensil atau benda dengan ibu hari dan telunjuk.
  • Tidak bisa menyusun 4 balok mainan.

Kemampuan sosial emosional:

  • Tidak berminat saat bermain khayalan.
  • Tidak menghiraukan temannya atau orang lain selain keluarga.
  • Terlalu lekat dengan orang tuanya, bahkan menangis bila ditinggal.
  • Memukul-mukul di luar kendali saat kesal atau marah.
  • Tidak suka bermain dengan fantasi.
  • Menolak tidur, memakai pakaian, dan buang air di toilet.

Perkembangan balita usia 5 tahun

saat balita berusia 5 tahun, ia sudah bisa bermain dengan temannya dan ingin membuatnya senang.
saat balita berusia 5 tahun, ia sudah bisa bermain dengan temannya dan ingin membuatnya senang.

Ini adalah tahun terakhir pada fase perkembangan balita. Untuk itu, pastikan ada kemajuan tumbuh kembang balita 5 tahun yang ideal di bawah ini.

1. Pertumbuhan tubuh dan lingkar kepala balita 5 tahun

Pada laki-laki, berat badan ideal balita 5 tahun adalah 14,1-21,0 kg dan tinggi badannya sekitar 85-98 cm. Lingkar kepalanya berada di kisaran 50,7 cm.

Sementara itu, berat badan ideal balita perempuan usia 5 tahun adalah 13,7-21,2 kg, dengan tinggi badan sekitar 84-97 cm. Lingkar kepalanya pun mencapai sekitar 50 cm.

2. Perkembangan kognitif

  • Menghitung sampai 10 atau bahkan lebih.
  • Mengetahui tentang benda-benda yang biasa ditemukan di rumah, seperti uang dan makanan.
  • Mampu menyebut setidaknya 4 warna dengan tepat
  • Memahami konsep waktu lebih baik

3. Perkembangan motorik kasar

  • Lompat dan berdiri dengan 1 kaki selama 10 detik atau lebih
  • Jungkir balik
  • Bisa bermainan ayunan dan memanjat

4. Perkembangan motorik halus

  • Menggunakan garpu dan sendok.
  • Menggambar 6-10 bagian tubuh manusia.
  • Menulis beberapa angka atau huruf.
  • Meniru gambar segitiga dan bentuk bidang datar lainnya.
  • Buang air tanpa bantuan orang tua atau pengasuh

5. Kemampuan bahasa

  • Berbicara jelas.
  • Menggunakan kalimat lengkap saat bercerita.
  • Menyebutkan nama dan wilayah tempat tinggalnya.
  • Menggunakan 5 kata dalam satu kalimat.

6. Perkembangan sosial dan emosional

  • Ingin membuat teman senang dan mengikuti apa yang ia punya dan/atau lakukan.
  • Lebih patuh pada peraturan.
  • Suka bernyanyi, menari, akting.
  • Mengetahui perbedaan laki-laki dan perempuan.
  • Bisa membedakan yang nyata dan imajinasi.
  • Lebih menunjukkan kemandirian.
  • Terkadang mudah diatur, tetapi kerap menuntut.

7. Hal yang harus dikhawatirkan pada tumbuh kembang balita 5 tahun

Segera bawa buah hati Anda ke dokter bila menunjukkan tanda-tanda masalah perkembangan balita, seperti:

  • Tidak ekspresif atau justru ekstrem, seperti sedih berlebihan, terlalu takut, hingga agresif
  • Tidak bisa fokus pada satu aktivitas selama 5 menit
  • Menanggapi orang lain sekadarnya atau tidak sama sekali
  • Tidak mampu bermain beragam jenis permainan
  • Tidak bisa menceritakan pengalaman keseharian
  • Tidak bisa cuci tangan, sikat gigi, atau melepas pakaian tanpa bantuan
  • Tidak mampu menyebut nama lengkapnya.

Baca Juga

  • Ketahui Cara Menggosok Gigi yang Benar pada Anak SD
  • Anak Mengalami Kejang Otot pada Rahang? Waspadai Ciri-ciri Tetanus!
  • Terapi Bermain untuk Mengatasi Masalah Mental Anak

Tips mendukung perkembangan balita 1-5 tahun

Supaya tumbuh kembang balita menjadi lebih optimal, terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orangtua.

Berikut adalah tips mendukung perkembangan balita sesuai dengan usianya:

Balita 1-2 tahun

  • Bacakan buku pada anak setiap hari.
  • Minta anak untuk mencari benda atau menebak nama dari bagian tubuh.
  • Bermain mainan yang sederhana, seperti puzzle.
  • Mendukung anak untuk bereksplorasi dan mencoba hal baru.
  • Bantu anak untuk mengembangkan kemampuan bahasanya dengan terus berbincang kepadanya.
  • Ajarkan anak untuk menjadi mandiri dengan cara membiarkannya makan atau menggunakan celana dalam sendiri.

Balita 2-3 tahun

  • Sisihkan waktu khusus untuk membacakan buku kepada anak setiap hari.
  • Dukung dan pandu anak untuk mencoba pretend play atau bermain peran.
  • Bantu anak untuk mengeksplorasi sekelilingnya sambil didorong menggunakan stroller atau gendongan.
  • Dukung anak untuk bisa mengucapkan namanya sendiri atau memberi tahu usianya.
  • Berikan anak perhatian dan pujian ketika ia berhasil mengikuti perintah atau menunjukkan perilaku positif.
  • Ajari anak kemampuan untuk menunjukkan emosi secara positif.

Balita 3-4 tahun

  • Biarkan anak membuat keputusan kecil sendiri, seperti pakaian yang ingin dipakai atau makanan yang akan dimakan.
  • Berikan waktu pada anak untuk aktif bergerak dan bermain.
  • Biarkan anak belajar mengurus dirinya sendiri, seperti ke kamar mandi untuk buang air, sikat gigi, atau mengenakan pakaian.
  • Melatih kemampuan berhitung atau mengenal alfabet.
  • Bacakan buku kepada anak setiap hari.
  • Siapkan waktu khusus agar anak bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun, berikan intervensi jika perlu.
  • Coba aktivitas seperti menggambar atau memotong-motong kertas.
  • Sering berbicara pada anak, jawab pertanyaan yang keluar dari mulutnya, dan bantu mengekspresikan perasaannya.
  • Ajari anak untuk meminta maaf ketika menyakiti hati orang lain.

Pada fase ini, orangtua disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memberikan gawai (gadget) pada anak. Jika perlu, kosongkan kamar anak dari gawai dan batasi penggunaan gawai tidak lebih dari 1 jam per hari.

Balita 4-5 tahun

  • Izinkan anak untuk berlari-lari di sekitar rumah dan bermain. Bantu mereka ketika ingin bermain dengan objek-objek di taman, misalnya ayunan.
  • Biarkan anak memilih aktivitas yang akan dikerjakan bersama teman-temannya. Ajari ia untuk menyelesaikan masalah jika ada konflik pada persahabatan.
  • Jelaskan tentang kata-kata umum dan simbol yang ditemui di dalam buku atau sekelilingnya.
  • Ajak anak untuk menggambar, menulis huruf, dan berkarya dengan gunting, lem, dan sebagainya.
  • Berbincang dengan anak dan dengarkan mereka dengan seksama. Tanyakan kepadanya apa yang disukai dan tak disukai atau aktivitas apa yang dilakukan pada hari itu.
  • Bantu anak untuk mengontrol perasaannya, misalnya amarah.

Catatan dari SehatQ

Pertumbuhan dan perkembangan balita yang optimal akan bisa diketahui lebih lanjut bila Anda rutin memeriksakan ke dokter anak. Sebenarnya, beberapa tanda gangguan tumbuh kembang balita yang sebelumnya disebutkan merupakan tanda autisme.

Untuk itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun menyarankan melakukan skrining perkembangan rutin pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 30 bulan bila sekiranya menemukan ciri autisme, bisa segera mendapatkan penanganan cepat.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang perkembangan balita, konsultasikan ke dokter anak terdekat atau tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips parentingibu dan anakgejala autiskesehatan anakaktivitas anak prasekolahtumbuh kembang anakautisme

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved