Ini Perbedaan Susu Penambah Berat Badan dan Susu Biasa

Susu penambah berat badan berbeda dengan susu biasa
Salah satu jenis susu yang sering dikonsumsi adalah susu penambah berat badan

Bagi orang yang sangat kurus, menaikkan berat badan sama sulitnya dengan menurunkan berat badan pada orang yang kegemukan. Tidak heran jika mereka mencoba segala cara untuk menaikkan bobot tubuh, salah satunya dengan minum susu penambah berat badan.

Perlu dicatat bahwa seseorang dikatakan kurus bila memiliki indeks massa tubuh kurang dari 18,5. Angka ini didapat dengan perhitungan berat tubuh dibagi dua kali tinggi badan.

Indeks massa tubuh yang kecil menandakan kandungan lemak di dalam tubuh sedikit. Kondisi ini dapat mengakibatkan munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti malnutrusi, osteoporosis, gangguan kesuburan, dan keterlambatan pertumbuhan pada anak-anak maupun remaja.

Apa bedanya susu penambah berat badan dengan susu biasa?

Sejak dahulu, susu memang merupakan salah satu minuman yang dipercaya dapat membuat tubuh seseorang menjadi gemuk. Pasalnya, susu mengandung lemak, karbohidrat, dan protein yang dapat menaikkan berat badan menyusul adanya kenaikan massa otot.

Susu terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan kandungan lemak di dalamnya, yakni susu skim, susu 1%, susu 2%, dan susu utuh (whole milk). Di antara jenis susu tersebut, whole milk adalah susu yang paling efektif dalam membuat seseorang menjadi gemuk karena kandungan lemak dan kalorinya paling tinggi ketimbang jenis susu lainnya.

Hanya saja, pada susu penambah berat badan, kandungan dalam susu tersebut dibuat beberapa kali lipat lebih banyak sehingga bobot tubuh bisa naik lebih cepat. Untuk mengetahui secara pasti, berikut perbandingan kandungan pada susu penambah berat badan dan susu biasa (whole milk) dilihat dari satu gelas takar:

  • Kalori

Susu biasa hanya mengandung 149 kalori. Sedangkan susu penambah berat badan memiliki kalori di atas 600, bahkan ada yang mencapai 1.280 kalori per takaran saji (tergantung merek susu yang Anda gunakan).

  • Protein

Kandungan protein pada susu biasa hanya sampai 8 gram per takaran saji. Sementara susu penambah berat badan biasanya memiliki 50 gram protein, bahkan ada yang sampai mengandung 63 gram.

  • Karbohidrat

Jumlah karbohidrat pada whole milk rata-rata hanya 12 gram per gelas, sedangkan susu penambah berat badan bisa sampai 200-250 gram karbohidrat.

Tidak jarang susu penambah berat badan juga ditambah dengan kandungan lain, seperti asam amino, dan dikemas dalam berbagai rasa yang enak di lidah. Bagi orang-orang yang sulit memenuhi kebutuhan kalorinya dari makanan, minum susu penambah berat badan memang menjadi solusi yang efektif untuk menaikkan berat badan mereka.

Meski demikian, konsumsi susu penambah berat badan ini sebaiknya dibarengi dengan olahraga. Tanpa olahraga, Anda hanya akan jadi orang yang bertambah gemuk. Sedangkan dengan olahraga, massa otot Anda juga akan meningkat sehingga bentuk tubuh juga terlihat lebih kencang.

Adakah cara lain untuk menaikkan berat badan yang sehat?

Untuk menaikkan berat badan, Anda dituntut untuk mengonsumsi lebih banyak kalori dibanding jumlah yang dibakar tubuh. Meski minum susu penambah berat badan cukup efektif untuk menambah berat tubuh Anda, ada cara sehat lainnya yang dapat Anda lakukan, yaitu:

  • Makan lebih sering, termasuk ngemil. Pastikan konsumsi makanan bergizi dan hindari cemilan yang tinggi garam
  • Pilih makanan yang mengandung banyak nutrisi
  • Hindari soda, kopi, dan minuman lain yang kaya kalori, namun sedikit nutrisi. Sebaliknya, perbanyak konsumsi smoothies atau milkshake sebagai camilan Anda
  • Jangan minum sebelum makan karena bisa membuat Anda kenyang lebih cepat.

Jangan lupa untuk selalu berolahraga atau melakukan gerak aktif, agar kenaikan berat badan tidak dibarengi risiko penyakit yang berhubungan dengan kegemukan. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi mengenai cara menggemukkan badan yang sehat dan efektif.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321518
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/underweight-health-risks
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/milk-and-weight-gain
Diakses pada 4 Maret 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-mass-gainer
Diakses pada 4 Maret 2020

CDC. https://www.cdc.gov/healthyweight/assessing/bmi/adult_bmi/index.html#InterpretedAdults
Diakses pada 4 Maret 2020

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/470654-drinking-milk-before-bed-to-gain-weight/
Diakses pada 4 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/underweight/faq-20058429
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait