Perbedaan Pernapasan Dada dan Perut, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan pernapasan dada dan perut cukup jelas
Ilustrasi seorang wanita yang sedang bernapas

Pernahkah Anda mendengar teknik pernapasan dada dan perut? Pernapasan dada dan perut merupakan bagian dari sistem pernapasan manusia yang bekerja dengan proses kompleks. Bernapas dimulai ketika Anda menghirup oksigen dari lingkungan, kemudian oksigen diedarkan ke seluruh tubuh sehingga memungkinkan manusia untuk berbicara, berjalan, dan bergerak.

Di paru-paru, terjadi pertukaran oksigen dengan karbon dioksida yang diambil dari darah. Karbon dioksida ini kemudian dikeluarkan dari tubuh ketika Anda menghela napas.

Apa perbedaan pernapasan dada dan perut?

Ketika dilahirkan ke dunia, fitrah manusia adalah bernapas dengan otot diafragma atau dikenal dengan pernapasan perut. Pernapasan ini adalah teknik pernapasan dalam yang membuat Anda merasa lega dan segar setelah bernapas.

Meski demikian, kodrat ini seperti terlupakan seiring bertambahnya usia. Faktor-faktor tertentu, seperti beban hidup, stres, keinginan untuk memiliki perut yang ramping, dan sebagainya membuat manusia lebih terbiasa melakukan pernapasan dada atau disebut juga bernapas dangkal.

Terdapat beberapa perbedaan pernapasan dada dan perut dari berbagai sisi, di antaranya:

1. Organ yang terlibat

Perbedaan pernapasan dada dan perut yang utama adalah organ yang terlibat dalam proses pemasukkan udara ke dalam tubuh (inspirasi) dan pengeluaran udara ke luar tubuh (ekspirasi). Pernapasan dada dilakukan dengan melibatkan otot antartulang rusuk, sedangkan pernapasan perut menyertakan diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.

2. Mekanisme

Perbedaan pernapasan dada dan perut lainnya terletak pada mekanisme kedua sistem pernapasan ini sendiri. Pasa pernapasan dada, mekanisme terjadinya adalah sebagai berikut:

  • Inspirasi

Otot antartulang rusuk (otot interkostalis eksternal) kontraksi dan otot interkostalis internal relaksasi. Akibatnya, rongga dada membesar, tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar, maka udara luar yang kaya oksigen masuk.

  • Ekspirasi

Otot antartulang rusuk (eksternal) relaksasi, otot interkostalis internal kontraksi. Akibatnya, tulang rusuk dan rongga dada menjadi kecil, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida pun keluar.

Sedangkan pada pernapasan perut, mekanisme yang terjadi adalah sebagai berikut:

  • Inspirasi

Diafragma kontraksi sehingga menjadi datar. Akibatnya, rongga dada membesar dan oksigen dari luar membanjiri rongga dada.

  • Ekspirasi

Diafragma relaksasi sehingga kembali mengembang. Akibatnya, rongga dada mengecil dan karbon dioksida dihembuskan keluar dari tubuh.

3. Teknik pernapasan

Perbedaan pernapasan dada dan perut selanjutnya terletak pada teknik dalam melakukannya. Pada pernapasan dada, Anda harus menghirup udara melalui hidung, tahan di dada dengan posisi membusung dan perut dikempiskan, lalu lepaskan perlahan.

Pada pernapasan perut, Anda juga harus menghirup udara dari hidung, tahan beberapa saat, dan lepaskan secara perlahan lewat mulut. Bedanya, Anda tidak diminta membusung atau menahan perut, melainkan justru akan merasakan udara seolah-olah langsung memasuki perut, padahal masih di rongga dada.

4. Efek terhadap tubuh

Perbedaan pernapasan dada dan perut yang terakhir terletak pada efeknya terhadap tubuh. Para praktisi kesehatan lebih menyarankan Anda sering melakukan pernapasan perut dibanding dada karena terbukti memiliki lebih banyak manfaat.

Pernapasan dada dicap akan membatasi pergerakan diafragma serta membuat oksigen yang Anda sampai ke bagian bawah paru-paru menjadi tidak maksimal. Padahal, bagian inilah yang mengandung banyak pembuluh darah yang bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Akibat tidak maksimalnya oksigen yang dari paru-paru ke seluruh tubuh ini, Anda akan merasa sesak napas diserta rasa cemas berlebihan.

Sebaliknya, melakukan pernapasan perut akan memastikan asupan oksigen di tubuh Anda tercukupi. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru juga berlangsung optimal sehingga metabolisme tubuh tidak akan terganggu.

Tidak heran jika pernapasan perut dapat membuat detak jantung Anda lebih stabil, begitu pula kondisi tekanan darah.

Memperbanyak pernapasan perut

Bagi Anda yang ingin kembali memperbanyak melakukan pernapasan perut, caranya cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah. Mulailah dengan berbaring di permukaan datar (seperti lantai, kasur, dan lain-lain), letakkan satu tangan di dada dan tangan lainnya di perut.

Kemudian, bernapaslah melalui hidung selama 2 detik, kemudian rasakan oksigen memasuki perut Anda. Setelah itu, posisikan bibir seperti ingin minum dari sedotan, tekan area perut, pastikan dada tetap datar, lalu hembuskan napas.

Anda dapat mengulangi langkah ini hingga gejala Anda berkurang. Namun bila Anda merasa membutuhkan bantuan dokter, tidak ada salahnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang kompeten.

The Lung Association. https://www.lung.ca/lung-health/lung-info/respiratory-system
Diakses pada 18 Februari 2020

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/lung-health-and-disease/learning-diaphragmatic-breathing
Diakses pada 18 Februari 2020

Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/take-a-deep-breath
Diakses pada 18 Februari 2020

UIN Surabaya. http://digilib.uinsby.ac.id/9680/4/bab%202.pdf
Diakses pada 18 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/diaphragmatic-breathing
Diakses pada 18 Februari 2020

Artikel Terkait