Perdarahan Uterus Abnormal, Perdarahan Vagina yang Tak Boleh Diabaikan

(0)
Perdarahan uterus abnormal adalah kondisi yang menyebabkan perdarahan vagina saat Anda sedang tidak menstruasi atau haidGejala umum perdarahan uterus abnormal adalah perdarahan yang muncul di saat Anda sedang tidak mengalami menstruasi
Menstruasi atau haid adalah siklus rutin yang dialami oleh kaum hawa setiap bulan. Namun, jika darah menstruasi keluar berlebihan dan periode menstruasi berlangsung lebih lama, maka ini perlu diperhatikan. Sebab, kondisi ini bisa jadi indikasi perdarahan uterus abnormal. Apakah itu?

Apa itu perdarahan uterus abnormal?

Perdarahan uterus abnormal/PUA (abnormal uterine bleeding) adalah kondisi yang menyebabkan perdarahan vagina saat Anda sedang tidak menstruasi atau haid. Kondisi ini juga mungkin terjadi ketika Anda mengalami perdarahan berlebih dan periode menstruasi berlangsung lama.Normalnya, periode menstruasi berlangsung selama 2-7 hari dan perdarahan vagina terjadi selama 21-35 hari. Siklus normal haid dipicu oleh sinyal dari hormon.Namun, ketika frekuensi dan jumlah perdarahan vagina berbeda secara signifikan dari jumlah hari yang disebutkan di atas, seperti terlalu ringan atau terlalu berat, maka bisa jadi Anda mengalami perdarahan uterus abnormal. Hal ini menandakan bahwa ada sinyal hormon siklus haid yang mengalami gangguan.

Apa saja tanda-tanda dan gejala perdarahan uterus abnormal?

Gejala umum perdarahan uterus abnormal adalah perdarahan yang muncul di saat Anda sedang tidak mengalami menstruasi. Namun, perdarahan ini juga bisa terjadi saat Anda haid. Pada kasus tersebut, Anda mungkin mengalami:
  • Perdarahan menstruasi yang sangat deras
  • Darah menggumpal atau ada gumpalan besar yang keluar dari vagina
  • Perdarahan lebih dari 7 hari
  • Perdarahan yang terjadi kurang dari 21 hari sejak menstruasi terakhir Anda
  • Flek atau bercak darah
Gejala lain yang mungkin muncul bersamaan dengan perdarahan uterus abnormal adalah:
  • Payudara terasa sensitif dan lunak
  • Perut begah atau kembung
  • Nyeri pinggul

Penyebab perdarahan uterus abnomal yang patut diwaspadai

Perdarahan uterus abnormal dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab perdarahan uterus abnomal yang paling utama adalah ketidakseimbangan hormon reproduksi. Ketidakseimbangan hormon mungkin terjadi pada perempuan yang sedang mengalami masa puber dan menopause.Namun, perdarahan uterus abnormal juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi medis tertentu, seperti:
  • Sindrom polikistik ovarium (PCOS). PCOS adalah gangguan endokrin yang mengganggu produksi hormon seks. Akibatnya, hormon estrogen dan progesteron jadi tidak seimbang dan siklus menstruasi tidak teratur.
  • Endometriosis. Kondisi ini terjadi saat jaringan rahim tumbuh di luar uterus, seperti pada ovarium atau di organ lainnya. Endometriosis seringkali menyebabkan perdarahan menstruasi yang sangat deras.
  • Polip rahim. Polip dapat muncul di rahim. Meski penyebabnya tak dapat diketahui secara pasti, pertumbuhan polip rahim sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Pembuluh darah kecil pada polip bisa menyebabkan perdarahan uterus abnormal, termasuk muncul flek darah di luar periode menstruasi.
  • Fibroid rahim. Fibroid rahim adalah pertumbuhan tumor jinak pada rahim. Sama seperti polip, penyebab fibroid rahim belum dapat diketahui. Tetapi, lagi-lagi hormon estrogen diyakini menyebabkan kondisi perdarahan uterus abnormal.
  • Penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual yang menyebabkan peradangan, seperti gonore dan klamidia, bisa menyebabkan perdarahan uterus abnormal. Perdarahannya biasa terjadi setelah berhubungan seks.
Selain itu, perdarahan uterus abnormal juga bisa disebabkan oleh efek samping penggunaan obat-obatan tertentu. Misalnya, pil KB, obat hormon, dan warfarin (obat pengencer darah).

Bagaimana cara mendiagnosis perdarahan uterus abnormal?

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan atau siklus menstruasi Anda. Hal ini bertujuan untuk membantu dokter memprediksi gangguan reproduksi, seperti PCOS atau endometriosis.Jika Anda mengonsumsi obat-obatan, seperti pil KB, sebaiknya sampaikan kepada dokter Anda karena jenis obat ini dapat memengaruhi kondisi Anda. Kemudian, dokter mungkin akan melakukan beberapa prosedur medis, di antaranya:

1. Ultrasound (USG)

Dokter Anda mungkin meminta Anda untuk melakukan USG guna mengamati organ reproduksi Anda. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah ada pertumbuhan abnormal, seperti polip dan fibroid. USG juga dapat memeriksa apakah ada perdarahan atau tidak.

2. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk memeriksa kadar hormon dan hitung darah lengkap. Kadar hormon Anda bisa membantu menentukan penyebab perdarahan. Jika Anda mengalami perdarahan yang deras dan berkepanjangan, pemeriksaan darah lengkap Anda bisa menentukan apakah sel darah merah Anda terlalu rendah atau tidak.

3. Biopsi endometrium

Jika ada pertumbuhan abnormal, dinding rahim Anda akan menebal. Dokter Anda akan mengambil sampel jaringan rahim untuk pemeriksaan.Biopsi akan menunjukkan apabila ada perubahan sel yang tidak wajar. Perubahan sel yang tidak wajar bisa menandakan hormon tidak seimbang, kanker, dan lain-lain.

Apakah perdarahan uterus abnormal dapat diobati?

Kabar baiknya, perdarahan uterus abnormal dapat diobati. Jika perdarahan uterus abnormal disebabkan oleh masa puber, dokter tidak akan merekomendasikan pengobatan apa pun. Ini karena dokter akan memantau apakah nantinya kadar hormon Anda akan seimbang lagi atau tidak.Namun, pengobatan terbaik sebenarnya tergantung pada penyebab perdarahan uterus abnormal, usia Anda, serta kemungkinan Anda ingin memiliki momongan di masa depan atau tidak.Pengobatan perdarahan uterus abnormal yang paling umum dan sederhana adalah kombinasi pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron. Keduanya berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi Anda.Jika perdarahannya terlalu deras dan Anda tidak bisa menjalani pengobatan dengan pil KB, Anda mungkin diberikan infus estrogen sampai perdarahannya mereda. Hal ini biasanya dilanjutkan dengan pemberian progestin untuk menyeimbangkan hormon.Bila Anda sedang berusaha hamil dan tidak mengalami perdarahan yang terlalu berlebihan, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk merangsang ovulasi, yaitu clomiphene atau clomid. Merangsang ovulasi dapat menghentikan perdarahan menstruasi yang berkepanjangan.Perdarahan menstruasi yang berlebihan dan berkepanjangan disertai dengan dinding rahim menebal dapat diatasi dengan prosedur dilatasi dan kuret. Tindakan ini dapat dilakukan dengan cara mengangkat atau menguret sebagian dinding rahim.Jika sel-sel rahim Anda tidak normal, Anda mungkin akan diminta untuk melakukan biopsi tambahan setelah pengobatan. Tergantung pada hasilnya, apabila misalnya sel-sel tersebut adalah sel kanker, Anda mungkin dianjurkan untuk menjalani histerektomi atau terapi kanker lainnya.Histerektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat rahim. Akan tetapi, biasanya ini menjadi pilihan terakhir yang diberikan oleh dokter. 

Kapan harus periksa ke dokter?

Anda harus periksa ke dokter apabila mengalami gejala perdarahan uterus abnormal atau disertai dengan tanda-tanda serius, seperti:
  • Pusing
  • Pingsan
  • Merasa lemas
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung meningkat
  • Kulit pucat
  • Nyeri
  • Keluar gumpalan darah yang besar
  • Harus ganti pembalut setiap jam karena banyaknya darah yang keluar
Akan tetapi, jika Anda mengalami gejala apa pun yang berkaitan dengan perdarahan uterus abnormal, segera periksakan diri ke dokter. Sebab, tubuh setiap orang berbeda sehingga Anda perlu berkonsultasi pada ahlinya untuk mendapatkan penanganan terbaik.
perdarahan
Healthline. https://www.healthline.com/health/dysfunctional-uterine-bleeding-dub#medications
Diakses pada 15 Mei 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15428-uterine-bleeding-abnormal-uterine-bleeding
Diakses pada 15 Mei 2020
American Society for Reproductive Medicine. https://www.asrm.org/topics/topics-index/abnormal-uterine-bleeding/
Diakses pada 15 Mei 2020
Health Harvard Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/dysfunctional-uterine-bleeding-a-to-z

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/abnormal-uterine-bleeding/
Diakses pada 15 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait