Perbedaan Lansoprazole dan Omeprazole, Obat Penurun Asam Lambung


Lansoprazole dan omeprazole adalah obat yang sama-sama bisa menurunkan kadar asam lambung. Perbedaan keduanya tidak terlalu banyak, salah satunya adalah keamanan penggunaannya pada ibu hamil dan menyusui.

(0)
04 Nov 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Lansoprazole dan omeprazole tidak jauh berbeda, keduanya sama-sama bisa turunkan asam lambungLansoprazole dan omeprazole sama-sama obat untuk menurunkan asam lambung
Lansoprazole dan omeprazole adalah obat yang sama-sama bisa digunakan untuk menurunkan asam lambung. Keduanya biasanya dikonsumsi untuk mengobati maag ataupun tukak lambung dan refluks asam lambung. Lantas, apa perbedaan kedua obat ini?

Perbedaan lansoprazole dan omeprazole

Sebenarnya, tidak terlalu banyak perbedaan yang mencolok antara lansoprazole maupun omeprazole. Keduanya sama-sama merupakan obat yang masuk dalam golongan proton pump inhibitor generasi pertama, untuk mengatasi berbagai masalah lambung.Berikut ini ciri khas dari masing-masing jenis obat tersebut.

1. Lansoprazole

Lansoprazole adalah obat yang berfungsi untuk mengurangi asam lambung. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi maag, nyeri ulu hati (heartburn), dan gastroesophageal-reflux-disease (GERD).Lansoprazole juga dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati tukak lambung.

• Siapa yang boleh mengonsumsi lansoprazole?

Lansoprazole aman dikonsumsi oleh dewasa. Anak-anak juga dapat mengonsumsi obat ini, dengan resep oleh dokter.Untuk ibu hamil dan menyusui, hingga saat ini belum ada data yang memadai mengenai keamanannya. Sehingga, sebaiknya bumil dan busui tidak mengonsumsi obat ini kecuali sudah berkonsultasi dengan dokter.

• Siapa yang tidak boleh mengonsumsi lansoprazole?

Lansoprazole sudah terbukti tidak aman untuk mengobati GERD dan esophagitis erosif pada anak yang berusia di bawah satu tahun.Sementara itu untuk anak berusia 1-11 tahun, obat ini belum diketahui keamanannya apabila digunakan lebih dari 12 minggu.Obat ini juga sebaiknya tidak dikonsumsi anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun untuk mengobati:- Perlukaan usus dua belas jari atau tukak duodenum
- Tukak lambung
- Gangguan hipersekresi
- Infeksi H. Pylori

• Cara mengonsumsi lansoprazole

Lansoprazole biasanya diminum satu kali sehari pada pagi hari. Obat ini paling baik dikonsumsi 30 menit sebelum makan, karena makanan yang masuk ke lambung bisa memperlambat penyerapan obat ini.Pada kondisi tertentu, dokter juga mungkin meresepkan Anda untuk mengonsumsinya dua kali sehari, masing-masing satu kali di pagi dan malam hari.Dosis penggunaan lansoprazole bisa berbeda-beda, tergantung dari kondisi yang sedang diobati. Oleh karena itu, Anda perlu mengikuti instruksi dokter dengan baik. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, hingga sirup.Baca Juga: Posisi Tidur yang Baik untuk Mencegah Asam Lambung Naik

2. Omeprazole

Omeprazole adalah obat yang berfungsi untuk mengurangi asam lambung. Obat ini biasa digunakan untuk mengatasi maag, nyeri ulu hati (heartburn), dan naiknya asam lambung (refluks).Omeprazole juga terkadang diresepkan untuk mencegah dan mengobati tukak lambung.

• Siapa yang boleh mengonsumsi omeprazole?

Omeprazole boleh dikonsumsi oleh dewasa, termasuk ibu hamil dan menyusui. Anak-anak dan bayi juga boleh mengonsumsi obat ini selama memang diresepkan oleh dokter.

• Siapa yang tidak boleh mengonsumsi omeprazole?

Individu dengan riwayat kerusakan hati, penyakit autoimun, dan osteoporosis tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini.Selain itu, beberapa kondisi di bawah ini juga membuat seseorang tidak boleh mengonsumsi omeprazole:- Kekurangan vitamin B12
- Kekurangan kadar magnesium
- Gangguan tulang lain seperti patah tulang atau tulang yang lemah
- Riwayat penyakit radang ginjal yang disebut nefritis interstisial
- Diare akibat infeksi bakteri Clostridium difficile

• Cara mengonsumsi omeprazole

Omeprazole sebaiknya dikonsumsi satu jam sebelum makan. Dosis penggunaan obat ini sebenarnya berbeda-beda, tergantung dari penyakit yang diobati. Obat ini biasanya baru akan terasa efeknya setelah 1-4 hari pemakaian.Omeprazole tidak boleh dikonsumsi lebih dari dua minggu berturut-turut. Setelah menggunakannya secara rutin selama 14 hari, Anda perlu menunggu setidaknya 4 bulan hingga bisa memulai mengonsumsinya lagi.

Efek samping mengonsumsi lansoprazole dan omeprazole

Obat golongan proton pump inhibitors (PPI) seperti lansoprazole dan omeprazole secara umum aman digunakan. Namun, sama halnya dengan berbagai obat lain, beberapa orang juga dapat merasakan sejumlah efek samping, di antaranya:
  • Pusing
  • Diare
  • Konstipasi
  • Sakit perut
  • Sering kentut
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Ruam di kulit
Penggunaan lansoprazole dan omeprazole dalam jangka waktu yang lama (lebih dari satu tahun) dapat meningkatkan risiko patah tulang yang berkaitan dengan osteoporosis. Selain itu, penyerapan vitamin B12 di tubuh juga bisa terganggu.Lansoprazole dan omeprazole juga bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Apabila Anda mengalami gejala alergi seperti gatal-gatal, bengkak, dan sesak napas setelah minum obat-obatan ini, segera hentikan pemakaian dan carilah pertolongan medis.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang perbedaan lansoprazole dan omeprazole, serta obat lambung lainnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
asam lambungtukak lambungomeprazole
Drugs. https://www.drugs.com/omeprazole.html
Diakses pada 21 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/medicines/omeprazole/
Diakses pada 21 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/medicines/lansoprazole/
Diakses pada 21 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/lansoprazole-oral-capsule-sprinkles
Diakses pada 21 Oktober 2020
Drugs. https://www.drugs.com/lansoprazole.html
Diakses pada 21 Oktober 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/proton-pump_inhibitors/article.htm#what_are_the_side_effects_of_proton_pump_inhibitors_ppis
Diakses pada 21 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3766-2250/omeprazole-oral/omeprazole-delayed-release-tablet-oral/details/list-contraindications
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait