logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Penyuka Pedas, Sudah Tahu 7 Manfaat Cabai Bagi Kesehatan?

open-summary

Di balik rasanya yang pedas dan bikin kepanasan, ada berbagai macam manfaat cabai untuk kesehatan. Cabe tinggi antioksidan seperti vitamin A dan C yang bermanfaat untuk kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.


close-summary

13 Nov 2019

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

manfaat cabai di balik pedasnya

Meski pedas, manfaat cabai bagi kesehatan itu sangat baik

Table of Content

  • Kandungan gizi dan nutrisi cabai
  • Manfaat cabai untuk kesehatan tubuh
  • Efek samping makan cabai berlebihan

Penggemar makanan pedas harus tahu apa saja manfaat cabai untuk kesehatan. Sebab di balik rasa pedasnya, cabe mengandung banyak vitamin dan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Advertisement

Simak penjelasan lengkap mengenai kandungan gizi serta manfaat makan cabe dalam artikel ini.

Kandungan gizi dan nutrisi cabai

Cabai, chilli peppers, atau Capsicum annuum adalah buah dari tanaman cabai Capsicum. 

Kandungan utama dalam cabai adalah capsaicin, senyawa bioaktif yang berperan memberi rasa pedas khas cabe. 

Selain itu, mengutip dari Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram cabai mengandung: 

  • Kalori: 36
  • Air: 90,9 gram
  • Protein 1,0 gram
  • Karbohidrat: 7,3 gram
  • Serat: 1,4 gram
  • Kalsium: 29 mg
  • Fosfor: 24 mg
  • Zat besi: 0,5 mg
  • Natrium: 23 mg
  • Kalium: 272,4 mg
  • Zinc: 0,2 mg
  • Beta karoten: 5,833 mcg
  • Vitamin C: 18 mg
  • Vitamin B1: 0,05 mg
  • Vitamin B2: 0,09 mg
  • Niasin: 3,0 mg

Manfaat cabai untuk kesehatan tubuh

Cabe biasanya diolah sebagai bumbu masakan untuk memberikan citarasa pedas. Namun, Anda juga bisa mengonsumsinya secara langsung, dijadikan sambal, dikeringkan, atau digerus menjadi bubuk cabai.

Berikut adalah beberapa manfaat cabe untuk kesehatan tubuh:

1. Menjaga kesehatan jantung

Mungkin Anda belum banyak mendengar manfaat cabai untuk kesehatan jantung Anda.

Mengutip dari Cleveland Clinic, kandungan capsaicin dalam cabai dapat memecah lemak dalam makanan. Hal ini diteliti berpotensi mencegah penyumbatan pembuluh darah yang menjadi penyebab penyakit kardiovaskular.

Teori di atas juga diperkuat hasil studi dari JACC yang menemukan hubungan antara kebiasaan makan makanan pedas dengan peningkatan kesehatan jantung.

Studi ini memperlihatkan, makan cabe lebih dari empat kali dalam seminggu terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.

Alasannya adalah karena cabai mengandung vitamin B6, asam folat, kalium, dan beta-karoten. 

Tiga kandungan gizi ini dapat membantu mencegah risiko serangan jantung. Vitamin B juga dapat mengurangi kadar homosistein.

Kadar homosistein yang terlalu tinggi dapat merusak pembuluh darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko stroke serta serangan jantung.

Namun, manfaat cabe satu ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Penting juga untuk diingat bahwa cabai bukan pengganti obat resep penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

Cukup nikmati manfaat cabai untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

2. Menurunkan berat badan

Manfaat cabai untuk menurunkan berat badan
Manfaat cabai untuk menurunkan berat badan

Obesitas adalah salah satu faktor risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

Nah, salah satu cara terbaik untuk mencegah obesitas adalah dengan menjaga berat badan dalam rentang sehat..

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kandungan capsaicin dalam cabai bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan. 

Capsaicin bekerja melancarkan metabolisme untuk lebih banyak membakar lemak dan kalori dengan lebih cepat.

Ada pula satu studi yang memperlihatkan efek makan cabai secara teratur pada pengurangan asupan kalori dari makanan. Namun, penelitian itu sudah cukup lawas dan hanya dilakukan pada 24 orang.

Studi-studi lanjutannya yang lebih baru justru tidak melihat efek signifikan.

Maka demi mencoba memaksimalkan manfaat cabe untuk penurunan berat badan, selalu kombinasikan dengan gaya hidup sehat lainnya. 

Kuncinya adalah rajin olahraga, makan makanan sehat, dan pengaturan porsi makan.

3. Mempercepat penyembuhan

Cabai  mempunyai kandungan vitamin C yang lebih tinggi daripada buah jeruk, stroberi, jambu, atau kiwi.

Vitamin C dalam cabai berfungsi sebagai senyawa antioksidan untuk meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus mempercepat proses penyembuhan setelah sakit.

4. Meredakan sakit

Sebagai senyawa utama dalam tanaman cabai, capsaicin mempunyai sifat yang unik. Capsaicin bekerja  dengan menurunkan kepekaan reseptor rasa sakit.

Jadi, semakin sering dan semakin banyak Anda makan cabai, otak jadi lebih kebal terhadap rasa sakit yang umumnya dikaitkan dengan efek makan cabai.

Selain itu, makin terbiasa makan cabe, reseptor nyeri di tubuh kita juga makin kebal terhadap pemicu rasa sakit lainnya.

Manfaat satu ini juga datang dari efek makan cabai yang bikin ketagihan. Bagi beberapa orang, makan cabai merangsang otak melepaskan hormon endorfin yang membuat sensasi senang. Hormon endorfin ini juga berperan sebagai pereda nyeri alami.

Melihat kemampuannya meredakan nyeri, tidak heran jika capsaicin sering dijadikan bahan komposisi salep, krim, maupun koyo pereda nyeri otot dan sendi.

5. Mengontrol gula darah

Makan sambal atau cabai juga bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah.

Penelitian menunjukkan bahwa makan cabai secara teratur dapat membantu menyeimbangkan lonjakan gula darah dan kadar insulin setelah makan, yang mungkin dialami wanita dengan kondisi diabetes gestasional.

Sebaiknya, konsultasikan pula dengan dokter Anda dalam mengelola kadar gula darah, karena manfaat cabai merah yang satu ini bukanlah sebagai obat. 

6. Menjaga kesehatan pencernaan

no caption
Manfaat cabai untuk kesehatan pencernaan

Dalam pengobatan tradisional, rempah-rempah seperti cabai telah lama digunakan sebagai stimulan untuk membantu mengobati gangguan pencernaan.

Setelah makanan pedas dicerna dalam lambung, saraf-saraf saluran pencernaan akan menghasilkan senyawa kimia bernama anandamide. Anandamide bekerja menekan peradangan pada saluran cerna yang sering terjadi akibat tukak lambung atau penyakit Crohn.

Selain itu, kandungan capsaicin dalam cabe bermanfaat mencegah kerusakan pada mukosa (lendir pelapis dinding) lambung.

Selain itu, capsaicin juga bermanfaat untuk merangsang mikroorganisme baik dalam usus untuk melancarkan kerja saluran pencernaan. 

Manfaat lainnya adalah melindungi usus dari bakteri H. pylori, penyebab utama sakit maag.

7. Tinggi antioksidan

Tak hanya senyawa capsaicin, cabai juga mengandung berbagai senyawa antioksidan yang berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan, di antaranya adalah:

  • Capsanthin, karotenoid utama yang berperan dalam warna merah. Sifat antioksidannya kemungkinan dapat melawan kanker.
  • Lutein, paling tinggi pada jenis cabai hijau. Asupan lutein yang tinggi berkaitan dengan peningkatan kesehatan mata.
  • Sinapic & ferulic acid, antioksidan untuk mencegah terjadinya penyakit kronis. 

Efek samping makan cabai berlebihan

Makan cabai berlebihan menimbulkan risiko
Makan cabai berlebihan menimbulkan risiko

Adanya cabe alias lombok di piring makan memang mengundang sensasi tersendiri yang makin menggugah selera.

Belum lagi ditambah dengan sejumlah manfaat makan cabai untuk kesehatan tubuh yang cukup menggiurkan.

Akan tetapi, ada pula akibat atau efek samping cabai jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan. Efek samping cabe juga mungkin lebih rentan terjadi serta pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

1. Sensasi terbakar

Kandungan capsaicin dalam cabai dapat memicu efek panas seperti terbakar pada lidah, mulut, perut, dan bahkan sekujur tubuh. Ini karena capsaicin bekerja meningkatkan suhu inti tubuh.

Pada beberapa kasus, makan cabe secara berlebihan bisa mengakibatkan rasa sakit yang parah, peradangan, pembengkakan, hingga muncul kemerahan pada kulit.

2. Sakit perut dan diare

Makan cabe bisa membuat perut terasa panas, mulas, dan sakit seperti melilit. Bahkan, beberapa orang mungkin saja mengalami diare setelah makan cabe.

Efek samping cabe satu ini lebih rentan terjadi pada orang yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS). Kalau Anda tidak terbiasa makan cabe, kemungkinan gejala IBS bisa memburuk.

Coba untuk mencari tahu bagaimana cara mendinginkan perut setelah makan cabai, agar panas tidak terus menerus terasa. 

3. Risiko kanker

Kanker adalah penyakit saat ada pertumbuhan sel yang tidak normal.

Sebuah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kandungan capsaicin pada tanaman cabai berkaitan dengan risiko kanker. Bisa meningkatkan maupun menurunkan.

Sementara studi observasional pada manusia menemukan kaitan antara keseringan makan cabe dengan peningkatan risiko kanker kantong empedu dan kanker perut.

Meski begitu, bahaya makan cabai terhadap risiko kanker masih perlu penelitian lanjut.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai manfaat cabai bagi kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

makanan sehathidup sehatpola hidup sehat

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved