Perbedaan Sushi dan Sashimi, Apa Saja?


Mudahnya, beda sushi dan sashimi utamanya ada pada bentuknya. Sushi ditawarkan dalam bentuk nasi yang telah diberi cuka atau mirin, lalu ada beragam pilihan isian di dalamnya. Sementara sashimi hanya terdiri dari potongan tipis daging atau ikan mentah.

0,0
01 Oct 2021|Azelia Trifiana
Sashimi dan sushiSashimi dan sushi
Saat makan ke restoran Jepang, wajar jika merasa masih bingung dengan banyaknya menu yang ditawarkan. Salah satunya yang kerap terbalik adalah perbedaan sushi dan sashimi. Keduanya merupakan masakan tradisional khas Jepang, namun dengan tampilan dan nutrisi yang berbeda.Mudahnya, beda sushi dan sashimi utamanya ada pada bentuknya. Sushi ditawarkan dalam bentuk nasi yang telah diberi cuka atau mirin, lalu ada beragam pilihan isian di dalamnya. Sementara sashimi hanya terdiri dari potongan tipis daging atau ikan mentah.

Beda cara mengolah sushi dan sashimi

Lebih lanjut, sushi biasanya merupakan perpaduan nasi khusus yang dipadukan dengan sayuran atau ikan. Kemudian, ada yang dibalut dengan rumput laut dan tidak. Barulah ketika akan disajikan, sushi dipotong menjadi ukuran sekali suap.Meski ikan adalah isian sushi yang paling umum, ada juga pilihan lain. Mulai dari timun, alpukat, belut, ayam, lobster, crab stick, dan banyak lagi. Melahap sushi biasanya juga disertai dengan saus kedelai (kecap asin), wasabi, dan acar jahe.Di sisi lain, sashimi hanya terdiri atas ragam ikan atau daging mentah yang diiris tipis. Contohnya yang umum adalah dari tuna, salmon, halibut, dan cumi.Sebenarnya mulai dari proses awalnya saja, sushi dan sashimi sudah berbeda. Seafood untuk sashimi ditangkap dengan teknik pancing ulur atau handline, bukan dengan jaring. Setelah tertangkap, ikan yang sudah mati segera dibekukan sehingga lebih awet dan segar.Ketika akan dikonsumsi, sashimi tidak disajikan bersama nasi atau rumput laut. Sashimi hanya disajikan dalam bentuk irisan tipis saja dan langsung dikonsumsi.

Perbandingan kandungan nutrisinya

Kandungan nutrisi sushi dan sashimi tentu bergantung pada bahan yang digunakan. Namun secara umum, sushi mengandung lebih banyak serat dan karbohidrat dibandingkan dengan sashimi. Sebab, di dalamnya terdapat rumput laut, nasi, dan juga sayuran.Di sisi lain, sashimi yang hanya terdiri atas satu jenis ikan atau daging mentah, merupakan sumber protein dan lemak sehat.Untuk gambaran perbedaan sushi dan sashimi, kita lihat dulu kandungan nutrisi 100 gram sushi jenis California roll:
  • Kalori: 93
  • Protein: 3 gram
  • Lemak: 1 gram
  • Serat: 1 gram
  • Karbohidrat: 18,5 gram
Biasanya, California roll berisi timun, alpukat, dan imitation crab. Sementara jenis sashimi salmon asap, kandungan nutrisinya adalah:
  • Kalori: 179
  • Protein: 21,5 gram
  • Lemak: 11 gram
  • Karbohidrat: 0 gram
  • Serat: 0 gram
Selain itu, ingat pula bahwa seseorang cenderung mengonsumsi lebih banyak sushi ketimbang sashimi. Ini akan berpengaruh pula terhadap total nutrisi yang masuk ke tubuh.Sashimi sangat tinggi akan protein. Nutrisi ini penting untuk perbaikan jaringan, penyembuhan luka, dan juga pertumbuhan otot. Bahkan, mengonsumsi makanan tinggi protein seperti sashimi dapat mengendalikan nafsu makan.

Adakah risikonya?

Beda sushi dan sashimi juga terletak pada risiko yang mungkin menyertai ketika mengonsumsinya. Umumnya, sushi menjadi pilihan yang umum saat makan di restoran Jepang karena lebih mudah disesuaikan dengan selera orang.Jika termasuk vegetarian atau kurang suka ikan, sushi tersedia dalam isian alpukat atau timun dan sayuran lain. Di sisi lain, tidak ada alternatif lain ketika akan mengonsumsi sashimi karena memang bentuknya berupa irisan tipis ikan atau daging mentah.Namun, perlu diingat bahwa sushi cenderung tinggi karbohidrat dan sodium. Ini bisa meningkatkan kadar gula darah serta tekanan darah bagi sebagian orang.Bagaimana dengan sashimi?Protein yang masih mentah menjadi kekhawatiran utama saat mengonsumsi sashimi. Sebab, risiko sakit karena mengonsumsi ikan atau daging mentah itu ada. Penyebabnya tentu saja bakteri atau parasit berbahaya.Itulah mengapa ibu hamil, anak-anak, dan orang berusia lanjut tidak disarankan mengonsumsi sashimi.Tak hanya itu, ada beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri cukup tinggi. Ini juga tidak disarankan dikonsumsi dalam bentuk sashimi. Sebaiknya pilih ikan berukuran kecil dengan kadar merkuri rendah.

Catatan dari SehatQ

Setelah tahu beda sushi dan sashimi, sekarang tak perlu bingung lagi menekuri daftar menu di restoran Jepang. Tinggal pilih mana yang disukai, antara olahan nasi, rumput laut, dan ikan atau sayuran, atau irisan ikan mentah.Namun, bagi ibu hamil pastikan memilih olahan yang benar-benar matang. Tidak harus puasa makan sushi selama sembilan bulan penuh, kok. Sesuaikan saja dengan kondisi masing-masing.Jangan lupa pula hindari ikan yang tinggi merkuri, serta risiko infeksi bakteri atau parasit jika mengonsumsi sumber protein mentah.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar aturan aman makan sushi dan sashimi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatmakanan diethidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/sushi-vs-sashimi
Diakses pada 17 September 2021
Greatist. https://greatist.com/eat/what-is-the-difference-between-sushi-and-sashimi
Diakses pada 17 September 2021
The Kitchen Community. https://thekitchencommunity.org/differences-between-sashimi-and-sushi/
Diakses pada 17 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait