Jerawat batu dan jerawat biasa memiliki penanganan yang berbeda
Jerawat batu biasanya memiliki ukuran yang lebih besar dibanding jerawat biasa.

Kulit berjerawat dapat terjadi pada siapa saja. Mulai dari jerawat yang ringan hingga jerawat batu, kondisi ini tentu dapat mengganggu. Untuk menghilangkan jerawat dengan cepat, Anda perlu mengetahui jenis jerawat yang sedang dialami.

Penanganan jerawat yang ringan tentu akan berbeda dengan jerawat batu. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui lebih jauh mengenai perbedaan dari kondisi ini.

Perbedaan Jerawat Batu dengan Jerawat Biasa

Agar perawatan yang dilakukan dapat tepat dan efektif, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan ciri dari jerawat biasa dengan jerawat batu, seperti berikut ini.

1. Ukuran

Berbeda dari jerawat biasa yang berukuran relatif kecil, jerawat batu umumnya berukuran lebih besar. Selain itu, jerawat batu menimbulkan peradangan pada kulit, yang disertai nyeri.

2. Asal Jerawat

Jerawat batu muncul dari lapisan kulit yang lebih dalam, daripada jerawat biasa. Karena terbentuk di lapisan kulit yang lebih dalam, terkadang pengobatan jerawat dengan krim menjadi kurang efektif. Masa penyembuhannya pun akan memakan waktu lebih lama, hingga beberapa minggu.

Jerawat batu umumnya tidak dapat sembuh hanya dengan menggunakan produk-produk penghilang jerawat yang dijual bebas di pasaran. Untuk menghilangkannya, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk memperoleh penanganan yang paling tepat dan efektif.

3. Penyebab

Sama halnya dengan dengan jerawat biasa, jerawat batu juga dapat muncul akibat kombinasi dari bakteri, minyak, dan sel kulit kering yang terperangkap di pori-pori. Namun, jerawat baru merupakan kondisi yang lebih parah.

Semua orang dapat mengalami jerawat. Namun, jerawat batu lebih umum terjadi pada individu dengan kulit berminyak. Selain itu, kondisi ini juga lebih banyak dialami oleh remaja, wanita, serta individu paruh baya yang memiliki ketidakseimbangan hormon di tubuhnya.

4. Penyembuhan

Selain membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama, jerawat batu juga merupakan jenis jerawat yang paling berisiko menimbulkan bekas. Sehingga, Anda tidak disarankan untuk memencet jerawat. Tidak hanya menimbulkan bekas luka, memencet jerawat juga dapat menyebabkan penyebaran infeksi.

Cara Mengatasi Jerawat Batu

Obat maupun produk lain yang biasa digunakan untuk mengatasi jerawat, umumnya kurang efektif apabila digunakan pada jerawat batu. Sehingga, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mengatasinya.

Perawatan yang umum digunakan oleh dokter untuk mengobati jerawat batu di antaranya:

1. Obat Antibiotik

Obat ini berfungsi untuk mengontrol bakteri dan meredakan peradangan yang terjadi. Namun antibiotik hanya boleh digunakan dalam jangka pendek, karena khawatir dapat mengakibatkan resistensi bakteri

2. Pil KB

Obat ini akan membantu mengatur kadar hormon pada tubuh wanita.

3. Krim, Losion, Gel dari Dokter

 

 

Dokter akan meresepkan bahan yang mengandung retinoid untuk membantu mengatasi sumbatan di pori-pori, sehingga antibiotik dapat bekerja dengan lebih efektif.

 

 

4. Isotetrionin

 

 

Obat ini dapat meredakan jerawat dari berbagai penyebab. Penggunaan isotetrionin hanya dapat dilakukan melalui resep dokter. Obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil.

 

 

5. Spironilactone

Obat ini umumnya digunakan untuk membuang cairan berlebih di tubuh, serta mengatasi jerawat batu pada wanita.

6. Suntikan Steroid

Dokter dapat menyuntikkan steroid ke jerawat batu, untuk membantu mempercepat penyembuhannya.

Anda perlu ingat, bahwa kulit merupakan bagian tubuh yang sensitif. Sehingga, Anda disarankan untuk menghindari perawatan yang tidak sesuai dengan anjuran dokter. Semakin cepat perawatan dilakukan, maka risiko jerawat batu meninggalkan bekas, dapat berkurang.

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/types-of-acne-15762
Diakses pada 22 April 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/cystic-acne
Diakses pada 22 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/cystic-acne#1
Diakses pada 22 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed