Sama-Sama Bisa Bikin Hidung Meler, Ini Dia Perbedaan Pilek Alergi dan Flu


Sama-sama bikin hidung meler, pilek karena alergi dan akibat flu punya sejumlah perbedaan signifikan, utamanya di penyebab. Itu sebabnya, cara mengobatinya pun berbeda.

0,0
Ditinjau olehdr. Reni Utari
perbedaan pilek alergi dan fluGejalanya memang mirip, tapi pilek karena alergi dan flu punya perbedaan
Pilek termasuk gangguan kesehatan yang paling sering terjadi. Bukan hanya disebabkan oleh infeksi virus flu, pilek juga bisa terjadi karena Anda alergi terhadap sesuatu. Meski memiliki gejala yang hampir mirip, ternyata ada beberapa hal yang membedakan pilek alergi dengan flu, lho. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya berikut ini. 

Perbedaan pilek karena alergi dan flu

Meski terlihat serupa, pilek karena alergi dan flu memiliki banyak perbedaan yang mendasar. Mengenali perbedaan keduanya, bisa menjadi cara tepat mencegah dan mengobati penyakitnya.Berikut ini beberapa perbedaan pilek alergi dan flu yang perlu Anda ketahui:

1. Penyebab

Perbedaan pertama pilek karena alergi dan flu adalah penyebabnya. Pilek alergi disebut juga rinitis alergi. Rinitis sendiri bukanlah penyakit menular.Kondisi tersebut terjadi karena reaksi sistem imun yang terlalu aktif ketika dipicu oleh paparan alergen (penyebab alergi). Penyebab pilek alergi pun bisa berbeda pada setiap orang, seperti serbuk sari, debu, rerumputan, atau bulu binatang.Sementara itu, penyebab flu adalah virus influenza. Flu bisa mudah menular akibat bersin atau paparan droplet (percikan liur) orang yang terinfeksi melalui hidung, mulut, atau mata.

2. Proses perjalanan dan durasi penyakit

Proses perjalanan penyakit hingga menimbulkan gejala pada pilek alergi dan flu juga berbeda. Orang yang memiliki alergi terhadap sesuatu, akan mengira alergen sebagai ancaman bagi tubuh. Meski seharusnya, alergen tidak berbahaya. Nah, hal ini membuat sistem imun bekerja berlebihan untuk melawannya dengan melepaskan zat kimia bernama histamin. Saat inilah timbul gejala pada tubuh Anda. Gejala pilek akibat alergi biasanya langsung muncul ketika paparan terjadi. Gejala ini akan berlangsung selama beberapa minggu, bahkan hingga hitungan bulan jika Anda tidak menjauhi alergen.Sementara itu, pada pilek akibat infeksi virus, gejala flu baru mulai muncul ketika sistem kekebalan tubuh melawan virus yang masuk ke tubuh. Virus ini masuk ke tubuh melalui paparan droplet dari bersin atau batuk orang yang terinfeksi yang masuk ke hidung, mulut, atau mata. Gejala pilek flu biasanya baru akan muncul sekitar 1-4 hari setelah Anda terpapar virus. Ini disebut sebagai masa inkubasi. Selanjutnya, gejala ini akan berlangsung beberapa minggu sampai sistem imun berhasil melawan infeksi. BACA JUGA: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Gejala Coronavirus dan Flu Biasa

3. Gejala

Meski hampir mirip, gejala lain yang menyertai pilek alergi dan flu juga memiliki perbedaan. Beberapa gejala lain yang muncul saat pilek karena alergi antara lain:
  • Gatal di hidung, mata, mulut, atau telinga bagian dalam
  • Bersin
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Batuk (kadang)
  • Kelelahan (kadang)
  • Mata merah (kadang)
  • Kehilangan indra penciuman dan indra pengecap (kadang)
Gejala pilek ini biasanya semakin menjadi-jadi jika Anda juga memiliki asma. Sementara itu, pada pilek akibat flu, gejala lain yang juga ikut muncul, umumnya antara lain:
  • Demam
  • Batuk
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Napas pendek atau sesak napas
  • Kehilangan indra penciuman dan indra pengecap (kadang)
  • Mual dan muntah (kadang)
  • Diare (kadang)

4. Pengobatan

Pengobatan pilek tentu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Pada kondisi pilek akibat alergi, penggunaan antihistamin yang diresepkan atau dijual bebas di apotek bisa menjadi solusi. Pasalnya, pilek muncul sebagai reaksi dari tubuh yang memproduksi histamin.Selain itu, menggunakan semprotan steroid, dekongestan, atau menghindari paparan alergen sesuai anjuran dokter. Sementara itu, pada pilek akibat infeksi virus, Anda mungkin perlu mengonsumsi obat pereda gejala flu atau obat pilek yang dijual bebas di apotek, seperti paracetamol. Pada beberapa kasus, Anda mungkin tidak butuh minum obat karena pilek akibat flu akan hilang sendiri seiring penyembuhan. Akan tetapi, dalam kasus lain, dokter mungkin akan meresepkan obat antivirus, seperti pada Covid-19. Banyak minum cairan, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup juga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan.  Konsultasikan dengan dokter jika dalam beberapa minggu kondisi Anda tidak kunjung membaik. BACA JUGA: Ketahui Cara Mengatasi Hidung Tersumbat yang Efektif Berikut Ini

Cara mencegah pilek karena alergi

Cara terbaik mencegah pilek akibat alergi adalah menjauhi pemicunya. Jika Anda alergi terhadap bulu binatang, sebaiknya Anda tidak memelihara binatang berbulu di rumah. Jika Anda alergi debu, sebaiknya jaga kebersihan rumah, hindari menggunakan karpet, dan pastikan sirkulasi udara baik. Selain itu, menggunakan masker juga bisa menghindari Anda dari paparan alergen penyebab alergi. Masker bisa mencegah Anda menghirup partikel kecil yang bisa membuat alergi kambuh. Pastikan pula Anda mengganti masker setiap hari karena partikel alergen tersebut bisa saja menempel pada bagian luar masker Anda. Asthma and Allergy Foundation of America memberikan beberapa rekomendasi cara menghindari diri dari paparan alergen antara lain:
  • Hindari menyentuh dan menggosok hidung
  • Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Gunakan penyedot debu yang tersertifikasi aman untuk penderita alergi dan asma 
  • Cuci sprei dan sarung bantal dengan deterjen dan air panas
  • Gunakan penutup bantal, selimut, atau sprei antitungau dan antidebu 
  • Jauhkan diri dari hewan peliharaan atau kamar tidur Anda
  • Gunakan kacamata dan topi untuk mengurangi paparan serbuk sari
  • Tutup jendela selama musim semi untuk menghindari serbuk sari dan jamur 
  • Gunakan AC yang aman untuk penderita alergi dan asma
 BACA JUGA: Tidak Hanya Wangi, Essential Oil Ini Bisa Redakan Flu dan PilekMengetahui perbedaan mendasar antara pilek alergi dan pilek akibat infeksi virus bisa menjadi cara yang tepat mencegah dan mengobati penyakitnya. Jika Anda mengalami gejala pilek lebih dari 2 minggu yang tak kunjung hilang, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai cara mengatasi pilek alergi dan flu melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
alergipilekfluinfluenzarhinitis alergi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/covid-19-cold-flu-and-allergies-differences/art-20503981
Diakses pada 22 November 2021
Web MD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/common-cold-or-allergy-symptoms
Diakses pada 22 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/expert-answers/common-cold/faq-20057857
Diakses pada 22 November 2021
Asthma and Allergy Foundation of America. https://www.aafa.org/rhinitis-nasal-allergy-hayfever/
Diakses pada 22 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait