Penyuka Pedas, Sudah Tahu Manfaat Cabai Bagi Kesehatan?

nikmati manfaat cabai di balik pedasnya
Meski pedas, manfaat cabai bagi kesehatan itu sangat baik

Bagi penyuka pedas, Anda tidak perlu lagi bingung untuk mencari alasan untuk mengajak orang lain masuk ke dalam kelompok ‘pecinta pedas’ Anda, karena manfaat cabai bagi kesehatan sudah cukup meyakinkan untuk membuat teman-teman Anda tertarik untuk menikmati rasa pedas dari bumbu dapur ini.

1. Membantu menurunkan berat badan 

Suka pedas dan ingat mengurangi berat badan? Studi menunjukkan bahwa salah satu manfaat cabai dalam menurunkan berat badan terletak pada senyawa capsaicin di dalamnya yang mampu meningkatkan pembakaran lemak serta mengurangi nafsu makan.

Akan tetapi, riset tambahan masih diperlukan untuk memastikan manfaat cabai yang satu ini. Selain itu, mengonsumi cabai tidak serta merta dapat menurunkan berat badan. Anda masih perlu mengkombinasikannya dengan menjaga pola makan dan olahraga yang teratur.

2. Melancarkan peredaran darah

Saat Anda mengonsumsi cabai, senyawa capsaicin di dalamnya dapat melancarkan peredaran dan meningkatkan fungsi jantung. Bahkan, riset mendapati bahwa salah satu manfaat cabai adalah mencegah penyakit jantung.

Manfaat cabai dalam mengurangi risiko terkena penyakit jantung karena khasiatnya dalam menurunkan kolesterol, mencegah penggumpalan darah, serta melancarkan peredaran darah.

Senyawa capsaicin juga mampu menghambat gen dalam tubuh yang dapat memicu penyempitan otot dinding pembuluh darah. Meskipun demikian, manfaat cabai ini tidak berarti Anda bisa serta merta mengganti obat jantung Anda karena cabai bukanlah obat untuk penyakit jantung.

3. Membantu pencernaan

Manfaat cabai yang cukup unik adalah dalam membantu pencernaan. Senyawa capsaicin dalam cabai dapat membantu penyerapan nutrisi dalam usus dan meningkatkan proses pencernaan makanan. Namun, manfaat cabai ini tidak bisa dirasakan jika Anda mengonsumsinya secara berlebih.

4. Meringankan rasa sakit

Senyawa capsaicin juga berkontribusi dalam manfaat cabai untuk meringankan rasa sakit. Sesaat pernyataan ini mungkin terlihat bertentangan tetapi konsumsi cabai yang banyak mampu mengurangi sensitivitas rasa sakit Anda.

Berkurangnya rasa sakit tidak hanya saat Anda kepedasan, tetapi juga saat Anda merasakan rasa sakit lainnya, seperti sensasi panas yang disebabkan oleh asam lambung atau heartburn.

Bahkan, mengoleskan senyawa capsaicin pada daerah tubuh yang sakit sehabis operasi atau karena kerusakan saraf dapat mengurangi rasa nyeri tersebut.

Namun, manfaat cabai dalam mengurangi rasa sakit tidak permanen dan hanya bersifat sementara saja. Umumnya, sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit akan kembali seperti semula dalam waktu satu sampai tiga hari setelah Anda berhenti mengonsumsi cabai.

 

Hindari konsumsi cabai secara berlebih

Bila Anda ingin menuai manfaat cabai, hindari konsumsinya secara berlebih. Konsumsi cabai secara berlebih justru malah menimbulkan efek negatif terhadap tubuh, seperti:

  • Gangguan pencernaan

Pada beberapa orang dengan perut yang sensitif, mengonsumsi cabai secara berlebih bukan membuatnya makin mendapatkan manfaat cabai, tetapi justru menimbulkan gangguan pencernaan berupa sakit perut, diare, dan sensasi panas di usus.

  • Meningkatkan risiko kanker

Penelitian mengenai peningkatan risiko kanker akibat konsumsi cabai yang berlebih sebenarnya masih belum pasti. Namun, akan lebih baik jika Anda mengonsumsi cabai dalam jumlah yang sewajarnya.

  • Memberikan sensasi panas

Alih-alih menuai manfaat cabai bagi kesehatan, Anda justru akan merasakan sensasi panas atau terbakar ketika mengonsumsi cabai secara berlebih. Anda bisa mengalami peradangan, rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan saat mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Saat mengonsumsi cabai, konsumsilah cabai secukupnya agar Anda bisa mendapatkan manfaat cabai secara maksimal tanpa mengalami efek samping dari konsumsi cabai secara berlebih.

 

ACS. https://www.acs.org/content/acs/en/pressroom/newsreleases/2012/march/hot-pepper-compound-could-help-hearts.html
Diakses pada 08 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods/chili-peppers
Diakses pada 08 November 2019

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/390918-are-hot-peppers-good-for-you/
Diakses pada 08 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24246368
Diakses pada 08 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22038945
Diakses pada 08 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed