Perbedaan Hamil Pertama dan Kedua, Apa Saja?


Perbedaan antara hamil anak pertama dengan kedua yaitu perubahan kondisi payudara, lebih cepat buncit, bayi terasa bergerak lebih awal, persalinan yang lebih cepat.

0,0
02 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Perbedaan hamil pertama dan kedua terjadi pada bagian perut hingga payudaraPerbedaan hamil pertama dan kedua salah satunya adalah persalinan lebih cepat
Perbedaan hamil pertama dan kedua ternyata bisa dirasakan oleh ibu hamil.Meski sama-sama melalui proses yang serupa, kehamilan pertama dan kedua sebenarnya memiliki perbedaan yang bisa dirasakan.Lantas, apa saja perbedaan hamil pertama dan kedua?

Perbedaan hamil pertama dan kedua

Pengalaman setiap ibu dalam menjalani kehamilannya mungkin berbeda-beda. Namun, secara garis besar, terdapat perbedaan hamil pertama dengan kedua, yakni:

1. Perubahan kondisi payudara

Perbedaan hamil pertama dan kedua adalah pada kehamilan pertama, payudara yang dirasakan akan sangat sensitif dan membesar.Sementara, pada hamil kedua, payudara tidak akan terlalu sensitif dan tidak terlalu membesar seperti di kehamilan pertama.

2. Lebih cepat buncit

Pada kehamilan pertama, perut ibu hamil biasanya baru buncit setelah trimester pertama, namun perut akan buncit lebih cepat dibandingkan saat hamil anak kedua.Perbedaan hamil pertama dan kedua ini terjadi karena kondisi otot perut yang sudah kendur saat ibu hamil anak pertama.

3. Bayi terasa bergerak lebih awal

Gerakan janin akan lebih terasa saat hamil anak kedua
Gerakan janin akan lebih terasa saat hamil anak kedua
Ibu yang hamil kedua kalinya mungkin lebih cepat merasakan gerakan bayi dibanding anak pertama. Hal ini karena ibu sudah tahu rasanya ditendang janin.

4. Posisi janin terasa lebih bawah

Perbedaan hamil pertama dan kedua selanjutnya adalah wanita yang hamil anak kedua akan merasakan posisi janin yang dikandungnya cenderung agak ke bawah rahim.Kondisi ini terjadi akibat otot perut dan rahim menjadi lebih lemah dan melebar akibat kehamilan sebelumnya.

5. Kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu) lebih awal

Ibu yang hamil kedua kalinya akan merasakan kontraksi palsu lebih awal dibanding hamil anak pertama.

6. Proses persalinan yang lebih cepat

Proses persalinan juga menjadi perbedaan hamil pertama dan kedua.Melahirkan anak pertama dan bayi kedua biasanya berbeda. Untuk ibu hamil yang melahirkan lewat vagina (persalinan normal), pembukaan jalan lahir akan berlangsung lebih cepat.

Hal yang harus dilakukan saat hamil anak kedua

Olahraga tidak boleh dilewatkan saat hamil anak kedua
Olahraga tidak boleh dilewatkan saat hamil anak kedua
Tantangan terbesar yang mungkin dihadapi oleh ibu hamil anak kedua ialah menjaga keseimbangan antara menjadi orangtua untuk anak pertama dan menjaga kesehatan janin di dalam perut.Untuk memangkas segala keruwetan yang mungkin Anda hadapi, ingatlah pedoman dasar kehamilan sehat berikut ini:
  • Konsumsi 400 mcg asam folat per hari hingga usia kandungan mencapai 12 minggu. Asam folat melindungi janin dari risiko cacat bawaan, seperti spina bifida.

  • Konsumsi makanan sehat yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dan bayi di dalam kandungan. Hal ini juga dapat membantu Anda terhindar dari berat badan yang berlebih.

  • Batasi konsumsi kafein Anda hingga maksimal 200 mg per hari atau sekitar 2 cangkir teh atau 2 cangkir kopi instan.

  • Olahraga ringan setiap hari. Bila memungkinkan, ajak anak pertama untuk melakukan gerakan yang sama atau bawa ia jalan-jalan sore.

  • Atur waktu agar Anda bisa melakukan bonding dengan janin, misalnya dengan mengajaknya bicara atau sekedar mengusap-usap perut Anda sambil melantunkan doa.

Apa saja keluhan yang harus diwaspadai saat hamil anak kedua?

Jika Anda mengalami gejala kehamilan, seperti mual atau muntah, di kehamilan pertama, Anda mungkin tidak akan merasakannya lagi di kehamilan kedua.Sayangnya, hal ini tidak berlaku jika Anda mengalami mual dan muntah yang berlebihan atau yang disebut dengan hiperemesis gravidarum.Memang, hamil anak kedua tidak mual muntah tidak serta-merta langsung terjadi. Hanya saja, sekitar 15% ibu hamil anak kedua yang mengalami hiperemesis gravidarum mengaku juga merasakan hal yang sama pada kehamilan anak pertama.Ada pula masalah lain yang mungkin berulang saat Anda mengandung anak kedua, yaitu sakit punggung, varises, wasir, maupun keinginan untuk buang air kecil yang tak terkontrol.Begitu pula jika di kehamilan pertama, Anda mengalami diabetes gestasional dan preeklampsia, maka Anda berpeluang mengalami hal yang sama saat mengandung anak kedua ini.Hamil anak kedua tidak mual muntah bisa jadi sisi positif untuk Anda.Keuntungan lainnya dari hamil kedua adalah Anda lebih peka dan waspada dengan gejala kehamilan yang menyertainya.Anda juga bisa mengonsumsi obat atau mengubah pola hidup untuk meredakan gejalanya.Dokter kandungan mungkin akan melakukan tindakan pencegahan agar masa kehamilan dan proses persalinan anak kedua Anda nantinya dapat berjalan lebih lancar dan sehat.Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait program hamil anak kedua maupun hamil anak kedua tidak mual muntah, konsultasikan langsung dengan dokter kandungan terdekat.Anda juga bisa chat dokter gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilanmasalah kehamilanhamilpemeriksaan kehamilanibu hamil
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/changing/your-second-pregnancy/
Diakses pada 2 Agustus 2019
Baby Centre UK. https://www.babycentre.co.uk/a563451/pregnant-again-what-to-expect
Diakses pada 2 Agustus 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/second-pregnancy/faq-20115105
Diakses pada 2 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait