Cara Membedakan Gejala DBD dari Penyakit Lain Seperti Tifus

Gejala DBD, tifus, serta campak memiliki kemiripan satu sama lain
Gejala DBD, tifus, serta campak memiliki kemiripan satu sama lain, termasuk demam tinggi.

Selama musim hujan, demam berdarah dengue (DBD) kembali menjadi ancaman kesehatan yang serius. Selain penularan yang cepat, tantangan lain yang menjadi perhatian dalam penanganan DBD adalah gejalanya yang mirip dengan penyakit lain, seperti tifus atau tipes, dan campak.

Gejala DBD, tipes, serta campak memiliki kemiripan satu sama lain, di antaranya demam tinggi, munculnya bercak merah di tubuh serta rasa lemas. Kemiripan tersebut terkadang membuat penanganan menjadi terhambat.

Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan DBD dengan penyakit lain, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat. Selain hasil pemeriksaan darah, beberapa faktor juga dapat dijadikan pembeda antara ketiga penyakit ini, yaitu gejala berupa demam, bercak merah, serta kondisi lainnya.

1. Gejala berupa Demam pada DBD

Pada gejala DBD, demam muncul secara tiba-tiba dengan suhu yang tinggi hingga mencapai 40 derajat Celcius. Sementara itu, demam yang terjadi sebagai gejala tipes, muncul secara perlahan, dengan kenaikan suhu berkala setiap harinya.

Serupa tipes, demam yang muncul sebagai gejala campak juga timbul perlahan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi, dan mengalami peningkatan setiap harinya. Suhu puncak bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Gejala DBD umumnya muncul 4-6 hari setelah terinfeksi berlangsung, sedangkan gejala tipes terjadi 1-3 minggu setelah pasien terpapar penyebabnya. Gejala campak umumnya akan muncul 10-12 hari setelah paparan.

2. Ciri Bercak Merah

Salah satu ciri khas DBD adalah munculnya bercak merah yang merata di seluruh tubuh. Umumnya, bercak ini akan muncul 2-5 hari setelah demam terjadi.

Campak serta tipes juga memiliki ciri berupa bercak merah. Hanya saja, pada penderita campak, bercak akan mulai timbul di area tangan dan wajah. Selain itu, campak juga akan menimbulkan bercak merah dengan inti berwarna putih, yang kerap ditemukan di bagian dalam pipi serta langit-langit mulut.

Tipes juga dapat menimbulkan bercak kemerahan di tubuh. Namun umumnya, kondisi ini hanya akan muncul di area perut dan dada.

3. Gejala Lain yang Menyertai

Gejala lain yang membedakan DBD dengan tipes dan campak antara lain rasa nyeri di belakang mata, nyeri sendi dan otot yang parah, serta pendarahan ringan di hidung dan gusi, serta kondisi mudah memar pada kulit.

Pada tipes, ada gejala lain yang jarang dialami penderita DBD dan campak, yaitu berupa gangguan pencernaan seperti diare dan konstipasi. Pada campak, gejala khas lainnya berupa mata yang merah dan berair, menjadi sensitif terhadap cahaya dan membengkaknya kelenjar-kelenjar di tubuh.

Pelajari perbedaan gejala DBD dari tipes maupun campak. Sebab, ketiga penyakit tersebut bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang berbahaya. Jika Anda mengalami salah satu dari gejala yang telah disebutkan di atas, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Semakin cepat penanganan dilakukan, maka potensi untuk sembuh juga akan semakin besar.

perbedaan gejala dbd, tipes dan tifus

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Diakses pada 4 Februari 2019

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001332.htm
Diakses pada 4 Februari 20

NHS UK. https://www.nhs.uk/conditions/dengue/
Diakses pada 4 Februari 2019

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/measles-symptoms-2633846
Diakses pada 4 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/dengue-fever-reference#1
Diakses pada 4 Februari 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/typhoid-fever#1
Diakses pada 4 Februari 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed