Teether bayi umumnya terbuat dari karet atau silikon agar mudah digigit bayi
Teether bayi adalah mainan yang bisa digigit saat giginya baru tumbuh

Ketika gigi susu bayi mulai tumbuh, ia biasanya senang memasukkan mainan atau benda-benda di sekitar ke dalam mulutnya. Ini merupakan cara si Kecil mengalihkan rasa gatal dan nyeri akibat tumbuh gigi.

Kebanyakan ibu akan membelikan teether bayi agar si Kecil dapat menggigitnya dengan aman. Gigitan bayi ini juga dianggap dapat merangsang pertumbuhan gigi bayi. Namun, benarkah jika teether bayi aman digunakan?

Amankah menggunakan teether bayi?

Tumbuh gigi pada bayi merupakan salah satu perkembangan yang sangat dinantikan oleh orangtua. Ketika bayi tumbuh gigi, produksi air liurnya meningkat sehingga bayi sering mengeluarkan air liur. Tidak mengherankan lagi jika Anda melihat alas tidur atau bantal basah dengan air liur mereka.

Untuk menunjang pertumbuhan gigi bayi, biasanya orangtua akan memberi teether bayi. Teether bayi adalah mainan yang bisa digigit-gigit oleh bayi saat giginya mulai tumbuh. Menggigit-gigit teether dapat membuat bayi merasa nyaman karena gusi yang sedang mengalami pertumbuhan gigi akan terasa lebih baik ketika diberi tekanan ringan.

Teether bayi terbuat dari karet, silikon, atau plastik yang tersedia dalam berbagai warna, bentuk, dan ukuran. Namun, umumnya berbentuk bulat seperti donat sehingga mudah dipegang atau digenggam sebelum dimasukkan bayi ke dalam mulutnya.

Meski kebanyakan teether bayi diberi label bebas BPA atau tidak beracun, namun penelitian menunjukkan bahwa sebagian alat gigit tersebut mengandung BPA dan bahan kimia lain yang mengganggu endokrin. Keberadaan bahan kimia ini berpotensi membahayakan karena bayi kemungkinan mengisapnya saat menggigit teether.

Sebuah studi pada binatang menunjukkan bahwa endokrin yang terganggu dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan, reproduksi, dan neurologis. Oleh sebab itu, sangat penting bagi orangtua untuk memerhatikan label kemasan, serta memastikan bahwa teether bayi tidak terbuat dari bahan beracun sehingga aman digunakan.

Tips membeli teether bayi

Sebelum membeli teether bayi, ada baiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal berikut demi keselamatan si Kecil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli teether bayi, yaitu:

  • Ukuran teether

Teether yang berukuran terlalu kecil atau besar dapat membahayakan keselamatan bayi karena berpotensi membuat mereka tersedak atau muntah. Oleh sebab itu, pilihlah teether berukuran pas yang dapat dipegang oleh bayi Anda dan dimasukkan ke dalam mulutnya dengan aman.

  • Bahan teether

Pilihlah teether bayi yang terbuat dari karet atau silikon agar tak terlalu keras untuk bayi. Teether yang berisikan gel dengan bintik-bintik kecil akan memudahkan bayi untuk mengigitnya.

Akan tetapi, seiring bertambahnya usia bayi, Anda dapat memberi teether dari bahan yang lebih padat untuk menguatkan gigi bayi.

  • Label teether

Hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika membeli teether adalah labelnya. Perhatikan label teether terutama mengenai keamanan dan bahan yang digunakan.

Pilihlah teether bayi yang bebas dari BPA, pewarna buatan, dan phthalate (zat kimia yang dapat cepat menyerap ke dalam tubuh). Anda dapat mencari referensi mengenai bahan dalam teether di internet, atau bertanya langsung pada penjaga toko untuk memastikan keamanannya.

  • Kondisi teether

Pastikan Anda memilih teether bayi yang baru karena teether bekas bisa mengandung banyak bakteri, atau tak memiliki standar keamanan yang cukup.

Teether yang baru umumnya lebih aman, serta kemungkinan bayi terpapar bahan kimia yang berbahaya pun lebih kecil karena standar keamanan mainan seringkali ditingkatkan.

Anda dapat membeli teether bayi di toko mainan atau toko perlengkapan bayi. Dengan mendapatkan teether bayi yang cocok dan aman, Anda tidak perlu terlalu khawatir lagi. Akan tetapi, selalu awasi ketika si Kecil menggunakan teether untuk menghindari kemungkinan bahaya pada mereka.

Jangan lupa untuk membersihkan teether secara rutin supaya mengurangi penyebaran kuman, terutama jika ada bayi lain di rumah yang mungkin juga memasukan teether tersebut ke dalam mulutnya. Cucilah teether secara teratur menggunakan sabun bayi dan air bersih.

Ketika teether jatuh ke lantai, bersihkan menggunakan tisu pembersih agar kebersihannya tetap terjaga. Jangan menjadikan benda atau mainan lain sebagai teether, terutama yang memiliki komponen-komponen kecil, karena bisa terlepas sehingga membuat bayi tersedak. Sebagai orangtua, sudah menjadi kewajiban Anda untuk selalu menjaga keselamatan bayi.

Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/news/20161207/just-how-safe-is-that-baby-teether
Diakses pada 04 November 2019

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/why-do-babies-like-teethers-3255327
Diakses pada 04 November 2019

Artikel Terkait