5 Perbedaan Unik antara Hamil Anak Pertama dan Kedua

05 Agt 2019 | Oleh
Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari
Hamil anak kedua bisa menjadi lebih berat ketimbang hamil anak pertama
Hamil anak kedua bisa saja lebih berat daripada hamil anak pertama

Aktris Hollywood, Anne Hatthaway, belum lama ini mengumumkan lewat Instagram bahwa dirinya tengah hamil anak kedua. Namun, tidak ada pernyataan dari wanita yang telah dikaruniai satu putra itu bahwa kehamilan keduanya ini akan berjalan lebih mudah.

Ya, setiap kehamilan memang menghadirkan pengalaman yang berbeda dan tidak bisa diprediksi. Misalnya, Anda akan merasa lebih cepat lelah dibanding saat hamil anak pertama lalu.

Selain itu, di kehamilan anak kedua ini Anda juga menjalani peran sebagai ibu. Tak pelak, Anda harus menyeimbangkan peran antara merawat anak yang mungkin masih balita di tengah segala keterbatasan yang dialami oleh ibu hamil.

Apa perbedaan besar antara hamil anak pertama dengan kedua?

Pengalaman setiap ibu dalam menjalani kehamilannya mungkin berbeda-beda. Namun, secara garis besar terdapat perbedaan mendasar yang dialami oleh ibu hamil dalam kehamilan anak pertama dibanding anak keduanya, yakni:

  • Perubahan kondisi payudara: di kehamilan pertama, payudara ibu akan sangat sensitif dan membesar. Sedangkan di kehamilan kedua, payudara tidak akan terlalu sensitif dan tidak terlalu membesar seperti di kehamilan pertama.

  • Lebih cepat buncit: di kehamilan pertama, perut ibu hamil biasanya baru bunci setelah trimester pertama, namun perut akan lebih cepat buncit saat hamil anak kedua. Hal ini dikarenakan otot perut yang sudah kendur saat ibu hamil anak pertama.

  • Bayi terasa bergerak lebih awal: ibu yang hamil anak kedua mungkin merasakan gerakan yang lebih awal dibanding anak pertama. Hal ini dikarenakan ibu sudah tahu rasanya ditendang janin.

  • Kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu) lebih awal: ibu hamil anak kedua akan merasakan kontraksi palsu lebih awal dibanding hamil anak pertama.

  • Persalinan yang lebih cepat: untuk ibu hamil yang melahirkan lewat vagina (persalinan normal), pembukaan jalan lahir akan berlangsung lebih cepat.

Apa yang harus disiapkan saat hamil anak kedua?

Tantangan terbesar yang mungkin dihadapi oleh ibu hamil anak kedua ialah menjaga keseimbangan antara menjadi orangtua untuk anak pertama dan menjaga kesehatan janin di dalam perut. Untuk memangkas segala keruwetan yang mungkin Anda hadapi, ingatlah pedoman dasar kehamilan sehat berikut ini:

  • Konsumsi 400 mg asam folat per hari hingga usia kandungan mencapai 12 minggu. Asam folat melindungi janin dari risiko cacat bawaan, seperti spina bifida.

  • Atur pola makan sehat yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dan bayi di dalam kandungan.

  • Batasi konsumsi kafein Anda hingga maksimal 200 mg per hari atau sekitar 2 cangkir teh atau 2 cangkir kopi instan.

  • Lakukan olahraga ringan setiap hari. Bila memungkinkan, ajak anak pertama untuk melakukan melakukan gerakan yang sama atau bawa ia jalan-jalan sore.

  • Atur waktu agar Anda bisa melakukan bonding dengan bayi di dalam kandungan, misalnya dengan mengajaknya bicara atau sekedar mengusap-usap perut Anda sambil melantunkan doa.

Apa saja keluhan yang harus diwaspadai saat hamil anak kedua?

Jika Anda mengalami mual atau muntah di kehamilan pertama, Anda mungkin tidak akan merasakannya lagi di kehamilan kedua. Sayangnya, hal ini tidak berlaku jika Anda mengalami mual dan muntah yang berlebihan atau yang disebut hiperemesis gravidarum.

Memang, Anda tidak otomatis akan menderita kondisi ini lagi di kehamilan anak kedua. Hanya saja, sekitar 15% ibu hamil anak kedua yang mengalami hiperemesis gravidarum mengaku juga merasakan hal yang sama pada kehamilan anak pertama.

Masalah lain yang mungkin berulang saat Anda hamil anak kedua, yaitu varises, wasir, maupun keinginan untuk buang air kecil yang tak terkontrol. Begitu pula jika di kehamilan pertama, Anda mengalami diabetes gestasional atau preeklampsia, maka Anda berpeluang mengalami hal yang sama di kehamilan kedua ini.

Sisi positifnya, Anda lebih peka dan waspada dengan gejala yang menyertainya. Anda juga bisa mengonsumsi obat atau mengubah pola hidup untuk meredakan gejalanya.

Yang jelas, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter jika memiliki komplikasi dalam kehamilan sebelumnya. Dokter mungkin akan melakukan tindakan pencegahan agar kehamilan kedua ini berjalan lebih lancar dan sehat.

Referensi

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/changing/your-second-pregnancy/
Diakses pada 2 Agustus 2019

Baby Centre UK. https://www.babycentre.co.uk/a563451/pregnant-again-what-to-expect
Diakses pada 2 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/second-pregnancy/faq-20115105
Diakses pada 2 Agustus 2019

Yang juga penting untuk Anda
Baca Juga
Diskusi Terkait:
Lihat pertanyaan lainnya
Back to Top