Memahami Perilaku Prososial dan Manfaatnya dalam Hidup Sehari-Hari


Perilaku prososial adalah perilaku yang bertujuan untuk membantu orang lain. Beragam manfaatnya, mulai dari meningkatkan suasana hati, meredakan stres, hingga mengurangi risiko depresi.

0,0
Perilaku prososial adalah perilaku yang bertujuan untuk membantu orang lainPerilaku prososial dapat muncul dalam diri seseorang karena memang diajarkan sejak kecil
Manusia adalah makhluk sosial, maka dari itu hampir semua orang mempunyai naluri untuk saling membantu sesama. Dalam dunia psikologi, tindakan membantu orang lain tergolong sebagai perilaku prososial.Perilaku prososial penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya baik secara sosial, menerapkan perilaku ini dalam hidup bisa memberi dampak positif terhadap kesehatan mental Anda.

Apa itu perilaku prososial?

Perilaku prososial adalah perilaku yang memiliki tujuan untuk membantu orang lain. Merupakan kebalikan dari antisosial, perilaku ini ditandai dengan kepedulian terhadap hak, perasaan, serta kesejahteraan orang lain.Beberapa contoh perilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari, meliputi:
  • Berdonasi untuk anak yatim piatu
  • Menghibur orang yang sedang bersedih
  • Membantu orang yang sedang kesusahan
  • Berbagi dengan orang yang kurang mampu
  • Ikut serta dalam kegiatan sosial secara sukarela
  • Bekerja sama untuk meringankan beban orang lain

Penyebab perilaku prososial

Para peneliti berusaha memahami mengapa orang terlibat dalam perilaku prososial. Bahkan, ada beberapa individu yang sampai rela mengorbankan nyawa untuk orang lain, meski tidak saling mengenal satu sama lain.Hasilnya, berikut ini beberapa faktor yang menjadi pemicu seseorang terlibat dalam perilaku membantu orang lain:
  • Empati

Empati merupakan salah satu faktor yang membuat seseorang menunjukkan perilaku prososial. Orang biasanya tergerak untuk membantu orang lain karena mencoba untuk menempatkan diri di posisi mereka.
  • Tujuan tertentu

Perilaku prososial bisa ditunjukkan dengan maksud tertentu. Sebagai contoh, Anda akan selalu menyempatkan diri untuk membantu orang yang disukai karena ingin memperoleh perhatiannya. Selain itu, rasa suka juga akan membuat Anda jadi sangat peduli dengan kebahagiaan orang tersebut.
  • Perilaku timbal-balik

Beberapa orang percaya bahwa dengan melakukan kebaikan akan membuat mereka mendapatkan timbal balik serupa. Hal tersebut yang kemudian mendorong mereka untuk berperilaku prososial.
  • Diajarkan sejak kecil

Perilaku prososial dapat muncul dalam diri seseorang karena memang diajarkan sejak kecil. Ketika orangtua telah menanamkan ilmu untuk bertindak baik, saling membantu, dan berbagi sejak masih anak-anak, kebiasaan tersebut umumnya akan ikut terbawa hingga dewasa.

Jenis-jenis perilaku prososial

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa perilaku prososial terbagi ke dalam tiga jenis yang berbeda. Perbedaan jenis tersebut dapat dilihat berdasarkan dari tujuan mereka membantu orang lain. Ketiga jenis tersebut, antara lain:
  • Proaktif: tindakan membantu orang lain yang bertujuan untuk menguntungkan diri sendiri
  • Reaktif: tindakan membantu orang lain yang dilakukan untuk menanggapi kebutuhan individu
  • Altruistik: tindakan membantu orang lain tanpa mengharapkan keuntungan pribadi apa pun

Manfaat menerapkan perilaku prososial dalam hidup sehari-hari

Dengan bertindak prososial, tentu akan membuat orang yang Anda tolong menjadi merasa terbantu. Di sisi lain, tindakan ini ternyata juga memberikan manfaat untuk Anda sendiri, di antaranya:
  • Meningkatkan suasana hati

Penelitian berjudul “Prosocial Behavior Mitigates the Negative Effects of Stress in Everyday Life” mengatakan, suasana hati orang cenderung meningkat setelah terlibat dalam perilaku prososial. Tak hanya itu, mereka disebut lebih jarang mengalami suasana hati yang negatif. 
  • Meredakan stres

Membantu orang lain ternyata dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meredakan stres. Penelitian serupa menyebutkan bahwa berperilaku prososial membantu mengurangi efek negatif yang ditimbulkan stres.
  • Mengurangi risiko depresi

Terlibat dalam perilaku prososial bisa memberikan dukungan sosial, tak hanya yang dibantu melainkan juga bagi penolongnya. Dukungan sosial sangatlah penting untuk melewati masa sulit. Adanya dukungan sosial diketahui membantu mengurangi risiko mengalami kesepian, penggunaan alkohol, dan depresi.

Cara menanamkan perilaku prososial dalam diri

Perilaku prososial sangat penting dan bermanfaat dalam menjalani hidup. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya menanamkan perilaku ini dalam diri. Kunci utama untuk menerapkannya, antara lain:
  1. Perhatikan apa yang sedang terjadi
  2. Menafsirkan peristiwa sebagai keadaan darurat
  3. Rasakan adanya tanggung jawab untuk membantu
  4. Percaya bahwa Anda memiliki kemampuan untuk membantu
  5. Buat pilihan secara sadar, kemudian tawarkan bantuan ke orang yang membutuhkan

Catatan dari SehatQ

Perilaku prososial adalah perilaku yang memiliki tujuan untuk membantu orang lain. Beragam manfaat bisa Anda peroleh dari membantu orang lain, mulai dari meningkatnya suasana hati, meredakan stres, hingga mengurangi risiko depresi. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
menjalin hubungan
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-prosocial-behavior-2795479
Diakses pada 11 Oktober 2021
Positive Psychology. https://positivepsychology.com/prosocial-behavior/
Diakses pada 11 Oktober 2021
Sage Journals. https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/2167702615611073
Diakses pada 11 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait