Penting, Ini Peran Orangtua terhadap Anak Cerebral Palsy

Kualitas hidup anak dengan cerebral palsy dapat ditingkatkan dengan melakukan terapi
Anak dengan cerebral palsy membutuhkan peran orangtua sebagai support system mereka.

Tidak ada orangtua yang ingin anaknya lahir dengan cacat bawaan, termasuk cerebral palsy. Cerebral palsy adalah kelainan yang memengaruhi kemampuan anak untuk bergerak, serta mempertahankan postur dan keseimbangan tubuhnya.

Cerebral palsy disebut juga sebagai kelumpuhan otak. Hal ini dikarenakan cerebral palsy biasanya disebabkan oleh kerusakan otak, bahkan sebelum bayi lahir atau di tahun-tahun pertama kelahirannya hingga berusia 5 tahun.

Kondisi ini bisa memengaruhi fungsi tubuh mana saja yang memerlukan koordinasi saraf dan otot motorik, misalnya bernapas, buang air kecil dan besar, makan, hingga berbicara. Saat otak sudah rusak, anak juga bisa kehilangan kemampuan dasar, seperti melihat, mendengar, maupun belajar.

Pentingnya peran orangtua terhadap anak dengan cerebral palsy

Ketika anak didiagnosis menderita cerebral palsy, ia akan sangat membutuhkan peran orangtua untuk menjadi support system. Pasalnya, cerebral palsy adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan sehingga anak mungkin merasa terkucilkan dari lingkungannya.

Meski demikian, kualitas hidup anak dengan cerebral palsy bisa ditingkatkan dengan cara:

  • Perawatan yang mungkin mengharuskan anak untuk naik meja operasi
  • Terapi, termasuk terapi fisik, terapi okupasi, dan terapi wicara
  • Memberikan alat khusus bagi anak agar bisa bergerak dan berkomunikasi dengan orang lain

Anak dengan cerebral palsy mungkin harus melakukan berbagai langkah pengobatan maupun terapi seumur hidupnya. Namun, dengan dukungan dari orangtua, anak dengan cerebral palsy bisa tetap aktif dan beraktivitas dengan teman-temannya yang normal.

Bagaimana pola asuh yang baik untuk anak dengan cerebral palsy?

Cerebral palsy adalah kondisi yang memerlukan perhatian khusus orangtua. Meski sebagian besar perawatan anak cerebral palsy akan ditangani oleh dokter dan terapisnya, tetap ada peran besar yang Anda jalani untuk membuat hidup anak lebih mudah.

Yang perlu diingat adalah cerebral palsy memiliki pengaruh yang berbeda pada tiap anak sehingga setiap orangtua punya cara yang berbeda-beda dalam pola asuh anaknya. Meski demikian, secara garis besar terdapat tips agar Anda bisa memaksimalkan potensi anak dengan cerebral palsy.

1. Peduli dengan pengobatan dan terapinya

Selalu pantau perkembangan anak Anda setelah melakukan pengobatan atau terapi. Memang, dokter dan para terapis merupakan pihak yang paling tahu mengenai cara terbaik menangani cerebral palsy bagi anak, tapi keputusan tetap berada di tangan Anda.

Sebagai orangtua, Anda bisa meminta terapis untuk tidak melanjutkan terapi karena justru menyebabkan kemunduran pada kondisi anak. Dokter pun biasanya lebih senang dengan orangtua yang ikut peduli dengan perkembangan anaknya.

2. Menjadi terapis anak di rumah

Menjalani terapi di rumah sakit atau tempat terapi lainnya mungkin akan berlangsung sangat singkat karena keterbatasan waktu. Namun, Anda bisa ikut mempelajari gerakan terapi untuk anak dengan cerebral palsy agar bisa mempraktekkannya di rumah.

Terapi bagi penderita cerebral palsy adalah langkah yang penting. Terlebih, jika anak Anda sering merasakan nyeri akibat kaku otot, sebaiknya Anda juga ikut mempelajari teknik dasar pemijatan untuk penderita cerebral palsy.

3. Bantu anak tetap aktif

Anak dengan cerebral palsy memang tidak bisa berolahraga seperti anak pada umumnya. Namun, membuatnya tetap aktif bergerak tetaplah penting.

Bantu anak berjalan (bila memungkinkan), bermain, dan bergerak sebisa mungkin. Ketika ia bergerak aktif, kekakuan ototnya bisa berkurang.

4. Perluas wawasan anak

Ajak anak mengunjungi museum, mengerjakan prakarya, atau hanya mendengarkan musik di taman untuk memperluas wawasannya. Langkah ini juga penting untuk meningkatkan kepercayaan diri si anak.

5. Perhatikan asupan anak

Dokter mungkin meresepkan banyak obat untuk anak. Tetapi, Anda juga bisa mengatur pola makan anak agar mengonsumsi diet yang memperkuat otot serta tulang.

6. Bersikap positif

Cerebral palsy adalah penyakit dengan berbagai keterbatasan yang akan membuat anak tidak mampu melakukan berbagai hal seperti teman-teman seusianya. Bahkan, tidak jarang anak yang menderita cerebal palsy menjadi lebih mudah depresi.

Untuk itu, orangtua harus terus menyemangati anak untuk menjalani pengobatan dan terapinya. Jika orangtua menunjukkan sikap positif, maka semangat yang sama akan menular kepada anak.

Memang, tetap berpikiran positif di tengah kondisi anak cerebral palsy tidaklah mudah. Namun ingatlah bahwa anak membutuhkan Anda untuk selalu menjadi penyemangat di saat-saat sulit.

CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/cp/facts.html
Diakses pada 22 Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/cerebral-palsy-parenting#1
Diakses pada 22 Juli 2019

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/cerebral-palsy.html
Diakses pada 22 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed