Perawatan Setelah Melahirkan untuk Mempercepat Masa Penyembuhan

(0)
24 Dec 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perawatan setelah melahirkan untuk ibuPerawatan pasca melahirkan secara normal dan caesar tidak terlalu berbeda
Tidak hanya anak, ibu juga membutuhkan perawatan yang intensif setelah selesainya proses persalinan. Sebab, perubahan akan terus terjadi di tubuh ibu. Perawatan pasca melahirkan perlu dilakukan, agar ibu dapat pulih dengan baik, secara fisik maupun mental.Perawatan pasca melahirkan dapat berbeda antara ibu yang melahirkan secara normal dan operasi Caesar. Berikut ini tipsnya untuk Anda.

Perawatan setelah melahirkan secara umum

Setelah melahirkan perlu istirahat yang cukup, seperti tidur
Setelah persalinan, ibu perlu istirahat yang cukup
Baik untuk proses persalinan normal maupun dengan operasi Caesar, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan, yaitu:

1. Beristirahat dengan cukup

Setelah melahirkan, usahakan agar Anda mendapatkan banyak waktu istirahat. Persalinan adalah proses yang melelahkan. Jadi, pastikan Anda dapat “balas dendam” untuk memenuhi waktu tidur Anda yang hilang.Saat baru memiliki bayi, memang tidak mudah mencuri waktu untuk tidur. Si Kecil pun masih sering terbangun setiap dua hingga tiga jam sekali untuk menyusu. Sehingga, untuk mengejar waktu istirahat, tidurlah saat bayi Anda sedang tidur.

2. Jangan ragu minta bantuan orang-orang terdekat

Menjadi ibu baru bukanlah hal yang mudah. Sehingga, jangan ragu untuk meminta bantuan pada orang sekitar untuk mengerjakan hal-hal lain seperti membersihkan rumah, memasak, atau berbelanja kebutuhan sehari-hari. Fokuskan energi Anda untuk merawat Si Kecil yang baru lahir.

3. Konsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan yang sehat dapat membantu mempercepat proses pemulihan. Karena itu, untuk sementara, hindari makanan tidak sehat seperti makanan cepat saji atau makanan kemasan yang mengandung banyak gula dan garam.Konsumsilah makanan yang lebih sehat seperti biji-bijian, sayur dan buah, serta protein. Anda juga perlu menambah asupan cairan dengan banyak mengonsumsi air putih, terutama jika menyusui.

4. Mulai berolahraga

Tentu, olahraga yang dapat dilakukan oleh ibu yang baru melahirkan bukanlah olahraga berat, seperti latihan kardio. Jika dokter sudah mengizinkan Anda untuk mulai beraktivitas fisik, lakukanlah latihan ringan seperti berjalan di area sekitar rumah.Melihat pemandangan sekitar setelah beberapa lama hanya berada di dalam rumah, dapat membuat Anda lebih segar dan berenergi.

5. Hindari hubungan intim sementara waktu

Pasca melahirkan, sebaiknya Anda menghindari hubungan intim sementara waktu untuk mencegah terjadinya infeksi.Umumnya, penyedia layanan kesehatan Anda juga akan memberi tahu bahwa hubungan intim dapat dilakukan kembali setelah area perineum Anda telah sembuh (atau bekas luka perut akibat persalinan sesar telah sembuh), dan ketika pendarahan pasca persalinan sudah menghilang.

6. Buat janji temu dengan dokter kandungan

Penyedia layanan kesehatan Anda umumnya akan menjadwalkan kunjungan tindak lanjut dalam waktu 4 hingga 6 minggu setelah melahirkan.Beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin menyarankan Anda untuk melakukan kunjungan lebih cepat, seperti 2 minggu setelah melahirkan.

Perawatan setelah melahirkan normal

Perawatan pasca melahirkan harus memerhatikan nyeri vagina
Perawatan pasca melahirkan termasuk juga mengatasi nyeri pada vagina
Melahirkan secara normal melalui vagina akan menimbulkan beberapa perubahan pada tubuh ibu. Setiap perubahan yang terjadi, memerlukan perawatan yang berbeda. Berikut ini, tips untuk perawatan pasca melahirkan yang dapat Anda coba.

1. Perawatan untuk nyeri pada vagina

Saat proses persalinan, lapisan perineum yang terdapat di antara vagina dan rektum, bisa melebar dan sobek, sehingga menyebabkan nyeri pada vagina. Nyeri yang timbul juga akan lebih parah apabila saat proses persalinan, dokter perlu melakukan episiotomi atau pengguntingan pada perineum untuk memperlebar jalur keluar bayi.Untuk meredakakan nyeri pasca melahirkan, beberapa langkah ini bisa Anda lakukan:
  • Kompres area tersebut dengan kompres dingin
  • Jangan duduk di kursi yang keras, selalu alasi tempat duduk dengan bantal
  • Bersihkan vagina dengan air hangat setelah buang air kecil
  • Sesudah buang air besar, tekan area luka dengan kain bersih lalu baru bersihkan area sekitar dengan air dan usap dengan tisu dari arah depan ke belakang.

2. Perawatan untuk perdarahan

Setelah melahirkan, adalah hal yang normal apabila masih terjadi sedikit perdarahan. Perdarahan dapat terjadi selama beberapa minggu dengan volume paling banyak dan pekat, pada beberapa hari pertama setelah persalinan.Lama-kelamaan, cairan yang keluar dari vagina tidak lagi tampak seperti darah, melainkan menyerupai cairan keputihan. Meski begitu, jika darah yang keluar sangat banyak, dan membuat pembalut yang Anda gunakan penuh hanya dalam waktu setengah jam, sebaiknya segera hubungi dokter.Perawatan dokter juga mungkin dibutuhkan apabila perdarahan yang terjadi, disertai dengan nyeri pinggang, demam, dan nyer tekan pada rahim.

3. Perawatan untuk kontraksi

Anda juga masih bisa merasakan kontraksi beberapa hari setelah persalinan. Kontraksi yang terjadi akan terasa seperti kram saat menstruasi. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika menyusui. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan memberikan obat pereda nyeri.

4. Perawatan untuk gangguan buang air kecil

Persalinan secara vaginal juga akan membuat kandung kemih Anda melebar dan menyebabkan kerusakan saraf dan otot, untuk sementara waktu. Kondisi ini menyulitkan untuk buang air kecil, meski Anda sudah merasa kebelet. Saat buang air kecil pun, akan muncul sedikit rasa nyeri.Untuk mengatasinya, siramkan air ke area genital saat duduk di toilet untuk membantu mengurangi rasa nyeri.Selain itu, proses persalinan juga dapat memicu keluarnya urine Anda kerap keluar dengan tidak sengaja meski dalam jumlah yang sedikit. Senam kegel bisa membantu mempercepat emulihan untuk kondisi ini.

5. Perawatan untuk payudara

Pembengkakan pada payudara adalah kondisi yang sering terjadi pada ibu menyusui. Untuk mengurangi rasa nyeri pada payudara akibat pembengkakan ini, menyusui atau memompa ASI menjadi solusi yang paling efektif.Anda juga dapat mengompres payudara menggunakan kompres dingin saat sedang tidak menyusui. Apabila Anda tidak menyusui, gunakan bra yang ketat dan hindari meraba payudara. Sebab, meraba payudara dapat merangsangnya untuk memproduksi lebih banyak ASI.

6. Perawatan untuk rambut dan kulit

Setelah persalinan, rambut Anda akan mengalami kerontokan, hingga lima bulan lamanya. Stretch mark yang ada di kulit juga tidak akan langsung hilang, tapi akan memudar dari berwarna kemerahan menjadi putih keperakan. Bercak hitam di kulit yang muncul saat hamil juga berangsur memudar.

7. Menstabilkan emosi

Bagi ibu yang mengalami sindrom baby blues atau depresi postpartum, dukungan dari suami, teman, dan keluarga sangatlah berarti. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater jika kondisi ini tidak juga reda.

Perawatan setelah melahirkan caesar

Sementara itu, sebagai perawatan pasca melahirkan dengan operasi caesar, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempercepat proses persalinan.

1. Pencegahan gumpalan darah

Salah satu risiko terbesar dari persalinan melalui operasi Caesar adalah terbentuknya gumpalan darah di kaki. Untuk mencegahnya, dokter dapat memberikan alat kompresi khusus yang akan membuat aliran darah di tubuh tetap lancar. Selain itu, Ibu juga disarankan untuk mulai banyak bergerak.

2. Perawatan untuk kram pasca persalinan

Pada 24 jam pertama pascaoperasi, rasa nyeri umumnya akan muncul di lokasi operasi. Selain nyeri, rasa kram di perut juga dapat terjadi akibat rahim yang menyusut selepas persalinan. Untuk mengatasinya, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri.

3. Pencegahan infeksi pada luka operasi

Setelah proses persalinan selesai, ada satu hal yang perlu diwaspadai, yaitu tanda-tanda infeksi pada luka bekas operasi. Untuk mencegah terjadinya infeksi, Anda perlu menjaga kebersihan luka bekas operasi dan mewaspadai tanda infeksi, seperti demam, pembengkakan, dan nyeri. Segera berkonsultasi dengan dokter apabila gejala infeksi mulai muncul.

4. Risiko pada minggu pertama pasca persalinan

Minggu pertama pasca operasi Caesar, merupakan waktu paling berisiko terhadap perdarahan. Untuk mencegahnya, Anda perlu membatasi aktivitas fisik hingga 6-8 minggu setelah melahirkan.

5. Kondisi mental pasca persalinan

Baik pada ibu yang melahirkan secara vaginal maupun Caesar, kondisi mental sangatlah penting untuk diperhatikan. Apabila ada perkataan kerabat atau teman yang dirasa menyinggung, bicarakan pada suami atau orangtua, untuk mengurangi beban pikiran.Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, untuk mengetahui lebih rinci cara menghadapi masa-masa awal menjadi seorang ibu, dari sisi kesiapan mental.Perawatan pasca persalinan perlu dilakukan bagi setiap ibu setelah melahirkan. Pasangan juga harus mendukung sepenuhnya, agar masa pemulihan dapat berlangsung dengan baik. Jangan lupa untuk kontrol ke dokter secara rutin, untuk memastikan tidak ada komplikasi yang sedang maupun akan terjadi.
melahirkankehidupan pasca melahirkanpersalinanmelahirkan normal
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/postpartum-care/art-20047233
Diakses pada 23 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/recovery-vaginal-delivery#1
Diakses pada 23 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323229.php
Diakses pada 23 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/postpartum-care
Diakses pada 23 Desember 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9679-caring-for-your-health-after-delivery
Diakses pada 26 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait