5 Perbedaan Unik antara Hamil Anak Pertama dan Kedua


Perbedaan antara hamil anak pertama dengan kedua yaitu perubahan kondisi payudara, lebih cepat buncit, bayi terasa bergerak lebih awal, persalinan yang lebih cepat.

(0)
02 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Hamil anak pertama dengan hamil anak kedua memiliki perbedaanHamil anak kedua bisa saja lebih berat daripada hamil anak pertama
Aktris Hollywood, Anne Hathaway, belum lama ini mengumumkan lewat Instagram bahwa dirinya tengah menjalani kehamilan kedua. Namun, tidak ada pernyataan dari wanita yang telah dikaruniai satu putra itu bahwa kehamilan keduanya ini akan berjalan lebih mudah.Ya, setiap kehamilan memang menghadirkan pengalaman yang berbeda dan tidak bisa diprediksi. Misalnya, pada saat menjalani kehamilan kedua, Bunda akan merasa cepat lelah dibanding kehamilan anak pertama lalu.Selain itu, di kehamilan anak kedua ini Anda juga menjalani peran sebagai ibu. Tak pelak, Anda harus menyeimbangkan peran antara merawat anak yang mungkin masih balita di tengah segala keterbatasan yang dialami saat usia kehamilan sudah mendekati "hari H".

Apa perbedaan besar antara hamil anak pertama dengan kedua?

Pengalaman setiap ibu dalam menjalani kehamilannya mungkin berbeda-beda. Namun, secara garis besar terdapat perbedaan mendasar yang dialami saat hamil pertama Bunda dibandingkan hamil anak kedua, yakni:
  • Perubahan kondisi payudara: di kehamilan pertama, payudara yang Bunda rasakan akan sangat sensitif dan membesar. Sedangkan pada hamil kedua, payudara tidak akan terlalu sensitif dan tidak terlalu membesar seperti di kehamilan pertama.
  • Lebih cepat buncit: di kehamilan pertama, perut ibu hamil biasanya baru buncit setelah trimester pertama, namun perut akan buncit lebih cepat dibandingkan saat hamil anak kedua. Hal ini karena kondisi otot perut yang sudah kendur saat ibu hamil anak pertama.
  • Bayi terasa bergerak lebih awal: ibu yang hamil kedua kalinya mungkin merasakan gerakan yang lebih awal dibanding anak pertama. Hal ini karena ibu sudah tahu rasanya ditendang janin.
  • Posisi janin terasa lebih bawah: wanita yang hamil anak kedua akan merasakan posisi janin yang dikandungnya cenderung agak ke bawah rahim. Kondisi ini terjadi akibat otot perut dan rahim menjadi lebih lemah dan melebar akibat kehamilan sebelumnya.
  • Kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu) lebih awal: ibu yang hamil kedua kalinya akan merasakan kontraksi palsu lebih awal dibanding hamil anak pertama.
  • Proses persalinan yang lebih cepat: melahirkan si calon kakak dan anak kedua biasanya berbeda. Untuk ibu hamil yang melahirkan lewat vagina (persalinan normal), pembukaan jalan lahir akan berlangsung lebih cepat.

Apa yang harus disiapkan saat hamil anak kedua?

Tantangan terbesar yang mungkin dihadapi oleh ibu hamil anak kedua ialah menjaga keseimbangan antara menjadi orangtua untuk anak pertama dan menjaga kesehatan janin di dalam perut. Untuk memangkas segala keruwetan yang mungkin Anda hadapi, ingatlah pedoman dasar kehamilan sehat berikut ini:
  • Konsumsi 400 mg asam folat per hari hingga usia kandungan mencapai 12 minggu. Asam folat melindungi janin dari risiko cacat bawaan, seperti spina bifida.

  • Atur pola makan sehat yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dan bayi di dalam kandungan. Hal ini juga dapat membantu Anda terhindar dari berat badan yang berlebih.

  • Batasi konsumsi kafein Anda hingga maksimal 200 mg per hari atau sekitar 2 cangkir teh atau 2 cangkir kopi instan.

  • Lakukan olahraga ringan setiap hari. Bila memungkinkan, ajak anak pertama untuk melakukan gerakan yang sama atau bawa ia jalan-jalan sore.

  • Atur waktu agar Anda bisa melakukan bonding dengan bayi di dalam kandungan, misalnya dengan mengajaknya bicara atau sekedar mengusap-usap perut Anda sambil melantunkan doa.
[[artikel-terkait]]

Apa saja keluhan yang harus diwaspadai saat hamil anak kedua?

Jika Anda mengalami gejala kehamilan, seperti mual atau muntah, di kehamilan pertama, Anda mungkin tidak akan merasakannya lagi di kehamilan kedua. Sayangnya, hal ini tidak berlaku jika Anda mengalami mual dan muntah yang berlebihan atau yang disebut dengan hiperemesis gravidarum.Memang, Anda tidak otomatis akan menderita kondisi ini lagi di kehamilan kedua. Hanya saja, sekitar 15% ibu hamil anak kedua yang mengalami hiperemesis gravidarum mengaku juga merasakan hal yang sama pada kehamilan anak pertama.Masalah lain yang mungkin berulang saat Anda mengandung anak kedua, yaitu sakit punggung, varises, wasir, maupun keinginan untuk buang air kecil yang tak terkontrol. Begitu pula jika di kehamilan pertama, Anda mengalami diabetes gestasional dan preeklampsia, maka Anda berpeluang mengalami hal yang sama saat mengandung anak kedua ini.Sisi positifnya, Anda lebih peka dan waspada dengan gejala kehamilan yang menyertainya. Anda juga bisa mengonsumsi obat atau mengubah pola hidup untuk meredakan gejalanya.Yang jelas, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan jika memiliki risiko komplikasi dalam kehamilan sebelumnya. Dokter kandungan mungkin akan melakukan tindakan pencegahan agar masa kehamilan dan proses persalinan anak kedua Anda nantinya dapat berjalan lebih lancar dan sehat. 
kehamilanmasalah kehamilan
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/changing/your-second-pregnancy/
Diakses pada 2 Agustus 2019
Baby Centre UK. https://www.babycentre.co.uk/a563451/pregnant-again-what-to-expect
Diakses pada 2 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/second-pregnancy/faq-20115105
Diakses pada 2 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait