Perilaku Nymphomaniac Membahayakan Penderitanya, Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

(0)
27 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penderita nymphomaniac dapat kesulitan menahan keinginan melakukan seksGangguan nymphomaniac bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya
Nymphomaniac adalah kondisi gangguan mental yang ditandai dengan perilaku seksual kompulsif. Perilaku kompulsif merupakan tindakan yang tidak diinginkan atau tidak dapat ditahan, dan dilakukan berulang kali tanpa mendapatkan kesenangan darinya.Perilaku nymphomaniac tidak dapat dikendalikan dan mendorong penderitanya melakukan perilaku seksual berisiko seperti seks bebas. Seseorang dengan gangguan nypmhomaniac juga secara khusus memiliki dorongan untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang berbeda-beda.

Penyebab dan gejala nymphomaniac

Nymphomaniac dapat dialami oleh seluruh orang dewasa. Namun, gangguan ini diperkirakan lebih banyak terjadi pada wanita dan pria homoseksual.Hingga saat ini, penyebab nymphomaniac belum diketahui. Sebagaimana gangguan mental lainnya, nyphomaniac juga melibatkan kondisi ketidakseimbangan mental dan emosional yang rumit. Kondisi ini kemungkinan dapat muncul sebagai akibat dari:
  • Lingkungan
  • Keturunan
  • Peristiwa yang pernah dialami dalam kehidupan
  • Ketidakseimbangan kimiawi di otak.
Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh gangguan otak, baik karena cedera, penyakit, atau kejadian lainnya. Hal ini diakibatkan oleh perubahan fokus pada otak sehingga mengubah fokus dalam perilaku dan kepribadian seseorang sesuai kerusakan saraf yang terjadi.Ada sejumlah faktor yang berpotensi meningkatkan risiko nymphomaniac, di antaranya:
  • Berjenis kelamin wanita
  • Homoseksual
  • Berusia di bawah 30 tahun
  • Sempat mengalami peristiwa traumatis
  • Stres atau mengalami tekanan batin
  • Memiliki riwayat penyakit mental
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit mental.
Saat mengalami gangguan nymphomaniac, penderitanya dapat merasakan gejalanya setiap hari atau sesekali. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan perilaku gangguan mental ini. Gejala nymphomaniac umumnya mencakup:
  • Perilaku seksual kompulsif yang berisiko
  • Pikiran berulang yang tidak diinginkan (obsesi) untuk melakukan hubungan seksual
  • Perilaku berulang yang tidak terkendali (kompulsif)
  • Perasaan bersalah
  • Perasaan malu atau merasa kurang
  • Kesulitan berkonsentrasi.
Nymphomaniac juga dapat menunjukkan gejala yang membahayakan dan mengancam jiwa. Khususnya, jika kondisi ini disertai dengan masalah kejiwaan lainnya. Gejala tersebut dapat menyebabkan tindakan yang membahayakan bagi diri sendiri atau orang lain, termasuk perilaku mengancam, bertindak tidak rasional, atau adanya pikiran (keinginan) bunuh diri.Selain itu, penderita nymphomaniac mungkin mengalami ketidakmampuan untuk merawat diri sendiri akibat perilaku kompulsif yang dialaminya. Jika hal tersebut sampai terjadi, maka diperlukan pertolongan ahli secepatnya.

Cara menangani nymphomaniac

Perilaku seksual kompulsif seperti nymphomaniac merupakan penyakit nyata dan serius. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya memiliki risiko lebih tinggi terpapar penyakit menular seksual yang berbahaya.Akan tetapi, hingga saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan nymphomaniac. Beberapa jenis perawatan mungkin dapat dilakukan untuk mengendalikan kondisi ini supaya tidak mengganggu berbagai aspek kehidupan individu yang mengalaminya.

1. Perawatan mandiri

Kondisi nymphomaniac umumnya memerlukan perawatan ahli untuk mengendalikannya. Selain melalui perawatan medis, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan h untuk membantu mengendalikan perilaku nymphomaniac.
  • Menjaga pola hidup sehat dengan diet seimbang, rajin berolahraga, dan cukup beristirahat
  • Meningkatkan aktivitas sosial
  • Cukup tidur dan beristirahat
  • Berpartisipasi dalam kelompok pendukung
  • Mendekatkan hubungan dengan teman dan keluarga untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan.

2. Perawatan medis

Perawatan medis atau profesional yang diberikan untuk penderita nymphomaniac umumnya sama dengan perawatan bagi gangguan perilaku kompulsif lainnya. Perawatan untuk nymphomaniac dapat melibatkan psikoterapi dan pengobatan.
  • Beberapa bentuk terapi yang dapat diberikan meliputi terapi perilaku kognitif (untuk membantu penderita nymphomaniac mengatasi pemicunya), terapi keluarga atau sosial, dan terapi bicara (konseling).
  • Pengobatan yang dapat diberikan mencakup antidepresan, anticemas, atau obat antipsikotik.
Penderita nymphomaniac mungkin memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi penyakit menular seksual. Jika hal ini terjadi, maka pengobatan untuk berbagai penyakit tersebut juga harus diberikan.Demikian juga jika kondisi nymphomaniac disertai dengan gangguan mental lainnya. Beberapa jenis perawatan dan pengobatan mungkin harus dikombinasikan sekaligus.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan mental, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
masalah seksualgangguan mental
Slate. https://slate.com/technology/2011/03/nymphomania-and-the-brain.html
Diakses 14 Februari 2021
Health Grade. https://www.healthgrades.com/right-care/mental-health-and-behavior/nymphomania
Diakses 14 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait