Perbedaan Batuk Kering dan Berdahak, Kenali Peyebabnya


Perbedaan batuk kering dan batuk berdahak perlu dikenali agar tidak salah dalam penanganannya. Cara membedakannya tentu ada tidaknya lendir yang dihasilkan.

(0)
27 Nov 2019|Azelia Trifiana
Kenali perbedaan batuk kering dan berdahakBatuk kering dan batuk berdahak kadang bisa terjadi bergantian pada seseorang
Batuk kering dan berdahak punya satu kesamaan, yaitu sama-sama membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Namun perbedaan ciri batuk kering dan berdahak juga perlu dipahami, untuk tahu pengobatan yang tepat agar lekas sembuh.Sebenarnya, batuk bukan merupakan sebuah penyakit. Namun ini adalah gejala yang memberi sinyal bahwa ada yang sedang tidak beres terkait kondisi gangguan kesehatan seseorang.Kadang, batuk adalah reaksi alami tubuh ketika ada substansi asing yang masuk ke saluran pernapasan seperti debu atau alergen lain. Namun seringkali pula, batuk terjadi karena ada penyakit lain yang diawali dengan batuk, entah itu kering atau berdahak.

Perbedaan batuk kering dan berdahak

Satu hal signifikan yang membedakan batuk kering dan berdahak tentu ada tidaknya lendir yang dihasilkan. Mari bedah satu persatu perbedaan jenis batuk kering dan berdahak:

1. Batuk kering

Batuk kering adalah batuk yang terjadi tanpa menghasilkan lendir. Biasanya, penderita batuk kering umumnya akan mengalami batuk ini terus menerus dan sulit dikendalikan.Selain itu, batuk kering menyebabkan seseorang merasa belakang tenggorokan gatal dan kering. Terlebih, jika seharian beraktivitas di ruangan ber-AC atau kering.Batuk kering adalah sinyal bahwa sistem pernapasan seseorang mengalami iritasi atau peradangan. Biasanya, batuk kering akan terjadi beberapa hari setelah ada infeksi saluran pernapasan.Saat seseorang telah sembuh dari batuk berdahak, batuk kering bisa saja masih bertahan hingga beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.Pemicu batuk kering bisa karena infeksi saluran napas atas (ISPA), asma, GERD, laringitis, alergi, sinusitis, atau penyakit lainnya.

2. Batuk berdahak

Dahak atau lendir yang dihasilkan saat seseorang mengalami batuk berdahak terjadi sebagai respon perlindungan diri alami tubuh. Contohnya, saat ada infeksi atau substansi asing yang masuk ke tubuh, sistem pernapasan akan memproduksi dahak atau lendir untuk menangkap alergen atau patogen tersebut.Perbedaan batuk kering dan berdahak lainnya bisa terlihat jelas dari cara orang tersebut saat batuk. Jika batuk kering cenderung sulit dikendalikan dan tidak mengandung lendir, batuk berdahak justru sebaliknya.Orang yang mengalami batuk berdahak akan terdengar basah saat terbatuk, dan merasakan keinginan untuk membuang dahaknya tersebut dengan meludah.Penyebab terjadinya batuk berdahak yang paling umum adalah infeksi saluran pernapasan atas, common cold, pneumonia, hingga bronkitis.

Penyebab batuk kering

Penyebab batuk kering dapat muncul disebabkan oleh beberapa kondisi sebagai berikut:

1. Asma

Asma adalah penyakit kronis pada saluran napas. Pada kondisi asma, saluran napas seseorang mengalami peradangan. Peradangan ini akan bertambah parah ketika ada yang memicunya.

2. Refluks asam lambung atau (GERD)

Refluks sam lambung yang naik kembali menuju kerongkongan dapat mengiritasi dinding kerongkongan. Iritasi inilah yang akan menimbulkan gejala batuk kering. Gejala lain yang dialami ketika seseorang mendertia GERD adalah rasa panas ataupun nyeri di ulu hati.

3. Post nasal drip

Post nasal drip merupakan tetesan lendir dari bagian belakang hidung yang dapat menimbulkan gejala batuk kering.Dalam keadaan normal, lapisan dinding pada hidung, tenggorokan, saluran napas, lambung, hingga usus menghasilkan lendir. Lendir di sini berfungsi sebagai pelembab dan membantu menjebak dan membunuh benda asing seperti bakteri atau virus.

4. Infeksi virus

Infeksi virus merupakan salah satu penyebab flu. Biasanya, gejala akan hilang dalam waktu kurang dari seminggu. Gejala batuk kering sendiri biasanya dapat terjadi setelah infeksi virus selesai dan dapat bertahan hingga dua bulan ke depan.

5. Pertusis

Batuk 100 hari atau pertusis merupakan infeksi yang sebagian besar menyerang anak-anak. Gejala batuk kering ini akan timbul tanpa henti dalam sekali batuk. Imunisasi lengkap merupakan kunci mencegah terjadinya infeksi ini.

6. Penyakit jantung

Penyakit jantung yang kronis bisa membuat paru-paru terisi air akibat gagalnya jantung memompa dengan maksimal. Kondisi ini merangsang saluran napas untuk mengeluarkan air tersebut dengan cara batuk. Biasanya gejala lain yang menyertai adalah mudah lelah yang progresif.

Penyebab batuk berdahak

1. Asma

Pada sebagian orang, asma dapat menghasilkan lendir berlebih secara terus menerus. Ketika asma Anda kambuh karena cuaca yang lebih dingin, terpapar bahan kimia, atau wewangian maka batuk berdahak biasanya akan muncul. Kondisi ini bahkan bisa parah karena disertai dengan dan disertai sesak napas.

 2. Bronkitis kronis

Bronkitis kronis dapat menyebabkan peradangan saluran udara dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan batuk berdahak yang berwarna. Kondisi ini termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang biasa terjadi akibat merokok.

3. Postnasal drip

Saat hidung atau sinus Anda menghasilkan lendir berlebih, lendir tersebut dapat menetes ke tenggorokan bagian belakang sehingga memicu Anda batuk berdahak secara refleks. Kondisi ini dapat disebut sebagai sindrom saluran napas atas.

4. Cystic fibrosis

Cystic fibrosis merupakan penyakit langka yang dapat menyebabkan paru-paru dan saluran udara kelebihan lendir sehingga menyebabkan batuk berdahak. Ketika Anda mengalami kondisi ini, maka paru-paru dapat tersumbat. 

5. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi di paru-paru Anda yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Kondisi ini dapat menyebabkan batuk berdahak karena produksi lendir yang berlebih di paru-paru. Pneumonia memiliki tingkat keparahan, mulai dari ringan hingga dapat mengancam jiwa.

 

Cara mengobati batuk kering dan berdahak

Mengingat gejala dan kondisi batuk kering dan berdahak sangat berbeda, maka penanganannya pun berbeda pula. Seseorang harus tahu betul apa yang sedang dirasakannya agar bisa tahu obat apa yang tepat untuk menyembuhkan obat.Biasanya, batuk kering diobati dengan jenis obat antitusif yang mengandung dextomethrophan. Sementara batuk berdahak akan diberi obat yang mengandung ekspektoran yang mengandung guaifenesin sehingga dapat mencairkan dahak dan membantu mengeluarkannya lebih mudah.Meski demikian, langkah yang paling tepat untuk mengetahui apa yang sedang dialami adalah memeriksakan diri ke dokter. Lewat pemeriksaan menyeluruh, dokter bisa menentukan diagnosis batuk apa yang Anda alami.Jangan salah, meskipun perbedaan batuk kering dan batuk berdahak cukup signifikan, terkadang keduanya terjadi bergantian. Ada yang mengalami batuk kering lalu di hari berikutnya menjadi batuk berdahak. Ada pula yang mengalami batuk berdahak namun saat lendirnya habis, tergantikan dengan batuk kering.Penting juga untuk tahu batuk ini merupakan gejala terjadinya penyakit atau infeksi apa. Pengobatan terhadap infeksi atau penyakit tersebut secara menyeluruh juga dapat membantu meredakan batuk.
batukbatuk keringbatuk berdahak
Healthline. https://www.healthline.com/health/wet-cough#dry-vs-wet
Diakses 22 November 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16901-cough--dry-coughs
Diakses 22 November 2019
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/cracking-the-cough-code
Diakses 22 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/chronic-cough#causes
Diakses pada 31 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait