Salah satu ciri individu dengan phobia ketinggian adalah menolak untuk naik tangga
Saat merasa takut di tempat yang tinggi, Anda mungkin saja memiliki phobia ketinggian.

Anda pernah merasa takut saat berada di gedung tinggi atau bahkan jembatan penyeberangan dan merasa segera ingin turun saat itu juga? Bisa jadi Anda memiliki phobia ketinggian atau Acrophobia.

Merasa takut saat Anda berada di ketinggian tanpa pengaman yang cukup, tentu adalah hal yang wajar. Namun, pada beberapa orang rasa takut bisa muncul sangat berlebihan hingga menyebabkan kepanikan dan vertigo.

Kondisi phobia ketinggian dapat beragam, mulai dari merasa takut saat naik pesawat atau wahana permainan yang tinggi, hingga rasa takut untuk naik tangga walau hanya sebentar. Berikut ini adalah penyebab phobia ketinggian dan cara mengatasinya.

Penyebab Munculnya Phobia Ketinggian

Hingga saat ini, masih terdapat banyak perdebatan seputar penyebab pasti dari phobia ketinggian. Beberapa psikolog beranggapan bahwa kondisi ini disebabkan oleh pengalaman traumatis masa kecil.

Pengalaman tersebut dapat berupa pengalaman jatuh dari pohon, menyaksikan orang lain jatuh dari ketinggian, dan merasakan sakit yang teramat sangat. Kondisi ini juga dipercaya dapat muncul akibat pengalaman orang di sekitar.

Sebagai contoh, anak yang menyaksikan orang tuanya ketakutan terhadap ketinggian, lebih mungkin mengalami phobia ketinggian. Kondisi ini begitu umum terjadi sehingga beberapa ahli berpendapat,bahwa faktor genetik juga berperan di dalamnya.

Sebenarnya, rasa takut terhadap ketinggian merupakan hal yang wajar. Ketakutan tersebut dapat mencegah seseorang untuk melakukan suatu kegiatan berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Namun pada beberapa orang, rasa takut yang dialami begitu parah hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Orang yang mengalami phobia ketinggian yang parah dapat menolak untuk melakukan hal-hal yang biasa. Misalnya, tinggal di lantai dua sebuah gedung atau rumah hingga menolak untuk naik tangga.

Penanganan terhadap Phobia Ketinggian

Terdapat beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi phobia ketinggian, di antaranya:

1. Psikoterapi

Cognitive-behavioral Therapy (CBT) merupakan pilihan perawatan utama untuk mengatasi phobia yang spesifik. Metode ini menggunakan teknik perilaku, yang membuat Anda menjalani kegiatan yang ditakuti, secara perlahan maupun langsung.

Anda juga akan diajarkan cara untuk memberhentikan reaksi panik yang dialami, dan kembali mengontrol emosi.

2. Aktivitas di Ketinggian

Secara tradisional, metode ini dijalankan dengan mengajak orang dengan phobia ketinggian untuk benar-benar berada di tempat tinggi. Namun, seiring teknologi yang terus berkembang, saat ini metode tersebut dapat dijalani menggunakan Virtual Reality (VR).

3. Pengobatan

Pada saat-saat tertentu, obat berjenis sedatif (obat penenang) atau obat dengan golongan beta blocker, dapat digunakan sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi rasa panik dan cemas yang Anda rasakan, ketika berada di ketinggian.

4. Relaksasi

Melakukan relaksasi seperti yoga, mengambil napas dalam-dalam, meditasi, atau melakukan relaksasi otot, dapat membantu Anda dalam menghadapi stres dan kecemasan. Olahraga yang teratur juga dipercaya dapat membantu.

Jika Anda merasa phobia ketinggian yang dialami telah mengganggu kegiatan sehari-hari, seperti menghambat pekerjaan atau hubungan dengan orang sekitar, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter spesialis jiwa, atau psikolog terdekat. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan perawatan serta solusi yang tepat dan efektif untuk mengatasinya.

Anxiety UK. https://www.anxietyuk.org.uk/blog/heightened-anxiety-overcome-fear-high-places/
Diakses pada 5 April 2019

Good Therapy. https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/acrophobia
Diakses pada 5 April 2019

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/acrophobia-fear-of-heights-2671677
Diakses pada 5 April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed