Bagaimana Perbandingan Ukuran Penis Indonesia dengan Negara Lain?


Ukuran penis Indonesia dengan negara lainnya tentu berbeda. Sama halnya dengan mata dan kulit, ukuran penis juga produk genetik turunan dari orangtua.

(0)
30 Jan 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Ukuran penis Indonesia dengan negara lainnya tentu berbedaIlustrasi ukuran penis yang berbeda-beda
Ukuran penis adalah hal yang mungkin akan selalu diperhatikan oleh pria. Sebagian dari Anda mungkin pernah mencari tentang ‘ukuran penis orang indonesia’. Tenang, Anda tidak sendiri. Kata kunci tersebut memang sangat populer di kalangan pria di Indonesia.Sepanjang sejarahnya, ukuran 'Mr. P' kerap kali menjadi simbol kejantanan bagi laki-laki. Maka tak mengherankan jika kekhawatiran mengenai ukuran alat vital pria tersebut bukanlah hal yang sepele. Sekumpulan peneliti pun sempat melakukan penelitian mengenai ukuran penis normal. Bagaimana hasilnya?

Ukuran penis Indonesia dan rata-rata ukuran penis di dunia

Sebuah website penghimpun data, TargetMap, merilis peta ukuran penis di seluruh dunia. Panjang penis diukur dalam keadaan saat ereksi kemudian diambil rentang rata-ratanya dan dibagi dalam kategori berikut:
  • Ukuran penis terbesar dengan rentang 16,1-17,9 cm

Mengisi kategori ini adalah negara-negara di Benua Afrika dan Amerika, seperti Ghana, Gabon, Nigeria, dan Haiti.
  • Ukuran penis terbesar kedua dengan rentang 14,7-16,1 cm

Australia, Italia, Norwegia, Meksiko, dan Afrika Selatan menjadi negara yang prianya memiliki ukuran penis rata-rata terbesar kedua setelah negara-negara di Afrika
  • Ukuran penis sedang dengan rentang 12,9-14,7 cm

Penis dengan ukuran sedang diisi oleh Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, dan Spanyol.
  • Ukuran penis mendekati terkecil dengan rentang 10,5-12,9 cm

Masih belum menemukan Indonesia? Ukuran penis pria di Indonesia termasuk ke dalam kategori ini. Tak hanya Indonesia,  Rusia, Jepang, Brasil, dan Yunani yang juga masuk di kategori panjang penis 10,5-12,9 cm.
  • Ukuran penis terkecil dengan rentang 9,30-10,5 cm

India, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan berada di posisi buncit untuk urusan ukuran 'Mr. P'. Panjang rata-rata penis yang dimiliki pria di negara-negara tersebut berkisar antara 9,30-10,5 cm.Situs lain bernama Worlddata juga mengumpulkan hasil penelitian tentang ukuran penis. Mereka mengungkapkan bahwa dari 88 negara yang dijadikan sampel, panjang penis orang Indonesia menduduki peringkat ke-78 dengan rata-rata panjang mencapai 11,67 cm.

Seberapa akurat data tersebut dan apa standar ukuran penis yang normal?

Dari data di atas, mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana data tentang ukuran penis tersebut diambil, mengingat penis adalah bagian paling intim dari pria dan membicarakan ukuran adalah hal yang sensitif. Faktanya, beberapa penelitian terdahulu mengambil data dengan hanya menanyakan responden tentang berapa ukuran penis mereka.Barulah di 2014 lalu, peneliti asal Inggris David Vealle melakukan penelitian tentang ukuran penis pada 15.521 laki-laki. Vealle bersama para ahli urologi menggunakan metode pengukuran penis yang disebut Bone Pressed Erect Length (BPEL) dan Bone Pressed Flaccid Length (BPFL). Metode ini kini menjadi standar dalam pengukuran penis yang akurat.Meski diadakan di Inggris, responden penelitian ini terdiri dari berbagai usia dan ras. Hasil penelitiannya melaporkan bahwa rata-rata panjang penis dari seluruh responden adalah 13 cm dan ketebalannya 11,6 cm. Ukuran ini disimpulkan menjadi ukuran penis ideal. Jika melihat angka tersebut, panjang penis pria Indonesia termasuk normal, bukan?

Berapa ukuran penis Anda? Ikuti cara mengukur penis ini

Berikut adalah langkah pengukuran penis dengan metode BPEL yang digunakan penelitian Vealle:

1. Mengukur panjang penis

  • Pertama, tempatkan penggaris atau pita pengukur di pangkal penis yang ereksi sampai menempel ke tubuh.
  • Tekan ujung penis ke arah ke tulang kemaluan (dibawah pusar) sejauh yang Anda bisa untuk menghindari perhitungan yang salah jika penis tertutupi lemak perut.
  • Mulailah mengukur dari pangkal ke ujung penis Anda.

2. Mengukur ketebalan penis

  • Pada langkah ini, gunakan pita pengukur. Jika tidak punya pita pengukur, Anda dapat mengukurnya dengan benang. Pastikan benang yang digunakan tidak elastis karena dapat terjadi kesalahan pada pengukuran.
  • Setelah itu, lilitkan secara perlahan pita pengukur atau benang pada bagian batang penis yang ereksi. Carilah bagian yang paling tebal.
  • Jika menggunakan pita pengukur, Anda dapat langsung membaca ukuran tebal penis, namun jika Anda mnggunakan benang, Anda dapat menandai benang yang bertemu dengan ujung benang tersebut.
  • Luruskan benang, lalu ukurlah menggunakan penggaris dari ujung sampai ke bagian yang telah Anda tandai.

2. Mengukur diameter penis

  • Untuk mengetahui diameternya, pertama Anda harus mengukur ketebalan penis menggunakan metode yang telah dijelaskan di atas.
  • Setelah itu, hasilnya dibagi dengan nilai konstanta 3,14 (tidak boleh diubah), dengan begitu Anda akan mendapatkan ukuran diameter penis Anda.

Faktor yang memengaruhi ukuran penis

Ilustrasi mengukur penis
Ilustrasi pengukuran penis
Ukuran 'Mr. P' umumnya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Apa sebenernya yang menyebabkannya berbeda? Tentunya bukan dari makanan, besar jari kaki, atau tinggi badan. Itu hanyalah mitos yang kerap beredar.Kenyataannya, panjang maupun besarnya penis sama halnya dengan warna mata dan kulit, yakni merupakan produk genetik yang diturunkan dari orangtua. Selama masa pubertas, testis mulai bertumbuh diikuti oleh penis. Penis akan mencapai ukuran akhir sekitar 4-6 tahun setelah testis membesar untuk pertama kali.Ahli urologi asal Florida dr. Brhmbhatt mengungkapkan bahwa kromosom yang diberikan ibu pada anak prianya bertanggung jawab lebih besar dalam mengatur panjang penis. Oleh karena itu, perilaku ibu yang biasa mengonsumsi alkohol dan obat-obatan pada saat mengandung dapat memengaruhi panjang penis anaknya kelak.Selain pengaruh genetik, hormon juga ternyata memilki peran dalam menentukan ukuran alat vital pria tersebut. Ketika tubuh balita laki-laki tidak cukup memproduksi hormon testosteron, hal tersebut dapat mengakibatkan kondisi mikropenis, di mana ukuran penis jauh di bawah normal. Jika terdeteksi sejak dini, terapi hormon sebelum memasuki masa pubertas dapat dijadikan solusi untuk menghindari kelainan ini.

Ukuran penis bukan faktor utama kejantanan pria

Obsesi pria akan penis yang besar pada umumnya muncul dari harapan untuk memuaskan pasangannya. Padahal, berdasarkan penelitian yang diterbitkan The Journal of Sexual Medicine, ternyata penis yang besar hanya berada di urutan keenam dari berbagai faktor penis yang disukai para wanita. Jadi, besar atau kecil seharusnya tak perlu jadi masalah jika Anda bisa menggunakan ‘perkakas’ tersebut dengan baik.Alih-alih sibuk mengkhawatirkan ukuran si 'Mr. P', Anda lebih disarankan untuk menjaga kesehatan penis agar alat kelamin tersebut dapat berfungsi dengan baik dan terhindar dari berbagai masalah kesehatan, termasuk disfungsi ereksi yang bisa menghambat aktivitas seksual Anda bersama pasangan.Ingin tahu lebih lanjut seputar kesehatan reproduksi pria? Anda bisa tanya langsung dengan dokter terbaik di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang juga App Store dan Google Play
kesehatan organ intimmembesarkan peniskelamin laki-lakikesehatan pria
Wiley Online Library. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/bju.13010
Diakses pada 24 Januari 2020
Kinsey Institute. https://kinseyinstitute.org/research/publications/penis-size-faq-bibliography.php
Diakses pada 24 Januari 2020
Targetmap. https://www.targetmap.com/viewer.aspx?reportId=3073
Diakses pada 24 Januari 2020
World Data. https://www.worlddata.info/average-penissize.php
Diakses pada 24 Januari 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-measure-your-penis-size-906786
Diakses pada 27 Januari 2020
Fatherly. https://www.fatherly.com/health-science/the-genetic-science-of-penis-size/
Diakses pada 28 Januari 2020
Young Men's Health. https://youngmenshealthsite.org/askus/when-will-my-penis-stop-growing/
Diakses pada 28 Januari 2020
Wiley Online Library.
https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/jsm.12942
Diakses pada 29 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait