Perbedaan Demam Babi dan Flu Babi, Mana yang Bisa Menular ke Manusia?

Flu babi dan demam babi berbeda, akan tetapi, flu babi lah yang menular antarmanusia.
Hati-hati, flu babi bisa menular antarmanusia. Untuk menghindarinya, jauhi area yang dipenuhi oleh para pengidapnya.

Kabar mengagetkan datang dari Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Baru-baru ini, wabah demam babi Afrika atau African swine fever mengancam nyawa sekitar 129 ribu populasi babi di sana. Sebenarnya, apa yang membedakan demam babi dan flu babi?

Perlu diketahui, penyakit demam babi Afrika ini tersebar dari Timor Leste, yang berbatasan langsung dengan NTT. Menurut Kepala Dinas Peternak NTT, Deny Suhady, kedatangan demam babi Afrika ke Sikka "tinggal menunggu waktu".

Bagi Anda yang sudah merasa was-was terkait penyakit ini, memahami perbedaan demam babi dan flu babi sangatlah penting.

Perbedaan demam babi dan flu babi

Walau sama-sama memiliki kata “babi”, kedua penyakit ini ternyata berbeda. Bagi Anda yang tinggal di dekat Sikka, atau bahkan memiliki peternakan babi, ada pentingnya mengetahui perbedaan demam babi dan flu babi.

Demam babi Afrika

Di dunia internasional, penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan African swine fever (ASF) ini, merupakan penyakit yang sangat menular pada babi ternak atau liar. Penyakit ini disebabkan oleh virus DNA besar dari keluarga Asfarviridae.

Epidemiologi demam babi Afrika ini sangat kompleks dan bervariasi, biasanya tergantung pada lingkungan, jenis sistem produksi babi, keberadaan vektor kutu yang kompeten, perilaku manusia hingga keberadaan babi liar.

  • Demam babi Afrika dapat ditularkan kepada babi lain melalui:
  • Kontak langsung dengan babi ternak atau liar yang sudah terinfeksi
  • Kontak tidak langsung, melalui konsumsi bahan yang telah terkontaminasi (limbah makanan, pakan atau sampah)
  • Kutu lunak dari genus Ornithodoros

Perlu diingat, demam babi Afrika ini tidak berbahaya bagi manusia. Maka dari itu, Anda tidak perlu takut, jika ada penyebaran demam babi Afrika di lingkungan sekitar.

Akan tetapi, dampak buruk dari penyakit ini ialah, merugikan pemilik peternakan yang babinya mati karena demam babi Afrika. Kerugian materi tentu saja bisa dirasakan.

Ciri-ciri babi yang telah mengidap demam babi Afrika ini beragam, mulai dari demam tinggi, depresi, anoreksia dan kehilangan nafsu makan, perdarahan pada kulit, kulit kebiruan akibat kekurangan oksigen (sianosis), muntah, hingga diare. Babi yang telah terjangkit penyakit ini, biasanya akan mati dalam kurun waktu 6-20 hari. Tingkat kematiannya bisa mencapai 100%.

Flu babi

Bagaimana dengan flu babi? Apakah penyakit ini memiliki ciri-ciri yang sama dan bisa menyerang hewan babi?
Jika memang flu babi yang menjadi wabah di dekat tempat tinggal Anda, inilah yang harus diwaspadai. Berbeda dari demam babi Afrika yang hanya menyerang hewannya, flu babi bisa ditularkan pada manusia.

Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan H1N1 ini merupakan infeksi virus flu jenis baru yang gejalanya sama seperti flu biasa. Virus ini berasal dari babi, tapi menyebar antarmanusia.

Wabah flu babi pernah jadi berita hangat di dunia pada tahun 2009. Saat itu, infeksi virus flu babi dialami manusia untuk pertama kalinya. Penyakit menular ini sangat berbahaya, bahkan bisa berdampak buruk terhadap orang-orang di seluruh dunia. Badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menetapkan flu babi sebagai pandemi atau wabah global pada tahun 2010.

Sama seperti flu pada umumnya, flu babi sangatlah menular. Saat seseorang yang mengidapnya bersin, ribuan kuman menyebar di udara. Kuman-kuman dari flu babi bisa menempel di gagang pintu atau meja sekalipun. Berikut ini beberapa cara untuk menghindarinya.

  • Menggunakan sanitasi tangan atau cuci tangan, setelah memegang area yang mudah “dihinggapi” kuman flu babi.
  • Menjauh dari orang-orang yang terjangkit flu babi

Ketika pertama kali menjadi pandemi, flu babi sering menyerang anak kecil berusia 5 tahun dan remaja. Risiko mengidap flu babi akan semakin besar jika Anda berada di area di mana banyak orang yang mengidapnya.

Anda tidak akan terjangkit flu babi ketika mengonsumsi daging hewan tersebut. Virus ini lebih mudah menyebar antarmanusia, lewat bersin dan batuk. Selain itu, virus ini dapat menular jika Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian mengusap mata dan hidung. Beberapa gejala flu babi pada manusia meliputi:

  • Panas dingin
  • Demam
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Pegal-pegal
  • Kelelahan
  • Diare
  • Mual dan muntah

Pada umumnya, flu babi tidak membutuhkan pengobatan. Bahkan, Anda tidak perlu ke dokter, kecuali jika muncul komplikasi akibat penyakit tersebut. Walau demikian, Anda harus fokus agar tidak menyebarkannya kepada orang lain.

Dokter bisa memberikan beberapa obat antivirus seperti obat oral oseltamivir dan zanamivir jika Anda berisiko terkena komplikasi dari flu babi. Meminum air putih yang banyak dan istirahat juga bisa dilakukan untuk mengobati flu babi.

Catatan dari SehatQ

Ada baiknya menghindari orang atau area yang sudah terjangkit flu babi, agar Anda tidak tertular. Sementara itu untuk demam babi Afrika, jika Anda memiliki atau memelihara babi, sebaiknya perhatikan gejala-gejalanya. Jika memang ada babi yang mengidap demam babi itu, ada baiknya Anda hubungi badan kesehatan pemerintah, untuk menghindari penyebaran virus yang lebih luas.

Tribunnews. https://kupang.tribunnews.com/2019/10/30/demam-babi-afrika-ancam-129-ribu-populasi-babi-di-sikka

Diakses pada 31 Oktober 2019

 

World Organisation for Animal Health. https://www.oie.int/en/animal-health-in-the-world/animal-diseases/african-swine-fever/

Diakses pada 31 Oktober 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/swine-flu

Diakses pada 31 Oktober 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed