Tanda Si Kecil Siap MPASI dan Peralatan yang Anda Butuhkan


Menginjak 6 bulan, anak biasanya akan mulai diperkenalkan makanan padat. Namun, ada pula yang memulainya lebih cepat. Itu sebabnya, penting bagi Anda mempersiapkan peralatan MPASI, bahkan saat pemberian ASI eksklusif masih berlangsung. Apa saja perlengkapan MPASI yang perlu?

0,0
28 Jun 2021|Rena Widyawinata
tanda anak siap makan dan peralatan MPASIPeralatan MPASI sudah harus siap bahkan sebelum anak menunjukkan tanda siap makan
Setelah enam bulan membangun ikatan antara Anda dan buah hati melalui pemberian ASI eksklusif, kini tiba saat untuk memperkenalkan makanan padat pertamanya. Selain memastikan si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda siap makan, Anda pun harus mempersiapkan peralatan MPASI, agar proses ini berjalan lancar dan menyenangkan.

Tanda anak siap MPASI

Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian asi eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan. Akan tetapi, memasuki bayi usia 6 bulan, kebutuhan si kecil mulai berubah yang mungkin tidak cukup dari ASI saja. Pada tahap ini, Anda mulai bisa memperkenalkan makanan pendamping, selain tetap terus memberikan ASI.Sebagaimana dilansir dari situs kesehatan Britania Raya, NHS, berikut ini adalah tanda anak siap makan:
  • Mampu menegakkan kepala dan duduk sendiri dengan stabil
  • Mulai tertarik terhadap makanan dan berusaha mengambilnya
  • Refleks menjulurkan lidah berkurang
  • Mampu mengambil dan memasukkan makanannya sendiri
  • Menelan makanan yang diberikan (tidak mengeluarkannya kembali)

Perlengkapan MPASI yang harus Anda miliki

Perkembangan setiap anak berbeda-beda. Ada yang mulai menunjukkan tanda siap makan sebelum 6 bulan, ada pula yang setelahnya. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mempersiapkan perlengkapan MPASI sedini mungkin.Beberapa peralatan MPASI yang sebaiknya Anda miliki, antara lain:

1. Sendok dan garpu

sendok garpu untuk MPASI
Sendok garpu yang menarik memudahkan proses MPASI anak
Peralatan MPASI pertama dan utama yang perlu dimiliki tentulah sendok garpu. Mulutnya yang mungil membuat Anda harus menyediakan sendok garpu khusus bayi.Pilihlah sendok yang fleksibel dan lembut. Tak perlu khawatir jika sendok terlihat tidak menampung cukup banyak makanan. Memulai sedikit demi sedikit adalah cara terbaik untuk memperkenalkan makanan pada si kecil.Pastikan Anda memilih sendok dan garpu dengan bahan yang aman untuk si kecil. Salah satu merek sendok garpu yang bisa Anda coba adalah dari Bunny by LustyBunny. Selain terdaftar di Kementerian Kesehatan, sendok dan garpu Bunny by LustyBunny juga memiliki fitur sensor panas yang akan membantu Anda memperkirakan suhu makanan.

2. Tempat makan

Peralatan MPASI yang tak boleh ketinggalan selanjutnya adalah tempat makan. Serupa dengan memilih sendok garpu, pastikan Anda hanya memilih tempat makan yang berkualitas dan terbuat dari bahan yang tidak memicu alergi. Anda bisa memilih produk tempat makan dari LustyBunny, seperti mangkuk atau piring dengan berbagai pilihan warna. Pilihan jenisnya yang banyak juga memudahkan Anda memilih tempat makan yang menarik perhatian si kecil.

3. Gelas atau tempat minum

Kebanyakan dari Anda mungkin sudah memilikinya sejak anak belum mulai makan. Akan tetapi, mengingat pada usia ini, anak mulai lebih sadar dan memiliki ketertarikan dengan benda-benda, Anda bisa mempertimbangkan gelas atau tempat minum khusus untuk bayi yang memiliki motif dan warna menarik.Memberikan anak gelas khusus akan membantu anak belajar minum dari gelas. Pilihlah yang bebas BPA, mudah dibersihkan, dan memiliki pegangan agar si kecil mudah menggunakannya. 

4. Food maker

food maker salah satu peralatan MPASI
Food maker merupakan salah satu peralatan MPASI wajib
Jika hendak memasak sendiri untuk si kecil, pastikan Anda memiliki alat yang satu ini. Terdapat beberapa jenis food maker yang dapat memudahkan Anda, mulai dari manual hingga elektronik, seperti food processor atau slow cooker.Bingung harus memulai dari mana? Anda bisa memilih satu alat dulu, misalnya sendok untuk menghaluskan makanan. Beberapa produsen, seperti LustyBunny, juga telah memiliki sendok beserta mangkuk untuk menghaluskan makanan.Anda kemudian bisa merambah ke food maker elektronik untuk mengetahui mana yang paling cocok untuk Anda. 

5. Bib (tatakan makan) silikon

Selain seru, sesi memberi makan bayi juga akan diwarnai oleh makanan yang berserakan. Itu sebabnya, tatakan makan, alias bib atau slabber tidak boleh luput dari daftar peralatan MPASI Anda.Terdapat banyak jenis bib yang tersedia di pasaran, dari yang berbahan katun, plastik, hingga silikon. Pastikan Anda memilih bahan yang aman dan tidak memicu alergi pada kulit bayi.Untuk bib berbahan katun, lebih baik jika Anda memiliki beberapa buah. Namun, apabila memutuskan menggunakan slabber berbahan silikon, satu atau dua akan cukup untuk sesi makan. Menggunakan bib berbahan silikon akan memudahkan Anda membersihkannya untuk segera dipakai kembali.

6. Kantong asi

Kantong asi nyatanya tidak hanya berguna saat pemberian ASI eksklusif. Peralatan yang satu ini juga tak kalah penting ketika memulai MPASI.Hal ini tentu saja untuk menyimpan ASI Anda yang digunakan sebagai campuran menu makan buah hati. Beberapa resep MPASI biasanya menyertakan ASI sebagai salah satu bahan. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk tetap mempersiapkan kantong ASI berkualitas.Untuk menjaga kualitasnya, simpanlah ASI perah dalam kantong dengan pengunci ganda (double zip lock) dan terbuat dari bahan food grade.

Mulai MPASI, pemberian asi eksklusif sebaiknya tetap berlanjut

Menginjak usia 6 bulan, kebutuhan gizi berubah. ASI yang tadinya cukup sebagai satu-satunya sumber makanan, kini memerlukan pendamping agar nutrisi terpenuhi. Meski demikian, bukan berarti pemberian ASI berhenti begitu saja.Kementerian Kesehatan RI menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dilanjutkan sampai 2 tahun, atau setidaknya setahun. Pasalnya, masa ini merupakan periode emas perkembangan anak.Menghentikan ASI eksklusif dan beralih ke makanan dapat berisiko membuat pencernaan bayi “kaget”. Itu sebabnya, Anda perlu melanjutkan pemberian ASI agar peralihan dari makanan cair ke padat terjadi bertahap. Dengan begitu, sistem tubuh si kecil juga mampu beradaptasi.Jika menyusui secara langsung semakin sulit karena anak semakin aktif, tak ada salahnya memberi ASI perah dalam botol. Supaya kualitas ASI perah terjaga, botol susu yang Anda gunakan sebaiknya memiliki standar keamanan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.Botol susu dari Bunny by LustyBunny bisa menjadi pilihan karena terbuat dari bahan polypropylene dan BPA-free. Tersedia dalam berbagai ukuran, hal ini tentu memudahkan Anda untuk memberikan ASIP kepada bayi sesuai dengan kebutuhan mereka.Beberapa anak memulai MPASI pada usia 5 bulan, sementara yang lainnya tepat 6 bulan. Anda tak perlu khawatir akan hal ini karena perkembangan setiap anak berbeda. Jika Anda ragu kapan waktu yang tepat untuk anak memulai MPASI, konsultasikanlah ke dokter anak Anda.Dengan begitu, proses pengenalan makanan padat dapat berjalan menyenangkan seperti seharusnya.
mpasiresep mpasicara menyimpan asimakanan bayiadv lusty bunny
British Nutrition Foundation. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/nutrition4baby/complementaryfeeding.html?start=1
Diakses pada 22 April 2021
Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mengapa-asi-eksklusif-sangat-dianjurkan-pada-usia-di-bawah-6-bulan
Diakses pada 22 April 2021
Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/memberi-makan-pada-bayi-kapan-apa-dan-bagaimana
Diakses pada 22 April 2021
Kementerian Kesehatan RI. https://promkes.kemkes.go.id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi
Diakses pada 22 April 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/baby/weaning-and-feeding/babys-first-solid-foods/
Diakses pada 22 April 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/everything-you-need-to-buy-when-your-baby-starts-solids-4775688
Diakses pada 22 April 2021
Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/starting-solid-food
Diakses pada 22 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait