Mengenal Gejala Perimenopause Sebelum Memasuki Masa Menopause


Perimenopause adalah masa menuju menopause yang umumnya dialami oleh wanita usia 30-40 tahun. Salah satu gejala perimenopause adalah siklus menstruasi yang tidak teratur.

(0)
Perimenopause adalah suatu kondisi yang umum dialami oleh wanita usia 30-40 tahunPerimenopause adalah masa menuju menopause dan umum dialami wanita berusia 30-40 tahunan
Perimenopause adalah suatu periode transisi yang dialami oleh semua kaum hawa saat akan memasuki masa berakhirnya menstruasi atau menopause. Masa peralihan ini dapat berlangsung selama 4-10 tahun sebelum periode menopause terjadi. Periode perimenopause dapat dimulai pada usia 30-40 tahun. Namun masa ini dapat pula muncul lebih awal. Umumnya, seorang wanita akan mengalami gejala-gejala tertentu yang mengindikasikan perimenopause. 

Gejala perimenopause yang perlu dicermati

Perimenopause adalah suatu fase yang dialami wanita ketika terjadi perubahan kadar hormon reproduksi dalam tubuhnya. Beberapa gejala perimenopause adalah sebagai berikut:

1. Siklus menstruasi yang tidak teratur

Gejala perimenopause adalah siklus haid yang tidak teratur
Siklus haid yang kacau bisa jadi tanda-tanda perimenopause
Menurut para ahli kesehatan, salah satu gejala perimenopause yang paling mudah terlihat adalah siklus menstruasi biasanya mengalami kekacauan. Pasalnya, tamu bulanan ini menjadi tidak teratur. Durasi haid juga dapat menjadi lebih lama maupun lebih pendek. Jika terjadi perubahan selama tujuh hari atau lebih pada siklus menstruasi, Anda mungkin mengalami perimenopause dini. Sementara, bila jumlah hari antarsiklus haid Anda melebihi 60 hari, Anda mungkin sedang mengalami tahap akhir perimenopause. Agar siklus haid menjadi lebih teratur, Anda bisa meminum pil KB dengan dosis rendah. Namun, selalu konsultasikan ke dokter kandungan dulu mengenai hal ini. 

2. Mengalami hot flash dan gangguan tidur

Salah satu tanda-tanda perimenopause adalah hot flash. Tidak semua wanita mengalami gejala hot flash yang sama. Intensitas, durasi, dan frekuensi hot flash bisa bervariasi.Serangan hot flash bisa membuat kaum hawa tiba-tiba banyak berkeringat selama 5-10 menit. Namun, ada juga sebagian wanita yang hanya merasa kepanasan dan tanpa mengeluarkan keringat.Apabila terjadi pada malam hari, gejala hot flash yang terasa akan membuat Anda berkeringat. Kondisi ini dikenal dengan istilah muncul keringat di malam hari. Tak jarang rasa panas tersebut memengaruhi kualitas tidur karena membangunkan Anda dari tidur. Untuk mengatasi hot flash, Anda dapat menerapkan latihan pernapasan dalam (deep breathing). Anda juga bisa menghindari berada di suhu panas serta tidak mengonsumsi makanan pedas dan minuman panas agar tidak mudah berkeringat. 

3. Vagina kering dan risiko infeksi saluran kemih

Vagina kering juga menjadi tanda-tanda perimenopause
Perimenopause disebabkan oleh penurunan produksi estrogen
Perimenopause adalah kondisi yang terjadi akibat penurunan produksi estrogen. Alhasil, produksi cairan pelumas dan kelenturan pada jaringan vagina Anda akan berkurang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan vagina terasa gatal dan pegal. Demikian pula dengan nyeri saat melakukan hubungan seksual.Selain itu, penurunan produksi estrogen juga dapat membuat kaum hawa lebih rentan untuk mengalami infeksi saluran kemih dan infeksi pada vagina. 

4. Penurunan gairah seks 

Selama mengalami tanda-tanda perimenopause, gairah seksual Anda akan mengalami penurunan. Kondisi ini dapat terjadi karena ketidakstabilan hormon estrogen dan progesteron, maupun vagina kering dan memicu sakit ketika melakukan hubungan seksual. Namun, tidak semua wanita mengalami penurunan gairah seks ketika perimenopause. Bagi para wanita yang memiliki kehidupan hubungan seksual yang memuaskan sebelum menopause dimulai, hasrat seks mereka mungkin saja tidak akan menurun secara drastis. 

5. Tingkat kesuburan yang menurun

Satu lagi yang menjadi gejala perimenopause adalah penurunan tingkat kesuburan. Hal ini dapat disebabkan oleh ketidakteraturan masa subur (ovulasi) Anda, sehingga membuat peluang kehamilan berkurang. Kendati demikian, bukan berarti Anda tidak bisa memiliki anak sama sekali. Selama Anda masih mengalami haid, sekalipun tidak teratur, sel telur masih bisa dibuahi sehingga Anda masih bisa berpeluang untuk hamil. 

6. Kehilangan kepadatan tulang

Penurunan produksi hormon estrogen membuat Anda lebih cepat mengalami kehilangan massa tulang. Inilah yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis pada wanita.Untuk mencegah kondisi kerapuhan tulang tersebut, perbanyak konsumsi kalsium dan vitamin D. Pastikan pula Anda berolahraga selama 30 menit setiap hari. 

7. Perubahan suasana hati (mood swing)

Berikutnya, tanda-tanda perimenopause adalah mengalami perubahan suasana hati (mood swing)Mood swing ini muncul akibat ketidakstabilan hormon, dan bisa saja meningkatkan risiko terjadinya depresi. 

Penyebab dan faktor risiko perimenopause

Perimenopause adalah waktu transisi yang menandakan seorang wanita akan mengalami fase menopause. Seiring bertambahnya usia seorang wanita, indung telur (ovarium) akan memproduksi lebih sedikit estrogen secara bertahap. Selama 1-2 tahun terakhir perimenopause, produksi estrogen akan menurun secara drastis. Ketika kadar hormon estrogen dan progesteron menurun di dalam tubuh, maka tanda-tanda perimenopause dapat terjadi.Perimenopause adalah fase normal yang dialami oleh setiap wanita. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang dapat menjadi penyebab perimenopause terjadi lebih cepat. Berikut adalah faktor risiko yang menyebabkan perimenopause dapat muncul lebih dini, yakni:

1. Kebiasaan merokok

Salah satu faktor risiko yang menjadi penyebab perimenopause muncul lebih cepat adalah kebiasaan merokok. Wanita yang memiliki kebiasaan merokok bisa mengalami menopause 1-2 tahun lebih awal dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. 

2. Faktor keturunan

Perimenopause dapat terjadi lebih cepat karena faktor keturunan. Jika ibu atau saudara perempuan kandung Anda mengalami menopause dini, maka anda lebih berisiko mengalami kondisi serupa. 

3. Pengobatan kanker

Pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau terapi radiasi pada area panggul, dapat menyebabkan menopause dini. 

4. Histerektomi

Histerektomi atau operasi pengangkatan rahim dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami menopause lebih cepat. Terlebih apabila ada salah satu ovarium yang ikut diangkat. Akibatnya, ovarium yang tersisa akan bekerja lebih lamban. 

Cara meringankan gejala perimenopause

Perimenopause adalah suatu kondisi yang tidak dapat dihindari oleh setiap wanita. Namun, Anda dapat meringankan tanda-tanda perimenopause yang dialami, seperti:

1. Terapi hormon

Salah satu cara meringankan tanda-tanda perimenopause adalah dengan terapi hormon estrogen. Terapi hormon estrogen tersedia dalam bentuk pil, obat tempel di kulit, serta gel atau krim. Terapi hormon estrogen dapat meredakan gejala perimenopause berupa hot flashes dan berkeringat di malam hari. Tergantung pada riwayat kesehatan dan anggota keluarga Anda, dokter mungkin akan memberikan obat hormon estrogen dalam dosis yang paling rendah untuk meringankan gejala.

2. Obat estrogen vaginal

Cara meringankan tanda-tanda perimenopause berupa vagina kering adalah dengan penggunaan hormon estrogen berbentuk tablet, cincin, atau krim vagina, yang dimasukkan langsung ke dalam vagina.Estrogen vaginal dapat meredakan vagina kering, rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual, dan gangguan saat buang air kecil. 

3. Obat antidepresan

Bagi beberapa wanita yang tidak dapat menggunakan obat hormon estrogen karena kondisi kesehatan tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan. Beberapa obat antidepresan golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors) dapat mengurangi tanda-tanda perimenopause berupa hot flashes.

4. Gabapentin

Gabapentin biasanya digunakan untuk mengobati kejang. Namun, jenis obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi gejala hot flashBagi beberapa wanita yang kerap mengalami migrain dan tidak dapat menggunakan obat hormon estrogen karena kondisi kesehatan tertentu, dokter mungkin akan meresepkan gabapentin.

Kapan harus ke dokter?

Gejala perimenopause adalah siklus haid yang tidak teratur. Ini merupakan hal yang normal dan umum terjadi pada wanita. Karena itu, Anda tidak perlu khawatir. Meski demikian, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi-kondisi di bawah ini:
  • Durasi haid yang lama, misalnya melebihi tujuh hari.
  • Volume darah menstruasi yang sangat banyak. Akibatnya, Anda harus sering mengganti pembalut tiap 1-2 jam sekali.
  • Perdarahan dari vagina yang terjadi di luar siklus haid. 
  • Siklus menstruasi yang kurang dari 21 hari.
Kondisi-kondisi tersebut mungkin saja menandakan gangguan pada sistem reproduksi Anda. Dengan menemui dokter, Anda akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Catatan dari SehatQ

Meski perimenopause adalah transisi yang berujung pada menopause, dibutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum Anda sepenuhnya mengalami menopause. Gejala perimenopause dan menopause yang cenderung mirip pun bisa saja membuat kaum hawa tidak menyadari masa peralihan ini.Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut seputar perimenopause, Anda bisa konsultasi langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQCaranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
siklus haidmenopauselansiahaidmenstruasiinfeksi saluran kemihvagina gatal
WebMD. https://www.webmd.com/menopause/guide/guide-perimenopause#1
Diakses pada 31 Oktober 2019
WebMD. https://www.webmd.com/menopause/ss/slideshow-signs-perimenopause
Diakses pada 31 Oktober 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/perimenopause/symptoms-causes/syc-20354666
Diakses pada 31 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/menopause/difference-perimenopause#timelines
Diakses pada 31 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait