logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

Memahami Perbedaan AHA dan BHA untuk Memilih Produk Skincare yang Tepat

open-summary

AHA dan BHA adalah kandungan skincare yang cukup populer. Kedua jenis kandungan bahan aktif ini memiliki manfaat yang baik untuk kulit sehingga tidak ada yang lebih baik dibanding satu dengan yang lainnya. Namun, perbedaan AHA dan BHA tetap ada, yakni dilihat dari kandungan, fungsi, dan masalah kulit yang ditangani.


close-summary

2 Mar 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Perbedaan AHA dan BHA terletak pada kandungan dan fungsinya

AHA dan BHA adalah 2 kandungan skincare yang sama-sama bermanfaat untuk mengatasi masalah kulit

Table of Content

  • Apa perbedaan AHA dan BHA? 
  • Mana yang lebih baik antara AHA atau BHA?
  • Bagaimana cara menggunakan AHA dan BHA yang tepat?
  • AHA dan BHA tidak boleh dicampur dengan apa? 
  • Bagaimana dengan PHA (polyhydroxy acid) dan LHA (lipohydroxy acid)?
  • Catatan dari SehatQ

AHA dan BHA adalah 2 jenis kandungan yang umum ditemukan dalam produk perawatan kulit atau skincare. Kedua kandungan ini memang bermanfaat untuk mengatasi masalah kulit. Namun, mungkin tidak semua orang paham betul akan perbedaan AHA dan BHA. 

Advertisement

Maka dari itu, mari ketahui perbedaan AHA dan BHA selengkapnya. Dengan demikian, fungsi kedua kandungan golongan asam hidroksi ini dapat berjalan maksimal sesuai dengan masalah kulit masing-masing.

Apa perbedaan AHA dan BHA? 

Kandungan asam dalam produk yang mengandung AHA dan BHA berperan dalam eksfoliasi atau pengelupasan kulit sehingga dapat membantu menyingkirkan sel kulit mati, termasuk mengangkat lapisan paling luar kulit. 

Baik AHA maupun BHA dapat Anda temukan dalam berbagai produk kecantikan. Misalnya, produk pembersih wajah, serum, pelembap, scrub, dan masker wajah.

Nah, sebelum memutuskan membeli produk yang mengandung AHA dan BHA, alangkah baiknya Anda mengetahui perbedaan kedua kandungan ini terlebih dahulu. Adapun berbagai perbedaan AHA dan BHA adalah sebagai berikut. 

1. Kandungan AHA dan BHA

AHA dan BHA adalah produk skincare yang baik untuk kulit
AHA dan BHA dapat ditemukan dalam produk krim wajah

Salah satu perbedaan AHA dan BHA yang paling mudah dikenali adalah kandungannya. Asam dalam golongan AHA adalah bersifat larut dalam air. 

Umumnya, asam golongan ini terbuat dari buah-buahan. Beberapa jenis asam yang termasuk dalam golongan AHA, yaitu: 

  • Asam glikolat (glycolic acid) adalah asam AHA yang paling umum dan dibuat dari gula tebu. Asam glikolat juga memiliki sifat antimikroba.
  • Asam malat (malic acid) adalah jenis asam yang terbuat dari buah apel. Mungkin kurang efektif digunakan sendiri, tetapi bisa membantu efektivitas jenis asam lainnya.
  • Asam laktat (lactic acid) terbuat dari laktosa pada susu.
  • Asam tartarat (tartaric acid) terbuat dari ekstrak buah anggur.
  • Asam mandelat (mandelic acid) terbuat dari ekstrak almond.
  • Asam sitrat (citric acid) terbuat dari jenis buah-buahan citrus. Asam sitrat golongan AHA digunakan untuk menyeimbangkan pH kulit yang asam serta meratakan bercak kulit yang kasar.

Sedangkan, asam yang menjadi golongan beta-hydroxy acid atau BHA adalah asam larut lemak dan minyak. Asam salisilat adalah satu-satunya sumber BHA sering digunakan sebagai obat jerawat.

Selain itu, beberapa formula asam sitrat ada pula yang termasuk dalam golongan BHA. Asam sitrat dalam BHA berfungsi untuk membersihkan penumpukan sel kulit mati dan mengendalikan produksi minyak berlebih. 

2. Fungsi AHA dan BHA

Perbedaan AHA dan BHA berikutnya terletak pada fungsi penggunaannya. Fungsi AHA, yaitu untuk untuk merangsang pertumbuhan kulit baru yang lebih sehat. Selain itu, AHA juga dapat meningkatkan jumlah kolagen agar kulit lebih kenyal dan elastis.

Tak ayal bila kandungan AHA biasanya dapat ditemukan dalam produk antipenuaan atau anti aging

Produk yang mengandung BHA dapat masuk ke dalam pori-pori kulit lebih dalam untuk menyingkirkan sel kulit mati dan produksi minyak berlebih. 

Anda bisa menemukan kandungan BHA dalam produk skincare untuk kulit berminyak atau kulit berjerawat. 

3. Masalah kulit yang ditangani

AHA dan BHA ternyata berbeda
Perbedaan AHA dan BHA bisa dilihat melalui kandungan dan fungsi

Perbedaan AHA dan BHA terletak pada masalah kulit yang ditangani. Membeli produk yang mengandung AHA dapat bertujuan untuk menangani berbagai masalah kulit berkaitan dengan penuaan.

Misalnya, hiperpigmentasi ringan (bintik penuaan akibat usia, melasma, dan bekas luka), pori-pori besar, garis halus, kerutan, keriput, hingga warna kulit tidak merata. 

Sementara, produk yang menonjolkan BHA cenderung cocok digunakan untuk mengatasi jerawat dan kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari. 

Maka dari itu, asam golongan BHA cocok digunakan untuk kulit kombinasi hingga kulit berminyak.

Mana yang lebih baik antara AHA atau BHA?

Sebenarnya, produk yang mengandung AHA dan BHA dapat digunakan sesuai dengan masalah kulit yang sedang dialami. Jika Anda memiliki masalah jerawat, gunakan produk skincare mengandung BHA. 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, kandungan BHA dapat masuk ke dalam folikel rambut atau pori-pori kulit untuk mengendalikan produksi minyak berlebih sekaligus membersihkan pori-pori dan menyingkirkan sel kulit mati. 

Dengan demikian, pemilik kulit berminyak dan kulit kombinasi dapat menggunakannya. Pada konsentrasi yang lebih rendah, BHA bisa digunakan oleh pemilik kulit sensitif.

Di samping itu, kulit kemerahan akibat kondisi rosacea juga mungkin cocok menggunakan produk yang mengandung BHA. 

Apabila kulit Anda mengalami kemerahan yang dipicu oleh rosacea, produk skincare yang mengandung BHA mungkin cocok digunakan.

AHA dan BHA boleh digunakan secara bersamaan agar optimal
Produk yang mengandung AHA dan BHA sama-sama baik untuk kulit

Sedangkan, Anda yang memiliki masalah kulit penuaan atau ingin melawan tanda-tanda penuaan yang muncul, membeli produk yang menggunakan AHA bisa menjadi pilihan.

Ketika dioleskan atau digunakan pada kulit, produk yang mengandung AHA akan membuat kulit terasa lebih halus saat disentuh. 

Namun, Anda dianjurkan untuk lebih berhati-hati bila memiliki jenis kulit sensitif atau kulit kering. 

Sebaiknya, gunakan produk skincare yang mengandung AHA secara bertahap untuk menghindari iritasi pada kulit.

Bagaimana cara menggunakan AHA dan BHA yang tepat?

AHA dan BHA bisa digunakan secara bertahap
Oleskan produk yang mengandung AHA atau BHA secara bertahap

Beberapa cara menggunakan AHA dan BHA adalah sebagai berikut. 

1. Gunakan secara bertahap

Salah satu cara menggunakan AHA dan BHA yang tepat adalah lakukan secara bertahap. 

Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan produk mengandung AHA, oleskan setiap 2 hari sekali sampai kulit sudah beradaptasi. 

Begitu pula dengan produk yang mengandung BHA, gunakan beberapa kali dalam 1 minggu sampai kulit terbiasa menerima kandungan ini. 

Penggunaan produk yang mengandung AHA dan BHA secara bertahap dapat mengurangi risiko efek samping pada kulit, seperti iritasi. 

2. Pakai secara bergantian

Cara menggunakan AHA dan BHA yang tepat tidak disarankan langsung setiap hari. 

Anda bisa menggunakan produk yang mengandung AHA dan BHA secara bergantian. Misalnya, hari Senin untuk AHA, hari Selasa untuk BHA, dan seterusnya. 

Anda juga dapat menggunakan AHA pada pagi hari, kemudian BHA di malam hari, atau sebaliknya. 

Jadi, jangan coba-coba menggunakan AHA dan BHA secara bersamaan karena bisa membuat kulit semakin kering.

3. Oleskan pada area kulit wajah tertentu

Cara menggunakan AHA dan BHA juga bisa berdasarkan area kulit wajah. 

Jika Anda memiliki tipe kulit kombinasi, gunakan AHA pada kulit wajah yang kering dan BHA pada area kulit wajah yang berminyak.

4. Perhatikan konsentrasi produk yang mengandung AHA dan BHA

Sebaiknya, perhatikan jumlah konsentrasi AHA dan BHA saat membeli produk kedua kandungan skincare ini.

Pilihlah produk dengan konsentrasi AHA maksimal 10-15%. Kemudian, kandungan asam salisilat untuk jerawat biasanya memiliki konsentrasi 0,5-5%.

5. Gunakan sunscreen atau tabir surya

Cara menggunakan AHA dan BHA juga perlu dilengkapi dengan pemakaian tabir surya atau sunscreen untuk melindungi kulit wajah. 

Ini karena produk yang mengandung AHA dan BHA dapat membuat kulit wajah menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

AHA dan BHA tidak boleh dicampur dengan apa? 

Menurut sebuah studi dalam jurnal Clinics in Dermatology, produk yang mengandung AHA dan BHA boleh jadi optimal untuk digunakan bersamaan. 

Hal ini diperkirakan karena adanya peningkatan produksi kolagen, yakni jenis protein yang penting untuk kulit. 

Bahkan, tak sedikit produk perawatan kulit di pasaran mengandung AHA dan BHA sekaligus. 

Meski demikian, Anda tidak disarankan untuk menggunakan produk skincare yang mengandung AHA dan melapisinya dengan produk tinggi BHA. Sebab, bila tidak berhati-hati, risiko kulit kering dan iritasi pada kulit bisa terjadi.  

Namun, untuk memaksimalkan perawatan wajah, produk yang mengandung AHA dan BHA tidak boleh dicampur dengan beberapa jenis bahan aktif tertentu. Misalnya: 

1. AHA/BHA dan retinol

AHA dan BHA tidak boleh dicampur dengan retinol. Ketiga kandungan bahan aktif skincare ini dapat berisiko membuat kulit kemerahan, mengelupas, hingga iritasi. Terutama bila digunakan oleh pemilik kulit kombinasi. 

AHA dan BHA tidak boleh dicampur dengan retinol karena memiliki kegunaan yang mirip satu sama lain, yakni untuk mengangkat sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit. 

Jika digunakan secara bersamaan dapat membuat kulit mengalami pengelupasan secara berlebihan. 

Sebagai solusinya, Anda dapat menggunakan produk skincare ini secara bergantian. Contohnya, produk yang mengandung AHA/BHA pada pagi hari, sementara skincare mengandung retinol pada malam hari. 

Anda juga bisa menggunakan produk skincare AHA/BHA pada hari Senin, skincare mengandung retinol pada hari Selasa, dan begitu seterusnya. 

2. AHA/BHA dan vitamin C

AHA dan BHA juga tidak boleh dicampur dengan vitamin C. Alih-alih kulit jadi lebih halus dan cerah, penggunaan AHA/BHA dan vitamin C secara bersamaan dapat menimbulkan iritasi, bahkan menurunkan fungsi masing-masing kandungan skincare ini. 

Vitamin C mengandung antioksidan untuk melindungi kulit, sedangkan AHA/BHA berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit.

Jadi, sebaiknya gunakan skincare yang mengandung vitamin C pada siang hari. Lalu, gunakan produk yang mengandung AHA dan BHA pada malam hari agar khasiatnya lebih efektif di kulit.

3. AHA/BHA dan niacinamide

AHA dan BHA tidak boleh dicampur dengan niacinamide karena dapat mengurangi kinerja kedua kandungan bahan aktif yang bersifat asam. 

Akibatnya, fungsi eksfoliasi dari AHA atau BHA tidak dapat berjalan optimal dan kulit menjadi iritasi karenanya.

Baca Juga: 11 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan

Bagaimana dengan PHA (polyhydroxy acid) dan LHA (lipohydroxy acid)?

PHA atau polyhydroxy acid termasuk senyawa golongan AHA. Cara kerja PHA adalah mengeksfoliasi kulit dengan cara menyingkirkan sel kulit mati pada permukaan kulit sekaligus menghidrasi kulit.

Senyawa PHA dapat digunakan untuk mengatasi masalah jerawat dan antipenuaan.

Kabar baiknya, kandungan ini tidak rentan menyebabkan kulit jadi sensitif terhadap paparan sinar matahari dan cenderung lembut di kulit, bila dibandingkan dengan AHA.

Maka, tak heran bila PHA menjadi pilihan kandungan produk skincare bagi kulit sensitif, termasuk orang yang mengalami rosacea dan eksim, serta orang-orang yang tidak dapat menggunakan produk skincare mengandung AHA dan BHA.

Sedangkan, LHA atau lipohydroxy acid adalah turunan dari bahan aktif asam salisilat. Ini berarti, LHA berfungsi untuk mengatasi jerawat.

Selain itu, menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, cara kerja LHA adalah mengikis sel-sel kulit mati dan menggantinya dengan yang baru. 

LHA juga telah terbukti dapat merangsang produksi glikosaminoglikan, kolagen, dan elastin sehingga cocok digunakan untuk memperlambat penuaan dini. 

Catatan dari SehatQ

Pada dasarnya, produk skincare yang mengandung AHA dan BHA sama-sama memiliki manfaat yang baik untuk kulit sehingga tidak ada yang lebih baik dibanding satu dengan yang lainnya.

Perbedaan AHA dan BHA tergantung pada kegunaan dan kebutuhannya terhadap kulit Anda. 

Jika Anda merasa tidak yakin memilih produk yang mengandung AHA dan BHA sesuai jenis kulit, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit terlebih dahulu. 

Dengan demikian, dokter dapat menentukan produk yang mengandung AHA dan BHA mana sesuai jenis dan masalah kulit Anda. 

Baca Juga

  • Manfaat Daun Jambu Biji untuk Wajah Lengkap dengan Cara Membuatnya
  • Mengenal Berbagai Jenis Obat Topikal, Apa Saja?
  • Cara Memutihkan Ketiak Hitam Secara Alami dan Medis

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut seputar perbedaan AHA dan BHA. Pastikan Anda sudah mengunduhnya di App Store dan Google Play.

Advertisement

kulit dan kecantikanproduk kecantikanperawatan wajahkulit sehatpengobatan jerawatkesehatan kulitpencerah kulit

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved