Perbedaan Obat Perangsang Wanita dan Obat "Tidur"

Jangan pernah menyelewengkan pengunaan obat "tidur", selain bisa dijerat pasal hukum, akibatnya bisa fatal.
Obat perangsang wanita dan obat "tidur" memiliki efek yang berbeda.

Sama seperti pria, wanita juga memiliki masalah lemah syahwat. Kondisi ini dikenal dengan nama hypoactive sexual desire disorder (HSDD), yang membuat wanita tidak bergairah melakukan atau memikirkan apapun yang berkaitan dengan hubungan seksual. Obat perangsang wanita pun kini telah tersedia, untuk mengatasi kondisi itu.

Ternyata, bukan hanya pria yang membutuhkan obat untuk “perkasa”. Wanita pun dalam kondisi tertentu, membutuhkan obat perangsang, untuk meningkatkan gairah seksualnya.

Akan tetapi, masih banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat, tentang perbedaan obat perangsang wanita untuk mengobati HSDD dan obat “tidur”, yang seringkali disalahgunakan.

Berikut ini adalah perbedaan obat perangsang wanita dan obat “tidur”:

Obat perangsang wanita

Pengidap HSDD biasanya akan menggunakan obat bernama flibanserin untuk mengembalikan gairah seksualnya. Obat ini hanya boleh digunakan oleh wanita yang belum mencapai fase menopause tapi sudah kehilangan gairah seksualnya. Fungsinya adalah mengembalikan gairah seksual bagi pengidap HSDD.

Flibanserin tidak akan ampuh untuk mengobati minimnya gairah seksual pada wanita, jika memiliki masalah medis dan gangguan mental. Apalagi bagi wanita menopause, flibanserin tidak akan berpengaruh apa-apa.

Cara mengonsumsi flibanserin

Sebelum menggunakan flibanserin, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter. Pastikan bahwa Anda benar-benar mengidap HSDD. Jika iya, minta dosis yang tepat untuk mengobatinya. Jika Anda tidak didiagnosis HSDD oleh dokter, sebaiknya jangan mengonsumsinya dan cari tahu penyebab minimnya gairah seksual Anda.

Perlu diingat, jangan mengonsumsi anggur ketika Anda sedang menjalani proses penyembuhan dengan flibanserin. Sebab, efek samping akan lebih mudah muncul jika anggur dikonsumsi saat flibanserin ada dalam tubuh.

Selain itu, jika Anda ingin mengonsumsi alkohol, sebaiknya tunggu 2 jam sebelum meminum flibanserin. Setelah Anda meminum flibanserin pada jam tidur, tunggu sampai keesokan harinya, apabila hendak mengonsumsi alkohol.

Sebab, alkohol bisa menimbulkan gejala tekanan darah rendah serta pingsan, jika dibarengi dengan pengonsumsian flibanserin.

Beberapa efek samping dari flibanserin di antaranya:

Jika Anda masih merasa tidak ada gairah seksual setelah menjalani pengobatan selama 8 minggu atau lebih, berkonsultasilah dengan dokter, untuk menemukan langkah tepat selanjutnya.

Obat “tidur” dan kontroversinya

Berbeda dari flibanserin, obat “tidur” yang sering disebut sebagai date rape drugs ini sering kali diselewengkan untuk hal-hal buruk.

Biasanya, orang-orang tak bertanggungjawab memberikan obat “tidur” ini pada korbannya. Sehingga, korban tertidur pulas tanpa mengingat satu hal pun yang terjadi padanya.

Tidak hanya berbentuk obat, alkohol juga masuk ke dalam kategori date rape drugs karena dianggap bisa menimbulkan efek yang sama.

Efek yang timbul dari date rape drugs ini di antaranya:

  • Linglung
  • Tidak bisa mempertahankan diri (pasrah)
  • Tidak bisa mengingat kejadian sebelumnya

Sebutan lain dari obat yang sering disalahgunakan ini yaitu club drugs karena sering ditemukan di klub malam. Biasanya, obat yang masuk dalam kategori ini dicampurkan ke dalam minuman tanpa diketahui korbannya. Ketika sang korban meminumnya, gejala mulai muncul.

Baca juga: Hati-hati, HSDD Bisa Sebabkan Anda Enggan Puaskan Pasangan di Ranjang

Bentuk obat tersebut pun beragam, mulai dari pil, bubuk hingga cairan. Ketika dimasukkan ke dalam minuman, sangat sulit sekali untuk melihat perubahan pada minuman tersebut. Namun, berikut ini reaksi-reaksi yang bisa terlihat saat minuman sudah terkontaminasi date rape drugs.

  • Date rape drugs mengubah warna air mineral
  • Obat tersebut membuat minuman terlihat “berawan”

Beberapa cara menghindari date rape drugs:

  • Jangan menerima minuman dari orang yang tak dikenal
  • Beli minuman sendiri dan terus awasi minuman Anda
  • Jangan meminum apapun yang berbau aneh
  • Langsung cari pertolongan jika merasa mabuk dan pusing
  • Minta tolong teman untuk menjaga Anda

Bagaimana date rape drugs bereaksi dalam tubuh?

Obat-obatan date rape drugs bisa bereaksi dengan cepat dalam tubuh. Bahkan, korban pun sulit menyadari jika ada sesuatu yang salah.

Jika dicampurkan dengan alkohol, maka reaksi obat-obatnya akan lebih cepat, bahkan bisa menimbulkan kematian.

Beberapa efek samping jika korban dicekoki date rape drugs atau alkohol terlalu banyak yaitu merasa pusing, sulit berbicara, tidak bisa bergerak, mual dan muntah, mengantuk, bingung, kesulitan bernapas, hingga pingsan.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda wanita yang mengidap HSDD, sebelum mengonsumsi obat peransang gairah seksual seperti flibanserin, ada baiknya melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Jadi, Anda bisa mengetahui dosis, efek samping, dan cara pemakaian yang tepat.

Selain itu, jangan pernah gunakan date rape drugs atau obat “tidur” untuk hal yang tidak pantas atau melawan hukum. Selain bisa dijerat pasal hukum, banyak efek samping yang bisa dirasakan oleh pengonsumsinya. Bahkan dapat berakibat fatal.

Healthline. https://www.healthline.com/health/treating-hsdd/symptoms-diagnosis-treatment#1

Diakses pada 27 September 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-169649/flibanserin-oral/details

Diakses pada 27 September 2019

 

Woman's Health. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/date-rape-drugs

Diakses pada 27 September 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed