Serba-serbi Air Mani (Ternyata Berbeda dengan Sperma!)


Air mani dan sperma tidaklah sama. Air mani adalah cairan kental dan lengket yang dikeluarkan saat ejakulasi, sementara sperma adalah sel reproduksi pria yang menjadi bagian dari cairan mani saat keluar.

(0)
20 Mar 2021|Rhandy Verizarie
air mani berbeda dengan spermaAir mani adalah cairan yang keluar saat ejakulasi dan berisi sel sperma
Air mani punya peranan penting dalam sistem reproduksi pria. Banyak orang mengira bahwa air mani dan sperma adalah dua hal yang sama. Faktanya, cairan mani berbeda dengan sperma. Namun, keduanya memang menunjang satu sama lain. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Menilik air mani dan kandungannya

Air mani adalah cairan yang dikeluarkan oleh pria saat ejakulasi. Cairan ini diproduksi oleh organ reproduksi pria yang bernama vesikula seminalisSebanyak 80 persen dari total cairan yang keluar ketika pria berejakulasi merupakan cairan mani, sementara sisanya diisi sperma dan cairan yang diproduksi oleh prostat. Gabungan ketiganya disebut sebagaii semen.Air mani umumnya memiliki tekstur yang kental. Selain itu, cairan ini biasanya berwarna putih keabuan. Orang sering kali menyamakan bahwa seperti itulah warna sperma. Padahal, itu merupakan gabungan ketiganya.Pada cairan mani, terdapat kandungan sejumlah zat, yaitu:
  • Air 
  • Protein
  • Fruktosa
  • Glukosa
  • Sodium
  • Zinc 
  • Asam sitrat
  • Asam laktat
  • Klorida
  • Kalsium
  • Potasium
  • Magnesium
  • Vitamin C
Selain itu, sebagaimana dilansir dari Columbia University, kandungan air mani juga diisi oleh kalori. setiap satu sendok teh cairan mani mengandung 5-7 kalori.

Perbedaan air mani dan sperma

Banyak orang—mungkin termasuk Anda salah satunya—yang menganggap sperma adalah cairan mani, atau sebaliknya. Padahal, keduanya berbeda. Perbedaan air mani dan sperma dapat dijelaskan secara sederhana, yaitu:
  • Cairan mani diproduksi oleh kelenjar prostat dan vesikula seminalis, sementara sperma diproduksi oleh testis.
  • Air mani adalah cairan yang keluar saat ejakulasi dan dapat dilihat oleh mata. Cairan ini memiliki tekstur kental dan lengket, dengan warna putih keabuan. Sementara sperma terdapat di dalam cairan mani dan ukurannya sangat kecil (hanya bisa dilihat melalui mikroskop).
  • Sperma berisi sel-sel reproduksi yang berfungsi untuk melakukan pembuahan terhadap sel telur. Sementara, cairan mani berperan untuk membantu sperma dalam mencapai sel telur. Cairan ini juga merupakan pemasok nutrisi bagi sperma agar senantiasa sehat.

Manfaat air mani bagi kesehatan

Manfaat utama air mani yang adalah membantu sperma untuk ‘berenang’ menuju sel telur dan melakukan pembuahan. Cairan mani juga berfungsi membuat menjaga sperma agar bisa bertahan lebih lama di dalam vagina.Meski demikian, cairan mani diklaim memiliki sejumlah manfaat yang tidak terkait dengan reproduksi, yaitu:

1. Meningkatkan suasana hati (mood)

Cairan mani disebut-sebut mengandung sejumlah senyawa yang memiliki sifat antidepresan. Senyawa-senyawa tersebut meliputi:
  • Endorfin
  • Estrone
  • Prolaktin
  • Oksitosin 
  • Serotonin
  • Thyrotropin 
Dalam sebuah penelitian, ditemukan fakta bahwa wanita yang terpapar cairan mani pasangannya memiliki mood yang membaik secara signifikan. Akan tetapi, diperlukan penelitian terbaru untuk menguji manfaatnya yang satu ini.

2. Meredakan stres

Tidak hanya memperbaiki mood, cairan mani juga diklaim mampu meredakan stres. Manfaat air mani yang satu ini lagi-lagi dikarenakan adanya kandungan senyawa antidepresan, yakni oksitosin.Selain itu, pada air mani juga terkandung progesteron. Progesteron adalah hormon yang punya peran penting dalam pengendalian stres seseorang. 

3. Meminimalisir risiko preeklampsia

Air mani juga diketahui memiliki manfaat untuk meminimalisir risiko preeklampsia pada wanita hamil. Sebuah penelitian yang dirilis oleh American Journal of Obstetrics and Gynecelogy menyebutkan bahwa wanita yang terpapar sperma dan cairan mani—sebelum ataupun saat hamil—memiliki risiko preeklampsia yang lebih kecil.

4. Menurunkan risiko kanker prostat

Mengeluarkan air mani, alias berejakulasi, nyatanya memiliki manfaat untuk menurunkan risiko kanker prostat.Menurut studi yang dimuat dalam Journal of American Medical Association, pria dengan frekuensi ejakulasi yang tinggi memiliki risiko lebih kecil untuk terkena kanker prostat di kemudian hari.Bukti ilmiah ini akan tetapi hanya menemukan manfaat dari ejakulasi terhadap penurunan risiko kanker prostat. Belum ada studi yang dapat mengungkap apakah cairan mani itu sendiri dapat mencegah kanker atau tidak.

Ciri-ciri air mani yang sehat

Air mani hanya dapat berfungsi dengan baik apabila dalam kondisi sehat. Lantas, seperti apa ciri-ciri cairan mani yang dikategorikan sehat? Ini beberapa kriterianya:Selain itu, cairan ini juga memiliki rasa manis atau pahit, tergantung makanan yang Anda makan. 

Fakta-fakta seputar air mani

Selain ternyata berbeda dengan sperma, ada sejumlah fakta menarik lainnya terkait dengan cairan mani yang perlu Anda ketahui, yaitu:
  • Cairan mani yang keluar saat ejakulasi umumnya setara dengan sendok teh, tapi bisa saja kurang atau lebih tergantung dari sejumlah faktor seperti usia dan kondisi fisik.
  • Air mani tidak selamanya bertekstur kental. Pada beberapa kondisi, cairan ini bisa jadi lebih encer. Penyebab mani encer bisa karena berbagai faktor, termasuk rendahnya kadar sperma di dalamnya.
  • Kandungan nutrisi dalam cairan mani tidak serta-merta bermanfaat secara signifikan bagi kesehatan. Pasalnya kadar setiap nutrisi tersebut tergolong sedikit.
  • Menelan cairan mani bisa menyebabkan kantuk karena di dalamnya terkandung melatonin (hormon pengatur siklus tidur). Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.
Baik air mani maupun sperma, keduanya sama-sama penting dalam reproduksi pria sehingga menjaganya tetap sehat menjadi suatu keharusan.Ingin tahu bagaimana cara menjaga kesehatan sperma dan cairan mani? Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi SehatQ. Unduh aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang juga.
spermakesehatan priareproduksi pria
American Journal of Obstetrics and Gynecology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12748491/ Diakses pada 10 Maret 2021Archives of Sexual Behavior. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12049024/ Diakses pada 10 Maret 2021Cell Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4601876/ Diakses pada 10 Maret 2021Columbia University. https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/nutritional-value-serving-semen/ Diakses pada 10 Maret 2021Health. https://www.health.com/sex/semen-facts Diakses pada 10 Maret 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/swallowing-semen#other-nutrients Diakses pada 10 Maret 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/mens-health/watery-semen#:~:text=Normally%2C%20semen%20is%20a%20thick,with%20no%20serious%20health%20concerns. Diakses pada 10 Maret 2021Journal of American Medical Association. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15069045/ Diakses pada 10 Maret 2021Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/all-about-sex/201101/attention-ladies-semen-is-antidepressant Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait