Sama-sama Turunkan Kolesterol, Ini Perbedaan Simvastatin dan Atorvastatin

Perbedaan simvastatin dan atorvastatin sebagai obat penurun kolesterol antara lain berasal dari cara kerjanya.
Meski khasiatnya sama-sama menurunkan kolesterol, simvastatin dan atorvastatin memiliki sejumlah perbedaan.

Simvastatin dan atorvastatin merupakan dua jenis obat golongan statin (obat penurun kolesterol) dengan karakteristik yang nyaris identik. Anda harus jeli memahami perbedaan simvastatin dan atorvastatin dengan mengetahui pola kerja, efek samping serta aturan penggunaannya. Lalu, seperti apa perbedaan simvastatin dan atorvastatin?

Perbedaan simvastatin dan atorvastatin dalam cara kerja

Meski kedua obat ini bisa digunakan untuk menurunkan kolesterol, cara kerjanya berbeda. Seperti apa cara kerja simvastatin dan atorvastatin?

1. Cara kerja simvastatin:

Simvastatin berfungsi untuk membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. Statin jenis ini mampu mengurangi jumlah kolesterol yang dihasilkan organ hati.

Saat kadar LDL dan trigliserida menurun, sementara HDL dalam darah meningkat secara bersamaan, peluang tersumbatnya pembuluh darah semakin kecil. Akibatnya, simvastatin juga berfungsi menurunkan risiko penyakit jantung serta mencegah terjadinya stroke.

2. Cara kerja atorvastatin

Sementara itu, atorvastatin berfungsi untuk menurunkan jumlah kolesterol dalam tubuh dengan cara menghambat enzim yang bertugas memproduksi kolesterol di hati. Seperti halnya simvastatin, atorvastatin juga mencegah kolesterol menempel dan menyumbat pembuluh darah, sehingga menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Obat ini pun mampu menurunkan risiko penyakit jantung serta mencegah terjadinya stroke.

Efek samping simvastatin dan atorvastatin

Sakit tenggorokan bisa menjadi salah satu efek samping
pemakaian obat simvastatin dan atorvastatin.

Seperti obat-obatan lainnya, penggunaan simvastatin dan atorvastatin dapat menimbulkan efek samping. Kedua jenis statin ini antara lain dapat menyebabkan efek samping berupa sakit tenggorokan, nyeri otot, kelelahan, mual dan diare, hingga kerusakan pada otot rangka.

Sementara itu, hasil penelitian yang dilakukan badan kesehatan, National Institutes of Health (NIH) menyatakan ada sedikit perbedaan kedua obat ini dalam hal efek samping. Simvastatin cenderung lebih mudah memberikan efek samping berupa nyeri otot dan kelelahan ketimbang atorvastatin.

Selain itu, simvastatin juga dapat memberikan efek serius lain seperti linglung, demam, nyeri saat buang air kecil, peningkatan berat badan, rasa haus yang teramat dan ruam kulit.

Tidak semua orang mengalami efek samping di atas. Namun jika Anda mengalaminya, berkonsultasilah dengan dokter secepatnya.

Perhatikan hal ini sebelum mendonsumsi simvastatin dan artovastatin

Jika Anda memiliki alergi terhadap isi kandungan dalam kedua jenis statin ini,  berkonsultasilah dengan dokter sebelum mengonsumsi simvastatin maupun atorvastatin. Demikian juga hanya apabila Anda memiliki riwayat gangguan hati, gangguan ginjal, gangguan otot, gangguan kelenjar tiroid serta diabetes.

Selain itu, hindari mengonsumsi alkohol saat menggunakan simvastatin maupun atorvastatin. Sebab, mengonsumsi alkohol ketika Anda juga sedang menjalani pengobatan dengan kedua obat ini, dapat meningkatkan kadar trigliserida dan risiko kerusakan organ hati.

Berhati-hatilah ketika mengonsumsi bersama dengan obat antivirus atau antijamur golongan azole, serta obat kolesterol golongan fibrat, cyclosporin maupun antibiotik makrolida karena dapat berinteraksi dengan atorvastatin.

Selain itu, simvastatin pun dapat berdampak buruk pada janin. Sehingga, wanita hamil yang mengonsumsi simvastatin, dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual.

Bagaimana cara menggunakan obat simvastatin dan atorvastatin?

Untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, cara yang paling efektif adalah dengan menghindari makanan berlemak dan mengandung kolesterol tinggi. Simvastatin dan atorvastatin tidak efektif bila Anda tidak menghindari makanan penyebab kolesterol tinggi, serta masih menjalani pola makan yang tidak sehat.

Kedua jenis statin ini biasanya dikonsumsi sekali dalam sehari. Simvastatin dikonsumsi sebelum tidur, sedangkan atorvastatin diminum sesudah maupun sebelum makan. Dosis penggunaan keduanya diberikan berdasarkan usia, kondisi, dan respons tubuh terhadap obat.

Jika ingin mengonsumsinya, jangan membelah tablet simvastatin dan atorvastatin. Sebab, membelah obat malah dapat meningkatkan risiko efek samping.

Siapa yang membutuhkan simvastatin dan atorvastatin?

Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter, sebelum mengonsumsi simvastatin dan atorvastatin. Secara umum, kedua jenis obat penurun kolesterol ini dibutuhkan oleh individu dengan kondisi berikut ini:

  • Memiliki kadar kolesterol tinggi
  • Memiliki kadar LDL atau kolesterol jahat lebih dari 190 mg/dL
  • Berusia 40-75 tahun dan memiliki kadar LDL antara 70-189 mg/dL

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a600045.html
Diakses pada 6 Februari 2020

Drugs.com. https://www.drugs.com/atorvastatin.html
Diakses pada 6 Februari 2020

Drugs.com. https://www.drugs.com/simvastatin.html
Diakses pada 6 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/simvastatin-vs-atorvastatin
Diakses pada 6 Februari 2020

Artikel Terkait