logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Mengenal Minuman Berkarbonasi dan Bedanya dengan Air Soda

open-summary

Selama ini, minuman berkarbonasi sering disamakan dengan air soda. Padahal, keduanya sebenarnya berbeda. Salah satu perbedaannya adalah pada kandungannya. Namun, bahaya minuman berkarbonat dan air soda tetap perlu diwaspadai.


close-summary

4.43

(7)

29 Feb 2020

| Rianti Dea Rizky Pratiwi

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Minuman soda berbeda dengan minuman berkarbonasi

Ternyata minuman berkarbonasi tidak sama dengan minuman bersoda.

Table of Content

  • Apa itu minuman berkarbonasi?
  • Manfaat minuman bersoda
  • Efek minuman berkarbonasi dan bersoda pada kesehatan
  • Catatan dari SehatQ

Minuman dengan kandungan gas karbon dioksida ini disebut sebagai minuman berkarbonasi. Kandungan karbon dioksida di dalamnya, membuat minuman ini memiliki ciri khas berupa gelembung-gelembung air yang menempel di dinding wadahnya.

Advertisement

Di pasaran, kita mengenal berbagai contoh minuman berkarbonasi dalam produk air mineral maupun minuman bersoda. Namun sayangnya, karena popularitas minuman bersoda, tidak banyak yang menyadari perbedaan mendasar minuman bersoda dan minuman berkarbonasi.

Baca Juga

  • Viral Miras Oplosan Amer Campur Soda dan Kental Manis, Ini Bahayanya
  • Mudah, Ini Cara Menghilangkan Lemak di Wajah Tanpa Ribet
  • Cara Mengatasi Gigi Berlubang yang Tepat Menurut Dokter Gigi

Apa itu minuman berkarbonasi?

Minuman berkarbonasi adalah air soda yang disuntikkan dengan gas karbon dioksida. Kandungan karbondioksida inilah yang menyebabkan adanya gelembung khas pada air soda.

Lantas apa bedanya minuman berkarbonasi dengan minuman bersoda Perbedaan mendasar minuman berkarbonasi dan minuman bersoda terletak pada kandungannya.

Selain karbon dioksida, minuman berkarbonasi ini ternyata memiliki sedikit kandungan garam yang membuat rasanya ini sedikit mencolok. Selain itu, minuman berkarbonasi juga memiliki kandungan pH 3-4 yang sedikit asam, meskipun tidak sampai mengganggu keseimbangan pH tubuh.

Sementara itu, minuman bersoda mengandung karbon dioksida dengan campuran gula, asam sitrat, pemanis buatan seperti sirup jagung fruktosa dan kandungan lainnya.

Manfaat minuman bersoda

Meski kerap dianggap sebagai minuman tidak sehat, namun faktanya minuman bersoda atau berkarbonasi memiliki sejumlah manfaat kesehatan, seperti:

1. Mengatasi gangguan pencernaan

Asam lemak yang terdapat dalam minuman berkarbonasi dapat merangsang reseptor saraf di mulut. Selain itu, sejumlah riset juga menyebut minuman berkarbonasi dapat membantu melancarkan pencernaan.

Minuman berkarbonasi juga memiliki ph yang sedikit asam meskipun tidak sampai mengganggu keseimbangan ph tubuh. Namun, tingkat keasaman ini juga dapat berfungsi meningkatkan aktivitas lambung.

Saat aktivitas lambung meningkat, tanpa harus mengganggu fungsi organ lambung, minuman berkarbonasi membantu meredakan nyeri ulu hati akibat asam lambung.

2. Mencegah kram otot

Air soda tawar mengandung natrium yang cukup tinggi. Natrium adalah salah satu mineral penting yang dapat membantu mencegah kram otot, mencegah penuaan dini, penurunan tekanan darah, serta menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

3. Menghancurkan lemak di hati

Minuman berkarbonat juga mengandung kafein. Layaknya minuman berkafein lainnya, air soda ini bisa merangsang sistem saraf pusat yang membantu menghancurkan lemak di hati. Manfaatnya, mood atau suasana hati akan meningkat dan mengurangi sakit kepala.

Baca juga: Konsumsi Minuman Soda Berlebih Tingkatkan Risiko Osteoporosis?

Efek minuman berkarbonasi dan bersoda pada kesehatan

no caption
Minuman berkarbonasi dipercaya bisa meredakan nyeri
ulu hati akibat asam lambung.

Minum soda atau minuman berkarbonasi dianjurkan untuk dihindari karena dapat memberikan dampak buruk, termasuk pada kesehatan gigi, tulang, berat badan,pencernaan, gula darah, dan otak.

Berikut bahaya minuman berkarbonasi atau air soda yang perlu diwaspadai:

1. Menyebabkan kerusakan gigi

Sebuah riset menyebutkan kandungan asam sitrat, karbon dioksida dan gula dalam minuman bersoda dapat menimbulkan kerusakan pada gigi. Asam dan gula dalam minuman bersoda disebut dapat merusak enamel gigi. Sementara itu, minuman berkarbonasi yang tanpa gula tidak terbukti dapat merusak gigi.

2. Menurunkan kepadatan tulang

Minuman berkarbonasi tidak memengaruhi kesehatan tulang. Sementara itu, minuman bersoda dengan kandungan asam sitrat, dan cola yang mengandung banyak fosfor dan menurunkan kadar kalsium sehingga berisiko memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih rendah.

3. Memicu kenaikan berat badan

Sebuah riset menyebutkan minuman berkarbonasi dapat menyebabkan rasa kenyang lebih lama ketimbang minuman biasa. Namun, minuman bersoda dengan kandungan gula dapat menyebabkan rasa lapar akibat meningkatnya hormon rasa lapar yang disebut ghrelin.

Selain kandungan gula yang dapat meningkatkan kadar lemak jahat, rasa lapar berkepanjangan bisa meningkatkan risiko mengalami obesitas, akibat tidak bisa menahan diri dalam mengonsumsi makanan.

4. Meningkatkan gula darah

Kandungan gula dan pemanis buatan dalam minuman bersoda juga menyebabkan peningkatan gula darah yang bisa memicu diabetes dan tekanan darah tinggi, serta berbagai penyakit, seperti stroke dan jantung. Tak hanya itu, kandungan asam nitrat dan pemanis buatan dalam minuman bersoda juga dapat meningkatkan risiko peradangan.

Sementara itu, minuman berkarbonasi polos seperti air mineral tidak memiliki efek negatif pada gula darah dan tekanan darah.

5. Menyebabkan kerusakan otak

Dikutip dari penelitian, kandungan fenilalanin dalam aspartame, pemanis buatan yang banyak ditemukan dalam minuman bersoda juga dapat menyebabkan kerusakan otak, fungsi otak terganggu, kejang, hingga gangguan genetik fenilketonuria lainnya.

6. Bisa memicu gangguan pencernaan

Kandungan fosfor dalam minuman bersoda dapat mengikat zat kalsium, magnesium, serta seng yang ada di dalam usus halus. Asam fosfor yang mengikat ketiga zat penting tersebut kemudian akan terbuang begitu saja, saat Anda buang air kecil. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami gangguan pencernaan dan masalah penyerapan gizi.

Dampak buruk lain minuman bersoda pada pencernaan yaitu tingginya kandungan gula yang mengganggu penyerapan air di dalam ginjal.

Baca juga: Konsumsi Diet Soda, Bahayakah?

Catatan dari SehatQ

Mengonsumsi minuman berkarbonasi dan minuman bersoda berlebihan bisa menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. Jika Anda merasakannya, misalnya sakit perut maupun diare, berkonsultasilah dengan dokter.

Selain itu, saat menjalani masa kehamilan, sebaiknya Anda juga bertanya kepada dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi minuman bersoda atau berkarbonasi.

Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

minuman tidak sehatkesehatan otakkesehatan gigiobesitas

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved