Pentingnya Peran Ibu Dalam Keluarga dan Perkembangan Anak

Menemani anak bermain termasuk peran ibu dalam keluarga
Peran ibu dalam keluarga termasuk menemani Si Kecil bermain

Merupakan hal yang alami jika seorang anak cenderung lebih dekat dengan ibunya. Bukan hanya karena ibu adalah orang yang melahirkan si anak, tetapi karena peran ibu dalam keluarga yang sangat penting dalam perkembangan dan kesehatan Si Kecil.

Peran ibu dalam keluarga yang memengaruhi perkembangan anak

Membesarkan anak termasuk tugas yang paling berat dan menuntut tanggung jawab dalam kehidupan manusia. Tugas ini juga memiliki tuntutan yang tinggi dan dipandang bernilai tinggi di masyarakat.

Selain melahirkan, mengasuh, dan mendidik anaknya, kelancaran peran ibu dalam keluarga juga ternyata memengaruhi jalan hidup anaknya di masa mendatang.

Penelitian-penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh dari ibu merupakan faktor utama dalam menentukan apakah seorang anak akan tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, atau tidak.

Sebagai perbandingan, sederet penelitian tersebut juga menyimpulkan bahwa kesuksesan akademis dari ayah hanya memiliki pengaruh kecil terhadap keberhasilan akademis anak-anaknya.

Karena masa depan dan jalan hidup anak akan sangat dipengaruhi oleh relasinya dengan sang ibu, sangat penting bagi seorang ibu untuk menyediakan waktu sebanyak mungkin bagi anaknya.

Banyak riset yang membuktikan bahwa kelekatan antara ibu dan bayinya akan membentuk ikatan emosional. Ikatan ini amat diperlukan untuk membangun rasa percaya diri pada anak.

Sementara kurangnya kelekatan dan ikatan emosional dengan ibu semasa masih bayi, dikatakan bisa meningkatkan risiko munculnya gangguan kecemasan, depresi, dan masalah perilaku agresif pada anak.

Karena itu, ikatan emosional antara ibu dan anak menjadi dasar dari perkembangan emosional manusia. Berbagai riset juga menemukan bahwa anak-anak yang secara emosional tidak terlalu terikat atau merasa tidak aman dalam relasi dengan ibunya, cenderung memiliki gangguan dan masalah perilaku di masa remaja atau dewasa.

School of Psychology and Clinical Language Sciences mengadakan sebuah penelitian terhadap lebih dari enam ribu anak. Penelitian ini berfokus pada pengaruh peran ibu dalam keluarga terhadap perkembangan anak.

Hasil penelitian mendukung teori bahwa anak merasa aman dalam ikatan emosional dengan orangtuanya. Kebaikan ini muncul berkat anak yang mendapatkan respons, dukungan emosional, serta kasih sayang dari ibu dan ayah.

Sebaliknya, jika anak sering mendapat respons kesal, penolakan, atau respons yang mematahkan semangat, yang muncul adalah perasaan tidak aman dalam ikatan emosional dengan ibu maupun ayah. Anak dengan kondisi ini berisiko mengalami masalah perilaku dan kesehatan mental di masa dewasa.

Peran ibu dalam keluarga dan kesehatan anak

Sebuah riset menyelidiki dampak kesehatan dari kuat atau lemahnya ikatan fisik, psikologis, serta sosial antara ibu dan anak. Studi ini menemukan bahwa ikatan emosional antara ibu dan anak memengaruhi produksi hormon stres di tubuh anak.

Dalam jumlah yang tepat, kortisol atau hormon stres sebetulnya diperlukan untuk mengatur tekanan darah dan fungsi jantung, mengendalikan respons imunitas tubuh, serta mengatur kadar gula darah. Tetapi produksi kortisol yang berlebihan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes dan kanker.

Anak-anak yang berada dalam ikatan emosional lemah atau merasa tidak aman dalam dinamika relasi keluarga, cenderung memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi. Akibatnya, mereka lebih berisiko terkena penyakit degeneratif di saat dewasa.

Di dalam banyak keluarga, ibu juga sering berperan sebagai manajer kesehatan keluarga. Berdasarkan survei terhadap para ibu, sekitar tiga perempat responden menyatakan bahwa merekalah yang memegang kendali atas kesehatan keluarga.

Lalu sebanyak 79 persen responden menyatakan bahwa merekalah yang memilih layanan kesehatan dan dokter untuk anaknya, 77 persen mengemukakan bahwa ibu yang lebih sering mengantar anaknya untuk pemeriksaan kesehatan, dan 77 persen mengaku bahwa ibulah yang merawat kesehatan anak sesuai saran dokter.

Penelitian tersebut sesuai dengan pernyataan dari Kementrian Kesehatan RI yang mengatakan bahwa seorang ibu memiliki lebih banyak peran dalam menentukan kesehatan keluarga. Karena itu, peningkatan pengetahuan seorang ibu mengenai kesehatan, gizi, serta pola asuh anak sangatlah penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat.

Ibu juga perlu menjaga kesehatan dirinya sendiri, baik secara fisik maupun mental. Karena membentuk keluarga sehat dimulai dari ibu yang juga sehat jasmani maupun rohani.

Health Units. https://healthunits.com/parenting/a-mothers-role-in-a-childs-development/
Diakses pada 21 April 2020

Kaiser Foundation. https://www.kff.org/womens-health-policy/issue-brief/women-work-and-family-health-key-findings-from-the-2017-kaiser-womens-health-survey/
Diakses pada 21 April 2020

Kemenkes RI. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20190920/2231751/peran-ibu-tentukan-kesehatan-keluarga/
Diakses pada 21 April 2020

 

Artikel Terkait