Perbedaan Batuk Kering dan Berdahak, Penting untuk Tahu Pemicunya

Gejala dan kondisi batuk kering dan berdahak sangat berbeda, maka penanganannya pun berbeda pula
Batuk kering dan batuk berdahak kadang bisa terjadi bergantian pada seseorang

Batuk kering dan berdahak punya satu kesamaan, yaitu sama-sama membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Namun perbedaan batuk kering dan berdahak juga perlu dipahami, untuk tahu pengobatan yang tepat agar lekas sembuh.

Sebenarnya, batuk bukan merupakan sebuah penyakit. Namun ini adalah gejala yang memberi sinyal bahwa ada yang sedang tidak beres terkait kondisi kesehatan seseorang.

Kadang, batuk adalah reaksi alami tubuh ketika ada substansi asing yang masuk ke saluran pernapasan seperti debu atau alergen lain. Namun seringkali pula, batuk terjadi karena ada penyakit lain yang diawali dengan batuk, entah itu kering atau berdahak.

Perbedaan batuk kering dan berdahak

Satu hal signifikan yang membedakan batuk kering dan berdahak tentu ada tidaknya lendir yang dihasilkan. Mari bedah satu persatu perbedaan batuk kering dan berdahak:

  • Batuk kering

Batuk kering adalah batuk yang terjadi tanpa menghasilkan lendir. Biasanya, penderita batuk kering akan mengalami batuk ini terus menerus dan sulit dikendalikan.

Selain itu, batuk kering menyebabkan seseorang merasa tenggorokannya gatal dan kering. Terlebih, jika seharian beraktivitas di ruangan ber-AC atau kering.

Batuk kering adalah sinyal bahwa sistem pernapasan seseorang mengalami iritasi atau peradangan. Biasanya, batuk kering akan terjadi beberapa hari setelah ada infeksi saluran pernapasan.

Saat seseorang telah sembuh dari batuk berdahak, batuk kering bisa saja masih bertahan hingga beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Pemicu batuk kering bisa karena infeksi saluran napas atas (ISPA), asma, GERD, laringitis, alergi, sinusitis, atau penyakit lainnya.

  • Batuk berdahak

Dahak atau lendir yang dihasilkan saat seseorang mengalami batuk berdahak terjadi sebagai respon perlindungan diri alami tubuh. Contohnya, saat ada infeksi atau substansi asing yang masuk ke tubuh, sistem pernapasan akan memproduksi dahak atau lendir untuk menangkap alergen atau patogen tersebut.

Perbedaan batuk kering dan berdahak lainnya bisa terlihat jelas dari cara orang tersebut saat batuk. Jika batuk kering cenderung sulit dikendalikan dan tidak mengandung lendir, batuk berdahak justru sebaliknya.

Orang yang mengalami batuk berdahak akan terdengar basah saat terbatuk, dan merasakan keinginan untuk membuang dahaknya tersebut dengan meludah.

Penyebab terjadinya batuk berdahak yang paling umum adalah infeksi saluran pernapasan atas, common cold, pneumonia, hingga bronkitis.

Cara mengobati batuk kering dan berdahak

Mengingat gejala dan kondisi batuk kering dan berdahak sangat berbeda, maka penanganannya pun berbeda pula. Seseorang harus tahu betul apa yang sedang dirasakannya agar bisa tahu obat apa yang tepat untuk menyembuhkan obat.

Biasanya, batuk kering diobati dengan jenis obat antitusif yang mengandung dextomethrophan. Sementara batuk berdahak akan diberi obat yang mengandung ekspektoran yang mengandung guaifenesin sehingga dapat mencairkan dahak dan membantu mengeluarkannya lebih mudah.

Meski demikian, langkah yang paling tepat untuk mengetahui apa yang sedang dialami adalah memeriksakan diri ke dokter. Lewat pemeriksaan menyeluruh, dokter bisa menentukan diagnosis batuk apa yang Anda alami.

Jangan salah, meskipun perbedaan batuk kering dan batuk berdahak cukup signifikan, terkadang keduanya terjadi bergantian. Ada yang mengalami batuk kering lalu di hari berikutnya menjadi batuk berdahak. Ada pula yang mengalami batuk berdahak namun saat lendirnya habis, tergantikan dengan batuk kering.

Penting juga untuk tahu batuk ini merupakan gejala terjadinya penyakit atau infeksi apa. Pengobatan terhadap infeksi atau penyakit tersebut secara menyeluruh juga dapat membantu meredakan batuk.

Healthline. https://www.healthline.com/health/wet-cough#dry-vs-wet
Diakses 22 November 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16901-cough--dry-coughs
Diakses 22 November 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/cracking-the-cough-code
Diakses 22 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed