Flu singapura pada anak bisa ditandai dengan timbulnya bintil-bintil pada tangan
Munculnya bintil-bintil pada tangan adalah salah satu gejala flu singapura pada anak

Flu singapura dikenal juga denga istilah penyakit tangan, kaki, dan mulut (hand-foot-and-mouth disease). Penyakit ini umum menyerang anak-anak.

Memiliki gejala berupa bintil-bintil di kaki dan tangan serta sariawan di mulut, penyakit flu singapura pada anak disebabkan oleh virus coxsackie. Seperti infeksi virus pada umumnya, tidak ada pengobatan spesifik untuk menyembuhkan flu singapura.

Flu singapura pada anak akan sembuh dengan sendirinya. Karena penyakit ini paling sering terjadi pada anak usia di bawah 10 tahun, ajarilah Si Kecil untuk selalu menjaga kebersihan, rajin cuci tangan, dan hindarkan ia dari orang yang sedang  sakit.

Seperti apa gejala flu singapura pada anak?

Gejala-gejala flu singapura akan muncul pada hari ketiga hingga ketujuh setelah anak terinfeksi virus. Masa ini disebut sebagai masa inkubasi.

Flu singapura bisa berlangsung selama 7-10 hari, sebelum akhirnya membaik dengan sendirinya. Pada masa awal, anak akan merasa tidak enak badan dan mengalami demam seperti terkena flu biasa

Anda bisa curiga bahwa buah hati terkena flu singapura bila demam dan gejala tidak enak badan anak diiringi keluhan-keluhan berikut ini:

  • Muncul ruam dan bintil-bintil putih berisi air

Bintil-bintil ini timbul pada telapak tangan dan telapak kaki anak. Berbeda dengan bintil cacar air, ruam dan bintil flu singapura tidak disertai rasa gatal. 

  • Sakit tenggorokan dan muncul banyak sariawan di mulut anak

Kondisi ini menimbulkan rasa sakit, sehingga menyebabkan anak enggan untuk makan dan minum.

Flu singapura termasuk penyakit menular

Cara utama penularan virus coxsackie penyebab flu singapura adalah melalui kontak dengan cairan dari tubuh penderita. Cairan tubuh ini bisa berasal dari bintil yang pecah atau dari percikan air ludah dan ingus yang tersebar di udara ketika penderita batuk dan bersin.

Tak hanya itu, virus coxsackie juga ada di feses orang yang terinfeksi. Virus ini bahkan bisa terus ada di kotoran sampai beberapa minggu setelah penderita sembuh. 

Flu singapura pada anak bisa menular ke orang dewasa. Jika Si Kecil terkena penyakit ini, Anda bisa mencegah penularan dengan cara di bawah ini:

  • Cuci tangan sampai benar-benar bersih

Gunakan sabun dan air bersih yang mengalir, terutama setelah ada kontak dengan cairan tubuh Si Kecil. Misalnya, setelah Anda menyentuh bintil dan ruamnya, sehabis membantu anak membuang ingus, atau setelah mengganti popok dan membantunya buang air.

  • Sediakan peralatan makan dan minum khusus untuk anak

Untuk sementara, sediakan dan gunakan peralatan makan serta minum khusus untuk Si Kecil yang sedang sakit. Langkah ini bertujuan supaya peralatan tersebut tidak dipakai bersama dengan penghuni rumah yang lain. 

  • Jangan biarkan anak masuk sekolah

Sebelum semua bintil-bintil flu singapura mengering dan sembuh, larang anak untuk masuk sekolah atau mengunjungi tempat umum. Dengan ini, ia tidak akan menulari anak-anak lain. 

Apa yang bisa Anda lakukan?

Tidak ada obat untuk menyembuhkan penyakit flu singapura pada anak maupun orang dewasa. Infeksi virus ini biasanya bisa sembuh sendiri dalam waktu 7-10 hari. 

Meski demikian, orangtua bisa melakukan langkah berikut agar gejala flu singapura pada anak bisa berkurang:

  • Kalau sariawan di mulut buah hati menimbulkan rasa sakit, Anda boleh mengoleskan salep pereda nyeri yang biasa digunakan untuk sariawan.
  • Obat-obatan untuk menurunkan demam dan obat pereda nyeri yang dijual bebas juga boleh diberikan pada anak agar ia merasa lebih nyaman. Contohnya, paracetamol dan ibuprofen. Namun hindari pemberian aspirin karena ada risiko memicu sindrom Reye atau pembengkakan otak dan hati. 

Lakukan ini agar Si Kecil bisa makan dan minum

Untuk membantu agar anak mau makan dan minum, sekaligus mengurangi rasa sakit di mulut, orangtua dapat melakukan cara-cara ini:

  • Berikan es batu atau es loli untuk dikulum oleh anak. Anda juga bisa memberinya es krim dan sorbet yang terbuat dari buah dingin.
  • Bila ia ingin minum air atau susu, Anda bisa memberikan susu dingin atau air es.
  • Hindari makanan dan minuman yang asam.
  • Jangan berikan minuman bersoda.
  • Hindari makanan dan camilan yang asin dan pedas
  • Berikan makanan dengan tekstur lembut atau lembek agar anak tidak perlu banyak mengunyah.

Waspadai komplikasi flu singapura pada anak ini

Komplikasi yang paling sering muncul dari penyakit flu singapura adalah dehidrasi. Karena terdapat banyak sariawan yang terasa sakit di mulut serta tenggorokannya, anak menjadi kesulitan makan serta minum.

Untuk itu, orang tua perlu mengawasi kondisi anak dengan saksama. Pastikan ia minum sesering mungkin walau hanya satu atau dua teguk. 

Komplikasi serius dari flu singapura pada anak sebetulnya sangat jarang terjadi. Tetapi infeksi virus coxsackie bisa memicu komplikasi pada otak yang berupa:

  • Viral meningitis, yaitu peradangan pada membran dan cairan serebrospinal yang melapisi otak dan saraf tulang belakang.
  • Encephalitis, yaitu peradangan akibat virus pada otak yang parah dan seringkali mengancam nyawa. 

Meski flu singapura pada anak bisa digolongkan sebagai penyakit ringan dan bisa sembuh sendiri, anak Anda sebaiknya tetap diperiksakan ke dokter anak. Khususnya bila buah hati sama sekali tidak mau makan dan minum akibat rasa sakit di mulut dan tenggorokannya.

Demikian pula jika gejala flu singapura pada anak tidak membaik atau tampak makin parah dalam beberapa hari. Dokter akan melakukan diagnosis dengan akurat dan memberikan pengobatan yang tepat.

Royal Children’s Hospital. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/hand_foot_and_mouth_disease_coxsackie_virus/
Diakses pada 15 Oktober 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hand-foot-and-mouth-disease/symptoms-causes/syc-20353035
Diakses pada 15 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed