Perbedaan Menjalani Kehamilan di Usia 20, 30, dan 40-an

Pengaruh usia pada kehamilan ditunjukkan dengan keadaan fisik dan mental yang berbeda pada kehamilan
Kehamilan di usia 20-an, 30-an, dan 40-an memiliki kondisi fisik dan mental yang berbeda

Usia seseorang dapat memengaruhi keadaan fisik dan mental saat menjalani kehamilan. Namun, selalu ada strategi untuk menjalani kehamilan dengan sehat dan menyenangkan. Berikut adalah berbagai kondisi kehamilan yang umum terjadi dilihat dari rentang usia.

1. Kehamilan Di Usia 20-an

Secara fisik, usia 20an adalah masa yang tepat dan ideal untuk menjalani kehamilan. Saat itu, tubuh sudah siap untuk membesarkan janin.

Keadaan Fisik

  • Risiko mengalami komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional (diabetes yang berkembang selama kehamilan), hipertensi kronis, dan preeklampsia sangat rendah.
  • Kemungkinan bayi menderita down syndrome sangat rendah. Begitu pun lahir dengan spina bifida (kelainan pada tulang dan saraf tulang belakang). Pada usia 25, risiko memiliki bayi dengan down syndrome adalah 1:1250. Sedangkan di usia 35 adalah 1:378.
  • Anda lebih fit merawat bayi di usia ini daripada di usia 30-an atau 40-an.

Keadaan Mental

  • Anda baru menikah, merintis karir, dan banyak kawan sebaya yang masih single. Bahkan masih kuliah. Carilah teman sesama ibu. Mereka bisa menguatkan Anda sebagai ibu muda.
  • Fase ini bisa jadi dilematis. Anda harus menyeimbangkan karir dan keluarga, sementara kondisi ekonomi belum mapan.
  • Punya bayi di usia muda bisa membuat stres pasangan muda. Tetapi, usahakan untuk terus saling menguatkan cinta.

2. Kehamilan Di Usia 30-an

Dalam rentang usia ini, risiko komplikasi kehamilan lebih tinggi ketimbang usia 20-an. Tetapi, sebagian besar wanita usia 30-an yang sehat tak punya masalah kehamilan.

Keadaan Fisik

  • Risiko menderita diabetes gestasional dan preeklampsia menjadi lebih tinggi. Begitu pula risiko bayi menderita down syndrome dan kelainan kromosom lainnya. Karenanya, banyak dokter menawarkan pemeriksaan amniocentesis untuk melihat kelainan genetik pada bayi.
  • Hamil pada usia 35 memiliki risiko kelainan kromosom pada bayi sekitar 1:200. Tetapi, begitu pula angka risiko keguguran akibat amniocentesis di usia ini.
  • Jika menjalani terapi kesuburan, kemungkinan hamil kembar lebih besar.
  • Lebih besar kemungkinan untuk melahirkan secara caesar.

Keadaan Mental

  • Kabar baik, wanita usia 30-an lebih siap secara mental. Anda mungkin sudah cukup lama menikah dan karir cukup mapan.
  • Pasti teman-teman telah banyak yang menikah, punya anak, atau ada yang sedang hamil. Anda memiliki lebih banyak orang yang mendukung.
  • Pernikahan Anda bisa jadi lebih kuat dan stabil. Dengan usia yang matang, jalinan kasih sayang suami dan istri makin kuat.

3. Kehamilan Di Usia 40-an

Sekarang banyak wanita hamil di usia 40-an. Sebagian besar kehamilan itu tanpa kendala alias normal. Tetapi, risiko komplikasi tetap mengintai, bahkan meningkat.

Keadaan Fisik

  • Jika hamil kembar, kemungkinan bayi lahir prematur meningkat. Begitu pula kemungkinan bayi lahir dengan berat rendah.
  • Risiko hamil dengan kromosom abnormal meningkat. Pada usia 40, kesempatan mempunyai bayi dengan down syndrome menjadi 1:106.
  • Jika Anda sehat, menjaga nutrisi, tidak punya masalah kesehatan sebelumnya seperti diabetes atau hipertensi, maka risiko komplikasi kehamilan tidak akan lebih tinggi daripada wanita di usia 20 hingga 30an.

Keadaan Mental

  • Bisa jadi Anda baru menikah, atau bertahun-tahun belum berhasil hamil. Anda pasti rindu menjadi ibu.
  • Kepercayaan diri untuk menjadi ibu lebih besar. Apalagi jika Anda sudah sangat lama menunggu momen ini. Anda lebih bijaksana dan sabar menjalani kehamilan. Begitu juga menghadapi bayi.
  • Secara mental, Anda kemungkinan menjadi ibu yang lebih baik dibanding ibu usia 20 atau 30an.
  • Mungkin tak banyak teman yang punya anak kecil di usia ini. Jadi jangan ragu untuk berteman dengan ibu yang lebih muda.

Parents. https://www.parents.com/getting-pregnant/age/timing/pregnancy-in-your-20s-30s-and-40s/
Diakses pada November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed