Hernia pada wanita memiliki gejala dan tipe yang berbeda dibanding pria
Rasa sakit kronis terjadi di bagian panggul merupakan gejala hernia pada wanita

Hernia bisa menyerang pria dan wanita. Meskipun demikian, gejala hernia pada wanita akan berbeda dibandingkan dengan laki-laki, begitu pula tipe hernia yang biasanya menyerang.

Hernia terjadi ketika ada organ yang menyembul ke permukaan melalui bukaan otot atau jaringan yang menahannya tetap berada di dalam tubuh. Misalnya, usus bisa terlihat menonjol di area perut karena ada bagian dari dinding abdominal yang robek atau melemah.

Penyakit yang dikenal sebagai turun berok ini memang kerap terjadi di bagian perut. Tetapi, mereka juga bisa ditemukan di paha bagian atas, pusar, serta selangkangan.

Sebagian besar hernia tidak mengancam nyawa sehingga dokter memilih untuk melakukan pemantauan saja agar tidak terjadi komplikasi. Namun, hernia bisa diobati dengan jalan operasi, terlebih jika menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan rasa nyeri pada diri Anda.

Perbedaan hernia pada wanita dan pria

Salah satu perbedaan mendasar hernia yang terjadi pada pria dan wanita adalah lokasi hernia itu sendiri. Pada wanita, hernia biasanya terjadi di bagian tubuh yang lebih dalam sehingga lebih sulit terlihat dibandingkan hernia pria yang terlihat menonjol pada kulit.

Selain itu, terdapat perbedaan gejala hernia pada wanita dan pria. Wanita dengan hernia biasanya merasakan sakit yang kronis di bagian panggul yang datang tiba-tiba, rasanya seperti menusuk-nusuk, dan berlangsung cukup lama.

Terkadang, gejala ini disalahartikan oleh dokter sebagai masalah kesehatan lain yang kerap terjadi pada wanita, misalnya kista, endometriosis, atau masalah pada rahim. Hernia pada wanita juga biasanya berukuran sangat kecil dan terletak jauh di dalam perut sehingga membuat kondisi tersebut lebih sulit terdiagnosis.

Tipe hernia yang biasanya menyerang wanita

Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan pada 2017, tipe hernia yang paling banyak menyerang wanita adalah hernia ventral diikuti oleh hernia inguinal. Selain itu, hernia umbilikal dan diafragmatis juga kerap ditemukan pada wanita.

  • Hernia ventral

Hernia ventral terjadi di lokasi mana pun yang masih berada pada bagian tengah perut. Hernia ventral biasanya dibagi menjadi tiga jenis, yakni hernia epigastrik (hernia yang terdapat di bawah tulang dada hingga pusar), hernia umbilikalis (di pusar), atau hernia insisional (terjadi di bekas operasi perut)

Pada beberapa pasien, hernia ventral tidak menunjukkan gejala. Hanya saja, terlihat ada benjolan di bagian tengah perut yang menghilang ketika ia berbaring atau ditekan.

  • Hernia inguinal

Hernia inguinal adalah hernia yang banyak dialami oleh pria maupun wanita. Hernia ini terjadi ketika usus menonjol hingga kanal inguinal, yakni saluran yang terdapat di selangkangan.

Pada laki-laki, area inguinal adalah saluran yang menghubungkan area abdominal dengan skrotum untuk menyalurkan sperma dan menyangga testis. Sedangkan pada wanita, area ini membantu menyangga rahim.

Penderita hernia inguinal biasanya merasakan sakit di bagian selangkangan, terutama ketika batuk atau mengangkat benda yang berat.

  • Hernia umbilikalis

Hernia umbilikalis biasanya terjadi pada anak-anak atau bayi yang berusia di bawah 6 bulan. Kondisi ini terjadi ketika usus menyembul dari dinding perut yang berada di sekitar pusar.

Anda mungkin akan merasakan benjolan di sekitar pusar dan menghilang ketika berbaring atau seseorang dalam keadaan rileks. Hernia umbilikalis biasanya bisa hilang ketika anak berusia 1 tahun, tapi bisa juga menetap sehingga harus dilakukan prosedur operasi.

  • Hernia diafragmatis

Hernia diafragmatis adalah cacat lahir yang tergolong langka. Pada hernia tipe ini, terdapat lubang pada diafragma, yakni otot di antara dada dan perut yang membantu Anda untuk bernapas.

Lubang pada diafragma ini menyebabkan organ menyembul hingga mendekati rongga di dekat paru-paru. Gejala hernia ini adalah bayi yang terlihat sulit bernapas ketika ia baru dilahirkan. Tanda lainnya meliputi kulit bayi yang berwarna biru seperti memar, bayi bernapas dengan cepat, dan detak jantung yang berirama cepat juga.

Meski memiliki beberapa perbedaan, hernia pada wanita biasanya ditangani dengan cara yang sama dengan hernia pada pria. Pengobatan hernia yang kerap digunakan adalah terapi fisik untuk mengurangi sakit akibat hernia.

Jika Anda sudah tidak tahan lagi dengan nyeri akibat hernia, atau kondisi Anda mengalami komplikasi, maka hernia harus ditangani dengan prosedur operasi, misalnya laparoskopi. Berbeda dengan pria, pemulihan operasi hernia pada wanita biasanya lebih cepat, yakni memakan waktu 1 hingga 2 minggu.

Healtline. https://www.healthline.com/health/hernia
Diakses pada 9 Agustus 2019

Semantic Scholar. https://pdfs.semanticscholar.org/2edb/972857608f2a15fe716eee1f3704fb234ce2.pdf
Diakses pada 9 Agustus 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16531-ventral-hernia
Diakses pada 9 Agustus 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001135.htm
Diakses pada 9 Agustus 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/hernia-in-women-3120510
Diakses pada 9 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/inguinal-hernia#1
Diakses pada 9 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed