Perbedaan Kandungan dan Manfaat Madu Hutan dengan Madu Biasa

Manfaat madu hutan diklaim lebih baik ketimbang madu biasa
Madu hutan umumnya berwarna lebih gelap ketimbang madu biasa

Ada ratusan jenis madu yang terdapat di Indonesia, salah satu yang populer dikonsumsi adalah jenis madu hutan. Manfaat madu hutan ini disebut-sebut lebih bagus dari madu biasa karena kandungannya yang lebih kaya dan alami.

Madu hutan merupakan jenis madu yang dihasilkan dari lebah jenis Apis dorsata atau lebah liar yang banyak hidup di kawasan hutan. Sarang lebah yang berwarna hitam ini biasa hidup berdampingan dengan koloni lainnya, yakni dalam satu pohon bisa terdapat 5-10 koloni lebah Apis dorsata.

Lebah Apis dorsata hanya dapat berkembang biak di kawasang subtropis dan tropis, termasuk Indonesia. Saat ini, lebah madu tersebut banyak tersebar di beberapa hutan di pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat serta Timur.

Perbedaan madu hutan dengan madu biasa

Para pecinta madu pasti menyadari bahwa harga madu hutan lebih mahal dibanding madu biasa. Hal ini disebabkan oleh manfaat madu hutan yang diklaim lebih baik dibanding madu biasa.

Selain itu, terdapat perbedaan lain antara madu hutan dengan madu biasa, yakni:

  • Lebah pembuatnya

Seperti disebutkan di atas, madu hutan didapat dari sarang lebah madu hutan Apis dorsata. Di pihak lain, madu biasa didapat dari lebah ternak dengan berbagai spesies, seperti Apis cerana, Apis trigona, Apis indica, dan lain-lain.

  • Kesulitan mendapatkannya

Madu biasa umumnya mudah didapatkan karena lebah pembuatnya dapat ditangkarkan dalam kotak. Kotak ini pun dapat disimpan di ruangan yang tidak terlalu sulit dijangkau sehingga memudahkan peternaknya untuk mengambil madu di musim panen.

Di sisi lain, hingga saat ini lebah pembuat madu hutan masih sulit untuk dibudidayakan. Pasalnya, lebah Apis dorsata lebih suka hidup di tempat yang tinggi, misalnya menggantung di cabang pohon, loteng, atau bukit batu yang terjal. Nah, untuk mengambil madu hutan, Anda wajib naik ke tempat tinggi tersebut.

  • Rasa madunya

Madu biasa dari lebah yang diternakkan biasanya terasa sangat manis karena lebah-lebah tersebut diberi suplemen makanan tambahan berupa gula. Sedangkan, madu hutan didapat setelah lebah hutan mengambil nektar dari berbagai tanaman yang ada di hutan tersebut sehingga aroma dan rasanya menjadi lebih kaya dan kompleks.

  • Kandungan gizinya

Karena komponen pembuatnya lebih kompleks, maka kandungan gizi pada madu hutan akan lebih kaya dan bergizi dibanding madu biasa. Salah satu kandungan unggulan pada madu hutan adalah antioksidan yang lebih tinggi dibanding madu biasa, begitu pula kandungan bee pollen dan propolisnya.

Madu hutan juga disebut sebagai madu organik karena lingkungan hidupnya masih alami dan bebas dari pestisida. Dari sinilah muncul anggapan tentang manfaat madu hutan yang lebih baik dari madu biasa.

  • Warna madunya

Umumnya, madu biasa berwarna cokelat keemasan. Sedangkan madu hutan pada umumnya berwarna cokelat kehitaman karena madu ini mengandung mineral, enzim, dan zat lain yang jumlahnya lebih banyak dibanding madu biasa.

Meski demikian, kadar kepekatan pada setiap madu hutan bisa berbeda-beda. Madu hutan Sumatera memiliki warna yang lebih gelap, tapi agak encer dan banyak mengandung bee pollen sehingga rasanya agak asam. Sebaliknya, madu hutan Kalimantan biasanya berwarna lebih terang, lebih kental, dan rasa manis yang tidak terlalu asam.

Apa saja manfaat madu hutan bagi kesehatan manusia?

Manfaat madu hutan pada dasarnya sama dengan madu biasa. Hanya saja, kandungan gizi yang lebih pekat membuat khasiatnya untuk kesehatan lebih bermanfaat bagi tubuh.

Beberapa manfaat madu hutan yang bisa Anda nikmati adalah:

  • Membantu meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh

Manfaat madu hutan ini disebabkan oleh sifatnya sebagai antibakteri dan antimikroba, terutama pada bakteri Gram positif.

  • Meningkatkan nafsu makan

Hal ini disebabkan oleh kandungan fruktosa dan glukosa yang tinggi pada madu hutan sehingga dapat bertindak sebagai stimulan bagi pencernaan.

  • Menyehatkan kulit

Madu hutan juga dipercaya dapat mengobati luka bakar, menyehatkan kulit, wajah, dan bibir.

Manfaat madu hutan lainnya yang diyakini banyak masyarakat adalah dapat mengobati rematik dan mengatasi anemia serta darah rendah. Namun, klaim ini masih harus dibuktikan lebih lanjut.

Madu hutan dapat dinikmati oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Namun, Anda sebaiknya tidak memberikan madu kepada bayi di bawah usia 1 tahun karena dikhawatirkan dapat memicu botulisme.

UMM. http://eprints.umm.ac.id/41184/3/jiptummpp-gdl-karinapusp-47056-3-bab2.pdf
Diakses pada 9 Maret 2020

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/303520794_Potensi_Madu_Hutan_Dan_Pengelolaannya_Di_Indonesia
Diakses pada 9 Maret 2020

Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/47871/3/BAB_II.pdf
Diakses pada 9 Maret 2020

Artikel Terkait