Kanker vagina dan tumor rahim memiliki perbedaan penyebab, gejala serta pengobatan
Kanker vagina kadang tidak menunjukkan gejala apapun di tahap awal perkembangannya.

Kanker vagina dan tumor rahim menjadi penyakit yang menyeramkan bagi para wanita. Keduanya memiliki gejala serupa, sehingga kerap membingungkan.

Meski demikian, baik kanker vagina maupun tumor rahim, menimbulkan gejala tersendiri. Anda bisa menjalani tes panggul sebagai langkah antisipasi.

Kanker Vagina dan Tumor Rahim pada Wanita

Kanker vagina merupakan jenis kanker yang langka. Kanker ini terjadi pada vagina, yaitu saluran otot yang menghubungkan rahim dengan alat kelamin luar wanita. Kanker vagina sering menyerang sel-sel yang melapisi permukaan vagina.

Sementara itu, tumor rahim merupakan pertumbuhan abnormal, atau tumor jinak pada otot yang tumbuh di rahim Anda. Tumor rahim dapat muncul di rahim, dinding rahim, dan permukaan rahim. Ukuran dari tumor rahim dapat bervariasi.

Perbedaan Penyebab Kanker Vagina dan Tumor Rahim

Penyebab dari kanker vagina tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, kanker mulai muncul ketika mutasi genetik mengubah sel-sel normal, menjadi abnormal. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang biak dengan tidak terkendali, serta tak dapat mati.

Sementara itu, penyebab dari tumor rahim juga tidak diketahui secara pasti. Hanya saja, hormon estrogen dan progesteron merupakan hormon yang membuat lapisan rahim menebal tiap bulan. Penebalan ini terjadi selama menstruasi, dan memengaruhi pertumbuhan tumor rahim.

Faktor genetika diduga menjadi penyebab tumor rahim.

Perbedaan Gejala Kanker Vagina dan Tumor Rahim

Kanker vagina awal mungkin tidak menyebabkan gejala apapun, tapi dapat menimbulkan gejala sebagai berikut, seiring perkembangannya.

  • Perdarahan abnormal
  • Terdapat benjolan di vagina
  • Keputihan berair
  • Nyeri panggul
  • Buang air kecil terasa sakit
  • Sembelit

Tumor rahim juga seringkali tidak menunjukkan gejala apapun. Akan tetapi, tumor rahim dapat pula menunjukkan gejala sebagai berikut ini.

  • Pendarahan abnormal
  • Menstruasi yang menyakitkan
  • Menstruasi yang berkepanjangan
  • Perut terasa sakit, penuh, dan tertekan
  • Perut atau rahim yang membesar
  • Sembelit
  • Sering buang air kecil
  • Sakit saat berhubungan seksual

Perbedaan Pengobatan Kanker Vagina dan Tumor Rahim

Jika mengalami gejala kanker vagina, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter, untuk menjalani tes panggul atau pap smear.

Akan tetapi, bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker, maka dokter akan merekomendasikan beberapa penanganan terhadap kanker vagina, sebagai berikut.

1. Operasi

Dokter mungkin akan menggunakan laser untuk memotong jaringan, atau area yang terkena pertumbuhan kanker. Pada beberapa kasus, seluruh atau sebagian vagina mungkin perlu diangkat.

Dokter dapat pula melakukan histerektomi, yaitu pengangkatan rahim. Bahkan terkadang, mulut rahim, indung telur, atau bagian lainnya, juga perlu diangkat.

2. Terapi Radiasi

Pengobatan ini menggunakan sinar-X tinggi atau radiasi lain guna membunuh kanker. Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan mesin yang dapat mengirimkan sinar-X ke tubuh Anda. Dokter juga akan menempatkan zat radioaktif di kanker atau dekat kanker Anda.

3. Kemoterapi

Pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan kanker. Obat tersebut dapat diberikan secara oral atau melalui infus.

Sementara itu, jika memiliki gejala tumor rahim, Anda juga harus memeriksakan diri ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan tes USG transvaginal atau panggul, biopsi lapisan rahim, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI), untuk mendiagnosis tumor rahim.

Berikut ini pilihan penanganan medis untuk tumor rahim.

1. Obat-obatan

Kini telah tersedia obat-obatan untuk mengurangi pertumbuhan tumor rahim, yaitu gonadotropin releasing hormon (GnRH), asam traneksamat, alat kontrasepsi pelepas progestin (IUD), pil KB.

2. Embolisasi Tumor Rahim

Pengobatan ini dilakukan dengan menyuntikkan polivinil alkohol  ke dalam arteri yang menyebabkan tumor rahim. PVA pun akan memblokir suplai darah ke tumor rahim. Dengan demikian, tumor rahim pun akan menyusut, dan mengecil.

3. Ablasi Endometrium

Prosedur ini dilakukan untuk menghancurkan lapisan rahim dengan energi gelombang mikro, atau arus listrik untuk mengurangi perdarahan, dan pertumbuhan tumor rahim.

4. Miomektomi

Miomektomi merupakan operasi yang dilakukan untuk menghilangkan tumor rahim. Miomektomi dilakukan dengan membedah perut, atau menggunakan histeroskopi dan laparoskopi, untuk menghilangkan tumor rahim.

Prosedur ini dapat pula menggunakan energi ultrasonografi yang dipandu MRI untuk menunjukkan letak tumor rahim, dan menghancurkannya.

5. Histerektomi

Histerektomi merupakan solusi permanen dalam menghilangkan tumor rahim. Histerektomi adalah pengangkatan sebagian atau seluruh rahim. Hanya saja, Anda tidak bisa mengalami kehamilan, setelah menjalani operasi ini.

Kanker vagina dan tumor rahim memiliki sejumlah gejala serupa, tapi juga menimbulkan gejala yang bisa berbeda. Keduanya pun membutuhkan penanganan berbeda. Konsultasikan kondisi Anda ke dokter, untuk mendapatkan perawatan yang paling tepat.

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginal-cancer/symptoms-causes/syc-20352447
Diakses pada 28 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/uterine-fibroids/uterine-fibroids
Diakses pada 28 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/women/uterine-fibroids/understanding-uterine-fibroids-treatment
Diakses pada 28 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cancer/what-is-vaginal-cancer
Diakses pada 28 April 2019

Canadian Cancer Society. http://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/uterine/uterine-cancer/non-cancerous-tumours/?region=on
Diakses pada 28 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed