Bumil Wajib Tahu, Inilah 6 Tanda yang Membedakan Hamil Anggur dengan Hamil Normal

Ibu hamil yang mengalami kasus anggur biasanya tidak tahu bahwa janin yang dikandungnya gagal tumbuh
Ada perbedaan tanda-tanda pada hamil anggur dan hamil normal

Pada kasus hamil anggur, ibu hamil biasanya tidak tahu bahwa janin yang dikandungnya gagal tumbuh. Di dalam rahimnya hanya terdapat kumpulan kista berbentuk gumpalan air berwarna putih seperti anggur. Kasus ini pernah menimpa Chua ‘Kotak’, salah satu musisi tanah air, pada tahun 2015 silam, di mana ia baru menyadari dirinya mengalami hamil anggur setelah melakukan USG di usia kandungan 3 bulan

Hamil anggur memang seringkali tidak disadari karena memiliki tanda-tanda wanita hamil yang sama dengan kehamilan normal. Lantas, bagaimana seseorang dapat membedakan hamil anggur dengan kehamilan sebenarnya?

Membedakan tanda-tanda wanita hamil anggur dengan hamil normal

Hamil anggur dapat menunjukkan tanda-tanda yang berbeda dibandingkan dengan kehamilan normal. Tanda-tanda wanita hamil tersebut meliputi:

1. Tidak ada gerakan janin atau detak jantung yang terdeteksi

Pada kehamilan normal, ibu dapat melihat gerakan janin atau mendengar suara detak jantung janin ketika melakukan USG. Akan tetapi, jika tak ada suara detak jantung yang terdeteksi atau tidak ada pergerakan janin, maka kemungkinan ibu menderita hamil anggur. Meski demikian, hal ini tidak selalu menjadi tanda dari hamil anggur sehingga ibu hamil perlu memastikannya secara lebih lanjut kepada dokter.

2. Perdarahan vagina yang mengandung kumpulan kista seperti anggur

Kondisi ini merupakan salah satu tanda yang membedakan hamil anggur dengan hamil normal. Perdarahan yang terjadi pada hamil anggur bisa berwarna coklat atau merah terang, dan terjadi selama trimester pertama.

Selain itu, perdarahan ini dapat disertai dengan keluarnya kumpulan kista yang berbentuk seperti anggur. Akan tetapi, pada hamil normal, ibu hamil trimester pertama hanya akan mengalami perdarahan ringan berupa bercak selama kurang lebih dua hari. Bercak perdarahan tersebut merupakan hal yang normal jika tidak ditandai dengan nyeri perut hebat.

3. Mual dan muntah yang lebih sering dan parah

Mual dan muntah pada kehamilan normal merupakan kondisi yang sering terjadi. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja pada pagi, siang, sore, ataupun malam hari. Mual dan muntah yang terjadi biasanya ringan dan tidak akan meningkatkan risiko masalah apa pun pada bayi.

Lain halnya dengan hamil anggur, mual dan muntah pada hamil anggur terjadi lebih sering dan lebih parah. Hal ini tentunya akan membuat ibu kelelahan dan kehilangan banyak cairan. Jika ibu mengalami dehidrasi akibat terlalu banyak muntah, maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan dirinya.

4. Pembesaran perut yang tidak biasa

Pada hamil anggur, perut dan rahim lebih cepat membesar dibandingkan dengan hamil normal. Kondisi ini biasanya tidak terlihat pada awal kehamilan dan lebih sering terjadi pada trimester kedua. Pembesaran perut yang tidak biasa ini banyak terjadi pada hamil anggur lengkap, sementara pada hamil anggur parsial jarang terjadi. Jika ibu merasa adanya pembesaran perut yang tidak biasa, sebaiknya segera lakukan USG untuk memastikannya.

5. Preeklampsia dini

Preeklampsia pada kehamilan normal biasanya terjadi di trimester tiga kehamilan. Akan tetapi, jika terjadi lebih awal, seperti di trimester pertama atau kedua, maka kondisi tersebut bisa menandakan ibu mengalami hamil anggur. Preeklampsia dapat menyebabkan ibu mengalami tekanan darah tinggi, tangan atau kaki bengkak, terlalu banyak protein dalam urine, dan sakit kepala. Jika ibu mengalami kondisi tersebut di awal kehamilan, maka ia harus waspada dan segera memeriksakannya ke dokter.

6. Hipertiroidisme atau tiroid terlalu aktif

Ketika hamil, terjadi peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) pada tubuh. Namun, peningkatan hormon hCG yang terlalu tinggi pada hamil anggur bisa menyebabkan kelenjar tiroid ibu menjadi terlalu aktif. Hal ini dapat mengakibatkan kulit menjadi hangat, berkeringat, gemetaran, dan jantung berdetak cepat. Sementara itu, pada kehamilan normal, bukan hanya hipertiroidisme yang dapat terjadi, tapi juga hipotiroidisme (kurangnya hormon tiroid).

[[artikel-terkait]]

Bagaimana cara lain mengetahui hamil anggur?

Selain melihat tanda-tanda wanita hamil tersebut, untuk memastikan ibu mengalami hamil anggur atau tidak, tentunya mereka harus segera melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sedini dan serutin mungkin untuk menghindari risiko tertentu jika memang ia terbukti mengalami hamil anggur.

Ibu dapat melakukan pemeriksaan panggul melalui USG untuk melihat besar kecilnya rahim, pembesaran ovarium, dan jumlah hormon hCG yang tinggi. Selain itu, sonogram juga bisa dilakukan untuk melihat kumpulan kista berbentuk seperti anggur yang menandakan ketidaknormalan pada plasenta. Dokter akan memberitahu ibu mengenai penanganan yang harus dilakukan jika memang benar-benar mengalami hamil anggur.

Artikel Terkait

Banner Telemed